Diposkan pada curhat, dokter, salahkaprah

Pernahkan anda bekerja full melebihi 24 jam…?


Bukan untuk menyombongkan diri, tapi beginilah keadaanku sekarang, dan sebenarnya lebih banyak yang lebih parah dari aku. Hari ini dari kemarin saja, aku kerja sekitar 30 jam. Dan tidak sekali itu saja, setiap minggunya hampir selalu kena hal demikian, bukan lembur, tapi memang masih jam kerja. Padahal aku hanya memanfaatkan fasilitas 2 tempat kerja saja dari 3 tempat kerja yang diperbolehkan bagi seorang dokter. Pindah dari satu tempat kerja, ke tempat kerja yang lain.

Aku sih masih muda masih kuat, tetapi yang luar biasa ada temanku sekantor, udah kepala 4 lebih, masih kuat aja wara-wiri di tiga tempat praktik. Bahkan ada adik kelasku yang sampai melanggar sampai 5 tempat praktik. Ya, tapi itu, kalau seminar selalu ketiduran 😀

Kami sebenarnya tidak mau seperti itu tapi banyak hal yang menuntut para dokter seperti gila kerja. Karena kebutuhan material, karena kebutuhan permintaan pelayanan yang tidak bisa ditolak karena memang suatu tempat membutuhkan dokter, dan mungkin yang masih muda butuh kejar setoran buat biaya nikah, hehehe…

Aku sadar sebenarnya ini tidak “sehat”, dokter akan tidak waspada, contohnya seorang dokter bedah di tempatku, sudah 2 kali kecelakaan dengan mobilnya saat menyetir sendiri, karena kantuk yang luar biasa. Bahkan kecelakaannya yang paling parah membuat cacat wajah dan penglihatannya. Namun Allah masih memberikan kesempatan beliau untuk berbakti dan melayani. Sekarang beliau tidak pernah menyetir sendiri, pasti minta dijemput atau diantar dari rumahnya…

Seperti banyak hal yang ditulis tentang pandangan miring terhadap profesi dokter, sebenarnya banyak kisah-kisah heroik individual dokter yang tidak terekspos. Mulai dari kerasnya kondisi alam yang terpencil, bahaya dari berbagai kerusuhan etnis, sampai pada bahaya perang seperti yang dialami kakak kelasku waktu ikut jadi relawan di Kapal Mavi Marmara, kepunyaan Turki.

Aku sendiri juga berpengalaman dari berbagai keikutsertaan sebagai relawan bencana, jadi lumayan bisa merasakan kerasnya pengabdian profesi dokter. Kami berharap saja semua pihak memandang secara berimbang tentang profesi ini karena banyak hal yang melatarbelakangi mengapa terjadi hal-hal yang sebenarnya tidak seharusnya terjadi.

Seandainya penghasilan dokter itu layak, maka dokter-dokter dari instansi pemerintah tidak perlu mangkir dalam jam kerjanya dan nyambi di banyak tempat. Seandainya harga obat itu murah, maka dokter tidak akan banyak yang terjerumus dalam kolusi dengan pabrikan farmasi. Seandainya pendidikan dokter itu terjangkau maka akan lebih banyak melahirkan dokter yang tidak matre. Seandainya masyarakat bisa berpikir jernih, maka dokter-dokter tidak akan terbeban dengan stigma-stigma tertentu.

Sekedar curhat saja… 🙂

Diposkan pada curhat, selingkuh

Bagaimana bila anda dibilang lebih muda 6 tahun?


Bagi aku, sering kali ini menyebalkan. Iya, sampai-sampai karena dikira masih bau kencur, pernah dikomplain sampai masuk koran, karena dikira masih calon dokter alias koas. Waktu dulu di awal nikah pun teman-teman istriku pun ga yakin lihat diriku, dipikirnya aku masih anak kecil gitu, apalagi waktu itu masih kurus banget…

Engga di RS atau di klinik, pasien seringkali susah untuk percaya bahwa aku sudah dokter yang lumayan makan asam garamlah, hehehe…menyebalkan! Seorang ibu pasien pernah nyeletuk di pagi buta, saat aku belum mandi dan muka masih awut-awutan, masih dalam jam dinas malamnya di RS: “weh, dokternya masih muda!!” (dengan wajah aneh dan ga percaya). Tersenyum kecut lagi akunya….

Kalau sudah pasien rutin atau sudah keluar petatah-petitihku, maka mereka segera menyadari bahwa aku sudah cukup umurlah, hahaha….

Terakhir baru saja kemarin, pas ujian proposal tesis, pengujiku sampai menanyakan: “Saudara Widodo, atau Bapak Widodo? Dipanggil saudara atau bapak? Sudah nikah atau belum?” Dengan senyum agak kecut aku bilang: “udah bapak-bapak”, lirih aku berkata: “sudah punya anak 2 juga, Pak…”

Untungnya aku ga punya bakat kuat untuk selingkuh (apa dikit gitu? hahaha), sehingga kalau ada cewek-cewek atau pasien iseng yang agak genit atau terpesona lihat aku, ngajak pacaran, ya buru-buru aku bilang: “Saya sudah nikah loh, udah punya anak juga…” Enak aja masih dikira brondong, emang jagung?!

Saat berhadapan dengan birokrat, juga, ini yang paling menyebalkan juga, lebih dianggap remeh lagi, tapi lagi-lagi baru mereka menyadari kalau aku sudah bicara dan menunjukkan identitas…hahaha….

Karena hal-hal di atas, istriku awal-awal nikah dulu, getol banget masak dan ngajak aku makan yang enak-enak, akibatnya bobot naik luar biasa, 17 kg, ya ga gemuk sih sebenarnya cuma rada berbobot aja, hehehe… Untung sekarang udah turun 3 kg, harusnya masih 5 kg lagi sih biar lebih enteng tapi tetap berisi….

Pokoknya terus terang banyak ga enaknya bagi diriku sekarang kalau dianggap masih muka mahasiswa gitulah (sebenarnya ya masih mahasiswa sih, hehe…), maksudnya jangan dianggap masih remaja, gitulah, aku ini sudah dewasa loh, baru saja lewat kepala 3. So, percayalah kalau aku ngomong,, itu harus diperhatikan, hahaha….

Kalian ga percaya juga?? OK-lah…ini ada “testimoni” langsung dari pasienku (aku tahu ini pasienku setelah aku lacak rekam medisnya, hehehe…)

“Bergegaslah aku menuju ke ruang periksa 1, masuk, dan ternyata dokter yang akan menanganiku adalah dokter cowok, aku ga begitu memperhatikan namanya, namun aku taksir, dokter ini berumur 25an, masih muda, ditemani komputer di bawah meja kerjanya…”

Selengkapnya baca di: http://vidiholic.blogspot.com/2010/04/pengalamanku-dengan-gmc-health-center.html

Menyebalkan bukan?!

Diposkan pada kesehatan, penyakit, politikkesehatan, rokok, salah urus, salahkaprah

Seri ceramah Ramadlanku: berhenti merokok sebagai salah satu ciri kebaikan seorang muslim


[Ringkasan, dengan berbagai ralat]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Ba’da tahmid dan shalawat…

Bapak, Ibu, Saudara yang dirahmati oleh Allah,

Puasa melatih kita untuk menjadi orang yang bertaqwa. Dan untuk menjadi orang yang bertaqwa itu adalah memupuk hal-hal yang baik dari diri kita dan meninggalkan hal-hal yang buruk.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasssalam bersabda: “Kebaikan Islam seseorang adalah manakala ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya.”” Hadits hasan diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan lain-lain.

Salah satu hal yang buruk atau tidak bermanfaat bagi diri kita adalah merokok. Meskinya tidak perlu fatwa dari MUI atau Muhammadiyah bila kita benar-benar menimbang kemanfaatan palsu dari rokok dan keburukan yang sangat nyata darinya.

Triliunan pendapatan negara dari cukai dan pajak rokok jauh lebih kecil bila dibanding biaya yang ditimbulkan dari akibat rokok tersebut. Taruhlah dalam sebulan kita menghabiskan 200 sampai 300 ribu untuk jatah rokok. Setahun bisa 3 juta sendiri. Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri selama merawat pasien di RS, sehingga tidak perlu lebih dahulu mengungkap hasil penelitian yang banyak tentang akibat buruk rokok. Contoh, bila seorang pasien dengan bronkitis atau radang saluran paru sebagai akibat ringan dari merokok, bila mondok saja minimal selama 4 hari, sudah menghabiskan ongkos 4 juta. Baru ini saja sudah melebihi biaya pembelian rokok kita selama setahun. Apalagi kasus yang lain seperti penyakit jantung, stroke, kanker nasofaring dan paru?

Fakta mengejutkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 yang mencatat angka belanja rokok pada masyarakat miskin menempati urutan kedua kebutuhan bahan pokok setelah beras. Luar biasa. Angka yang melebihi 7% ini berada di atas angka pembelian telur, gula pasir, tempe, mie instan, tahu, dan kopi, yang hanya berada di bawah angka 4%.

Bisnis rokok banyak dikatakan berkontribusi besar pada negara dan memakmurkan masyarakat. Ini “fakta” yang menyesatkan. Keuntungan dan kemakmuran hanya didapat oleh petani pemilik lahan dan bos pabrik rokok. Maka saya salut dengan salah satu gubernur dari Jawa Tengah yang sudah memulai program konversi petani tembakau menjadi tanaman kopi. Kerugian akibat rokok diterima oleh sebagian besar masyarakat kita bahkan orang yang tidak merokok sekalipun. Dan orang yang tidak merokok ini memiliki risiko lebih besar terhadap bahaya rokok. Sehingga saya menghimbau kepada mereka yang masih belum bisa meninggalkan aktifitas merokok, ya mbok berusahalah untuk merokok secara “sehat”, tidak membawa orang lain seperti istrinya dan bayinya terkena akibatnya. Merokoklah pada tempat yang jauh dan sudah ditentukan bagi perokok. Dan sebisa mungkin segera berhenti, karena itu tidak ada kebaikannya sama sekali.

Rokok tidak adanya bedanya dengan narkoba yang membuat ketagihan dan sakaw bila sudah kecanduan. Fenomena susah berpikir, badan loyo, lidah pahit sebenarnya sama dengan tanda-tanda sakaw dalam derajat ringan, karena memang beberapa zat dalam rokok memicu ketergantungan.

Sayang sekali pemerintah kita masih belum berpihak dengan rakyatnya, mereka masih memikirkan keuntungan yang tidak seberapa dengan mengorbankan rakyat banyak. Ini terbukti dengan adanya kesepakatan peningkatan produksi rokok dengan perusahaan rokok sebanyak 265 milyar batang untuk tahun 2015. Coba kita bayangkan. Penduduk kita hampir berjumlah 250 juta. Bila semuanya merokok, maka setidaknya setiap hari, setiap orang di negara ini setidaknya membakar 3 batang rokok. Luar biasa. Kita benar-benar dibodohi oleh para pemilik saham rokok, yang notebene paling besar dimiliki oleh orang-orang asing.

Sekali lagi saya menghimbau kepada kita semua, dalam bulan yang penuh berkah ini, menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk meninggalkan rokok.
Mohon maaf bila ada kesalahan, semua kebenaran datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Billahit taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Diposkan pada tak terkategorisasi

Maling mengincar laptop-mu? ini solusinya: http://to.ly/61Vz


Diposkan pada hobby, internet, open source, software, tips, ubuntu

Prey – Aplikasi Pelacak Maling Laptop (Gratis)


Rating: ★★★★★
Category: Computers & Electronics
Product Type: Handheld Computers/PDAs
Manufacturer:   Fork Ltd

Sudah 2 biji laptop yang hilang dari tempat kerjaku, sebuah laptop direktur, dan sebuah laptop manajer. Ya, semuanya hilang karena kelalaian. Sebenarnya itu bisa dicegah bila kita selalu waspada dan melakukan prevensi. Misalnya dengan aplikasi antimaling atau pelacak maling.

Laptop (Notebook, Netbok, dan komputer tenteng lainnya) yang akan datang sebenarnya akan dipasang chip pendeteksi maling yang berdiri sendiri. Namun untuk sekarang pun kita bisa cukup berlega dengan memasang aplikasi anti maling seperti alarm laptop. Cara kerja umumnya adalah apabila power supply dicabut, ada gerakan mouse, atau deteksi kamera, maka speaker akan berbunyi. Aku sudah coba juga, tapi kurang responsif karena memakai yang gratisan, hehe…

Nah, kali ini aku mau promosi aplikasi yang powerful. Namanya PREY. Aplikasi pelacak maling laptop, atau kalau malingnya ga ketangkep minimal keberadaan laptop kita bisa diketahui lah….

Aplikasi ini bisa bekerja di sistem operasi Windows, Linux, dan Macintosh. Silakan download di situsnya: http://preyproject.com/

Cara kerja aplikasi ini sebagai berikut:
Bila laptop kita hilang, maka kita segera menandai di situs Prey, bahwa laptop kita itu hilang. Selanjutnya aplikasi Prey yang telah diinstal di laptop kita akan mulai bekerja, saat laptop kita dihidupkan oleh maling, dan ada koneksi internet. Secara diam-diam Prey akan mengambil foto malingnya, mencatat alamat internet, dan lokasi geografis saat internet diakses, dan melaporkan ke email kita dan situs Prey. Data ini bisa kita serahkan ke kepolisian atau ke penyedia layanan internet untuk mengetahui keberadaan laptop kita.

Memang aplikasi ini tetap punya kelemahan, bila tidak ada akses internet, dan laptop keburu diformat atau diinstal ulang sistem operasinya. Tapi berdasarkan survei hal demikian jarang terjadi, biasanya maling penasaran ingin melihat isi laptop kita, siapa tahu ada data penting atau gambar yang aneh-aneh seperti laptopnya Ariel Peterporn, hehehe, jadi buat para maling, beware about it, hehehe…

Aku sudah coba di Linux Ubuntu dan Microsoft Windows, blum coba di Macintosh. Di Ubuntu aplikasi bekerja dengan baik. Maksudku webcam-nya berhasil meng-capture wajah malingnya. Tapi di Windows kok ga bisa ya…wah ga ngerti juga….

Selain itu kita bisa mengaktifkan fungsi peringatan kepada maling, bahwa laptop ini sedang dipantau/dilacak (tapi lucu juga kalau diaktifkan, lah nanti malingnya tahu kalau dia sedang dipantau). Juga ada fungsi alarm, yang akan berbunyi bila laptop dibuka pertama kali saat mengakses internet, tapi kok ga bekerja juga ya, hehe…blum tahu juga aku sebabnya.

Aplikasi ini juga bisa “mengunci” laptop kita dari jarak jauh sehingga maling ga bisa melihat-lihat data kita, tapi ini juga sebaiknya ga usah diaktifkan, biar malingnya ga curiga kalau sedang dipantau.

Untuk masalah konektifitas internet, aplikasi ini punya keunggulan bisa konek otomatis ke internet bila ada hotspot wifi (tentu saja wifi publik ya….)

Kesimpulannya, pokoknya aplikasi ini recommended banget deh. Mencegah itu lebih baik daripada tidak sama sekali….

Bagi yang agak awam, baca tutorial instalasi aplikasi ini secara perlahan di situsnya ya…

Sebagai gambaran cara instalasi:
Pertama kita harus daftar ke situs Prey, lalu download dan instal aplikasinya, lalu lakukan konfigurasi dengan menggunakan akun pendaftaran kita, isikan dengan benar agar situs Prey bisa melakukan verifikasi laptop kita. Lalu pastikan di situs Prey bahwa laptop kita sudah diverifikasi.

Diposkan pada curhat, hobby, livinginjogja, pernik, tanaman

Kejutan, buah semangka di teras rumah nongol juga!


Kira-kira 1 bulan ini di teras depan rumahku, tepatnya di calon taman yang ga jadi-jadi diberesin, nongol tunas daun yang mirip semangka, aku juga diberi tahu oleh tetangga depan kalo itu pohon semangka.

Hahaha, secara tamannya memang ga jadi-jadi dan ga sempat ngurusin dan nyiram, eh, tetangga depan aku perhatikan sepertinya rajin nyiramin pokok semangka itu, kelihatan setiap sore tanahnya basah oleh air, ya cuma pohon semangka itu yang disiram…

Ditambah lagi dengan beberapa hari terakhir ini sering hujan di malam hari dan paginya matahari bersinar cerah, jadinya pohon semangka tersebut lebih giat tumbuhnya.

Akhirnya kalo ga salah ingat, 3 hari yang lalu saat mau berangkat kerja, aku perhatikan udah nongol 1 biji semangka mungil, selain masih banyak calon semangka yang masih berwujud bunga.

Aku memang sering asal buang biji tanaman dari semangka, pepaya, kelenglengkeng, jambu biji, alpukat, dll, di sembarang tempat, tanah kosong di sekitar rumahku. Dulu pernah tumbuh jambu bijinya, tapi dibersihkan sama tetangga, katanya nanti malah jadi bahan rebutan anak-anak kampung kalo udah berbuah. Ya, repot juga sih, rumahku kan belum dibuatin pagar sampai sekarang dan mungkin juga tidak akan dipagar sampai nanti.

Selain semangka, yang sudah sempat kami nikmati adalah beberapa tanaman sayuran yang aku tanam dan tumbuh sendiri yaitu sayur daun katu, enak banget kalau dilodeh gitu deh…, trus ada juga daun bayam yang tumbuh subur, saking suburnya waktu itu penuh halaman depan dengan tanaman bayam berdaun lebar-lebar, sampai ibu-ibu tetangga pada “iri” dan sering minta buat disayur atau dibuat kerupuk bayam. Dan, hmmm…tentu saja aku sangat berterimakasih, karena kan aku ga bisa manfaatin semuanya, dan enaknya lagi aku juga diberi kerupuk bayam yang lezat satu kaleng penuh, hehehe…

Memang sih ada cita-cita dari dulu buat kebun tanaman sayur dan buah kecil-kecilan selain tanaman bunga yang cantik-cantik tentunya. Tapi nunggu istri dan anak kembali ke pangkuanku aja deh…

Diposkan pada curhat, istri, kesehatan, penyakit

Puasa pertama ga fit deh…


Kondisi puasa hari pertama ini, aku ga begitu fit, secara baru pemulihan sakit sejak dari Jakarta, menengok anak istri. Ya, Jumat kemarin aku ke Jakarta naik Progo dan syukurnya tidak kebagian tempat duduk, jadi lesehan di depan toilet bergerombolan dengan penumpang lain. Baru kali ini naik Progo seru banget. Nanti aku ceritakan di jurnal lain ya.

Kali ini aku cerita tentang kondisi yang ga fit dan agenda di Jakarta kemarin dulu. Iya, Jakarta beberapa hari kemarin cuacanya agak aneh, ujan panas ga jelas, malam dan dini harinya dingin banget, mana Ahad malamnya ada acara pengajian menyambut puasa lagi, dan oleh warga sekitar dipaksa ikut serta, sambil kedinginan dan batuk batuk, ga betah sama sekali nyimak acaranya yang hanya berisi kata-kata sambutan, dan sampai-sampai makanannya pun ga aku sentuh, walau pun sudah dibawain istri ke rumah, itu soto Lamongan nganggur basi sampai pagi. Ya, puncak sakitku Ahad malam dan dini harinya.

Harusnya pulang ke Jogja Senin sore, eh, badan ga bisa diajak kompromi, masih goyang buat berdiri dan masih keringatan dingin gitu. Ya, udah, aku izin ke atasan ga pulang dulu sampai agak fit dikitlah. Ya, walau pun masih sakit, Senin itu aku paksakan juga untuk ngajak istri ke RS Fatmawati buat imunisasi Nadif dan mengkonsultasikan masalah tumbuh kembangnya. Secara hari Sabtu sore seputaran Ragunan hujan lebat dan hari Ahadnya aku nemanin istri belanja ke Pejaten Village, dan di sana kami hampir kena tipu sales kompor ga jelas, nanti aku ceritakan juga deh. OK, di Fatmawati, kami ke Klinik Griya Husada, poliklinik eksekutif, semacam sayap bisnisnya RS Fatmawati kali ya. Ternyata cukup memuaskanlah, apalagi dokter anaknya komunikatif dan ga galak. Sukses juga akhirnya buat meriksain anak yang sudah direncanakan cukup lama.

Selain mengobati rasa kangen ke anak istri dan meriksain Nadif, juga ada keperluan melakukan vaksinasi Hepatitis yang kedua buat istri dan suntik KB 3 bulanan, hehe… ya itung-itung menghematlah bawa vaksin sendiri dari tempat kerja.

OK-lah, aku sudah puas dengan agenda yang tuntas walau pun badan ga bisa terlalu kompromi. Selasa pagi, aku pulang ke Jogja pake Taksaka biar agak “nyaman” dikiiit…alhamdulillah nyampe rumah pas azan Isya setelah nyambung pake Trans Jogja yang alon-alon asal kelakon, dan sudah masuk bulan Ramadlan hari pertama ternyata. Marhaban ya Ramadlan, selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman muslim, semoga menjadi semakin sehat dan bersih dengan berpuasa.

Diposkan pada curhat, livinginjogja

Ceritaku 1 minggu ini (28 Juli-4 Agustus)


Bismillah, rekan MPers yang berbahagia, ini aku mau update lagi (dengan tertatih-tatih…hiks..)

(Yah, daripada ga update-update MP-ku ini, jadinya dikompilasi aja ya untuk 1 minggu sekaligus, hahaha…so mohon maaf kalau rada panjang jurnalnya)

Di mulai dari Rabu pekan kemarin, istriku mendadak harus pulang ke Jogja, karena ada acara wawancara di Gedung Kepatihan, Malioboro, terkait dengan proses usulan mutasinya. Padahal Rabu malam itu aku dinas di RS, jadilah aku nongkrongin di RS lebih awal sambil nunggu landing. Sayang sekali terjadi delay penerbangan selama 2 jam, sehingga baru sampai Adi Sucipto 1/2 9 lebih. Syukurnya rekan sejawat yang dinas siang mau overtime dikit, karena aku harus jemput istri dan anak bungsu (Nadif) dan ngantar ke rumah.

Kamis pagi aku langsung cabut ke rumah, ganti’in istri momongin Nadif. Rencana wawancara menurut surat dimulai jam 9 pagi, tapi Nadif lagi rewel dan butuh ibunya, jadi istri baru bisa cabut ke Kepatihan jam 11 lebih. Wah ternyata acaranya belum dimulai. Ya, maklum aja sih, birokrat kan sukanya molor…udah apal deh…

Kamis itu termasuk hari repot, secara aku siangnya harus dinas di klinik, dan acara istri belum kelar juga. Akhirnya aku bawa Nadif ke kantor. Tetangga sih udah nawarin mau momongin, tapi aku bilang pasti nanti repot secara Nadif cuma terbiasa sama ibu dan bapaknya saja, selain para pengasuh di TPA kantor istri. Udah pengalaman di Jakarta kemarin, ditinggal sama budenya aja, malah kasihan nangis terus… Dan di kantor terbukti juga, staf, perawat, dan sejawat lain yang coba momongin Nadif nyerah, ya sudah, akhirnya bapaknya yang turun tangan, sekitar 2 jam momong, akhirnya Nadif bisa tidur pulas 3 jam.

Alhamdulillah wawancara istri selesai 1 hari, walaupun sampai sore, karena di surat disebutkan range waktu wawancara adalah 3 hari, ternyata selesai 1 hari saja (tepatnya 1/2 hari). Tinggal nunggu hasilnya saja. Biar kami bisa bersatu kembali (hiks…)

Hari Jumat rencana aku berangkat kemping sampai hari Ahad sore ke wilayah Imogiri, Bantul. Semua perlengkapan sudah OK, seperti: backpack, headlamp, sleeping bag, matras, ponco, topi rimba, sepatu kats baru yang udah dijahit+kaos kaki, water pack, celana renang untuk pengganti underwear saat heking jarak jauh biar selangkangan ga lecet, baju-celana ganti, dan kudapan berenergi.

Sayang sekali, walaupun persiapan udah OK, sejawat pengganti untuk hari Jumat juga sudah didapat, ternyata Kamis siang waktu aku akan membawa Nadif ke kantor, pergelangan kaki kananku terkilir karena terperosok lubang yang cukup dalam di seputaran Monumen Jogja Kembali (Monjali), untung saja Nadif tidak terlempar atau terjatuh ke tanah. Sakitnya baru terasa saat mau pulang ke rumah, dan sampai sekarang pun masih sakit sebenarnya, namanya juga cedera cukup berat ya memang rada lama sembuh sempurna, apalagi aku malas minum obat rutin, hahaha…

Jadilah acara kempingnya batal. Ada hikmahnya juga, aku bisa di rumah sama istri dan anak, walaupun ternyata Jumat itu ada masalah dadakan lainnya. Ditelpon dari kampus ada masalah dengan syarat maju ujian proposal hari Rabu ini. Wah, untung aja ga berangkat. Dan untung paginya aku udah lari ke apotik buat beli perban elastis untuk fiksasi sendiku yang terkilir. Dan malam sebelum pulang dari kantor udah order obat antinyeri, dah aku minum dengan dosis 2 kali dari biasanya. Karena sudah bertekad untuk tidak mundur ujian lagi, jadi aku hunting ke mana-mana hari Jumat itu, ke bank, ke rektorat (sempat dipingpong ke sana kemari), dan ke fakultas. Syukur bisa selesai walaupun masih ngegantung karena nunggu kepastian hari Seninnya.

Hari Sabtu termasuk hari yang OK, libur full, beli tiket buat istri kembali ke Jakarta , bersih-bersih rumah untuk menyambut kedatangan bapak mertua, kakak dan adik ipar, dan anak sulungku, Ifa, dari Gombong, Kebumen. Selepas magrib cabut ke House of Raminten, istriku pengen nyoba suasana di sana. Rasa terkilir kaki sedikit terlupakan. Tengah malam barulah rombongan dari Kebumen nyampe rumah.

Hari Ahad pagi nganterin istri dan Nadif ke stasiun Tugu untuk kembali ke Jakarta. Malamnya ke House of Raminten, hahaha…
Sayangnya kesan kali ini ga OK di bapak mertua dan ipar. Dari mulai tempat parkirnya yang ga OK, suasananya yang ternyata ga cocok, makanannya yang ga enak. Padahal pas aku dan istri yang makan kebetulan pesan yang enak kali ya…hehehe…
Malamnya adik iparku kembali duluan ke Kebumen karena besoknya masuk kerja, sedang kakak ipar tetap tinggal karena memang ada acara pendampingan mahasiswanya ke Solo. Dan bapak mertuaku juga tetap tinggal, karena momong Ifa saat aku dan kakak iparku ga ada di rumah.

Hari Senin aku konfirm ke fakultas untuk kepastian jadwal ujianku, alhamdulillah ternyata OK, tidak ada masalah. Selanjutnya aku rapat rutin di RS, siangnya pulang awal dengan alasan mau mendaftarkan anak sulungku, Ifa ke play group, untuk 4 hari saja, karena Sabtu besok mereka sudah kembali ke Kebumen. Sayang, play groupnya udah tutup, ternyata cuma sampai jam 11 siang. Tapi ga papa, masih ada hari Selasa. Jadinya sore itu aku ajak Ifa berenang ke Tirtasari, Jl. Kaliurang KM 9. Waduh, kok sekarang ga terurus ya tempat berenang ini? mana pancurannya udah ga ada lagi. Kolam anaknya cuma tinggal 1 lagi. Ya udah ga papa lagi deh, dah terlanjur, akhirnya kami nyebur selama 1 1/2 jam.

Hari Selasa pagi aku anterin metua dan Ifa ke play group yang ditarget hari Senin kemarin. OK kayaknya, Ifa langsung masuk hari itu. Play group ini dekat dari rumahku, sekitar 100 meter saja. Dan sebenarnya play group ini untuk anak berkebutuhan khusus seperti sekolah luar biasa gitu, tapi waktu aku tanya-tanya ternyata ada anak normalnya juga, ya jadi aku OK aja. Sepertinya Ifa senang sekali sekolah di situ, hehehe… Selanjutnya aku cabut ke RS untuk rapat lagi sampai siang.

Rabu pagi ini aku disidang di fakultas, dalam rangka presentasi usulan penelitianku untuk tesis yang sudah sangat lama tertunda. Syukurlah semua berjalan dengan lancar. Aku ga ngira sebelumnya kalau yang nguji adalah para pejabat: profesor di bagian anatomi, kepala dinkes, dekan fakultas kedokteran swasta terkenal. Untung udah kenal sebagian, jadi ga grogilah, hehehe, prinsipnya mengalah aja deh….

Demikian aja ceritaku selama seminggu ini. Sekali lagi memang aku harusnya tetap ngeblog di MP ini. Ini disupor sama pembimbing tesisku juga loh, dia memang tahu bahwa aku memang suka ngeblog. Dia mendorong untuk tetap menulis, karena akan mengasah otak kita agar tidak menjadi beku, dan ide-ide tidak menjadi dingin, hahaha… trimakasih buat pembimbingku…

Diposkan pada hobby, open source, ubuntu

Sekilas pengalaman menggunakan sistem operasi Linux Ubuntu



Linux Ubuntu tidak kalah cantik dengan sistem operasi berbayar lainnya, bahkan bisa menyamarkan wajah aslinya bisa kelihatan sebagai Linux Ubuntu tidak kalah cantik dengan sistem operasi berbayar lainnya, bahkan bisa menyamarkan wajah aslinya bisa keliahtan sebagai “pure” Mac dan Windows, maupun kombinasi di antaranya, seperti punyaku.

Ya, aku akhirnya kembali menginstal sistem operasi varian Linux yang paling terkenal yaitu Ubuntu. Saat ini sudah sampai pada versi 10.04 dengan nama code name Lucid Lynx. Memang penamaan rilis Ubuntu sangat unik. Versi nomor diambilkan dari tahun dan bulan rilisnya. Angka 10.04 artinya dirilis bulan April tahun 2010. Dan code name-nya diambilkan dari nama binatang langka dan ditambahi nama depan dengan sifat yang sesuai dengan binatang langka itu dan biasanya juga menyesuaikan dengan tema Ubuntu yang dirilis. Ya, hitung-hitung kita ikut berkampanye untuk melestarikan binatang langka.

Linux Ubuntu terkenal dengan kestabilannya, kebal serangan virus, aplikasi yang sangat banyak, forum pendukung yang amat banyak sehingga kalau ada masalah kita bisa mencari solusi dan akan menambah pengetahuan kita, kita bisa berkontribusi membuat aplikasinya bahkan bisa terlibat dalam proyek bergengsi, tentu saja akan mendapatkan penghasilan tambahan.

Aku sampai sekarang tetap menginstal secara dual boot, artinya masih disandingkan dengan Windows (sayang, soalnya original sih…), sekaligus untuk komparasi, dan buat jaga-jaga kalau ada yang trouble salah satunya.

Aplikasi yang sering aku pakai di Ubuntu:

– GIMP Image Editor (setara dengan Adobe Photosop), sekarang udah ga pakai Photoshop lagi, udah lumayan familiar dengan GIMP. GIMP juga bisa diinstal di Windows.

– OpenOffice (setara dengan Microsoft Office), di Ubuntu bahkan kita bisa menginstal aplikasi Windows seperti Microsoft Office. Aku masih pakai juga Microsoft Office bajakan, secara terus terang OpenOffice masih ada yang ga kompatibel dengan Microsoft Office. Tapi kalau untuk penggunaan sederhana OpenOffice sangat OK-lah. OpenOffice juga bisa diinstal di Windows.

– KeePassX, baik di Windows maupun di Ubuntu, aku pakai aplikasi gratis yang sangat membantu ini, yaitu untuk menyimpan berbagai macam dokumen penting seperti password, alamat, nomor KTP, CC, ATM, No. Rek., dan sebagainya. Selain sangat aman bisa juga disinkronisasi secara online dan otomatisasi input data ke website (autotyping). Bisa juga dipakai di perangkat mobil seperti HP loh…

– Berbagai macam aplikasi untuk dokumen PDF. Ada software untuk memodifikasi dokumen PDF seperti penambahan, ekstraksi, notasi, dan lain-lain. Sangat membantu. Salah satu yang powerfull adalah PDF Mod dan Foxit.

– JabRef, semacam aplikasi reference manager untuk kita yang sering melakukan penelitian dan pembuatan karya ilmiah, gunanya untuk mendokumentasikan sitasi atau referensi seperti artikel, buku, dan sebagainya. JabRef juga bisa diinstal di Windows.

– Berbagai macam aplikasi browser internet seperti Firefox, Chrome, Konqueror, Midori.

– Thunderbird, email client gratis dari Mozilla yang powerfull buat buka POP Mail seperti GoogleMail dan RSS dari berbagai blog dan news, mirip dengan Outlook. Kalau yang mau mirip lagi bisa pakai Evolution bawaan Ubuntu. Thunderbird juga bisa diinstal di Windows.

– Dan banyak lagi, ga cukup kalau dituliskan di sini semua 🙂

O, iya, game-game di Ubuntu ternyata tidak kalah menarik dengan yang di Windows, ada yang 3D, permainan anak-anak, edukasi, simulasi, strategi, pokoknya lengkap deh… Bahkan game di Windows pun bisa diinstal di Ubuntu!

Bagi yang suka aplikasi religius, Ubuntu banyak sekali menyediakan aplikasi religius yang OK punya.

Bagi yang suka jahil, hacking, dsb, wah lebih afdol lagi, banyak tuh aplikasinya di Ubuntu. Hehehe….bocoran aja, sampai sekarang aku masih pakai aplikasi tersebut, pernah juga iseng di salah satu kantor pelayanan pemerintah dengan memblokir hotspotnya. Apa yang terjadi? aku lihat para pegawainya pada panik dan heran kok internetnya down, padahal aku masih bisa pakai… iseng aja sih, ya hitung-hitung mereka mau introspeksilah tentang kelemahan jaringan internet mereka, itu kalau mereka ngerti.

Kelebihan lain dari Ubuntu: bisa dijalankan dari USB Flash Disk, HDD Eksternal, CD/DVD, dan perangkat penyimpan bergerak lainnya secara mandiri (live), tanpa menginstalnya. Jadi kalau butuh buat demo, mencoba-coba, buat jaga-jaga kalau komputer/laptop lagi error, bisa menggunakan modul mandiri ini (live CD, misalnya)

Aku menginstal Ubuntu ke netbook menggunakan USB Flash Disk karena kan ga ada CD ROM driver-nya.

Selain itu Ubuntu juga bisa diinstal di Windows loh, seperti aplikasi windows lainnya, jadi bukan dual boot murni, sehingga nanti bisa kita uninstall dengan mudah.

Rekomendasi bacaan:

Baca-baca tentang code name Ubuntu yang lucu-lucu: http://love4live.com/2010/05/ubuntu-10-10-maverick-meerkat-seputar-ubuntu-code-name-version/

Baca-baca tentang Ubuntu dan bila mau mengunduh di situsnya:
http://www.ubuntu.com/

Diposkan pada curhat

5th wedding anniversary yang menyedihkan


Hai, MPers…

Aku kembali ke ngeMPi yah 🙂 lagi-lagi ga kuasa menahan untuk ga berekspresi.
Kebetulan ada momen juga.

17 Juli kemarin ternyata hari pernikahan kami yang kelima!
Aku masih di kantor saat itu, lagi malas pulang ke rumah, karena rumah baru saja kosong, setelah 1 minggu kemarin rame dengan suara-suara yang membahagiakan. Ya, siapa lagi kalo bukan anak-anakku, Ifa (25 bulan) dan Nadif (10 bulan). Nadif dan ibunya cuma 5 hari saja di Jogja, Ifa bersama Bu De dan mbah Kakung  mukim selama 8 hari.

Nah, sebenarnya 1 bulan yang lalu sudah mempersiapkan ke Jakarta bertepatan dengan wedding anniversary kelima, ternyata harus batal karena Ifa harus ikut Bu De ke Jogja, secara Bu De-nya ada acara kerja di Solo. Jadilah istriku dan Nadif juga curi-curi waktu berlibur ke Jogja, hehe…

Dasar pikiran lagi mumet dan ga konsentrasi, jadinya tanggal 17 itu kelupaan. Dan sorenya istri nelpon duluan, ngingetin kalo ini hari H-nya…walah…ya, kasian juga, sampai dicuekin gitu…

Malamnya dia sms (kayaknya masih kepikiran terus, biasanya udah tidur):
I  luv u yang.. Syang ya, qta ga bs ngrayain ultah prnikhan qta, ga trasa udh 5 th..

Yang sayangnya sms itu juga baru kebaca subuhnya, secara aku udah terbang ke alam mimpi duluan…

Langsung aja aku balas setelah bangun:
Kok blum tidur Yang..aq pulang udah bablas tidur. Maaf kalo ga enak suasana ‘perayaannya’, yg penting aq slalu dan makin sayang sama dirimu Yang..

Entahlah apa rasanya saat itu. Yang jelas, habis sholat subuh aku sesenggukan berlinang air mata setelah cukup lama ga begitu…

Ya, Allah, trimakasih telah melanggengkan pernikahan kami, walaupun kami masih berjauhan. Walaupun aku sangat tidak romantis dan tidak paham dengan perasaan istri, moga aku bisa terus belajar dan memperbaikinya…