“Wah, bayi swasta nih, ya… ooo, moga besok anak kedua ya…” (maksudnya: klo udah anak kedua aku sudah kerja di instansi negeri), celetuk seorang bidan puskesmas yang menerima anakku untuk diimunisasi. Itu setelah aku bilang, aku kerjanya di RS swasta. Sebuah “guyonan” yang menjengkelkan!! Tapi kupikir untuk apa melayani hal “kecil” itu, biarin aja…
Istriku aja ga lebih kurang lagi jengkelnya dari aku. “Wah, anak swasta nih ye…” diulanginya kata tersebut ke Ifa, anak kami.
Ga begitu ngerti aku, apa sih maksud si bidan ngomong begitu. Apa ini karena pas musim CPNS? 🙂 sehingga bidannya punya kesan tersendiri terhadap PNS? entahlah…
Klo yang aku pikirkan sih, mungkin bidan itu mengira swasta itu ga elit, ga dapat tunjangan kesehatan anak, sehingga sampai imunisasi anak aja ke puskesmas, padahal kan di mana-mana yang namanya imunisasi dasar itu gratis. Bahkan klo mau sih tinggal aku suntik sendiri aja si Ifa (seperti yang aku lakukan waktu imunisasi HiB pertama). Sama istri sudah dijelaskan pengennya imunisasi di tempat yang dekat aja dari rumah.
Klo perkiraanku benar, bidan itu salah besar. Justru kerja di swasta itu jauh lebih enak, kerja lebih semangat, gaji jelas lebih besar, tunjangan kesehatan keluarga dan hari tua? alhamdulillah di tempatku bekerja menjamin itu semua.
Istriku nanggapi juga: “Ya, memang gitu pendapat masyarakat awam…”
Ah, udahlah…malas membahas lebih lanjut. Yang penting akunya memang dari dulu ga berminat jadi “antek” pemerintah kok… 🙂

Ya, minimal aku suruh tes 


Ah, apa lagi yah, ya nanti aja kalo sedang terpikir dan sakaw-nya kambuh lagi…


. Ya, yang punya ide atau berinisiatif menanyakan “mau makan apa” itu..ya biasanya istriku sih….
masih trauma nih…)


sedang dia tentu saja memesan bakso…







Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.