curhat

5th wedding anniversary yang menyedihkan


Hai, MPers…

Aku kembali ke ngeMPi yah 🙂 lagi-lagi ga kuasa menahan untuk ga berekspresi.
Kebetulan ada momen juga.

17 Juli kemarin ternyata hari pernikahan kami yang kelima!
Aku masih di kantor saat itu, lagi malas pulang ke rumah, karena rumah baru saja kosong, setelah 1 minggu kemarin rame dengan suara-suara yang membahagiakan. Ya, siapa lagi kalo bukan anak-anakku, Ifa (25 bulan) dan Nadif (10 bulan). Nadif dan ibunya cuma 5 hari saja di Jogja, Ifa bersama Bu De dan mbah Kakung  mukim selama 8 hari.

Nah, sebenarnya 1 bulan yang lalu sudah mempersiapkan ke Jakarta bertepatan dengan wedding anniversary kelima, ternyata harus batal karena Ifa harus ikut Bu De ke Jogja, secara Bu De-nya ada acara kerja di Solo. Jadilah istriku dan Nadif juga curi-curi waktu berlibur ke Jogja, hehe…

Dasar pikiran lagi mumet dan ga konsentrasi, jadinya tanggal 17 itu kelupaan. Dan sorenya istri nelpon duluan, ngingetin kalo ini hari H-nya…walah…ya, kasian juga, sampai dicuekin gitu…

Malamnya dia sms (kayaknya masih kepikiran terus, biasanya udah tidur):
I  luv u yang.. Syang ya, qta ga bs ngrayain ultah prnikhan qta, ga trasa udh 5 th..

Yang sayangnya sms itu juga baru kebaca subuhnya, secara aku udah terbang ke alam mimpi duluan…

Langsung aja aku balas setelah bangun:
Kok blum tidur Yang..aq pulang udah bablas tidur. Maaf kalo ga enak suasana ‘perayaannya’, yg penting aq slalu dan makin sayang sama dirimu Yang..

Entahlah apa rasanya saat itu. Yang jelas, habis sholat subuh aku sesenggukan berlinang air mata setelah cukup lama ga begitu…

Ya, Allah, trimakasih telah melanggengkan pernikahan kami, walaupun kami masih berjauhan. Walaupun aku sangat tidak romantis dan tidak paham dengan perasaan istri, moga aku bisa terus belajar dan memperbaikinya…

Iklan

27 tanggapan untuk “5th wedding anniversary yang menyedihkan”

  1. Mungkin komen ini agak terlambat tapi…. menurut pemahamanku… ini adalah salahsatu cara agar kita semakin romantis dengan pasangan… boleh lah sesekali kita berjauhan… dan terbukti bahwa nikmatnya bersama itu setelah kita berjauhan…. semoga menjadi keluarga yang senantiasa dipenuhi dengan mawaddah…..amin.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s