WidodoWirawan.Com

Moody buat menulis? Bagaimana mengatasinya?

11 Komentar


Moody? Saya banget itu! Menulis itu salah satu aktivitas yang sangat baik untuk me-recall informasi yang telah kita dapatkan melalui indra kita. Menulis juga sebagai ajang aktualisasi diri dan saling berbagi, menulis juga salah satu cara mengurangi tingkat stresor meski tergantung juga dengan apa yang akan ditulis (kalau menulis tesis ya tetap makin stres, hahaha…), menulis bahkan dapat mencegah penyakit lupa ingatan yang dalam dunia medis disebut demensia.

Sejak nge-trend-nya dunia blogging, menulis menjadi salah satu primadona bagi netizen (penduduk dunia maya), berbeda dengan virtual social networking (jejaring pertemanan maya), motif orang melakukan aktifitas menulis dalam blognya lebih beragam. Bagi saya sendiri seperti alasan yang saya kemukakkan di atas. Ada kalanya menulis dalam blog (diari online) yang berasal dari kata “web logging” sangat memberikan bantuan bagi diri saya sendiri untuk meninjau kembali momentum dari hal-hal yang pernah saya lakukan dalam hidup. Bahkan dari hal yang terkecil sekali pun, saya sedikit galau bin kecewa ketika saya susah untuk mengingat kapan saya membeli suatu barang yang menggunakan angsuran melalui kartu kredit saya. Meski hal itu bisa dilacak dari dokumen transaksi, namun mencari dokumen itu lebih sulit daripada membuka laptop, terus mengetikkan di google mengenai sesuatu yang pernah saya tulis. Bukankah justru hal ini yang saya maksud mengurangi stres. Maklumlah pengarsipan offline saya sungguh berantakan.

Selain itu, menulis hal-hal seputar dunia saya (medis) ternyata selain berguna bagi diri sendiri juga berguna bagi orang lain seperti “bagaimana cara mencegah penularan cacar air” yang ternyata banyak yang menanyakan. Dan untuk itu saya tidak harus berulang-ulang cerewet, cukup memberikan tautan (link) ke tulisan di blog saya yang berhubungan dengan hal tersebut.

Menulis itu sulit kalau tidak dimulai dari hal yang menyenangkan, hal yang menyenangkan biasanya terkait dengan hidup keseharian kita seperti aktifitas mengasuh anak, kegiatan seputar hobi, dan lain sebagainya. Makanya saya tidak membatasi apa yang akan saya tulis. Selain malah membuat stres juga karena saya memiliki sifat moody yang sangat parah.

Sulit kalau harus menargetkan tulisan kapan selesai dan naik tayang di blog. Harus meluangkan waktu khusus di depan laptop? Susah itu bagi saya, karena di laptop saya senangnya browsing buat membaca dan instalasi program-program atau hal lain yang memang harus pakai laptop. Akhirnya saya mencoba menerapkan tips simpel bagi diri saya sendiri. Saya mengoptimalkan ponsel yang saya bawa. Kebetulan saya membawa Blackberry (a.k.a. BB) jadul merek Huron 8830 yang saya persenjatai dengan Smartfren. Kadang saya juga membawa ponsel android saya yang juga dipersenjatai Smartfren. Maklumlah saya penggemar berat Smartfren meski dulu beberapa kali pernah dikecewakan. Namun ternyata menulis di ponsel yang memiliki keypad fisik itu jauh lebih enak dibanding dengan keypad virtual yang touchscreen itu. Keypad fisik QWERTY memberikan sensasi yang justru tidak melelahkan, meskipun sebentar lagi akan keluar jenis keypad fisik yang bisa timbul dari layar sentuh.

Meskipun belum optimal, selain karena pakai BB kuno – tapi keypadnya empuk dan renyah (emang kerupuk), juga belum bisa langsung posting ke blog ini karena saya biasanya cuma memakai paket BB untuk BBM dan Push Email saja. Jadi kalau mau upload tulisan setelah selesai diketik di BB, mesti diemail dulu, lalu emailnya dibuka di tempat yang ada koneksi internet buat upload seperti laptop atau android saya dan dipindahkan ke blog. Ga repot sih, meski ada cara langsung dari push email bisa langsung tayang di blog, cuma belum saya coba, mungkin di waktu lain. Dan bagi saya waktu terlama itu ya, membuat tulisannya. Untuk tulisan ini saja sampai berhari-hari baru selesai, karena membuatnya dicicil saat-saat senggang (daripada bengong atau cuma BBM-an ga jelas, hehe…) seperti saat saya menunggu Nadifa (anak saya) yang sedang diterapi wicara atau terapi okupasi. Bisa juga saya mengetik saat lagi di parkiran ketika menunggu orang, ya pas lagi kosong dan malas bengong tapi juga sedang ada mood menulis, ya langsung melanjutkan tulisan yang saya simpan di Memopad-nya BB.

OK-lah, akhirnya selesai juga tulisan ini ketika saya sedang di RS tempat saya kerja, sambil nunggu Nadifa terapi okupasi. Semoga berguna dan memicu ide yang lebih bagus dari teman-teman. Mohon kalau ada ide lain, jangan segan memberitahu saya. Terimakasih.

Iklan

11 thoughts on “Moody buat menulis? Bagaimana mengatasinya?

  1. Semoga Nadifa lancar terapi okupasinya. aamiin.

    Ada dokter Spesialis Patologi Anatomi sekaligus pemilik rumah sakit di Pekanbaru. Namanya Dr Sukma Merati. Dulu sebulan sekali bisa 2 kali posting tetapi sekarang jarang posting, tapi beliau aktif setiap hari nge-blog. Aktif hanya untuk menjawab komentar2 yg masuk. Satu postingan komentarnya sampai ribuan. Isinya seputar konsultasi kesehatan. Banyak jurnal yg di-post th 2008, tapi sampai skrg masih aktif tanya jawabnya. Bisa dilihat di “Recent Comments”. Penyakit yg ditanyakan mulai dari yg ringan sampai yg kelas berat.
    Semoga itu bisa menginspirasi Pak Widodo dalam berbagi pengetahuan lewat nge-blog.

    • Iya pak. Saya sudah buka lama juga blog beliau. Sempat mau bertemu waktu pulang ke pekanbaru mengurus sakit mama saya, tapi ga jadi…

      • Memang harus sabar dan siap dengan segala konsekuensinya, mengingat pengunjung blog kesehatan bukanlah pengunjung biasa, mereka menuliskan komentar dengan membawa harapan, bukan sekedar komentar.
        Saya rasakan ini juga tidak mudah dalam hal memanage emosi, selain waktu.
        Tapi akan sangat punya nilai tambah bila itu juga berfungsi sebagai marketing; seperti yg dilakukan Dr.Sukma. Wah, kalo begitu saya do’akan Pak Widodo kelak bisa memiliki Rumah Sakit / Balai Klinik sendiri. aamiin.

      • Iya, pak Iwan. Saya perhatikan para pakar seperti dr. Sukma pun waktu sangat terbatas dan bila diperhatikan cukup banyak juga komentar tak terjawab atau ada yang dijawab tapi tidak lengkap. Mungkin beliau mengambil prinsip: “saya jawab yang saya tahu dan sesuai kompetensi saya, selain itu saya tidak bisa membantu meski pun saya bisa mencari literatur di buku/internet alias harus belajar lagi untuk menjawab semua pertanyaan”. Nah, kalau saya beda pak, saya selalu berusaha menjawab maksimal meski itu harus melalui proses belajar lagi akibatnya waktu bisa tersita habis dan saya terkesan oleh orang disekitar saya orang yang maniak online/gadget, hahaha…. repot juga ya…

        Saya aslinya ga pengen punya rumah sakit pak, saya lebih tertarik membesarkan bisnis pribadi non kesehatan. Terlalu banyak konflik kepentingan kalau punya RS pribadi: antara bisnis dan mengabdi/sosial.

  2. Pasti banyak banget pengalaman menarik selama membantu pasien 🙂 ditunggu cerita-ceritanya mas Widodo.

    • Kebetulan sudah 4 bulan saya tidak praktik sebagai dokter, saya fokus di sisi lain dulu, hehe… tapi sudah banyak cerita dengan pasien yang saya buat terutama saat masih nge-blog di multiply.com dan arsipnya sudah di selamatkan oleh Pak Iwan yang ngasih komen pertama di sini, hehehe… silahkan buka arsip-arsipnya sesuai kata kunci. Makasih kunjungannya.

  3. Ditunggu cerita-ceritanya mas.

  4. blom pernah posting pake hape.. ribet sih ya.. kalu pake hape hanya membaca dan reply komen deh..
    mood bisa hilang kalu ngetik pake hape.. biasanya kalu mo nulis sih biar ga lupa ya pake buku.. menulis lagi..
    jadi 4 bulan ga praktek bikin apa dong pakdokter?

    • Bukan postingnya mba, tapi membuat draft tulisannya, postingnya sih tetap pada perangkat yang bisa akses net. Hehe… masih ada yang nulis pakai bukunya… saya sudah lamanga punya buku tulis.

      4 bulan ga praktik: izin belum diperpanjang, dan juga lagi bosan jadi kaset yang ngomongnya diulang-ulang, fokus ngurus anak, studi dan ngurus rumahsakit dulu… sekarang saya lebih sehat ga ketularan sakit pasien, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s