WidodoWirawan.Com

Aternatif Pengering Alat Bantu Dengar (ABD)

1 Komentar


a-1a-2

Sampai saat ini saya belum sempat, belum ada alokasi uang, survei merek belum lengkap, dan masih ragu membeli pengering untuk ABD Nadifa. Dehumidifier atau pengering menggunakan butiran silika ternyata tidak mencukupi buat ABD Nadifa karena produksi keringatnya yang mengerikan. Tidak mau terulang dengan ABD sebelumnya yang sempat berkarat ringan dan bahkan berlumut (berkerak) hijau keputihan pada bagian ulir tempat melekat tubing dan tempat baterai yang memang ada unsur logamnya, maka saya agak “strik” dengan kondisi ABD yang harus selalu kering dan terhindar dari kelembaban.

Dari referensi yang saya baca, pengering ABD yang ideal adalah yang memiliki kemampuan menghilangkan kelembaban yang mikro sekalipun sampai pada onderdil di dalam ABD dan memiliki kemampuan desinfektan/pembunuh kuman dengan cahaya ultraviolet. Namun buat saya yang utama adalah kering, karena dalam kondisi kering kuman tidak bisa hidup. Meskipun memakai pengering ideal, dianjurkan tutup baterai ABD berada dalam kondisi terbuka, ini berfungsi untuk ventilasi atau tempat lewat uap air mikro yang mungkin masih tersisa di dalam ABD, sehingga bisa menguap di udara bebas ketika dalam kondisi pengeringan. Nah, untuk sistem pengering yang tertutup, uap ini justru dapat mengalami kondensasi/pengembunan ketika suhu pengering turun, atau pengering dimatikan, sehingga di sinilah perlunya fungsi penyerap/absorben dari butiran silika yang biasanya berwarna biru. Bila tidak menggunakan silika harusnya pengering mempunyai semacam kipas untuk mendorong uap air tersebut keluar dari ABD dan kotak pengeringnya. Bila tidak, bisa kita bayangkan kalau ternyata uap air masih ada di dalam pengering, seperti kondisi saat kita merebus air, maka uap yang menempel dapat menjadi air kembali dan mengenai ABD dan bisa masuk ke dalamnya, ini justru berbahaya bagi ABD.

Bagi yang masih terkendala dana, kesempatan, dan akses jarak, untuk membeli pengering ABD yang harganya berkisar antara 500 ribu sampai jutaan, bisa menggunakan cara yang masih saya pakai sampai sekarang, dan saya masih terus mengevaluasi cara ini. Misalnya dengan mencari tahu efek samping menggunakan cara ini. Karena sebelumnya saya menggunakan “pengering tanpa modal” yaitu dengan menaruh ABD Nadifa yang lama di atas perangkat elektronik yang sedang ON, seperti receiver TV, namun seorang audiologis melarangnya, entahlah saya juga belum mengerti, apa sebabnya tidak boleh, dugaan saya bisa merusak ABD karena suhunya tidak stabil, bisa menjadi sangat panas, atau mungkin gelombang elektromagnet dari perangkat elektronik tersebut bisa mempengaruhi kerja ABD, yang ini saya belum paham, karena ABD lama Nadifa masih dalam kondisi baik saja.

Audiologis itu pula yang memberitahu saya untuk menggunakan cara sederhana ini bila belum mempunyai pengering standar.

Sebelum menggunakan pengering, sebaiknya ABD yang kelihatan basah oleh keringat atau air bisa dikeringkan terlebih dahulu dengan lap (handuk) atau tisu bersih, ini untuk mempercepat pengeringan dan mengurangi beban kerja pengering. Semua komponen ABD yaitu ABD itu sendiri, tubing, earlmold, baterai, dan receiver FM (bagi yang sudah punya), ikut dikeringkan juga. Bahkan dulu waktu Nadifa masih memakai Kids Clip atau tali penjepit ABD ke pakaian Nadifa, agar tidak lepas dan jatuh di sembarang tempat ABD-nya, juga ikut saya keringkan.

Untuk pengering sederhana ini, saya hanya memerlukan perangkat lampu belajar dengan bola lampu pijar 5 watt (nomor 4), serta wadah untuk menaruh ABD dan baterai (nomor 5). Lebih jelas, perhatikan gambar yang ada. Kondisi dan posisi ABD saat dikeringkan terlihat seperti pada gambar. Baterai dikeluarkan dari ABD (nomor 2), dan tutup tempat baterai ABD dibiarkan terbuka maksimal (nomor 1). Tubing dan earmold tidak perlu dilepas (nomor 3).

Wadah ABD bisa menggunakan bahan apa saja, yang penting bersih dan tidak gampang rusak bila kena panas. Sebaiknya wadah tempat menaruh ABD tersebut diberi alas. Saya menggunakan butiran silika, sisa dari yang tidak termanfaatkan. Bisa juga menggunakan kain perca yang bersih. Bila tidak ada alas pun tidak mengapa, yang penting bersih dari debu dan tidak lengket. Saya sendiri menggunakan wadah ABD-nya dari tempat makanan Nadifa. Sebelumnya saya menggunakan juga wadah yang lebih kecil dari Tupperware. Atau menggunakan wadah dehumidifier ABD sendiri yang dibiarkan terbuka tutupnya. Bahkan saya pernah tidak menggunakan wadah apa pun, ABD digeletakkan saja di atas rak lemari kayu, di bawah sinar lampu 5 watt. Sangat praktis. Tapi cara ini rawan, karena ABD mudah kotor, bisa lengket kena cat kayu tempat ABD ditaruh (nomor 6).

Hal yang penting adalah melakukan survei atau menilai kondisi panas yang dihasilkan oleh lampu 5 watt, serta jarak lampu ke ABD dan wadahnya (nomor 7). Ini penting, jangan sampai terlalu panas karena jarak terlalu dekat atau panasnya kurang karena jarak terlalu jauh. Pada contoh gambar, saya menggunakan lemari tertutup dengan kaca bening. Di awal percobaan dulu, saya senantiasa melihat kondisi ABD, terlalu panas apa tidak, mungkin jaraknya terlalu dekat dengan lampu. Jadi menilainya secara subjektif saja. Perhatikan juga keadaan di sekitar pengering yang mungkin membahayakan. Contoh pada saya ini tidak ideal, karena pengering ditaruh di lemari/rak penyimpanan buku, yang bisa saja menyebabkan kebakaran. Taruhlah ABD dan pengering di tempat yang tinggi, agar tidak mudah terjangkau dan disenggol oleh binatang peliharaan atau orang yang ada di rumah. Kalau memakai rak lemari, taruhlah di bagian paling atas. Seperti contoh, sebaiknya pakailah lemari kaca yang tembus pandang, agar kita bisa tahu kondisi yang terjadi saat pengering bekerja.

Untuk mengukur suhu paparan pada ABD, termometer ruangan sangat dianjurkan (saya hanya menggunakan termometer untuk manusia yang tentu saja kurang valid dan terbatas pengukuran suhunya). Perlu dicatat kestabilan suhu dari beberapa interval waktu dalam sehari, untuk memastikan bahwa tidak terjadi lonjakan suhu yang membahayakan ABD dan lingkungan sekitar, karena kita tidak menggunakan timer atau saklar otomatis maupun pengatur suhu otomatis untuk pengering sederhana ini.

Untuk contoh ini, saya mendapatkan data untuk ABD yang dipakai Nadifa yaitu batas suhu kerja tertinggi ABD adalah 60 derajat celcius. Dari referensi juga, saya memperoleh data kerja alat pengering komersial berkisar di suhu 32-35 derajat celcius, merek pengering lainnya berkisar antara 43-51 derajat celcius. Sehingga dengan acuan ini kita bisa menentukan sendiri suhu paparan dari pengering sederhana menggunakan lampu belajar 5 watt ini, dengan mengatur jarak lampu ke ABD, kepadatan benda lain disekitar ABD (seperti buku yang ada di lemari), dan kondisi tempat pengering: apakah terbuka atau tertutup. Kondisi tertutup tentu lebih stabil suhunya, tapi bisa saja melonjak suhunya, bila ventilasi tidak baik. Silakan dicoba sendiri, syukur-syukur kalau punya alarm peringatan untuk batas suhu pengering ini atau pemutus listrik otomatis untuk lampu bila suhu sudah sudah melewati batas aman.Tapi malah jadi tidak praktis lagi, dan mahal harganya.

Saran saya, tetaplah usahakan pengering ABD ideal dari pabrik, dengan harga yang memang mahal, tapi tidak lebih mahal dari harga ABD anak kita, tentu merupakan suatu investasi yang sangat berharga bagi usia pemakaian ABD anak kita. Gunakan pengering sederhana ini bila memang ada faktor-faktor yang saya sebutkan di atas. Semoga bermanfaat.

Iklan

One thought on “Aternatif Pengering Alat Bantu Dengar (ABD)

  1. Ide yang kreatif Pak Wid, saya lama pakai ABD model Pocket (saku) dan baru-baru ini pakai ABD model BTE dan saya simpan langsung di kotak ABD beserta silikanya. Mudah-mudahan bisa awet seperti model pocket yang sudah berusia 10 tahun lebih dan baru 1 kali diservis.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s