WidodoWirawan.Com

Jogja Undercover versiku, bagian II: Apakah harus EGP?

54 Komentar


Kasus freesex di kalangan oknum mahasiswa/mahasiswi memang tidak diragukan lagi kebenarannya. Mudah saja aku menemukan kasus ini di tempat praktikku. Kemarin baru saja nemu kasus lagi, mahasiswa yang mengeluh BAK (buang air kecil alias pipis)-nya sakit, terasa panas, dan keluar lendir putih.

Aku sih ga sempat lihat medical history (catatan medis) si mahasiswa ini secara masih banyak antrian pasien. So, aku beri aja rujukan ke laboratorium buat periksa air seninya. Kunjungan berikutnya ternyata si mahasiswa diterima rekan sejawatku, aku baca status periksanya…eh, ternyata ada riwayat sexual contact dengan pacarnya. Na’udzubillah mindzalik.

Menurutku, si mahasiswa tersebut berbohong. Simpelnya begini (berdasarkan pengalaman belajar selama ini sih…), kalau orang hanya setia dengan satu partner/mitra seks sangat kecil kemungkinan dia mendapatkan berbagai penyakit kelamin yang menjijikkan tersebut, apalagi ini ternyata kasusnya berulang, alias si mahasiswa bolak-balik ke tempat praktikku karena kasus yang mirip. Atau mungkin pacarnya banyak kaleee ya…What a fool guy!

Terus aku ngobrol dengan rekan sejawat lain tentang kasus ini. “EGP lah (masa bodoh ah),…” gitu komentar beliau. Ya, aku paham, mungkin rekanku ini udah “jeleh” alias muak nemu kasus seperti ini. Mungkin juga dia sudah beri nasihat. Tapi kalau berulang terus siapa yang ga muak kan??

Cuma, kan aku kasihan juga, begitu bodohnya si mahasiswa ini, apa dia tidak sadar sedang gambling (berjudi) dengan virus mematikan, si HIV?! Apa dia ga tau masa inkubasi (masa tunas virus sampai terlihatnya gejala pertama) cukup lama bagi si penyebar maut?!ย  Sehingga bisa saja dia sudah terkena HIV?! Coba deh, ntar kalau aku ketemu si mahaiswa ini lagi, aku coba “takut-takutin” dikit Ya, minimal aku suruh tes HIV lah… atau disuruh nikah begitu…hehehe…ย 

——————————————-
Keterangan gambar:
Maaf, klo rada gimana githu, gambarnya…
Itu kasus AIDS dengan oral candidiasis (infeksi jamur di rongga mulut)

Sumber dari sini

Iklan

54 thoughts on “Jogja Undercover versiku, bagian II: Apakah harus EGP?

  1. walah….begonya lagi udah gituan ga pake pengaman lagi…wah nyebar-nyebaron penyakit donk…duuuh

  2. hmmmmm brarti hasil penelitian bebrapa thn yg lalu yg mengatakan sekian % mhs itu melakukan hub intim diluar nikah itu benara danya..;-) hiksss

    gitukokmasih banyak yg protes..:(

    *salam prihatin…

  3. tapi emang ga semua sih mbak…(saya salah satunya yang cukup tidak beruntung untuk bisa begituan…hahahahahaha)

  4. saya juga.;-)

    *yg wkt itu sok sibuk dengan lemburan maket dan segala printilannya..;-)

  5. “Emang gue pikirin”, pake intonasi yang satu bisa berarti tidak mau dipikirkan alias masa bodoh. Tetapi jika pakai intonasi yang lain, bisa berarti memang sedang/sudah dipikirkan. Hehehe, masalah intonasi hanya bisa didapat pada verbal, bukan pada tulisan.
    EGP yang ada di artikel atas itu bisa ada karena merasa capek/lelah memberikan nasihat atau memikirkannya. Memang banyak orang “bebal”, tapi mereka tetap butuh masukan secara terus menerus.
    Mudah2an bisa ditemukan kondisi sehingga bisa memberikan nasihat tanpa atau sedikit saja ada rasa lelah.

  6. mas dokter..kita berkewajiban mencegah (kalau mampu) yang demikian, tapi jika tidak kuasa, dengan nasehat pun bisa…mudah2an tidak banyak yang bersikap egp terhadap suatu kemungkaran……..

  7. kita orang2 yang tidak beruntung karena ga ngalamin di masa-masa heboh itu ya mbak…halaah hahahahahahahahaha

  8. whuaaaa

    *baru tau klo ada gambarnya

  9. Mas Dokter, itu gambar apa sih?
    ::kokkayaknyamengerikan::

  10. ๐Ÿ˜ฆ nah kasian yg ga tau kan

  11. itu gambar apa yah..? takut liatnya…

  12. Mungkin disinilah peran dokter sebagai “malaikat penolong” bisa memberikan “second opinion” perihal perilaku yang menyimpang tersebut…….

    IMHO. Memang membutuhkan waktu, emosi dan tenaga. Namun ini akan memberikan imbalan yang setimpal bagi anak cucu kita nanti….

  13. ๐Ÿ˜€ hahaha…nyesel nih mas?

  14. Yang di artikel atas itu gambar mulut ya oom dokter? Emangnya oom ini dokter gigi? Atau dokter umum bisa juga periksa mulut / gigi ya? Koq giginya pada ga ada? Mulutnya oom tuh ya?

  15. untung waktu masih kuliah nggak ikutan rusak kaya gitu……

  16. fee sex dan penyakit kelamin (termasuk hiv), ibarat dua sisi mata uang.

  17. balik ke orngnya lagi siy mas, gambarnya serem mas..

  18. Iya Do, takut-takuin aja tu anak, emang harus dikasih pengertian. Jangan bosen-bosen ya.

  19. nyesel juga sih mas hahahahaha..
    sayangnya saya ga laku hahahahahaha…sediih seh wakakakakaka

  20. modernisasi salah kaprah…:((

  21. Fenomena yang menyedihkan dikalangan anak muda

  22. duhh.. jogja….
    dl aja pas aku kerja di warnet juga banyak user yg indehoi di bilik warnet ๐Ÿ˜€

  23. Mas, itu gambar apa to, aku kok nggak mudeng.

  24. aku juga berharap bisa begitu mas ๐Ÿ™‚

  25. waduh do..syerem…kasih info dong mahasiswinya..jangan ikutan EGP ya…

  26. iya, Pak. harusnya begitu ya…

  27. udah ada keterangan di bawah tulisannya… ๐Ÿ™‚

  28. seharusnya begitu, mas. tapi banyak juga kan yang pasang muka badak dan kuping kuali…maksudnya pasiennya…

  29. sekarang juga engga kan mas? ๐Ÿ™‚

  30. tapi belum tentu yang kena sakit kelamin, menganut freesex loh…

  31. mungkin orangnya juga EGP ya…kan ada dokter yang ngobati sakit dia, jadi dia pikir aman-aman aja gitu…

  32. sayangnya, pas pasien yang begituan datang pas aku praktek, eh malah akunya yang ga teliti ๐Ÿ˜ฆ

  33. coba kalau masih banyak anak muda yang peka dengan hal ini ya…

  34. itu jenis kos-kosan ya? indekost?? ๐Ÿ™‚ malah pas diluar kota kemarin, aku dan istri nemu ceceran sp***a di lantai warnet dan keyboard, hiii…edan benar…

  35. udah ada keterangan di bawah artikelnya Pak… ๐Ÿ™‚

  36. boleh, sama pasangan resmi ๐Ÿ™‚

  37. ok deh mba, pas klo aku “nyadar” yah, hehehe..sering ga nyadar sih klo periksa…

  38. yang putih2 itu infeksinya yah mas? jadi oral seks sebenernya secara medis emang ga boleh ya?

  39. iya, infeksi sekunder berupa jamur

    oral seks sebaiknya memang tidak dilakukan karena susah dijaga higienitasnya….

  40. infeksi sekunder? berarti ada primernya mas?

  41. primernya ya HIV itu, nah infeksi sekunder atau sering disebut infeksi oportunistik (bukan hanya manusia saja yang oportunis, hehehe…) muncul karena daya tahan tubuh yang sudah keropos. Jadi penyebab meninggalnya ODHA-Orang Dengan HIV-AIDS bukan HIV-nya sendiri tapi karena infeksi sekunder seperti TBC Paru, Toksoplasma, tumor ganas Sarkoma Kaposi (http://id.wikipedia.org/wiki/Sarkoma_Kaposi), hepatitis B dan C, bahkan bisa oleh penyakit remeh seperti diare/disentri kronis…

  42. waduh serem, semua penyakit bisa jadi ganas karena antibodi kita dilemahkan virus to mas

  43. jadi yang diperlukan….
    stop all seks before merit
    atau penyuluhan dan pemberian pembelajaran tentang seks yang sehat?
    ini nanya beneran loh dok ๐Ÿ™‚

  44. aih………liat gambarnya
    jadi berasa gimanaa gituuuuuuu

    realita realita…….
    ๐Ÿ˜ฆ

  45. ck ck ck… duh punya anak cewe dua……. semoga bisa jagain mereka sampai mereka nikah dan tidak terjadi apa2….. amin…

  46. klo mau menyudahi semua permasalahan ya stop semua kegiatan seks yang liar…

    tapi kan orang punya level kan, ga bisa klo sama pelacur dibilang begitu, harus bertahap, harus disuluh pake kondom, bahkan ada negara yang mempidanakan klo ada yang menolak pake kondom

    Namun di negara kita ini yang parah, serba liberal, kampanye sering salah sasaran. Klo mahasiswa yang melakukan beginian harusnya diberikan penyuluhan, klo masih ya diskorsing…

  47. bisa gambar ini menakutkan bagi yang melakukan perbuatan terlarang tersebut? entahlah…mesti ada penelitian nih….

  48. sama mba Intan, saya juga 2, cewek… ๐Ÿ™‚ semoga bisa…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s