hobby, internet, open source, software, tips, ubuntu

Prey – Aplikasi Pelacak Maling Laptop (Gratis)


Rating: ★★★★★
Category: Computers & Electronics
Product Type: Handheld Computers/PDAs
Manufacturer:   Fork Ltd

Sudah 2 biji laptop yang hilang dari tempat kerjaku, sebuah laptop direktur, dan sebuah laptop manajer. Ya, semuanya hilang karena kelalaian. Sebenarnya itu bisa dicegah bila kita selalu waspada dan melakukan prevensi. Misalnya dengan aplikasi antimaling atau pelacak maling.

Laptop (Notebook, Netbok, dan komputer tenteng lainnya) yang akan datang sebenarnya akan dipasang chip pendeteksi maling yang berdiri sendiri. Namun untuk sekarang pun kita bisa cukup berlega dengan memasang aplikasi anti maling seperti alarm laptop. Cara kerja umumnya adalah apabila power supply dicabut, ada gerakan mouse, atau deteksi kamera, maka speaker akan berbunyi. Aku sudah coba juga, tapi kurang responsif karena memakai yang gratisan, hehe…

Nah, kali ini aku mau promosi aplikasi yang powerful. Namanya PREY. Aplikasi pelacak maling laptop, atau kalau malingnya ga ketangkep minimal keberadaan laptop kita bisa diketahui lah….

Aplikasi ini bisa bekerja di sistem operasi Windows, Linux, dan Macintosh. Silakan download di situsnya: http://preyproject.com/

Cara kerja aplikasi ini sebagai berikut:
Bila laptop kita hilang, maka kita segera menandai di situs Prey, bahwa laptop kita itu hilang. Selanjutnya aplikasi Prey yang telah diinstal di laptop kita akan mulai bekerja, saat laptop kita dihidupkan oleh maling, dan ada koneksi internet. Secara diam-diam Prey akan mengambil foto malingnya, mencatat alamat internet, dan lokasi geografis saat internet diakses, dan melaporkan ke email kita dan situs Prey. Data ini bisa kita serahkan ke kepolisian atau ke penyedia layanan internet untuk mengetahui keberadaan laptop kita.

Memang aplikasi ini tetap punya kelemahan, bila tidak ada akses internet, dan laptop keburu diformat atau diinstal ulang sistem operasinya. Tapi berdasarkan survei hal demikian jarang terjadi, biasanya maling penasaran ingin melihat isi laptop kita, siapa tahu ada data penting atau gambar yang aneh-aneh seperti laptopnya Ariel Peterporn, hehehe, jadi buat para maling, beware about it, hehehe…

Aku sudah coba di Linux Ubuntu dan Microsoft Windows, blum coba di Macintosh. Di Ubuntu aplikasi bekerja dengan baik. Maksudku webcam-nya berhasil meng-capture wajah malingnya. Tapi di Windows kok ga bisa ya…wah ga ngerti juga….

Selain itu kita bisa mengaktifkan fungsi peringatan kepada maling, bahwa laptop ini sedang dipantau/dilacak (tapi lucu juga kalau diaktifkan, lah nanti malingnya tahu kalau dia sedang dipantau). Juga ada fungsi alarm, yang akan berbunyi bila laptop dibuka pertama kali saat mengakses internet, tapi kok ga bekerja juga ya, hehe…blum tahu juga aku sebabnya.

Aplikasi ini juga bisa “mengunci” laptop kita dari jarak jauh sehingga maling ga bisa melihat-lihat data kita, tapi ini juga sebaiknya ga usah diaktifkan, biar malingnya ga curiga kalau sedang dipantau.

Untuk masalah konektifitas internet, aplikasi ini punya keunggulan bisa konek otomatis ke internet bila ada hotspot wifi (tentu saja wifi publik ya….)

Kesimpulannya, pokoknya aplikasi ini recommended banget deh. Mencegah itu lebih baik daripada tidak sama sekali….

Bagi yang agak awam, baca tutorial instalasi aplikasi ini secara perlahan di situsnya ya…

Sebagai gambaran cara instalasi:
Pertama kita harus daftar ke situs Prey, lalu download dan instal aplikasinya, lalu lakukan konfigurasi dengan menggunakan akun pendaftaran kita, isikan dengan benar agar situs Prey bisa melakukan verifikasi laptop kita. Lalu pastikan di situs Prey bahwa laptop kita sudah diverifikasi.

Iklan
curhat, kesehatan, rokok, tips

NgeRokok lageee…


Nyempati belanja ke Indogrosir tadi, lalu mampir ke food court, wah penuh banget ga seperti biasa, banyak bisnismen lagi miting sambil makan kayaknya. Pesan stik ayam 2 buah untuk makan siang di rumah. Eh, kok nunggunya lumayan lamaaaa.

Ya, udah, mulai jelalatan memperhatikan orang-orang yang pada makan. Eh, ada cewek cantik bareng teman-teman cowoknya lagi makan. Seorang cowok ngeluarin laptop mini sambil makan dan menghisap rokok. Kayaknya bicara tentang kerja kantor, kelihatan program yang dibuka MS Word. Awalnya sih cuma memperhatikan yang pake laptop aja, aku kira food courtnya udah ada wifi, eh ternyata belum, hehehe.

Bolak-balik ke luar lihat troliku, masih ada ato engga, soale isinya lumayan berharga: minuman galon, pepaya, jeruk, jambu klutuk merah (rencana buat kudapan Ifa). Balik lagi ke konter makanan pesananku, eh kok belum jadi juga. Keburu masuk nih… 😦 mana udah laper juga…

Pelirak-pelirik lagi…, walah, kok si cewek yang tadi ternyata njepit rokok juga di jarinya, cuma agak gimana-gimana gitu, rada maluw kali ya… 🙂 Wah baru saja habis makan dia, terus ngerokok gitu, pasti nikmat kali (menurutnya…)

Inilah salah satu emansipasi wanita saat ini, hehehe… OK lah, mudah-mudahan dia segera sadar ga ngerokok lagi. (Pesanku udah jadi, langsung cabut deh…)

Bagi teman-teman yang masih merokok, mari renungkan lagi pesan berikut ini,

Bukti akibat rokok:
– penyebab kematian terbesar didunia, yang sebetulnya dapat dicegah
– 4,9 juta orang meninggal akibat rokok th 2000, tahun 2009 udah berapa ya…
– Indonesia urutan 5 konsumsi rokok terbesar di dunia
– Total perokok di Indonesia kira-kira 62.800.000 orang (bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang dibakar…)
– 70% perokok mulai sebelum usia 19 th

Penyakit akibat  rokok:
– gangguan pernapasan (belum tua udah bengek…)
– penyakit paru-paru (parunya penuh dengan bercak…)
– penyakit jantung (mati mendadak…)
– kanker (mati perlahan…)
– caries (napas bau, gigi ambrol…)
– penyakit lambung (mirip-mirip penyakit maag…)
– gangguan sexual (letoy deh…)
– gangguan pada ibu hamil (apalagi bayinya…kasihan dong…)

keuntungan berhenti merokok (beberapa poin juga dirasakan oleh pasienku):
– dalam waktu singkat, tekanan darah, nadi kembali normal dan napas lebih lega
– dalam beberapa hari, CO2 dieliminasi dari tubuh, nikotin sudah tidak terdeteksi di tubuh
– dalam beberapa minggu, sirkulasi darah tubuh membaik
– dalam beberapa bulan, gangguan pernapasan turun
– dalam beberapa tahun, setelah 5 tahun resiko serangan jantung turun 50% dan setelah 10 tahun resiko Ca paru turun 50%
– badan menjadi lebih fit
– penelitian terbaru menyebutkan tidak bermakna jika hanya mengurangi dosis merokok, tapi tetap harus menghentikan secara total

”MATIKAN ROKOK SEBELUM ROKOK MEMATIKAN KITA”

Note: Berhenti merokok itu hanya masalah niat…

pic dari sini dan sini


kesehatan, penyakit, tips

TIPS – Mosquito hunting


Aku termasuk orang yang rada sebel sama nyamuk. Apalagi di musim hujan ini, luar biasanya jumlah nyamuk membuat agak parno juga, secara aku sudah pernah kena gejala demam dengue. Apalagi ada Ifa yang masih sangat mungil, ga tega harus digigt nyamuk. Padahal juga udah dikasih kelambu, dipasangi obat nyamuk elektrik 24 jam non stop, eh malah nyamuknya kayaknya udah kebal gitu. Maka tercetuslah keinginan berburu nyamuk. Karena aku sendiri termasuk malas dengan kegiatan 3M (menguras, menutup, menimbun). Jadilah harus ditambah dengan M yang lain yaitu Membunuh…hehehe….

Ada banyak cara untuk membunuh nyamuk yaitu:

  • Dikeplok pake kedua tangan
  • Digampar ke dinding
  • Dipencet pake jari
  • Dll lah…

Nah, aku jadi teringat dengan cara hunting nyamuk waktu masih kecil dulu. Daripada pake raket setrum yang dijual dan rada berbahaya itu. Aku pake cara tradisional yang cukup ampuh untuk memburu nyamuk. Tahu kan…hehehe, iya pake sebuah piring lebar yang dioles minyak goreng secara merata, tipis-tipis aja, setelah itu klo ada nyamuk yang lewat, ya tinggal di kibasin ke arah si nyamuk, dengan mudah si nyamuk akan nempel di piring, menggelepar sebentar kemudian tewaslah si nyamuk… klo mau lebih ekstrim lagi bolehlah dicampur potas dikit, hehehe…

Awal percobaan kemarin, dalam waktu 15 menit sudah bisa memburu 20-an ekor nyamuk, lumayan kan…

tips

TIPS – Cara mengetahui kandungan zat besi pada air sumur


Ini tips dari seorang ahli sumur. Cara ini khusus untuk menentukan kandungan zat besi dalam air tanah secara kualitas visual. Secara umum biasanya air tanah itu jernih, tapi ternyata kandungan logamnya berbeda-beda, termasuk kandungan zat besinya. Air yang banyak kandungan logam besi termasuk air yang tak layak konsumsi.

Coba perhatikan gambar di samping.
Kedua sampel air pada awalnya jernih semua, gelas sebelah kiri berisi air dari sumur tetangga, sedangkan gelas sebelah kanan kiri berisi air dari sumur tempatku. Mana yang mengandung zat besi dalam jumlah yang tinggi? Jelas pada gelas sebelah KIRI. Semakin pekat hitamnya semakin tinggi kandungan besi.

Bagaimana caranya? Sampel air tadi tinggal dituangin sedikit AIR TEH tawar, dalam sekejab kelihatan hasilnya.

Semoga berguna 😉
————————————
maaf…kesalahan tulis, yang kandungan besinya tinggi adalah air di gelas sebelah KIRI
asuransikesehatan, dokter, kesehatan, politikkesehatan, selingkuh, tips

Antara MedRep, Dokter, dan MLM-ers


Maaf, ini bukan dimasudkan untuk menyinggung, tapi klo ada yang tersinggung…ya maaf

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dokter yang menjalankan praktiknya (karena ada juga dokter yang ga praktik) selalu berurusan dengan obat. Nah, obat-obat ini (apalagi di Indonesia) banyak banget jenisnya, istilah kerennya sediaan spesialistisnya bejibun. Untuk obat dengan komposisi Parasetamol saja (penurun panas) ada ratusan merek dagang. Tentu saja dengan variasi harga yang berbeda. Aku memang tidak membantah kalau ada yang mengatakan, secara praktis ternyata sediaan spesilistis ini berbeda khasiatnya dibanding generik, walaupun di iklan TV dulu digembargemborkan mengenai khasiat obat generik sama aja dengan obat bermerek.

Tapi bukan masalah khasiat yang akan aku bicarakan tetapi lebih kepada strategi promosi dan penjualan obat-obat spesialistis (non-generik) tersebut.

Menurutku dokter memang sulit terlepas sebagai target promosi oleh medical representative (MedRep, mirip dengan SPG-lah = sales promotion girl). Karena dokter (maupun apoteker) merupakan ujung tombak penjualan obat dari pabrik pembuatnya. Namun, yang amat disayangkan ialah, persaingan kuat antar pabrik obat membuat para MedRep cukup dibuat pusing, mereka diberi target oleh perusahaan untuk “mengumpulkan” tandatangan para dokter. Nah, yang paling susah, ketika sang MedRep ga “kuat” alias ga sabaran ketika bertemu dokter yang idealis atau sangat susah ditemui karena sibuk, padahal deadline pengumpulan daftar tandatangan sudah di depan mata. Jadilah sering ada tandatangan dokter yang dipalsukan. Selain itu, para MedRep ini juga terkadang (tidak semua), terutama MedRep perempuan, memberikan bonus berupa dirinya, mulai dari senyum manisnya bahkan bisa sampai seperti yang dilakukan oleh lady escort (pada tahu kan…??)

Aku tidak menyalahkan apa yang MedRep lakukan. Semuanya berpulang ke pada si dokter sendiri, kalau dia kuat iman tidak akan tergoda dengan berbagai cara yang sudah di luar batas itu.

Beberapa waktu lalu aku sempat dicurhati adik kelas yang masih koas (mahasiswa profesi dokter), tentang seorang guru kami, staf sebuah RS terkenal, yang dengan santainya mengatakan: “Kalau tidak karena obat-obat itu (atau kalau tidak karena MedRep dan pabriknya), mana mungkin saya dan keluarga bisa jalan-jalan ke luar negeri? So, jangan anggap remeh obat obat itu!”

Dulu pun ketika aku masih koas, banyak sekali “guyonan” tentang gimmick (baca: strategi/muslihat bonus) oleh pabrik obat ini. Ada staf pengajar ditempatku yang ngomong sambil tertawa: “Dik, tahu ga..klakson mobil saya itu bunyinya C**do..C**do” (bukan tin..tin atau tet..tet..). Yang di maksud itu ialah nama sebuah pabrik obat yang memberikan bonus mobil karena si dokter dianggap mampu mencapai target peresepan obat. Yah, target peresepan!, kuncinya di sini. Sehingga menurutku tidak masalah ketika MedRep tidak memberi target peresepan tertentu kepada sang dokter ketika mempromosikan obatnya, misalnya begini: Dok, kalau dokter bisa meresepkan obat kami yang ini, sejumlah batas minimal 100 tablet per minggu, maka nanti dokter dapat bonus kunci mobil…langsung di depan” (maksudnya sih sudah bisa langsung dipake mobilnya). Selain itu aku juga melihat langsung (waktu masih koas juga) pasien yang ditawari sebuah alat kesehatan untuk mengeluarkan cairan dari rongga dadanya. Setelah aku usut, ternyata alat itu dijual oleh seorang dokter bedah senior.

Dari teori yang pernah aku ketahui, ini disebut sebagai Supply Induce Demand, sayang sekali sang konsumen atau pasien buta sama sekali terhadap tindakan, obat, dan alat kesehatan yang ditawarkan kepadanya. Pasien dan keluarganya kalau sudah sakit prinsip utamanya ialah: yang penting sembuh. Bahkan sang dokter justru nakut-nakutin kalau ga pake obat (merek ini) si pasien ga bakalan sembuh. Jadi enak banget toh jadi dokter yang bermental pedagang, hehehe…maksudnya dagang obat kepada pasien.

Wah, serunya lagi kalau sang dokter juga ikut jadi penyemarak dunia MLM (Multi Level Marketing) seperti Ti***hi, K-**nk, dll. Pasti cepat kaya tuh dokter. Kan apa kata dokter dianggap sebagai “sabda dewa penyelamat”.

OK, kembali ke awal tentang dokter yang main mata dengan pabrik obat melalui MedRep-nya. Beberapa waktu lalu, aku sempat didatangi MedRep juga, dia promosi tentang obatnya dengan diakhiri kata-kata seperti biasanya: “mohon dibantu peresepannya buat pasien dokter…” Seperti biasa aku bilang: OK, pasti saya bantu, yang penting obat lebih murah dan cespleng. Iseng juga aku tanya ke MedRep tersebut. “Pabrik obatnya sering menyelenggarakan seminar kedokteran ga?” “Wah, kalau kita belum pernah kok dok…, tapi dokter ada rencana mau ikut seminar? nanti kita bayarin…” Nah..nah.. “OK, boleh ya? ada umpan balik ga kalau saya dibiayai ikut seminar? (si MedRep kayaknya langsung paham). O, engga kok dok, kita ga nargetin apa-apa, silakan kontak saya aja kalau dokter butuh dibiayai ikut seminar…”. “Baik, terima kasih…”

Terus-terang teman-teman…inilah lingkaran syetan yang tersulit untuk dibasmi, kalau dokternya masih waras seperti aku (hehehe…) pasien insya Allah tidak akan terzalimi atau tertipu. Asal si dokter berorientasi kepada kepuasan dan membela hak pasien pasti hal tersebut bisa diminimalisasi.

Terus terang lagi, kondisi yang sulit tetap dialami dokter seperti (ini asumsi kalau dokternya masih waras):

  • Kerja di RS, dan belum hapal harga obat (jadi harus bolak-balik tanya harga ke bagian farmasi/apotek). Pernah aku kebobolan obatnya terlalu mahal, sampai si keluarga pasien nanya lagi berapa harga obatnya, ketika mau aku tambah obat lagi (karena indikasi lain)
  • Kerja di apotek/klinik, apalagi yang waralaba, dijamin kantong pasien sering kebobolan. Apalagi bos apotek menyaratkan nilai nominal tertentu seperti yang dialami oleh banyak rekan sejawatku ketika kerja di klinik 24 jam. Pokoknya harga obat yang diresepin minimal harus (katakan saja) 20 ribu, kalau kurang dari itu, yah…harus ditambah apa gitu (misal: vitamin, atau merek obatnya diganti dengan yang lebih mahal) agar plafon harga terendah dapat tercapai. Apotek/klinik untung, dokter pusing kepalanya (karena harus tetap bertahan di tempat kerja tersebut), pasien bobol kantongnya…

Posisi kerja yang ideal sebagai dokter menurutku ialah seperti di tempat kerjaku yang lain yaitu di klinik mahasiswa yang dibiayai dengan premi asuransi. Jadi pasien ga peduli apa sakitnya, dia akan dapatkan obat (bahkan obat terbaik sekali pun) tanpa perlu takut dengan harganya. Dokter senang melayani (karena gajinya juga bisa tinggi), pabrik obat juga senang karena obatnya laku keras.

Berikut tips supaya tidak dibobolin kantongnya:

  • Bilang ke dokter diresepin obat generiknya aja (kadang dokter jarang menawarkan resep generik. Atau kalau memang tidak ada obat generiknya mohon dicarikan dengan harga termurah tapi berkualitas (untuk hal ini si dokter akan melihat daftar harga obat atau menanyakan ke pihak apotek). Kadang pun kalau sudah diresepin generik, sering juga apoteknya main nakal, obatnya diganti dengan yang mahal.
  • Selalulah minta second opinion ke dokter lain, atau baca-baca literatur, jika diberikan obat tertentu, apakah sudah sesuai baik indikasi maupun harganya.
  • Kalau dokternya sampai ngomong: “kalau tidak pakai obat merek ini tidak akan sembuh”, atau si dokter tidak mau melayani lebih lanjut…, saranku: minta dirawat dokter lain, pindah ke dokter praktik lain atau apoteklainnya. Tapi kalau ternyata kasusnya kita tidak bisa memilih karena (misal): ternyata cuma ada si dokter tersebut di tempat itu, atau apotek lain jauuuh, yah…sudahlah terimalah nasib itu, berdoalah agar situasi tersebut cepat berubah 

Gambar dari sini

kesehatan, tips

Ketika kita harus membeli obat…


Hati-hati ketika teman-teman harus membeli obat ke apotek. Apalagi apotek dengan sistem franchise. Tak terkecuali membeli obat dengan resep dokter sekalipun. Prinsip bisnis dalam penjualan obat sangat kentara, ini sudah sering aku survei secara kecil-kecilan. Coba aja tanya ke salah satu apotik (pilih apotek besar) apakah ada obat X, ketika dijawab tidak ada, biasanya CS (customer service) menawarkan obat lain yang diklaim lebih baik dan jelas lebih mahal harganya.

Cerita singkat pasienku berikut mungkin bisa menjadi pembanding,

Cerita I: seorang CS salah satu apotek waralaba terkenal. Dia cerita kalau obat-obat yang diberi oleh dokter di tempat dia bekerja tidak manjur dan mahal pula. Ini terjadi berulang kali ketika dia sakit. Aku sih ga tahu juga apa memang karena obatnya atau karena sugesti aja. Yang jelas ketika berobat ketempatku dia mengakui obatnya jauh lebih murah dan manjur.

Cerita II: seorang pasienku yang datang diberi salep Acyclovir, CS apotek mengatakan dia terkena herpes (ini akan aku bahas saja di lain jurnal, kayaknya penting banget…). Setelah aku periksa ternyata itu bukan herpes, maka tentu saja salep itu tidak berefek.

Cerita III: seorang pasien kakek-kakek beli obat batuk, diberi obat batuk merek terkenal dengan kandungan antitusif/penghenti batuk. Padahal si kakek batuk berdahak. Bisa dibayangkan apa yang terjadi. Si kakek malah sesak napas karena dahaknya tidak bisa keluar. Terlebih lagi si kakek ternyata sebelumnya sudah mengkonsumsi obat batuk juga yang ternyata isinya sama-sama antitusif, jadilah dia overdosis. Menurutku ini juga kesalahan si petugas apotek saat konsumen membeli obat, tidak diterangkan dengan baik untuk apa obat itu dan berapa dosisnya.

Pelajaran apa yang bisa diambil dari fragmen-fragmen singkat di atas?
Gini aja deh saranku:

  • Boleh saja langsung ke apotek, dengan syarat memang sebelumnnya sudah pernah mendapatkan resep obat yang sama, alias memang sudah ada rekomendasi dari dokter untuk meneruskan obat tersebut
  • Jangan sekali-kali mau menerima vonis diagnosis penyakit dari petugas apotek, mereka bukanlah penentu apa sakit kita
  • Jangan mau disuruh ganti obat kecuali setelah berkonsultasi dengan dokter atau apoteker yang dapat dipercaya
  • Baca baik-baik aturan pakai obat, kalau tidak mengerti tanyakan dokter atau apoteker
  • Efek obat tidak bisa dipukul rata untuk semua orang. Obat tertentu cocok buat seseorang tapi belum tentu cocok untuk orang lain. Kadang faktor sugesti juga berpengaruh besar. Ini aku alami sendiri ketika menangani pasien sesak napas. Si ibu udah hapal dengan obat yang biasa dia pakai ketika sesak. Dan saat itu dia juga mendikteku untuk memberinya obat tersebut, tapi aku kira dia saat itu cuma histeria (sakit secara psikis). Jadi aku beri aja vitamin B, dan sembuh.

Gambar dari sini