Diposkan pada jalan jalan, kesehatan, kontemplasi, livinginjogja

Belanja cerdas dan sehat, perlukah?


Kurang dari seminggu yang lalu, anak pertama nginap di rumahku. Di suatu hari aku ajak dia main ke Indogrosir yang cuma 1 kiloan meter dari rumah. Yah, sekadar ngajak jalan-jalan nyoba arena bermain anak yang masih baru dan rencana beli-beli baju dan makanan buat dia. Ternyata Ifa, anakku itu, benar-benar sudah didoktrin baik sekali oleh mbah dan budenya, supaya jadi anak yang manis, ga royal klo diajak jalan-jalan. Alhasil ketika belanja makanan dia cuma milih (itu pun ditawarin) nata de coco dan semacam roti kenyal mini mirip permen berbentuk pizza. Habisnya klo ga salah cuma 4 ribuan rupiah.

Bukan itu yang mau aku bicarakan. Tapi adalah hal yang membuat aku rada senewen  bin heran karena mengantri cukup lama di kasir, gara-gara di depan kami sudah ngetem seorang ibu dengan belanjaan seabrek-abrek. Ga masalah sih sebenarnya klo mau belanja sebanyak apa pun yang dia mau. Cuma yang menarik perhatianku, itu ibu belanjanya cuma snack-snack instan model chitato dan sebangsanya. Beberapa kali sebenarnya aku amati cukup banyak konsumen di swalayan besar yang belanjaannya model begitu.

Tapi yang ini aku perhatikan, lumayan luar bisa. 2 kerangang dorong (troli) penuh dengan berbagai macam snack seperti itu saja. Aku kira dia pedagang, tapi aku ga yakin secara klo pedagang kan belinya kardusan dan hanya beberapa jenis saja. Tapi ini…? mungkin puluhan jenis merek dengan beberapa bungkus saja per item mereknya… Mungkin itu cemilan buat 1/2 tahun kali yah, atau mungkin cuma 1 minggu saja, entahlah…

Yang aku heran, mengapa dia hanya memilih makanan seperti itu yang sebenarnya tidak sehat kalau dikonsumsi dalam jumlah berlebih, ya dasar orang kaya, ga mikir dampaknya yang penting enaknya aja kali… Mana aku perhatikan secara fisik ibu itu juga hancur-hancuran, memang sih rada menor tapi malah hancur gitu penampilannya, kulit udah jelek, muka udah keliatan jauh lebih tua, apa kebanyakan makannya cuma kayak-kayak gitu aja kali ya…

Tahu ga berapa habisnya duit buat 2 troli snack-snack itu? hampir 800 ribu rupiah!!

Pic dari sini

Diposkan pada kesehatan, livinginjogja, olahraga

Gairahkan hidup dengan olahraga


Pagi ini aku berkesempatan ikut senam aerobik massal di kantor keduaku, GMC Health Center, di Sekip L3, Di Komplek Kampus UGM, Yogyakarta. Senam ini sebenarnya rutin diadakan setiap hari Sabtu pagi pukul 07.00-08.00. Asyik ternyata senamnya, yang ini make irama dan gerakan tango salsa. Wuih, pesertanya sampe meluber ke luar pekarangan kantor.

Habis senam sebenarnya aku pengen langsung ke hall fitness, tapi ternyata udah dibooking oleh cewek-cewek, ya udah aku tunggu aja sampai pukul 9, sambil makan sop ceker dan minum jus mangga di salah warung favoritku di kawasan Sendowo.

Lalu kembali ke ruangan fitness kantor, ternyata udah rame anak-anak cowok di sana, langsung aja aku ambil posisi di Electric Treadmill, buat jalan cepat dan jogging. Bisa dapat 1 kilometer-lah, secara alatnya error terus, mati mendadak, mungkin sering diperkosa ama mereka yang bobotnya kayak karung beras  Selanjutnya ambil posisi di Air Walker, ya, berlari melayang di udara gitu, tapi aku dari dulu belum mahir pake alat ini, kepeleset melulu, ngeri… Habis itu bergeser ke Fly Machine buat membentuk body, lumayan… latihan kaki, lengan, dan dada. OK, terakhir pake Exercise Bike, itu loh, ngayuh sepeda tapi sepedanya ga kemana-mana. Tapi karena ada monitor kita bisa menghitung berapa lama, berapa jarak tempuh, berapa denyut jantung, berapa kecepatan kayuhan pedal, dan berapa kalori telah dihabiskan. Alhamdulillah, dalam waktu 15 menit aku bisa menempuh jarak 10 kilometer dengan gear/gigi nomor 1 (paling enteng tapi cepat), kecepatan kayuhan dipertahankan 90-100 kali per menit atau sekitar 30-40 kilometer per jam, dan yang penting bisa habis membakar kalori 200 lebih dan bermandi keringat.
Lumayan untuk hari ini, aku perkirakan sudah membakar 500 kalori lebih  dan badan terasa segar sekali!

Kalo mau lihat tempat fitnessnya bisa di sini

Diposkan pada homo seksual, kesehatan, salahkaprah

Kenapa Laki-laki Normal Bisa Jadi Homoseks?


Maaf, masih malas untuk menulis, jadi masih hobi ngepek dari tempat lain, buat koleksi :-b

——————————–
Tanya:
Dok, apakah benar kecenderungan homoseksual adalah karena faktor gen? Sebab ada seorang laki-laki yang menjadi penyuka pria sejak usia 7 tahun, padahal dia tidak pernah sama sekali diperkosa, dipegang-pegang atau mendapatkan perlakuan tidak senonoh homoseks. Bahkan ia sangat laki-laki sekali dan tidak keperempuanan (tidak banci). Tidak pernah dididik untuk menjadi perempuan dengan bermain boneka atau masak-masakan. Terimakasih dok.

Samsul (Pria Lajang, 25 Tahun), southjkt@yahoo.com
Tinggi Badan 176 cm dan Berat Badan 73 kg

Jawaban:
Faktor-faktor yang secara pasti menentukan orientasi seksual manusia adalah salah satu bahan perdebatan paling hangat diantara para peneliti ilmu hayat dan ilmu kedokteran yang sampai sekarang belum berakhir.

Banyak bukti-bukti penelitian yang saling membantah satu sama lain. Perdebatan ini bertambah panas dengan keterkaitannya yang sangat erat dengan norma-norma sosial dan agama.

Bukti-bukti makin banyak menunjukkan kontribusi faktor-faktor genetik dalam menentukan orientasi seksual ini. Dalam kata lain, faktor-faktor genetik berperan dalam menjadikan seseorang homoseksual (penyuka sesama jenis) atau heteroseksual (penyuka lawan jenis).

Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak ada satupun dari bukti-bukti tersebut yang menunjukkan peran absolut faktor genetik. Artinya, faktor lingkungan juga memainkan peranan yang signifikan.

Jika faktor genetik memainkan peran absolut tentu studi kembar identik pada orang-orang homoseksual akan menemukan bahwa jika salah satu pada kembar identik menjadi homoseksual maka yang lainnya juga homoseksual.

Perlu diketahui, bahwa pada kembar identik, materi genetiknya (DNA) sama persis satu sama lainnya. Namun bukan ini yang terjadi. Terdapat variabilitas. Jika yang satu homoseksual, ternyata belum tentu yang lain juga homoseksual. Sehingga menjadi jelas, bahwa ada faktor non-genetik memainkan peranan.

Penelitian terbaru (2010) yang dilakukan diantara orang-orang kembar dengan perilaku homoseksual di Swedia menunjukkan hal ini. Penelitian tersebut memberi estimasi bahwa, pada laki-laki, faktor genetik memainkan 34-39 persen peranan dalam kejadian homoseksualitas, sementara 61-64 persen lagi dimainkan oleh faktor lingkungan yang spesifik individu.

Yang dimaksud dengan faktor lingkungan spesifik individu adalah faktor lingkungan dimana hanya orang tertentu saja yang terpapar. Faktor lingkungan ini ada yang bersifat sosial dan ada pula yang bersifat biologis.

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD
(hehe, kebetulan beliau ini kakak kelas ku beda 2 angkatan, mantan ketua BEM FK UGM, salah satu orang yang menjalani brain drain/hijrahnya para sarjana ke luar negeri)
Ahli Genetika Molekuler, (peneliti dan pengajar) di Human Genome Center, School of Medical Sciences, Universiti Sains Malaysia, 16150 Kubang Kerian, Kota Bharu Kelantan, Malaysia.

Sumber: Detik Health
Gambar dari sini

Diposkan pada kesehatan, obat, tips

Tips – Resep Awet Muda I


Rating: ★★★★★
Category: Other

Pic dari sini

“Forgiveness research” atau penelitian tentang perilaku memaafkan termasuk bidang yang kini banyak diteliti ilmuwan di sejumlah bidang keilmuan seperti kedokteran, psikologi dan kesehatan. Hal ini karena sikap memaafkan ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan jiwa raga, maupun hubungan antar-manusia.

Jurnal ilmiah EXPLORE (The Journal of Science and Healing), edisi Januari/Februari 2008, Vol. 4, No. 1 menurunkan rangkuman berjudul “New Forgiveness Research Looks at its Effect on Others” (Penelitian Baru tentang Memaafkan Mengkaji Dampaknya pada Orang Lain).

Dipaparkan pula bahwa berlimpah bukti telah menunjukkan perilaku memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan bagi orang yang memaafkan. Lebih jauh dari itu, penelitian terbaru mengisyaratkan pula bahwa pengaruh memaafkan ternyata juga berimbas baik pada kehidupan orang yang dimaafkan.

Worthington Jr, pakar psikologi di Virginia Commonwealth University, AS, dkk merangkum kaitan antara memaafkan dan kesehatan. Dalam karya ilmiahnya, “Forgiveness in Health Research and Medical Practice” (Memaafkan dalam Penelitian Kesehatan dan Praktek Kedokteran), di jurnal Explore, Mei 2005, Vol.1, No. 3, Worthington dkk memaparkan dampak sikap memaafkan terhadap kesehatan jiwa raga, dan penggunaan “obat memaafkan” dalam penanganan pasien.

Memaafkan dan Kesehatan

Penelitian menggunakan teknologi canggih pencitraan otak seperti tomografi emisi positron dan pencitraan resonansi magnetik fungsional berhasil mengungkap perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan dan yang tidak memaafkan.

Orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yang berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tidak memaafkan memiliki aktifitas otak yang sama dengan otak orang yang sedang stres, marah, dan melakukan penyerangan (agresif).

Demikian pula, ada ketidaksamaan aktifitas hormon dan keadaan darah si pemaaf dibandingkan dengan si pendendam atau si pemarah. Pola hormon dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan bersesuaian dengan pola hormon emosi negatif yang terkait dengan keadaan stres. Sikap tidak memaafkan cenderung mengarah pada tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi. Keadaan hormon dan darah sebagaimana dipicu sikap tidak memaafkan ini berdampak buruk pada kesehatan.

Raut wajah, daya hantar kulit, dan detak jantung termasuk yang juga diteliti ilmuwan dalam kaitannya dengan sikap memaafkan. Sikap tidak memaafkan memiliki tingkat penegangan otot alis mata lebih tinggi, daya hantar kulit lebih tinggi dan tekanan darah lebih tinggi. Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kesimpulannya, sikap tidak mau memaafkan yang sangat parah dapat berdampak buruk pada kesehatan dengan membiarkan keberadaan stres dalam diri orang tersebut. Hal ini akan memperhebat reaksi jantung dan pembuluh darah di saat sang penderita mengingat peristiwa buruk yang dialaminya. Sebaliknya, sikap memaafkan berperan sebagai penyangga yang dapat menekan reaksi jantung dan pembuluh darah sekaligus memicu pemunculan tanggapan emosi positif yang menggantikan emosi negatif.

Kesehatan Jiwa

Selain kesehatan raga, orang yang memaafkan pihak yang mendzaliminya mengalami penurunan dalam hal mengingat-ingat peristiwa pahit tersebut. Dalam diri orang pemaaf, terjadi pula penurunan emosi kekesalan, rasa getir, benci, permusuhan, perasaan khawatir, marah dan depresi (murung).

Di samping itu, kajian ilmiah membuktikan bahwa memaafkan terkait erat dengan kemampuan orang dalam mengendalikan dirinya. Hilangnya pengendalian diri mengalami penurunan ketika orang memaafkan dan hal ini menghentikan dorongan untuk membalas dendam.

Kedzaliman

Harry M. Wallace dkk dari Department of Psychology, Trinity University, One Trinity place, San Antonio, AS menulis di Journal of Experimental Social Psychology, Vol 44, No. 2, March 2008, hal 453-460 dengan judul “Interpersonal consequences of forgiveness: Does forgiveness deter or encourage repeat offenses?” (Dampak Memaafkan terhadap Hubungan Antar-manusia: Apakah Memaafkan Mencegah atau Mendorong Kedzaliman yang Terulang?). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa menyatakan pemberian maaf biasanya menjadikan orang yang mendzalimi si pemaaf tersebut untuk tidak melakukan tindak kedzaliman serupa di masa mendatang.

Obat Memaafkan

Berdasarkan bukti berlimpah sikap memaafkan yang berdampak positif terhadap kesehatan jiwa raga, kini di sejumlah negara-negara maju telah dilakukan berbagai pelatihan menumbuhkan jiwa pemaaf dalam diri seseorang. Bahkan perilaku memaafkan ini mulai diujicobakan di dunia kesehatan dan kedokteran dalam penanganan pasien penderita sejumlah penyakit berbahaya.

Orang yang menderita resiko penyakit jantung koroner dan tekanan darah tinggi berpeluang mendapatkan manfaat dari sikap memaafkan. Telah dibuktikan bahwa 10 minggu pengobatan dengan menggunakan “sikap memaafkan” mengurangi gangguan kerusakan aliran darah otot jantung yang dipicu oleh sikap marah.

Rasa sakit kronis dapat diperparah dengan sikap marah dan kesal (dendam). Penelitian terhadap orang yang menderita sakit kronis pada punggung bawah menunjukkan bahwa rasa marah, sakit hati dan sakit yang dapat dirasakan secara inderawi lebih berkurang pada mereka dengan sikap pemaaf yang lebih besar.

Kampanye Memaafkan

Kini terdapat gerakan memaafkan yang dipimpin oleh Everett L. Worthington Jr., profesor psikologi di Virginia Commonwealth University, AS. Prof. Worthington adalah seorang psikolog klinis yang juga menjabat Direktur Marital Assessment, Therapy and Enrichment
Center (Pusat Penilaian, Pemulihan dan Pengokohan Perkawinan) di Universitas tersebut.

Gerakan yang bersitus di www.forgiving.org ini menyediakan informasi seputar berlimpah hasil penelitian seputar memanfaatkan ditinjau dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu abstrak makalah konferensi ilmiah tentang memaafkan, nama para ilmuwan dan pusat-pusat penelitian ilmiah tentang memaafkan ini juga dapat dijumpai di situs ini.

Selain dampak baiknya pada kesehatan jasmani dan rohani, kaitan antara erat sikap memaafkan dengan hubungan antar-manusia, seperti hubungan suami istri, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat juga telah banyak diteliti. Sikap memaafkan berpengaruh baik pada pemulihan hubungan antar-manusia tersebut.

“Memaafkan dapat mengobati seseorang, perkawinan, keluarga, masyarakat, dan bahkan segenap bangsa. Kami mengajak Anda bergabung dengan masyarakat-memaafkan kami dan menjadi bagian dari usaha yang semakin berkembang dalam rangka menyebarluaskan anjuran memaafkan ke seluruh dunia. Kami menawarkan situs ini untuk mempelajari penelitian ilmiah tentang memaafkan, dan berbagi pengalaman Anda sendiri tentang memaafkan, atau terilhami oleh orang lain. Memaafkan adalah sebuah keputusan dan sekaligus sebuah perubahan nyata dalam pengalaman emosi. Perubahan dalam emosi itu terkait erat dengan kesehatan raga dan jiwa yang lebih baik.” Demikian papar www.forgiving.org

Hikmah Ilahiah

Nampaknya, ilmu pengetahuan modern semakin menegaskan pentingnya anjuran memaafkan sebagaimana diajarkan agama. Di dalam Al Qur’an, Hadits maupun teladan Nabi Muhammad SAW, memaafkan dan berbuat baik kepada orang yang mendzalimi merupakan perintah yang sangat kuat dianjurkan. Salah satu ayat berkenaan dengan memaafkan berbunyi:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi
barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat
jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-
orang zalim.”
(QS. Asy Syuuraa, 42:40).

Anda mau sehat?
Belajarlah memaafkan mulai hari ini.

Sumber tulisan dari sini

Diposkan pada inspiring, kesehatan, obat

Blog Keren Profesor Muda, penuh dengan ilmu obat-obatan


http://zulliesikawati.wordpress.com/about-me/

Tadi aku browsing tentang obat-obat psikotropik (http://id.wikipedia.org/wiki/Psikotropika) karena lagi kesel alias gusar belum mendapatkan tambahan obat dari resepku sendiri di beberapa apotek di sekitar rumah. Memang susah karena dibatasi. Apotek pada bilang obatnya ga ada. Ga tahu, ga ada itu maksudnya membohongi apa karena memang aku butuh banyak atau karena sediaannya generik, entahlah. Tapi memang obat-obatan tersebut masuk kategori keras dan beredar terbatas, karena bisa disalahgunakan.

Nah, dari iseng itu malah ketemu blog keren seorang profesor muda dari UGM dan aku belum pernah ketemu orangnya. Isi blognya luar biasa, banyak ilmunya deh…

Ini aku kutipkan profil beliau dari blognya sendiri.

Nama saya Zullies Ikawati. Saya lahir di Purwokerto. Masa kecil sampai remaja saya habiskan di Purwokerto, di SD Santa Maria, SMP Negeri 1, dan SMA Negeri 1 Purwokerto. Meraih gelar S1 di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1992, di tempat yang sama, saya meraih gelar apoteker pada tahun 1993. Sejak itu, saya bergabung di almamater sebagai staf pengajar hingga sekarang. Gelar doktor saya peroleh tahun 2001 dari Ehime University School of Medicine Japan di bidang Farmakologi. Mulai 1 Oktober 2008, saya berhak menyandang gelar Guru Besar alias Profesor di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik (begitu bunyi SK-nya). Sebuah cita-cita kecil untuk menjadi profesor pada usia 40 tahun telah tercapai, alhamdulillah….

Saat ini saya masih aktif mengajar beberapa mata kuliah di Fakultas Farmasi UGM baik di tingkat S1, S2, maupun S3, seperti Farmakologi Dasar, Farmakologi Molekuler, Farmakoterapi Sistem Saraf, Farmakoterapi Sistem Pernafasan, dan Farmasi Klinik; serta membimbing skripsi, thesis dan disertasi mahasiswa S1, S2 dan S3. Saya juga (pernah) mengajar di Fakultas Farmasi beberapa universitas swasta, antara lain Universitas Islam Indonesia (UII) Yogya, Universitas Muhamadiyah Surakarta (UMS), Universitas Setia Budi Surakarta, STIFAR dan Universitas Wahid Hasyim di Semarang.

Periode ini saya menjadi Pengelola Program Pendidikan S2 Magister Farmasi Klinik di Fakultas Farmasi UGM (silakan kunjungi http://mfk.farmasi.ugm.ac.id ). Di sela-sela kesibukan tadi, saya mencoba menyusun buku (lihat halaman My books). Buku pertama saya yang berjudul “Pengantar Farmakologi Molekuler” telah diterbitkan oleh Gadjah Mada University Press tahun 2006, dan telah dicetak ulang tahun 2008. Buku kedua yaitu “Farmakoterapi Penyakit Sistem Pernafasan” diterbitkan oleh Penerbit Pustaka Adipura Yogyakarta pada tahun 2007. Buku ketiga tentang ”Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya “ yang ditulis bersama Hartati Nurwijaya telah diterbitkan oleh Penerbit Elexmedia Computindo bulan Oktober 2009, mudah-mudahan dapat diterima oleh masyarakat luas. Buku keempat dan lima yang masing-masing berjudul “Cerdas Mengenali Obat” dan “Resep Hidup Sehat” sudah diterbitkan PT Kanisius pada tahun 2010 ini. Buku ke-enam yang berjudul “Farmakoterapi Penyakit Sistem Syaraf” sedang dalam proses penerbitan oleh PT Pustaka Adipura, Yogyakarta. Semoga bisa segera dinikmati.

Diposkan pada kesehatan, livinginjogja, olahraga

Usaha membakar lemak



Ini merupakan gerakan isolasi untuk otot dada.
Tujuan latihan: untuk mengembangkan ukuran dan definisi otot dada tengah.
Fly machine bukan merupakan pilihan yang baik untuk mengembangkan masa otot dada, tetapi sangat berguna untuk menciptakan definisi otot dada.

Alhamdulillah bisa (memulai komitmen) berolahraga lagi, meski jenis olahraga yang ini bukan selera utamaku (ga banyak paham tentang fitness, walau dulu pernah ikut 6 bulanan waktu masih mahasiswa). Karena manajemen waktu masih berantakan, yah… apa yang ada dimanfaatin dan dijalani dulu, yang penting usahanya bisa langgeng.

Ceritanya, kemarin sebelum berangkat kerja udah niat mau manfaatin fasilitas fitness di tempat kerja, jadi nyomot kaos seadanya buat ganti. Target tercapai. Selesai sholat isya dan jam kantor tutup pukul 20.00. Minta izin ke security buat menggunakan ruang fitness.

Lumayan bisa menyegarkan badan 1 jam. Gejala flu langsung hilang. Cukuplah untuk awalan, badan jadi segar dan otot rada kencang kembali, perutnya yang masih kendor, hehe… Apalagi sampai rumah mandi air hangat trus minum susu, mmhhh, berharap nyenyak tidur malam… (loh, bentar ya, dipublish dulu nih…)

Mudah-mudah usaha (kembali) untuk olah raga bisa konsisten minimal 3 kali seminggu 1-2 jam setiap kalinya.

Diposkan pada kesehatan, kontemplasi, rokok, salahkaprah

Kampanye anjuran merokok



Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Silakan merokok sepuasnya yah…hehehe….

Enjoy aja!

Cuma tar, karbondioksida dan nikotin doang kok. 200 lebih zat berbahaya lainnya loe gak perlu tau, tapi rasain aja.

Masih banyak celah kok nyerah, tanya kenapa

Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Nggak ada loe, nggak rame!

Tiap tahunnya sekitar 57.000 jiwa manusia berhasil rame-rame berhenti merokok di sini. Mau bergabung?

Sumber gambar:
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/f/b/PSA_lets_smoke1_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/c/2/PSA_Lets_Smoke3_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs18/f/2007/145/2/3/PSA_Lets_Smoke2_by_chocoplay.jpg

Diposkan pada kesehatan, penyakit

TIPS – Bagi yang mau diet ketat :-)


Rating: ★★★★★
Category: Other

Mumpung masih lebaran haji dan banyak tersedia makanan enak tapi bisa mematikan bagi beberapa orang, maka aku kopaskan artikel menarik berikut:
—————————————————————

Keadaan Lapar Rasulullah

Dari An Nu’man bin Basyir, dia berkata, “Bukankah kamu sekarang mewah dari makan dan minum, apa saja yang kamu mau kamu mendapatkannya? Aku pernah melihat Nabi kamu Muhammad Saw hanya mendapat kurma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim dan Tarmidzi).

An Nu’man bin Basyir juga katanya, bahwa “Pada suatu ketika Umar bin Khattab menyebut apa yang dinikmati manusia sekarang dari dunia. Maka dia berkata, aku pernah melihat Rasulullah seharian menanggung lapar, karena tidak ada makanan, kemudian tidak ada yang didapatinya pula selain dari korma yang buruk saja untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah dia berkata, “Aku pernah datang kepada Rasulullah ketika dia sedang shalat dengan duduk, maka aku pun bertanya kepadanya, ‘Ya Rasulullah, mengapa aku melihatmu shalat dengan duduk, apakah engkau sakit?’ Jawab beliau, ‘Aku lapar, wahai Abu Hurairah.’ Mendengar jawaban beliau itu, aku terus menangis sedih melihatkan keadaan beliau itu. Beliau merasa kasihan melihat aku menangis, lalu beliau berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, jangan menangis, karena beratnya penghisaban nanti di hari kiamat tidak akan menimpa orang yang hidupnya lapar di dunia jika dia menjaga dirinya di kehidupan dunia.” (HR. Muslim).

Dari Aisyah dia berkata, “Sekali peristiwa keluarga Abu Bakar (yakni ayahnya) mengirim (sop) kaki kambing kepada kami malam hari, lalu aku tidak makan, dan beliau juga tidak makan, karena kami tidak punya lampu. Jika kami ada minyak ketika itu, tentu kami utamakan untuk dimakan.” (HR. Ahmad).

Abu Ya’la memberitakan pula dari Abu Hurairah katanya, “Ada kalanya sampai berbulan-bulan berlalu, namun di rumah-rumah Rasulullah tidak ada satu hari pun yang berlampu, dan dapurnya pun tidak berasap. Jika ada minyak dipakainya untuk dijadikan makanan.

Dari Aisyah dia berkata, “Demi Allah, hai anak saudaraku (Urwah anak Asma, saudara perempuan Aisyah), kami senantiasa memandang kepada anak bulan, bulan demi bulan, padahal di rumah-rumah Rasulullah tidak pernah berasap.” Berkata Urwah, “Wahai bibiku, jadi apalah makanan kamu?” Jawab Aisyah, “Kurma dan air sajalah, melainkan jika ada tetangga-tetangga Rasulullah dari kaum Anshar yang membawakan untuk kami makanan. Dan memanglah kadang-kadang mereka membawakan kami susu, maka kami minum susu itu sebagai makanan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah katanya, “Sering kali kita duduk sampai 40 hari, sedang di rumah kami tidak pernah punya lampu atau dapur kami berasap. Maka orang yang mendengar bertanya, ‘Jadi apa makanan kamu untuk hidup?’ Jawab Aisyah, Kurma dan air saja, itu pun jika dapat.”

Dari Masruq berkata, “Aku pernah datang mengunjungi Aisyah lalu dia minta dibawakan untukku makanan, kemudian dia mengeluh, ‘Aku mengenangkan masa lamaku dahulu. Aku tidak pernah kenyang dan bila aku ingin menangis, aku menangis sepuas-puasnya!’ Aku bertanya, Mengapa begitu, wahai Ummul Mukminin? Aisyah menjawab, ‘Aku teringat keadaan di mana Rasulullah telah meninggalkan dunia ini! Demi Allah, tidak pernah beliau kenyang dari roti, atau daging dua kali sehari’.” (HR. Tarmidzi).

Dalam riwayat Ibnu Jarir lagi tersebut, “Tidak pernah Rasulullah kenyang dari roti gandum tiga hari berturut-turut sejak beliau datang di Madinah sehingga beliau meninggal dunia.

Dalam riwayat lain yang dikeluarkan oleh Baihaqi telah berkata Aisyah, “Rasulullah tidak pernah kenyang tiga hari berturut-turut, dan sebenarnya jika kita mau kita bisa kenyang, akan tetapi beliau selalu mengutamakan orang lain yang lapar dari dirinya sendiri.”

Dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah sering tidur malam demi malam sedang keluarganya berbalik-balik di atas tempat tidur karena kelaparan, karena tidak makan malam. Dan makanan mereka biasanya dari roti syair yang kasar.” (HR. Tarmidzi).

Dari Abu Hurairah berkata, “Pernah Rasulullah mendatangi suatu kaum yang sedang makan daging bakar, mereka mengajak beliau makan sama, tetapi beliau menolak dan tidak makan. Rasulullah meninggal dunia, dan beliau belum pernah kenyang dari roti syair yang kasar keras itu.” (HR. Bukhari).

Pernah Fathimah datang kepada Rasulullah membawa sepotong roti syair yang kasar untuk dimakannya. Maka ujar beliau kepada Fathimah, “Inilah makanan pertama yang dimakan ayahmu sejak tiga hari yang lalu! Apa itu yang engkau bawa, wahai Fathimah?” Fathimah menjawab, “Aku membakar roti tadi, dan rasanya tidak termakan roti itu, sehingga aku bawakan untukmu satu potong darinya agar engkau memakannya dulu!”

Ibnu Majah dan Baihaqi meriwayatkan pula dari Abu Hurairah berkata, “Sekali peristiwa ada orang yang membawa makanan panas kepada Rasulullah maka beliau pun memakannya. Selesai makan, beliau mengucapkan, ‘Alhamdulillah! Inilah makanan panas yang pertama memasuki perutku sejak beberapa hari yang lalu’.”

Dari Sahel bin Sa’ad dia berkata, “Tidak pernah Rasulullah melihat roti yang halus dari sejak beliau dibangkitkan menjadi Utusan Allah hingga beliau meninggal dunia. Ada orang bertanya, ‘Apakah tidak ada pada zaman Rasulullah ayak yang dapat mengayak tepung?’ Jawabnya, Rasulullah tidak pernah melihat ayak tepung dari sejak beliau diutus menjadi Rasul sehingga beliau wafat. Tanya orang itu lagi, ‘Jadi, bagaimana kamu memakan roti syair yang tidak diayak terlebih dahulu?’ Jawabnya, Mula-mula kami menumbuk gandum itu, kemudian kami meniupnya sehingga keluar kulit-kulitnya, dan yang mana tinggal itulah yang kami campurkan dengan air, lalu kami mengulinya.” (HR. Bukhari).

Abu Talhah berkata, “Sekali peristiwa kami datang mengadukan kelaparan kepada Rasulullah lalu kami mengangkat kain kami, di mana padanya terikat batu demi batu pada perut kami. Maka Rasulullah pun mengangkat kainnya, lalu kami lihat pada perutnya terikat dua batu demi dua batu. (HR. Tarmidzi).

Ibnu Bujair berkata, “Pernah Rasulullah merasa terlalu lapar pada suatu hari, lalu beliau mengambil batu dan diikatkannya pada perutnya. Kemudian beliau bersabda, ‘Betapa banyak orang yang memilih makanan yang halus-halus di dunia ini kelak dia akan menjadi lapar dan telanjang di hari kiamat! Dan betapa banyak lagi orang yang memuliakan dirinya di sini, kelak dia akan dihinakan di akhirat. Dan betapa banyak orang yang menghinakan dirinya di sini, kelak dia akan dimuliakan di akhirat’.”

Dari Aisyah dia berkata, “Bala yang pertama-tama sekali berlaku kepada umat ini sesudah kepergian Rasulullah ialah kekenyangan perut! Sebab apabila sesuatu kaum kenyang perutnya, gemuk badannya, lalu akan lemahlah hatinya dan akan merajalela lah syahwatnya!” (HR. Bukhari).
Subhanallah, Maha Suci Allah…

Dari beberapa hadits di atas, betapa zuhud dan sabarnya Rasulullah, karena beliau menganggap kehidupan akhirat lebih baik dari pada kehidupan dunia. Sesungguhnya Rasulullah orang yang sangat kaya harta (kalau beliau mau). Akan tetapi, bukan berarti beliau mengajarkan kepada kita untuk selalu lapar dan miskin. Rasulullah mengajarkan kepada kita agar mempunyai pola hidup sederhana, kita tetap berusaha dan bekerja keras, namun tidak menggantungkan semuanya kepada dunia.

Kelemahan umat Islam yang lebih memahami bahwa keberadaan Rasulullah itu miskin. Sejarah membuktikan bahwa sesungguhnya Rasulullah adalah seorang pebisnis ulung.

Di usia 7 tahun beliau memulai berbisnis dengan usaha manajemen (menggembalakan) kambing milik para investor (kabilah). Lima tahun kemudian beliau memulai perjalanan bisnisnya ke Negeri Syam yang berjarak lebih dari 1.000 km dari tempat tinggal beliau. Dari pengalaman menjual barang-barang dagangan para khalifah tersebut, beliau boleh dibilang sukses. Etos kerja yang kian tinggi serta kredibilitas (Al-Amin) beliau menjadikannya pebisnis yang (hampir) selalu beruntung. Hal itu menyebabkan banyak investor (pemimpin kabilah) yang kemudian menitipkan uangnya kepada Rasulullah.

Pada usia 25 tahun, beliau menikah dengan sesama pebisnis, Khadijah, yang juga dikenal cukup sukses. Mahar kawin yang beliau serahkan adalah 25 ekor unta. Kalau dimisalkan 1 ekor unta senilai Rp. 10 juta, maka mahar beliau saat itu sekitar Rp. 200 juta. Zaman sekarang pun amat sangat jarang ditemukan pemuda yang menikah dengan mahar sebesar Rp. 200 juta. Apalagi, kalau diumpamakan bahwa unta saat itu senilai dengan sebuah mobil, maka mahar yang beliau berikan setara dengan 20 mobil.

Sungguh hebat! Hanya saja, kemudian Rasulullah memang memberikan hartanya untuk kepentingan umat. Setiap tahunnya beliau malah menyumbangkan tak kurang dari 600 ekor unta. Rasulullah adalah seorang yang kaya raya. Hanya saja, kekayaan yang diraihnya betul-betul melalui jalan yang halal dan ridlo. Beliau juga senantiasa menjaga kredibilitas dan menyalurkan kembali kekayaan beliau sebagai jalan penolong bagi orang-orang yang lemah di sekitarnya.

—————————————————————
Catatan:
Aku sebenarnya juga masih senantiasa berusaha untuk diet, entah kapan berhasil dan konsisten, lah, pulang kampung aja kemarin dibekalin rendang dan makanan bernuansa durian, hehe….

Mudah-mudahan beberapa hari ini ga mendapatkan menu daging-dagingan 🙂

Sumber tulisan: http://mahluktermulia.wordpress.com/2010/02/10/keadaan-lapar-rasulullah/

Gambar dari: http://www.widyadara.com/wp-content/uploads/2010/06/Tips-Diet-Alami.jpg

Diposkan pada kesehatan, penyakit, salahkaprah, selingkuh

KHUSUS DEWASA: Seks liar itu nikmat, taaapiii…


Tadi sore ada telpon dari seorang teman akrab waktu sekolah dulu. Nama, umur dan identitas lain seperti daerah dan asal sekolah aku rahasiakan.

Dia minta waktu untuk ngobrol lama, ya, udah aku bilang OK, walau banyak antrian pasien. Lalu aku minta waktu ke petugas front office.

Dia mengatakan mau mengkonsultasikan temannya kepada aku. Katanya temannya itu, seorang pria, menghamili seorang janda kembang, yang sudah mempunyai tunangan.

Langsung aja aku balas: “bukan kamu yang menghamili?” *dengan nada bercanda
Spontan dijawab: “ya, enggalah Do!”
“OK, dilanjut…”, kataku.
“Jadi gimana ceritanya?” lanjutku.

“Iya, Do, temanku itu kan ceweknya beberapa hari yang lalu keguguran, perdarahan gitu…”
“Terus…”
“Nah, dia nanya, bahaya ga tuh, karena takut ceweknya itu kesakitan perutnya…? trus dia nanya harus periksa apa aja dan apa obatnya?”
“Hamilnya sudah berapa bulan?”
“Ga, tahu…”
“Menstruasi terakhir kapan…?”

“Mmm…Do, dokter itu wajib menjaga rahasia pasien ya…?”
“O, iya, jelas”, kataku.
“Trus tadi kok bisa kamu nuduh aku yang melakukan…?”
“Aku ga nuduh, karena aku tahu kamu yang melakukan kan? ayo ngaku aja… (ekspresiku cengengesan sambil ngakak)

“Hehe, OK-lah Do, memang aku…”
“OK, ga pa pa, dilanjut…”
“Tapi kamu jaga rahasia ya? kamu bisa kan ini hubungan aku sebagai pasien dan kamu sebagai dokter..?”
“OK…OK, ga pa pa, jangan khawatir, aku udah pengalaman, banyak kok yang kayak kamu…, OK lanjut aja…” (dalam hatiku tertawa….)
“Sebenarnya dia udah punya tunangan, Do, cuma dia dan aku sama-sama senang aja…, awalnya sih bisa jaga, tapi-lama-lama ya, gitu…keenakan. Awalnya aku tembak di luar. Selanjutnya aku coba tembak di dalam, kok ya keterusan….Kata dia ga apa-apa, mungkin dia pengalaman kali ya Do, dia setelah berhubungan loncat-loncat, katanya biar spermanya langsung keluar dan ga sempat masuk…, dari awal aku ga pernah pake pengaman. Tapi aku heran aja, kok sampai berkali-kali dia ga hamil ya..jadi aku khawatir jangan-jangan aku yang mandul, atau dia yang mandul…”

OK, jadi mens terakhirnya kapan…?”
“Ya, sekitar 3 minggu yang lalu…, trus aku kan takut dia kenapa-kenapa, ya, aku tahu itu dosalah, takut aku takut kenapa-kenapa, jadi aku harus gimana Do…?”
“Ya, yang jelas harus periksa dulu ke dokter kandungan, nanti dipastikan apa benar sudah keguguran apa belum…”

Terus dia tanya mengenai biaya. Aku jelaskan saja secara diplomatis dan perkiraan kemungkinan pemeriksaan sampai kemungkinan tindakan, obat, dan kisaran biayanya.

“Emang sudah berapa lama dan berapa kali kamu begitu?”, aku mulai iseng dan pengen tahu, hehe.
“Benar Do, seumur hidup aku, ini baru yang pertama kali (*sepertinya yang ini aku percaya dia jujur, hehe…). Aku begitu sama cewek itu bulan Mei kemarin, sebanyak 3 kali, terus bulan Juni ada 20 kali lah…, dan bulan seterusnya 3-4 hari sekali…” (*untung ga 3-4 kali sehari, hehe…kayak minum obat aja…). Nah, pas bulan puasa kemarin seringlah, nah, setelah lebaran, dia bilang dia ga mens, dan ada perubahan yang dia rasakan dalam dirinya, ya seperti orang hamil gitulah….”

“Di mana kamu begituan sama dia?
“Di rumahku…”

“Wah, kalau kamu udah sampai hamilin dia, harusnya kamu tanggung jawab dong…”, celetukku.
“(Kedengaran emosi nadanya) aku tanggung jawab Do, tapi kalau untuk nikahi dia kayaknya ga mungkin, dia kan udah punya tunangan, bentuk tanggung jawabku ya itu menanggung biaya periksa dan obat untuk dia itu! Lagipula sebenarnya awalnya dia ga bilang, itu aja aku paksa ngomong baru mau ngaku, kalau dia hamil…”

“OK, ya, segera aja kamu periksa, selesaikan secepatnya, setelah itu kamu cari cewek lain aja (*maksudku bukan untuk digitu’in lagi, hehe…), lain kali hati-hati kalau berbuat, semuanya ada akibatnya. Kamu pernah ga kepikiran kalau cewekmu itu ga jujur? apa ga mungkin dia sama tunangan juga begituan?”

“Jujur, Do, dia bilang dulu sebelum berhubungan sama aku, pernah sekali sama tunangannya, tapi cuma sekali itu kata dia…”
“Mmm, aku ga percaya sama cewekmu itu…”
“Kamu ga percaya?”
“Iya, aku dah sangat berpengalaman dengan yang beginian, banyak pasienku dulu yang akhirnya ngaku juga bahwa sebenarnya dia ga jujur atau bahkan sebenarnya dia tidak kenal siapa atau tahu persis pasangannya. Sulit percaya pada orang yang suka ngobral begitu…jangan-jangan sebenarnya dia hamil juga bukan berasal dari punyamu…”
“Gitu, ya…”
“Iya, pokoknya kamu harus hati-hati dan segera menjauh, kamu ga tahu kan klo dia ternyata berpenyakit, kasihan kamunya, ga sekarang penyakit itu akan mengenai kamu, bisa saja setahun atau beberapa tahun kemudian, atau bisa juga dalam beberapa bulan ke depan ini…”
“Ga langsung ketahuan ya, Do…?” (mulai keder kedengaran suaranya…)
“Iya, contohnya HIV, kamu mau kena penyakit itu, padahal pembawanya biasanya ga menunjukkan sakit apa-apa, penyakit menular seksual lainnya juga begitu, pembawanya kelihatan sehat-sehat aja…”
“Ga ada obatnya kalo HIV, Do?”
“Iya, cuma nunggu mati aja, kamu mau? ya, mudah-mudahan kamu ga kena, aku cuma mengingatkan aja, coba 3 bulan lagi kamu tes deh misal untuk tes HIV dan penyakit menular lain siapa tahu kena…”

“Ya, Do…ya, pokoknya aku udah memutuskan segera menjauhi cewek itu dan ga begituan lagi”
“OK, eh, sorry nih, pasiennya udah menumpuk banget, ntar lagi deh kamu bisa telpon aku lagi kalau masih butuh info atau mau tanya-tanya, udah ya…”
“OK, Do…”

——-
Penting: beberapa kalimat di atas sarat dengan kesalahan persepsi dalam kesehatan reproduksi yang berakibat fatal, mohon diperhatikan dan silakan ditanya kalau ga paham… 🙂

Pic dari sini

Diposkan pada dokter, kesehatan

Apakah kamu ngorok waktu tidur? hati-hatilah…


Hayooo, siapa yang suka ngorok tidurnya, ngakulah…hehehe. Jujur saja, aku sekali-kali juga suka ngorok (mendengkur/snoring) kok, kadang juga ngelindur ga jelas :-b Itu kata istriku. Tapi sekali-sekali loh…

Nah, ini aku mau cerita. Ketika i’tikaf di masjid tadi malam, mendadak tidurku terbangun oleh “alarm” dengkuran yang amat keras. Ga tahu berapa desibel sih, yang jelas berisik bangetlah, harusnya kan bangun jam 3 sesuai kesepakatan dan sudah distel di alarm handset.

Ternyata seorang teman yang mendengkur sangat keras itu, wah udah deh aku ga bisa tidur, lalu aku sholat bentar, terus lihat itu orang yang masih mendengkur, kesal juga sebenarnya, enak-enak pake selimut hangat, keliatannya asyik banget ga peduli orang lain terganggu, hahaha… Sebenarnya bukan dia aja yang mendengkur, banyak yang lain tapi ga begitu keras. Nah teman yang satu ini ada keanehan, aku perhatikan sekitar 10-15 detik ga bernapas, atau kadang dadanya bergerak-gerak ketahan, tapi ga kelihatan keluar napasnya. Lalu tiba-tiba dia kesedak atau kebatuk dan megap-megap alias tersengal-sengal napasnya, lalu normal kembali, terus ngorok lagi, tertahan lagi napasnya 10-20 detikan, begitu seterusnya, dan sepertinya dia tidak menyadarinya. Lalu aku iseng nyiram beberapa tetes air kemasan gelas ke wajahnya, langsung gelagapan itu orang, ga tau sadar atau engga, yang jelas tidur lagi, hehehe….

Nah, setelah subuhan, aku datangi dia, dan menerangkan kalau dia punya tanda-tanda penyakit berbahaya yaitu SLEEP APNEA atau henti napas waktu tidur. Kita bahas saja jenis henti napas yang sering terjadi yaitu jenis sumbatan atau obstruktif jalan napas.

Cara menilai apakah kamu cenderung menderita henti napas waktu tidur (Modifikasi dari Snore Score punya American Sleep Apnea Association), jawablah pertanyaan berikut:

1. Kamu seorang yang keras suara ngoroknya dan/atau teratur ga ngoroknya?
2. Pernah ga kamu merasa terkesiap/terkejut atau berhenti bernapas waktu tidur?
3. Kamu bangun dengan rasa lelah atau mengantuk ga? atau bangun dengan sakit kepala ga?
4. Sering ga kamu merasa letoy atau loyo selain waktu tidur?
5. Kamu tertidur ga waktu lagi duduk, lagi baca, lagi nonton, atau lagi nyetir?
6. Sering ga kamu punya masalah dengan daya ingat atau konsentrasi?

Beberapa pertanyaan di atas bisa kamu ketahui dengan meminta observasi dari orang lain atau kamu rekam sendiri kegiatan tidurmu dengan kamera video 😀

Lebih OK lagi bila kamu tes di RS dengan menggunakan alat yang namanya Polisomnografi, nanti aktifitas tidurmu direkam oleh suatu alat yang terhubung dengan komputer.

Selanjutnya kamu bisa menyimpulkan dari menjawab pertanyaan di atas. Bila kamu memiliki satu atau lebih gejala-gejala ini maka kamu berisiko lebih tinggi untuk mengalami sumbatan napas waktu tidur. Bahasa kerennya OSA = Obstructive Sleep Apnea. Hati-hati juga bagi kamu yang kelebihan berat badan, memiliki leher yang besar (hehehe, Mike Tyson nih…), dan/atau memiliki tekanan darah tinggi, maka risiko terkena OSA akan meningkat lebih tinggi.

OK, itu dulu aja, aku lagi banyak pasien nih… panjang kalau semuanya dimuat di sini :-b Untuk singkatnya bila ada gejala tersebut di atas sebaiknya datangi dokter spesialis saraf, THT-KL, atau paru-paru. Lain-lainnya bisa ditanyakan di kolom komentar jurnal ini, aku jawab sebisanya deh, atau klo ga sabar ya baca sendiri ya direferensi berikut, hehe….

Pic dari sini

Referensi lanjut bisa di baca di Snore Score, di Sleep Apnea, di Wiki, di Sleep Apnea Index, dan di Gangguan Tidur Bisa Menyebabkan Kematian