kesehatan, kontemplasi, rokok

Apel Haram, Rokok Halal…



Cerita ini dari Mesir. Pencerita bilang dia lagi shalat tahiyatul masjid, khusu’nya keganggu oleh bau asep rokok yang kuat banget, setelah salam dia tahu darimana asal bau itu, dari orang yang bibirnya saja item karena rokok. Dia ngomong ke dirinya, “nanti selesai solat gue mau ngomong ama tuh orang.” Tapi mendadak ada anak kecil sembilan taunan umurnya masuk mesjid, duduk disamping perokok itu. Dan si anak itu mencium bau asap rokok juga, kemudian mereka terdengar ngobrol.

Anak: Assalamu’alaikum paman, paman orang Mesir?

Perokok: ya betul aku orang Mesir.

Anak: Paman kenal Syeikh Abdul Hamid Kisyk?

Perokok: ya kenal.

Anak: Paman juga kenal Syeikh Jaad al-Haq?

Perokok: ya kenal juga.

Anak: Paman juga kenal Syeikh Muhammad al-Ghazali?

Perokok: ya aku juga kenal.

Anak: Paman pernah dong mendengar pendapat dan fatwa-fatwa mereka?

Perokok: ya dengar juga.

Anak: Mereka itu ulama dan syeikh yang berkata bahwa rokok itu haram, kenapa paman menghisapnya??

Perokok: Ngga, rokok ngga haram.

Anak: Haram paman, bukankah Allah mengharamkannya: وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الخَبَائِثِ (Allah mengharamkan yang buruk-buruk bagi kalian) apakah paman waktu ngerokok baca bismillah dan baca alhamdulillah waktu selesainya??

Perokok: Ngga, rokok ngga haram, mana ada ayat al-Quran yang berbunyi وَيُحَرِّمُ عَلَيْكُمُ الدُخَانَ (Allah mengharamkan rokok bagimu).

Anak: Paman, rokok itu haram seperti haramnya apel!!!

Perokok: (sambil marah) Apel haram!!! Bagaimana kamu bisa menghalalkan dan mengharamkan itu.

Anak: Coba paman tunjukkan ayat وَيُحِلُّ لَكُمُ التُّفَاحَ (Allah menghalalkan apel)!

Perokok itu sadar diri dan diam, ngga keluar lagi kata-katanya, seterusnya dia nangis dan waktu solat juga dia nangis. Sehabis solat perokok itu deketin si anak kecil, sang da’i yang nyadarin dirinya, terus janji, “nak, paman berjanji kepada Allah tidak akan ngerokok lagi sampai akhir hidup paman.”

Sumber: http://theonlynelly.wordpress.com/2010/05/13/apel-haram-rokok-halal/

Pic dari: sini

Iklan
kesehatan, rokok

Menkes kena kanker paru – akibat rokok?


Rating: ★★★★★
Category: Other
http://www.detikhealth.com/read/2011/01/16/200941/1547813/763/menkes-endang-rahayu-sedyaningsih-kena-kanker-paru?881104755

Berita mengagetkan datang dari Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih. Doktor dari Harvard School of Public Health itu terkena penyakit kanker paru-paru. Syukurlah penyakit itu sudah bisa dikendalikan. Bahkan Endang tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

“Iya (terkena kanker paru-paru), tetapi sudah bisa diatasi dan dikendalikan. Itu diketahui setelah check up klinisnya kira-kira Oktober 2010,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang.

Menurut dia, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan.

“Nggak ada gejala apa-apa. Saat memimpin rapat, lalu kunjungan-kunjungan tampak sehat,” ujar Bambang.

Kepala RSPAD, dr Supriyanto, saat dikonfirmasi menyangkal kabar yang beredar bahwa dia turut menangani kesehatan Menkes. Dia bahkan belum tahu jika Menkes menderita penyakit

“Itu sepenuhnya hak individu beliau, saya nggak bisa memberi keterangan. Tapi yang pasti beliau selalu mengerjakan pekerjaannya 100 persen, baik di Jakarta atau pun di luar Jakarta,” kata Supriyanto saat dihubungi detikcom.

“Saya nggak tahu, seandainya tahu pun secara etika kedokteran bukan wewenang saya untuk memberitahukan,” imbuhnya.

Menkes Endang R Sedyaningsih sendiri ketika dikonfirmasi detikcom via SMS tidak memberikan balasan. Begitu juga pejabat eselon I Kemenkes Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama enggan memberikan komentar.

“Jangan tanya ke saya,” jelas Yoga.

Dari pihak Istana, Mensesneg Sudi Silalahi yang dikonfirmasi via SMS juga tidak membalas. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha belum mengetahui informasi ini, “Saya belum dengar soal itu”.

Menlu Marty Natalegawa yang sedang retreat di ASEAN Ministerial Meeting (AMM) di Pantai Medana, Lombok, juga mengatakan hal yang sama saat ditanya bahwa Menkes menjalani pengobatan di Guangzhou, China. “Oh saya nggak tahu itu. Belum ada laporan (dari Kedubes RI di China),” ujarnya.

Sakit Sejak Oktober 2010

Kabar Menkes terkena kanker paru-paru juga telah didengar oleh Presiden SBY. Bahkan SBY menugaskan tim dokter pemerintah untuk membantu pemulihan kesehatan Menkes.

“(Presiden SBY) Sudah tahu. Malah menugaskan tim dokter untuk mendampingi pemulihan tersebut,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang.

Bambang menuturkan, untuk memulihkan kesehatan, Endang telah mendapat berbagai perawatan. Utamanya perawatan dilakukan di dalam negeri.

“Juga dibawa ke luar negeri, ke Guangzhou (China), beberapa kali. Saya tidak tahu pasti kapan, yang jelas sudah bisa dikendalikan. Karena tentunya harus ada pemulihan,” sambungnya.

“Pemulihannya cepat dan sudah bisa dikendalikan, insya Allah,” tambahnya.

Bambang tidak tahu kanker paru yang diderita Menkes berada di stadium berapa. “Saya nggak tahu karena nggak baca medical record-nya. Tapi sudah bisa dikendalikan,” kata Bambang.

Sakit yang diderita Endang diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. Saat memimpin rapat atau pun melakukan kunjungan kerja, Endang tampak sehat. paru-paru. Kalau pun Menkes menderita penyakit tersebut, dirinya tidak berwenang untuk memberitahukan ke publik.

kesehatan, kontemplasi, rokok, salahkaprah

Kampanye anjuran merokok



Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Silakan merokok sepuasnya yah…hehehe….

Enjoy aja!

Cuma tar, karbondioksida dan nikotin doang kok. 200 lebih zat berbahaya lainnya loe gak perlu tau, tapi rasain aja.

Masih banyak celah kok nyerah, tanya kenapa

Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Nggak ada loe, nggak rame!

Tiap tahunnya sekitar 57.000 jiwa manusia berhasil rame-rame berhenti merokok di sini. Mau bergabung?

Sumber gambar:
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/f/b/PSA_lets_smoke1_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/c/2/PSA_Lets_Smoke3_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs18/f/2007/145/2/3/PSA_Lets_Smoke2_by_chocoplay.jpg

kesehatan, penyakit, rokok, salah urus, salahkaprah

Seri ceramah Ramadlanku: berhenti merokok sebagai salah satu ciri kebaikan seorang muslim


[Ringkasan, dengan berbagai ralat]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Ba’da tahmid dan shalawat…

Bapak, Ibu, Saudara yang dirahmati oleh Allah,

Puasa melatih kita untuk menjadi orang yang bertaqwa. Dan untuk menjadi orang yang bertaqwa itu adalah memupuk hal-hal yang baik dari diri kita dan meninggalkan hal-hal yang buruk.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu yang berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasssalam bersabda: “Kebaikan Islam seseorang adalah manakala ia meninggalkan hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya.”” Hadits hasan diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan lain-lain.

Salah satu hal yang buruk atau tidak bermanfaat bagi diri kita adalah merokok. Meskinya tidak perlu fatwa dari MUI atau Muhammadiyah bila kita benar-benar menimbang kemanfaatan palsu dari rokok dan keburukan yang sangat nyata darinya.

Triliunan pendapatan negara dari cukai dan pajak rokok jauh lebih kecil bila dibanding biaya yang ditimbulkan dari akibat rokok tersebut. Taruhlah dalam sebulan kita menghabiskan 200 sampai 300 ribu untuk jatah rokok. Setahun bisa 3 juta sendiri. Saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri selama merawat pasien di RS, sehingga tidak perlu lebih dahulu mengungkap hasil penelitian yang banyak tentang akibat buruk rokok. Contoh, bila seorang pasien dengan bronkitis atau radang saluran paru sebagai akibat ringan dari merokok, bila mondok saja minimal selama 4 hari, sudah menghabiskan ongkos 4 juta. Baru ini saja sudah melebihi biaya pembelian rokok kita selama setahun. Apalagi kasus yang lain seperti penyakit jantung, stroke, kanker nasofaring dan paru?

Fakta mengejutkan datang dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010 yang mencatat angka belanja rokok pada masyarakat miskin menempati urutan kedua kebutuhan bahan pokok setelah beras. Luar biasa. Angka yang melebihi 7% ini berada di atas angka pembelian telur, gula pasir, tempe, mie instan, tahu, dan kopi, yang hanya berada di bawah angka 4%.

Bisnis rokok banyak dikatakan berkontribusi besar pada negara dan memakmurkan masyarakat. Ini “fakta” yang menyesatkan. Keuntungan dan kemakmuran hanya didapat oleh petani pemilik lahan dan bos pabrik rokok. Maka saya salut dengan salah satu gubernur dari Jawa Tengah yang sudah memulai program konversi petani tembakau menjadi tanaman kopi. Kerugian akibat rokok diterima oleh sebagian besar masyarakat kita bahkan orang yang tidak merokok sekalipun. Dan orang yang tidak merokok ini memiliki risiko lebih besar terhadap bahaya rokok. Sehingga saya menghimbau kepada mereka yang masih belum bisa meninggalkan aktifitas merokok, ya mbok berusahalah untuk merokok secara “sehat”, tidak membawa orang lain seperti istrinya dan bayinya terkena akibatnya. Merokoklah pada tempat yang jauh dan sudah ditentukan bagi perokok. Dan sebisa mungkin segera berhenti, karena itu tidak ada kebaikannya sama sekali.

Rokok tidak adanya bedanya dengan narkoba yang membuat ketagihan dan sakaw bila sudah kecanduan. Fenomena susah berpikir, badan loyo, lidah pahit sebenarnya sama dengan tanda-tanda sakaw dalam derajat ringan, karena memang beberapa zat dalam rokok memicu ketergantungan.

Sayang sekali pemerintah kita masih belum berpihak dengan rakyatnya, mereka masih memikirkan keuntungan yang tidak seberapa dengan mengorbankan rakyat banyak. Ini terbukti dengan adanya kesepakatan peningkatan produksi rokok dengan perusahaan rokok sebanyak 265 milyar batang untuk tahun 2015. Coba kita bayangkan. Penduduk kita hampir berjumlah 250 juta. Bila semuanya merokok, maka setidaknya setiap hari, setiap orang di negara ini setidaknya membakar 3 batang rokok. Luar biasa. Kita benar-benar dibodohi oleh para pemilik saham rokok, yang notebene paling besar dimiliki oleh orang-orang asing.

Sekali lagi saya menghimbau kepada kita semua, dalam bulan yang penuh berkah ini, menjadi kesempatan yang baik bagi kita untuk meninggalkan rokok.
Mohon maaf bila ada kesalahan, semua kebenaran datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Billahit taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

curhat, kesehatan, rokok, tips

NgeRokok lageee…


Nyempati belanja ke Indogrosir tadi, lalu mampir ke food court, wah penuh banget ga seperti biasa, banyak bisnismen lagi miting sambil makan kayaknya. Pesan stik ayam 2 buah untuk makan siang di rumah. Eh, kok nunggunya lumayan lamaaaa.

Ya, udah, mulai jelalatan memperhatikan orang-orang yang pada makan. Eh, ada cewek cantik bareng teman-teman cowoknya lagi makan. Seorang cowok ngeluarin laptop mini sambil makan dan menghisap rokok. Kayaknya bicara tentang kerja kantor, kelihatan program yang dibuka MS Word. Awalnya sih cuma memperhatikan yang pake laptop aja, aku kira food courtnya udah ada wifi, eh ternyata belum, hehehe.

Bolak-balik ke luar lihat troliku, masih ada ato engga, soale isinya lumayan berharga: minuman galon, pepaya, jeruk, jambu klutuk merah (rencana buat kudapan Ifa). Balik lagi ke konter makanan pesananku, eh kok belum jadi juga. Keburu masuk nih… 😦 mana udah laper juga…

Pelirak-pelirik lagi…, walah, kok si cewek yang tadi ternyata njepit rokok juga di jarinya, cuma agak gimana-gimana gitu, rada maluw kali ya… 🙂 Wah baru saja habis makan dia, terus ngerokok gitu, pasti nikmat kali (menurutnya…)

Inilah salah satu emansipasi wanita saat ini, hehehe… OK lah, mudah-mudahan dia segera sadar ga ngerokok lagi. (Pesanku udah jadi, langsung cabut deh…)

Bagi teman-teman yang masih merokok, mari renungkan lagi pesan berikut ini,

Bukti akibat rokok:
– penyebab kematian terbesar didunia, yang sebetulnya dapat dicegah
– 4,9 juta orang meninggal akibat rokok th 2000, tahun 2009 udah berapa ya…
– Indonesia urutan 5 konsumsi rokok terbesar di dunia
– Total perokok di Indonesia kira-kira 62.800.000 orang (bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang dibakar…)
– 70% perokok mulai sebelum usia 19 th

Penyakit akibat  rokok:
– gangguan pernapasan (belum tua udah bengek…)
– penyakit paru-paru (parunya penuh dengan bercak…)
– penyakit jantung (mati mendadak…)
– kanker (mati perlahan…)
– caries (napas bau, gigi ambrol…)
– penyakit lambung (mirip-mirip penyakit maag…)
– gangguan sexual (letoy deh…)
– gangguan pada ibu hamil (apalagi bayinya…kasihan dong…)

keuntungan berhenti merokok (beberapa poin juga dirasakan oleh pasienku):
– dalam waktu singkat, tekanan darah, nadi kembali normal dan napas lebih lega
– dalam beberapa hari, CO2 dieliminasi dari tubuh, nikotin sudah tidak terdeteksi di tubuh
– dalam beberapa minggu, sirkulasi darah tubuh membaik
– dalam beberapa bulan, gangguan pernapasan turun
– dalam beberapa tahun, setelah 5 tahun resiko serangan jantung turun 50% dan setelah 10 tahun resiko Ca paru turun 50%
– badan menjadi lebih fit
– penelitian terbaru menyebutkan tidak bermakna jika hanya mengurangi dosis merokok, tapi tetap harus menghentikan secara total

”MATIKAN ROKOK SEBELUM ROKOK MEMATIKAN KITA”

Note: Berhenti merokok itu hanya masalah niat…

pic dari sini dan sini


dokter, rokok

Dik…boleh merokok, tapi….


Ini dialog singkat ketika menerima keluhan seorang mahasiswi dan juga seorang mahasiswa yang berobat karena batuk-batuk lama, nyeri pada tenggorokannya, dan sesak napas. Ya, mereka mengaku sendiri klo merokok aktif dengan intensitas tinggi. Ini contoh pasien yang baik, belum ditanya udah menjawab…hehehe

“Aduh Dik…kenapa masih merokok, ga kasihan apa, sama badan sendiri…?”
“Iya, Mas…ini juga udah mulai dikurangi”
“Bagus, klo bisa ya distop, kasihan kan badannya, apa mau bergaya, klo sakit gini kan ga keren lagi?”
“Engga kok, sudah kebiasaan kali Mas….” (aku: sama aja kan…hehehe)

Terus terang, aku sebenarnya miris plus kasihan, plus “benci” sama perokok. Selain merugikan orang lain, ya itu tadi, kok ya ga mikir, klo dah sakit, kan jadi susah gitu…
Jadi, pas momennya tepat gini sekalian aku beri edukasi deh, biar bisa lebih dipikirkan apa yang telah mereka lakukan.

Jadi silakan saja merokok jika siapa dengan konsekuensinya… (tapi mbok ya aku ragu gitu…)

Konsekuensi merokok:
1. Kantong cekak (dalam setahun bisa menghabiskan duit jutaan bahkan puluhan juta rupiah)
2. Membawa orang lain menderita sakit
3. Jadi kebiasaan (karena mungkin awalnya cuma coba-coba, “pengobat” stres)
4. Mulutnya bau (mungkin hanya sesama perokok yang suka baunya)
5. Habis uang buat berobat
6. Menimbulkan penyakit jantung dan pembuluh darah
7. Menimbulkan kanker paru dan saluran napas
8. Sekarat
9. tambahin ya…
10. tambahin lagi ya…hehehe
11.Masuk kubur

Sekedar catatan: salah satu dosenku dulu meninggal akibat kanker nasofaring/saluran napas karena beliau perokok berat, sejak itu ada peraturan di fakultas kami, wilayah bebas rokok dan asap rokok, kecuali bagi yang mau merokok disediakan di samping kandang hewan percobaan (sekalian ikut jadi manusia percobaan….masih juga ga mau mikir!!)

Gambar dicomot n dikrop dari sini

dokter, rokok

Dik…boleh merokok, tapi….


Ini dialog singkat ketika menerima keluhan seorang mahasiswi dan juga seorang mahasiswa yang berobat karena batuk-batuk lama, nyeri pada tenggorokannya, dan sesak napas. Ya, mereka mengaku sendiri klo merokok aktif dengan intensitas tinggi. Ini contoh pasien yang baik, belum ditanya udah menjawab…hehehe

"Aduh Dik…kenapa masih merokok, ga kasihan apa, sama badan sendiri…?"


"Iya, Mas…ini juga udah mulai dikurangi"


"Bagus, klo bisa ya distop, kasihan kan badannya, apa mau bergaya, klo sakit gini kan ga keren lagi?"


"Engga kok, sudah kebiasaan kali Mas…." (aku: sama aja kan…hehehe)

Terus terang, aku sebenarnya miris plus kasihan, plus "benci" sama perokok. Selain merugikan orang lain, ya itu tadi, kok ya ga mikir, klo dah sakit, kan jadi susah gitu…

Jadi, pas momennya tepat gini sekalian aku beri edukasi deh, biar bisa lebih dipikirkan apa yang telah mereka lakukan.

Jadi silakan saja merokok jika siapa dengan konsekuensinya… (tapi mbok ya aku ragu gitu…)

Konsekuensi merokok:

1. Kantong cekak (dalam setahun bisa menghabiskan duit jutaan bahkan puluhan juta rupiah)

2. Membawa orang lain menderita sakit

3. Jadi kebiasaan (karena mungkin awalnya cuma coba-coba, "pengobat" stres)

4. Mulutnya bau (mungkin hanya sesama perokok yang suka baunya)

5. Habis uang buat berobat

6. Menimbulkan penyakit jantung dan pembuluh darah

7. Menimbulkan kanker paru dan saluran napas

8. Sekarat

9. tambahin ya…

10. tambahin lagi ya…hehehe

11.Masuk kubur

Sekedar catatan: salah satu dosenku dulu meninggal akibat kanker nasofaring/saluran napas karena beliau perokok berat, sejak itu ada peraturan di fakultas kami, wilayah bebas rokok dan asap rokok, kecuali bagi yang mau merokok disediakan di samping kandang hewan percobaan (sekalian ikut jadi manusia percobaan….masih juga ga mau mikir!!)

Gambar dicomot n dikrop dari
sini