Diposkan pada tak terkategorisasi

Lama ga posting… :) skedar mengabarkan: telah lahir putri ke-2 kami, pukul 17.50 WIB, 1 Syawwal 1430 H, 19 September 2009 di VK RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen. Keadaan bayi dan ibu sehat. Selanjutnya kami mengucapkan Selamat Idul Fitri, taqobbalallahu minna waminkum, mohon maaf lahir dan bathin..


Diposkan pada inspiring

Inspiring People: DCC Special Buat Mbak Dhayu Yang Special


Rating: ★★★★★
Category: Other

Ditulis oleh Agung
Sunday, 30 March 2008

Kalo lo mau beli sepatu di toko, dan sepatu yang lo pilih nggak tersedia ukurannya, apa yang biasanya dilakukan penjaga tokonya? Kalo dia sekedar bilang, “Maaf, ukurannya nggak ada” mungkin lo akan maklum. Kalo dia bilang “Maaf, ukurannya nggak ada. Berminat dengan model yang ini, barangkali?” lo mungkin akan sedikit terkesan dengan upaya si penjaga toko untuk membantu.

Tapi yang gue dan Ida alami kemarin bener-bener jauh melebihi ekspektasi kami atas pelayanan toko sepatu manapun yang pernah kami kunjungi.

Ceritanya, kemarin gue dan Ida jalan-jalan ke Grand Indonesia, refreshing dikit mumpung dapur kotakkue.com lagi libur. Niat awalnya sih cuma mau cuci mata, tapi akhirnya jadi ngiler waktu liat tulisan “discount” tergantung-gantung di toko Planet Sports. Ida lantas inget pernah ngincer sepatu merk Skechers beberapa waktu yang lalu. Kamipun mampir.

Pilih punya pilih, Ida akhirnya naksir sepasang sepatu tipe casual, dan minta dibawain nomor 37 kepada Mbak Pramuniaga. Si Mbak Pramuniaga yang belakangan kami tau bernama Mbak Dhayu kemudian membawakan – bukan cuma satu – tapi 3 (tiga) kotak sepatu bernomor 37 berlainan model. Maksudnya, biar pembeli bisa lebih leluasa milih sepatu yang dirasa paling cocok. Di sini Ida udah mulai terkesan dengan semangat proaktif Mbak Dhayu.

Dari ketiga model yang disodorkan, Ida memilih sepatu warna krem bermotif bunga-bunga kecil. Tapi… “Lho, mbak, ini kok ada noda di ujungnya, ada yang masih baru nggak?” tanya Ida.

“Wah sayangnya model ini tinggal satu-satunya… Sebentar ya Bu, saya coba bersihin dulu di belakang,” katanya. Abis ngomong gitu dia pergi ke belakang menenteng sepatu pilihan Ida. Beberapa menit kemudian dia balik dengan tampang menyesal, “Bu, saya udah coba bersihin, tapi nodanya nggak mau hilang…maaf ya Bu… Ibu mau model lainnya?”

“Nggak mau, maunya yang itu aja… di toko lain ada nggak?”

“Sebentar ya Bu, saya coba telepon ke toko kami yang lain di Plaza Indonesia ya, siapa tau mereka masih punya stok sepatu ini.” Mbak Dhayu mencoba menelepon, tapi ternyata di cabang sana sepatu itu juga udah nggak tersedia.

“Ibu, mohon maaf sekali… ternyata di cabang lainnya juga nggak ada…” kata Mbak Dhayu.

“Yaaah….”

“Iya, sayang sekali ya Bu…”

“Tapi… hmmm… ya udah deh kalo gitu, saya beli yang ini aja,” kata Ida.

Mbak Dhayu yang lagi sibuk membereskan kotak-kotak sepatu ternganga kaget. “Hah? Ibu mau? Tapi kan… sepatunya kotor gini, Bu… nggak papa?”

“Nggak papa deh, abis saya maunya yang ini. Lagian nodanya juga nggak terlalu keliatan kok.”

“Mohon maaf sekali ya bu, soalnya ini tinggal satu-satunya…”

“Iya, nggak papa,” kata Ida.

Di titik ini gue udah amat sangat terkesan dengan kesungguhan Mbak Dhayu melayani pembeli. Dia udah berusaha ngebersihin noda, nyariin ke toko lain, dan nampak bersungguh-sungguh ingin memberikan yang terbaik buat pembeli. Gue bisik-bisik ke Ida, “Luar biasa nih servisnya, oke banget… kasih tip gih…”

Ida juga terkesan banget, tapi dia ngerasa sungkan dan serba salah untuk ngasih tip. “Gimana ngasihnya, ntar diliat temen-temennya malah nggak enak lho..”

“Ya udah ntar abis bayar kita belaga liat-liat sepatu lainnya, nunggu sepi trus kasih tip ke dia… kan bisa.”

Tapi ternyata waktu mau bayar di kasir, kejutan lainnya menanti.

Kasirnya bilang, “Ibu, ini Dhayu merasa bersalah sekali karena sepatu yang ibu beli ada cacatnya, oleh karena itu ibu mendapat discount khusus sebesar sekian persen, yang diambil dari jatah discount karyawan milik Dhayu…”

Jadi rupanya para pegawai toko Planet Sports punya jatah discount khusus untuk karyawan. Setau gue, discount ini hanya bisa digunakan secara terbatas. Wajar aja kalo dibatasi, sebab kalo nggak ntar para pegawainya pada rame-rame jual sepatu di rumahnya masing-masing, kan? Toh dengan fasilitas discount yang sebenarnya terbatas itu, Mbak Dhayu merelakannya untuk digunakan oleh pembeli, yang bukan siapa-siapanya, bukan saudara, bukan temen, hanya karena dia mau memberikan pelayanan terbaik! Dan fakta bahwa ada noda nempel di sepatu itu kan sama sekali bukan kesalahan dia, lho. Orang dia bawa sepatu dari gudang, masih dalam kotak, tau-tau setelah dibuka ada nodanya. Gue dan Ida sampe speechless mendapat pelayanan seperti itu.

“Mbak, nggak usah begitu, istri saya juga nggak keberatan kok dengan noda itu, toh nggak terlalu kelihatan juga. Ntar kalo Mbak sendiri mau beli sepatu di sini gimana dong, jatah discountnya udah kita pake?”

“Nggak papa Pak, soalnya saya nggak enak banget, sepatu yang Ibu beli ada cacatnya…”

Seumur-umur belum pernah gue nemuin tingkat pelayanan setinggi ini di toko sepatu manapun. Yang lebih luar biasa lagi, ini dilakukan atas inisiatif seorang pegawai biasa, bukan supervisor apalagi owner.

Pulang dari toko itu, gue dan Ida nggak bisa berhenti ngomongin soal betapa luar biasanya pelayanan yang diberikan Mbak Dhayu. “Kalo begini urusannya, mending dibuatin kue aja deh, DCC Special! Besok pagi kita ke sini lagi ya suami, anterin kue!”

***

Tadi pagi, gue, Ida dan Eriq yang seperti biasa selalu ngintil kemanapun kami pergi, dateng lagi ke Grand Indonesia dengan membawa sekotak DCC Special buat Mbak Dhayu. Di toko yang masih sepi pengunjung itu kami bertiga berbaris masuk. Kotak kue di tangan Ida, kamera siap di tangan gue dan Eriq. Kami langsung menemukan Mbak Dhayu lagi bertugas di bagian sepatu wanita.

Ida langsung menyodorkan kue sambil bilang, “Mbak Dhayu, saya sangat terkesan dengan bantuan Mbak Dhayu kemarin… jadi, ini saya bawakan kue untuk Mbak, terima kasih ya Mbak…”

Sekarang giliran Mbak Dhayu yang speechless. “Waduh ibu, nggak papa bu, itu kan barangnya udah reject sekali… saya… juga terkesan sekali ini…dapat kue begini…”

Eriq langsung mulai beraksi menjepretkan kamera, tapi karena umumnya di dalam toko kita nggak bisa seenaknya motret, maka buru-buru gue ajak Mbak Dhayu untuk berfoto bareng di depan toko. Jepret-jepret-jepret… beres, dan sebelum dia sepenuhnya sadar apa yang telah terjadi, kami langsung pamit pulang 🙂

***

Buat para boss di PT.Mitra Adi Perkasa, pemilik jaringan Planet Sports, gue berharap ada apreasiasi lebih buat orang-orang seperti Mbak Dhayu. Dia membuktikan bahwa apapun pekerjaan kita, kalo dikerjakan dengan sepenuh hati dan nggak males berbuat lebih, maka efeknya juga akan sangat luar biasa. Saat memberikan pelayanan ke Ida, gue yakin Mbak Dhayu nggak akan menyangka perbuatannya akan diketahui oleh ratusan orang lewat tulisan ini. Mudah-mudahan bisa menginspirasi rekan-rekannya di Planet Sports, atau para pekerja di manapun, untuk nggak tanggung-tanggung saat bekerja. Lucunya, saat kita main ‘hitung-hitungan’ di pekerjaan, maka yang kita terima biasanya jauh di bawah hitungan. Tapi sebaliknya, saat kita berhenti berhitung dan rela berbuat lebih, biasanya yang kita dapet malah jauh melebihi harapan!

Semoga Mbak Dhayu makin sukses, dan buat kalian yang berencana beli sepatu dalam waktu dekat, gue rekomendasikan beli di Planet Sports Grand Indonesia dan jangan lupa cari Mbak Dhayu ya!

Sumber: http://kotakkue.com/content/view/101/47/

Diposkan pada curhat, kesehatan, rokok, tips

NgeRokok lageee…


Nyempati belanja ke Indogrosir tadi, lalu mampir ke food court, wah penuh banget ga seperti biasa, banyak bisnismen lagi miting sambil makan kayaknya. Pesan stik ayam 2 buah untuk makan siang di rumah. Eh, kok nunggunya lumayan lamaaaa.

Ya, udah, mulai jelalatan memperhatikan orang-orang yang pada makan. Eh, ada cewek cantik bareng teman-teman cowoknya lagi makan. Seorang cowok ngeluarin laptop mini sambil makan dan menghisap rokok. Kayaknya bicara tentang kerja kantor, kelihatan program yang dibuka MS Word. Awalnya sih cuma memperhatikan yang pake laptop aja, aku kira food courtnya udah ada wifi, eh ternyata belum, hehehe.

Bolak-balik ke luar lihat troliku, masih ada ato engga, soale isinya lumayan berharga: minuman galon, pepaya, jeruk, jambu klutuk merah (rencana buat kudapan Ifa). Balik lagi ke konter makanan pesananku, eh kok belum jadi juga. Keburu masuk nih… 😦 mana udah laper juga…

Pelirak-pelirik lagi…, walah, kok si cewek yang tadi ternyata njepit rokok juga di jarinya, cuma agak gimana-gimana gitu, rada maluw kali ya… 🙂 Wah baru saja habis makan dia, terus ngerokok gitu, pasti nikmat kali (menurutnya…)

Inilah salah satu emansipasi wanita saat ini, hehehe… OK lah, mudah-mudahan dia segera sadar ga ngerokok lagi. (Pesanku udah jadi, langsung cabut deh…)

Bagi teman-teman yang masih merokok, mari renungkan lagi pesan berikut ini,

Bukti akibat rokok:
– penyebab kematian terbesar didunia, yang sebetulnya dapat dicegah
– 4,9 juta orang meninggal akibat rokok th 2000, tahun 2009 udah berapa ya…
– Indonesia urutan 5 konsumsi rokok terbesar di dunia
– Total perokok di Indonesia kira-kira 62.800.000 orang (bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang dibakar…)
– 70% perokok mulai sebelum usia 19 th

Penyakit akibat  rokok:
– gangguan pernapasan (belum tua udah bengek…)
– penyakit paru-paru (parunya penuh dengan bercak…)
– penyakit jantung (mati mendadak…)
– kanker (mati perlahan…)
– caries (napas bau, gigi ambrol…)
– penyakit lambung (mirip-mirip penyakit maag…)
– gangguan sexual (letoy deh…)
– gangguan pada ibu hamil (apalagi bayinya…kasihan dong…)

keuntungan berhenti merokok (beberapa poin juga dirasakan oleh pasienku):
– dalam waktu singkat, tekanan darah, nadi kembali normal dan napas lebih lega
– dalam beberapa hari, CO2 dieliminasi dari tubuh, nikotin sudah tidak terdeteksi di tubuh
– dalam beberapa minggu, sirkulasi darah tubuh membaik
– dalam beberapa bulan, gangguan pernapasan turun
– dalam beberapa tahun, setelah 5 tahun resiko serangan jantung turun 50% dan setelah 10 tahun resiko Ca paru turun 50%
– badan menjadi lebih fit
– penelitian terbaru menyebutkan tidak bermakna jika hanya mengurangi dosis merokok, tapi tetap harus menghentikan secara total

”MATIKAN ROKOK SEBELUM ROKOK MEMATIKAN KITA”

Note: Berhenti merokok itu hanya masalah niat…

pic dari sini dan sini


Diposkan pada livinginjogja, pernik

Tetek bengek bermasyarakat


Hari Ahad kemarin, kami sekeluarga mengadakan acara syukuran pindahan ke rumah baru dan perkenalan ke warga setempat. Satu bulan setelah menjejakkan kaki di rumah baru, “resmilah” kami menjadi menjadi warga baru di Pedukuhan Jongkang, Sariharjo, Ngaglik, Sleman. Seminggu sebelumnya aku juga mengikuti kumpulan (rapat) RT dan sudah sekilas juga memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan undangan ke warga untuk menghadiri acara syukuran tersebut. Alhamdulillah yang datang lumayan ramai sampai rumah kecil kami tidak muat oleh tamu sehingga harus juga menempati beranda.

RT kami memang strata sosialnya memang sangat beragam, mulai dari pengemis, pemulung, mahasiswa, polisi, pedagang, tukang, mantan danrem (sekarang staf kodam), insinyur, dan menteri, kurang satu yang belum…artis… :-D. aku sendiri melengkapi strata sosial sebagai dokter. Sedikit cerita lucu dari ibu-ibu tetangga yang intinya begini: “wah, mas sekarang sudah semua RT di RW kita ini ada dokternya. Jadi besok klo ada yang sakit tidak boleh berobat ke dokter di RT yang lain…” Hehehe, ada-ada aja.

Acara syukuran dibuat sederhana saja, duduk lesehan, tapi sama tetangga dipinjamin kursi dan tikar, karena punya kami tidak cukup, dan ternyata teras rumah juga tidak cukup menampung para tamu, jadilah harus ada yang duduk di kursi yang di letakkan di halaman rumah. Untung aku masih punya koleksi amplifier (pengeras suara) dan dua loudspeaker ukuran sedang, koleksi dan hasil hobi saat zaman mahasiswa dulu. Alhamdulillah cuaca juga tidak jadi hujan sehingga acara berlangsung lancar.

Format syukuran standarlah, sambutan oleh Pak Dukuh, Pak RT, aku sendiri sebagai perwakilan keluarga, dan terakhir diisi pengajian serta doa oleh Ustadz Didik Purwodarsono, Pimpinan Pondok Pesantren Takwinul Mubalighin Yogyakarta. Pak Dukuh memperkenalkan aku sebagai warga penuh di sini, sudah ber-KTP dan ber-KK sini, jadi semua hak dan kewajibannya harap ditunaikan selayaknya, termasuk jika ada tarikan-tarikan (sumbangan) seperti uang pembangunan, uang sosial dan lain sebagainya (waks…!! kok ininya yang ditekankan sih….). Pak RT juga kurang lebih sama, supaya saling menjaga toleransi (kebetulan Pak RT beragama Nasrani), beliau juga memaklumi bila aku mungkin sulit waktunya untuk intens berinteraksi dengan kegiatan masyarakat karena berprofesi sebagai dokter (engga juga sih Pak…coba aja kita lihat nanti). Dan paling menarik menurutku sesi pengajian, kebetulan diisi oleh seorang ustadz yang memang sudah terkenal dengan kepiawaiannya membawakan tema-tema kemasyarakatan, dengan suasana yang segar penuh humor, dan sebagian besar dalam bahasa Jawa. Sehingga suasana siang yang cocok buat tidur jadi hidup dan bersemangat. Ustadz Didik banyak memberikan wejangan tentang kehidupan bermasyrakat dan bertetangga. Beliau menyinggung juga tentang tanda-tanda rumah tangga yang diberkahi (sebagian besar tercantum dalam surat ke 65 Al Qur’an yaitu Ath Thalaaq ayat 2-3, silakan baca sendiri ya). Prinsip prinsip bermasyarakat dan bertetangga juga dijelaskan dengan sangat baik dan disertai dengan contoh-contoh yang mengena. Yang aku ingat dari beliau, sebagai anggota masyarakat, bila ingin hidup diridhoi Allah dan hidupnya bahagia ada 4 prinsip yang harus dijalani yaitu: 1. memberikan manfaat bagi sekitar, tidak menghitung-hitung apa yang diberikan, dan tidak menghitung-hitung apa yang diterima, berbuat seoptimal mungkin untuk kebaikan masyarakat dan tidak menyelaraskan dengan rezeki yang diterima. 2. senantiasa lapang dada, mudah memaafkan, dan tidak mudah terpancing emosi. 3. tidak egois dan membangga-banggakan diri di tengah masyarakat 4. membiasakan introspeksi diri untuk membiasakan berhati-hati dan mendapatkan masa depan yang lebih baik.

Mudah-mudahan kami menjadi warga baru yang bisa memberikan banyak manfaat (bukan dimanfaatkan, hehehe…) banyak bagi warga sekitar. Rumah baru kami menjadi surga dan tempat menyenangkan untuk berkumpul dan beraktivitas.

Diposkan pada curhat, dokter, kesehatan, penyakit, yankes

Gemas Dengan Pengobatan Alternatif!


Mumpung masih hangat-hangatnya cerita pengobatan alternatif, aku mau nimbrung nih…
Bukan karena takut bersaing loh… 😀 Tapi berdasarkan bukti yang aku temui di tempat di RS-ku membuat aku berkesimpulan jangan pernah mencoba pengobatan alternatif tanpa pernah terlebih dahulu berkonsultasi dengan praktisi rasional alias dokter dan sejenisnya 😀

Memang tidak bisa kita menutup mata ini (baca: masyarakat lari ke pengobatan alternatif) karena sistem pelayanan kesehatan kita yang kurang pro rakyat (miskin) dan pola pikir masyarakat yang cenderung tidak banyak berubah mengenai kesehatan karena tidak ada sistem pendidikan kesehatan yang baik bagi bangsa ini.

Kasus yang paling sering di RS adalah pengobatan trauma tulang dan sendi. Pengobatan alternatif  yang sering dijadikan pelarian adalah ahli tulang alternatif alias dukun sakal putung atau apalah mungkin ada yang namanya agak berbeda di daerah lain.

Sangat miris sekali beberapa hari yang lain aku menerima pasien dengan trauma patah tulang 7 bulan yang lalu dan dibawa ke sakal putung, ga tahu tuh diapain di sana, tahu-tahu persendian tumbuh benjolan sebesar bola sepak. Wah, gadis cantik berusia 17 tahun tersebut datang dengan perdarahan di sekitar benjolannya tersebut setelah jatuh lagi di kamar mandi…

Kebetulan ada radiolog (dokter radiologi) dan ortoped (dokter bedah tulang) yang standby, “Wah…begini nih, kasihan sekali.” “Mmhh, apa nih Dok? osteosarkom (tumor ganas tulang) ya?” “Apalagi klo bukan….” “Innalillahi….”

Jadilah keluarga pasien cuma pasrah dan sangat bersedih, dan mungkin menyesal telah terlambat memberikan pertolongan medis dari awal. Akhirnya pasien kami rujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan penangan yang komprehensif. Semoga Allah memberikan “mukjizat” kepada dirimu ya dik….hiks…hiks…

pic dari sini

Diposkan pada dokter, kesehatan, politikkesehatan, salahkaprah, yankes

Kampanye No Puyer, Menyesatkan!


Entahlah, siapa yang lebih dahulu memulai kampanye anti pemakaian obat sediaan bubuk (puyer) ini. Dari awal memang sudah aneh saja melihat alasannya yang mengada-ada dan terkesan ada motif bisnis yang melatarbelakangi kampanye ini.

Sayangnya kampanye No Puyer ini sudah sangat menyebar di jagat internet beberapa tahun terakhir, dan di saat terakhir ini malah menjadi booming di media massa elektronik alias dunia pertelevisian dan media massa cetak alias koran.

Aku awalnya udah ga begitu “care” karena sangat kental kesan no evidence based medicine yang relevan dan substansial terhadap kampanye ini. Apalagi dengan jargon lain “Obat Puyer Membahayakan” justru ditangkap oleh orang awam sebagai sesuatu yang sangat menakutkan dan menjadi salah kaprah. Beberapa hari sebelum ini aku  mengikuti seminar yang di adakan oleh sebuah subbagian Ilmu Kesehatan Anak FK UGM (almamaterku), ketika ada peserta menanyakan tentang kampanye puyer ini. Di jawab oleh seorang senior spesialis anak: terlalu berlebihan, bukan puyernya yang salah, tetapi bagaimana prosedur dan etika peresepan obat dan mekanisme pembuatan puyer tersebut. Apalagi sekarang untuk konteks Indonesia tidak banyak obat tunggal  dalam sediaan non puyer, misal sediaan sirup yang bisa diperoleh.

Aku hanya menghimbau teman-teman jangan termakan kampanye no puyer yang menyesatkan ini. Sebagai panduan bagi orang tua ketika berobat ke dokter, jangan takut ketika dokter memberikan puyer. Tapi yang penting perhatikan obat apa saja yang diberikan, fungsinya, cara minumnya, dan reaksi sampingnya. Jika perlu mintalah salinan resep sehingga bila kontrol atau ke dokter lain, dapat dilihat riwayat pengobatannya.

Berikut aku lampirkan beberapa link bantahan terhadap kampanye No Puyer ini, dan beberapa link berisi tips bila harus menerima resep sediaan puyer:

Perdebatan Soal Puyer Tidak Pada Substansinya

Kontroversi Puyer, Membuat Masyarakat Bingung

YLKI: Konsumsi Obat Puyer Masih Dilematis

Puyer Dilarang, Obat Anak Bisa Mahal

IDI : Sesuai Prosedur, Obat Puyer Tak Masalah

—————————————————————————–
Klo gitu aku ikut-ikutan kampanye ah… 🙂

Puyer?? Siapa Takut!!

pic dari sini

Diposkan pada livinginjogja

Kangen MP – Postingan awal tahun


Mohon maaf tidak hadir ke hadapan teman-teman MPers beberapa waktu lamanya, cieee….
Iya, benar, bukan apa-apa, selain sibuk bangeeet, dan yang jelas banyak pikiran, termasuk memikirkan tentang tragedi kemanusiaan di Palestin.

Apa lagi sih yang aku pikirkan, kok berat sekali sepertinya! Benar kok memang berat, beraaat sekali… 😀

Hal pertama yang membuat pikiran sangat berat kenapa aku memutuskan tidak posting di MP, terkait dengan tragedi kemanusiaan tersebut, ga sanggup rasanya berleha-leha di depan laptop, sementara banyak nyawa melayang begitu saja, nyawa anak-anak lagi. Diri ini tidak bisa berbuat banyak, sedih…sedih… Sempat juga temanku telepon, “Do, mau berangkat ke Palestin ga?”. Tercekat juga aku mendengarnya. “Ingin sih sebenarnya, ada sponsor ga??” spontan aku jawab. Hari ini juga ada tawaran lagi mau berangkat ke sana. Ga tau lah…berkecamuk pikiran ini…. selain banyak PR pribadi yang belum kelar, aku juga masih banyak utang…katanya klo mati masih berutang, amalnya tidak bisa diterima, hiks…hiks…

Hal kedua yang membuat aku belum segera posting ketika awal tahun baru, adalah aku belum menemukan sebuah berkas penting terkait “rancangan rencana hidup” atau tepatnya keinginan-keinginan dalam hidup ini. Berkas itu aku dan istri tuliskan di sebuah kertas saat pelatihan manajemen keuangan keluarga yang pernah kami ikuti. Inginnya sih, aku mau mengevaluasi komitmen yang kami tuliskan dulu setelah pergantian tahun ini.

Mengapa berkas itu belum bisa diketemukan (atau mungkin memang sudah masuk tempat sampah). Yah, karena di akhir lalu dan awal tahun ini kami sekeluarga juga bersiap-siap pindah rumah lagi… Dan ini pindah rumah untuk kali kelima sepanjang pernikahan kami. Kisah kami tentang pindah-pindah rumah bisa dibaca di sini. Alhamdulillah, pindahan kelima ini kami sudah menempati rumah sendiri, hasil mengemis ke bank. Iya, bank membelikan rumah itu untuk kami, dan kami mencicil setiap bulannya, tentu dengan keuntungan yang telah disepakati. Nama akadnya akad jual beli atau Murabahah.

Jadi hal ketiga yang membuat aku terlalu banyak mikir alias stres, sehingga jadi “malas” posting, terkait erat dengan pembangunan rumah kami.

Hal keempat adalah kelelahan fisik terkait jadwal kerja yang sering berubah secara mendadak beberapa bulan terakhir ini, karena beberapa teman sejawat banyak yang cuti, sehingga aku harus beradaptasi ulang dengan jadwal baru. Huuuh..huuuh…. 🙂

Hal kelima terkait dengan job-job tambahan yang cukup menyita waktu dan pikiran, padahal ga dibayar loh, cuma beramal aja…

Hal terakhir, tentu saja tentang proses kepindahan kami itu sendiri, sampai hari ini, sudah hari kelima, sejak hijrah besar-besaran ke rumah baru, masih kayak kapal pecah saja, berantakan gitu deh…

Mudah-mudahan bisa menyusul dengan postingan dan foto-foto terkait hal-hal di atas.

Hal yang “menghibur” antara lain adalah tentang perkembangan anak kami, Ifa dan perihal kelulusan istriku yang diterima sebagai PNS.

Gambar dari sini

Diposkan pada kesehatan, penyakit, tips

TIPS – Mosquito hunting


Aku termasuk orang yang rada sebel sama nyamuk. Apalagi di musim hujan ini, luar biasanya jumlah nyamuk membuat agak parno juga, secara aku sudah pernah kena gejala demam dengue. Apalagi ada Ifa yang masih sangat mungil, ga tega harus digigt nyamuk. Padahal juga udah dikasih kelambu, dipasangi obat nyamuk elektrik 24 jam non stop, eh malah nyamuknya kayaknya udah kebal gitu. Maka tercetuslah keinginan berburu nyamuk. Karena aku sendiri termasuk malas dengan kegiatan 3M (menguras, menutup, menimbun). Jadilah harus ditambah dengan M yang lain yaitu Membunuh…hehehe….

Ada banyak cara untuk membunuh nyamuk yaitu:

  • Dikeplok pake kedua tangan
  • Digampar ke dinding
  • Dipencet pake jari
  • Dll lah…

Nah, aku jadi teringat dengan cara hunting nyamuk waktu masih kecil dulu. Daripada pake raket setrum yang dijual dan rada berbahaya itu. Aku pake cara tradisional yang cukup ampuh untuk memburu nyamuk. Tahu kan…hehehe, iya pake sebuah piring lebar yang dioles minyak goreng secara merata, tipis-tipis aja, setelah itu klo ada nyamuk yang lewat, ya tinggal di kibasin ke arah si nyamuk, dengan mudah si nyamuk akan nempel di piring, menggelepar sebentar kemudian tewaslah si nyamuk… klo mau lebih ekstrim lagi bolehlah dicampur potas dikit, hehehe…

Awal percobaan kemarin, dalam waktu 15 menit sudah bisa memburu 20-an ekor nyamuk, lumayan kan…

Diposkan pada curhat, dokter, jogja under cover, kesehatan, kontemplasi, livinginjogja, salahkaprah

(Seharusnya) Berbahagialah penderita AIDS…


Satu lagi pasien pria dengan infeksi HIV meninggal hari ini di RS tempatku bekerja. Umurnya masih sangat muda, 30 tahun. Sangat berat ketika harus kuterangkan ke sang bapak tentang penyakit  anaknya yang mengantarkannya ke pintu maut tersebut. Stigma tentang penderita AIDS memang sangat berat, keluarga yang awalnya merasa cukup bersedih dengan kejadian itu akhirnya juga merasa sedang terkena aib yang sangat besar. “Sudah banyak orang yang tahu belum, dok?” sela bapaknya dengan cemas. “Jangan khawatir, pak, privasi pasien tetap kita jaga, hanya saya, perawat di sini, dan bapak yang tahu. Selanjutnya nanti terserah bapak bagaimana mau bicaranya dengan keluarga.”, kataku berdiplomasi.

Memang komplikasi AIDS dengan hadirnya penyakit oportunis pada pasien ini sudah termasuk berat, sudah terjadi infeksi pada otaknya yang mempengaruhi kejiwaannya, dan infeksi pada organ vital lainnya. Cuma sayangnya, baru saat mondok ini saja dia diketahui terinfeksi HIV. Yah, sungguh sayang…

Kenapa aku katakan sangat disayangkan?
Seperti teman-teman ketahui, masa inkubasi (masuknya penyebab penyakit sampai saat kelihatan gejala) untuk HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang, bisa tahunan, bahkan mencapai puluhan tahun. Sehingga tentu saja sangat disayangkan ketika baru diketahui setelah mencapai fase terminal AIDS sendiri. Aku ga begitu tahu pasti darimana sang pasien terinfeksi. Cuma ada petunjuk: si pasien memiliki tato yang banyak, dan selama beberapa tahun yang lalu bekerja sebagai driver di wilayah ibu kota. Sudah pisah dari istri sejak empat tahun yang lalu (mudah-mudahan istrinya ga kena infeksi…)

Sebagaimana jenis penyakit fatal lain yang bisa diramal usia hidupnya di dunia, tentulah dalam masa-masa menderita penyakit mematikan ini penderita dapat lebih berbuat yang lebih baik bagi dirinya dan orang lain. Bagi mereka yang merasa masa lalunya kelam (tidak semua penderita HIV adalah orang yang berlumuran dosa), sangat terbuka pintu taubat yang sebesar-besarnya. Sungguh “enak” sehali mereka itu… diberikan “peringatan” yang amat jelas oleh Sang Pencipta, agar bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum ajal menjelang…

Beruntunglah mereka…, yah…, beruntunglah mereka jika benar-benar paham ketika telah diberikan kesempatan emas itu, maka pergunakanlah kesempatan itu…

— kutuliskan jurnal ini dalam keadaan bersedih…. tambah sedih melihat pola kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang sering salah arah…. 😦 so, mari bantu penderita AIDS menghadapi sisa hidupnya secara benar —

Pic dari sini

Diposkan pada tips

TIPS – Cara mengetahui kandungan zat besi pada air sumur


Ini tips dari seorang ahli sumur. Cara ini khusus untuk menentukan kandungan zat besi dalam air tanah secara kualitas visual. Secara umum biasanya air tanah itu jernih, tapi ternyata kandungan logamnya berbeda-beda, termasuk kandungan zat besinya. Air yang banyak kandungan logam besi termasuk air yang tak layak konsumsi.

Coba perhatikan gambar di samping.
Kedua sampel air pada awalnya jernih semua, gelas sebelah kiri berisi air dari sumur tetangga, sedangkan gelas sebelah kanan kiri berisi air dari sumur tempatku. Mana yang mengandung zat besi dalam jumlah yang tinggi? Jelas pada gelas sebelah KIRI. Semakin pekat hitamnya semakin tinggi kandungan besi.

Bagaimana caranya? Sampel air tadi tinggal dituangin sedikit AIR TEH tawar, dalam sekejab kelihatan hasilnya.

Semoga berguna 😉
————————————
maaf…kesalahan tulis, yang kandungan besinya tinggi adalah air di gelas sebelah KIRI