Diposkan pada tak terkategorisasi

Luar biasa: kepemimpinan ala mbah Maridjan (Metro TV)


Diposkan pada kontemplasi, pernik, salahkaprah

Bencana Alam: Cobaan atau Perbuatan Tangan Kita Sendiri?


Rating: ★★★★★
Category: Other

Sedang mencari jawaban yang lebih mendekati, ketemu artikel berikut. Sampai saat ini aku cukup puas dengan penjelasan “mengapa Allah mengatakan bahwa segala musibah adalah akibat dari ulah kita sendiri”. Walau pun beberapa kalimat masih bisa diperdebatkan. Wallahu a’lamu.
—————————————————————————————————————-

Berbagai bencana/musibah/bahaya menerpa Indonesia. Mulai dari tsunami, banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, hingga perang antar suku atau tawuran antar anak sekolah/preman/penduduk.

Meski 80% rakyat Indonesia Muslim, namun banyak kemungkaran terjadi. Korupsi merajalela. Begitu pula pornografi. Dekat kedatangan bintang porno Miyabi, terjadi gempa Padang. Dekat kedatangan bintang porno Tera Patrick, terjadi letusan gunung Merapi dan Tsunami di kepulauan Mentawai. Minuman keras dan narkoba merajalela. Begitu pula dengan tawuran antar pelajar/penduduk. Aliran sesat bermunculan. Selain Ahmadiyah dan Liberal yang tak kunjung selesai, banyak pula orang yang mengaku sebagai Nabi dari Tukang Cukur hingga Mantan Pelatih Badminton. Kejahatan seperti penculikan anak dan pembunuhan merajalela. Dengan banyaknya kemaksiatan di depan kita yang nyaris berjalan tanpa pencegahan dari kita, bagaimana mungkin Allah bisa ridho kepada kita?

Umumnya orang di Indonesia menganggap itu sekedar ujian dari Allah sebagaimana ayat di bawah:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” [Al Baqarah 155-156]

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Ath Thagaabun 11]

Kita harus menerima cobaan itu dengan sabar dan mengucapkan kalimat istirja’ bahwa kita semua akan kembali kepada Allah. Insya Allah korban yang semasa hidupnya rajin beribadah kepada Allah, Saleh, dan sabar akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagai contoh Mbah Maridjan yang tewas karena awan panas gunung Merapi, dikabarkan masih shalat dan tewas dalam keadaan sujud. Insya Allah beliau meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah.

Meski demikian, dari berbagai ayat-ayat Allah di bawah, Allah menyatakan bahwa segala bencana/musibah/bahaya yang menimpa kita itu adalah karena perbuatan tangan kita sendiri. Mungkin ini menyakitkan bagi kita terutama yang terkena bencana. Tapi coba kita kaji firman Allah/ayat-ayat berikut:

“Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya” [Al Anfaal 51]

“Azab yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.” [Ali ‘Imran 182]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy Syuura 30]

Ayat-ayat di atas cukup jelas. Bahwa segala musibah/bencana yang menimpa kita tak lepas dari perbuatan kita sendiri. Sebagai contoh, banjir Jakarta. Kita bisa saja menganggap itu cobaan dari Allah dan berhenti berpikir sampai di situ. Tapi jika kita tak mau belajar, bencana banjir akan terus berulang. Banjir di Jakarta tak lepas dari ulah manusia. Berbagai rawa yang merupakan tempat lari dan meresapnya genangan air hujan atau dari hulu seperti Rawa Badak, Rawa Mangun, Rawa Sari, dan sebagainya dirubah manusia jadi bangunan dan jalan. Bagi yang biasa melewati jalan Tol Sediyatmo Cengkareng tahun 1980-an tentu masih melihat banyak hamparan rawa yang luas di kiri kanan jalan sepanjang puluhan kilometer. Namun sekarang 95% sudah berubah jadi pabrik, perumahan, dan jalan. Jadi begitu hujan beberapa jam saja, Jakarta langsung tergenang banjir karena air tidak bisa meresap ke tanah atau terbuang ke rawa.
Tak jarang orang membangun rumah-rumah di pinggir kali. Bahkan ada pula yang menguruk kali untuk dijadikan rumah sehingga sebagai contoh Kali Ciliwung yang dulu lebarnya sekitar 65 meter lebih bisa susut tinggal 10 meter saja! Bahkan kurang. Sampah-sampah yang dibuang ke Kali Ciliwung mengakibatkan Kali yang dulunya dalam menjadi dangkal sehingga bisa terlihat dasar sungainya di musim kemarau. Hal ini mengakibatkan volume air hujan yang seharusnya muat ditampung Kali Ciliwung jadi tidak muat dan luber membanjiri perumahan warga. Tak jarang petugas penyapu jalanan membuang sampah hasil sapuannya ke dalam gorong-gorong saluran air yang ada di pinggir jalan. Akibatnya begitu banjir, saluran tersumbat dan timbul genangan air banjir.

Mungkin tidak semua begitu. Tapi karena perbuatan segelintir orang, semua bisa terkena banjir. Allah memperingatkan kita akan adanya siksa/bencana yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja. Tapi juga bisa menimpa orang-orang yang beriman:

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfaal 25]

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu, hingga masyarakat umum melihat kemunkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian, maka Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu.” [HR. Ahmad dan Ath-Thabrani, dalam Al-Awsath].

Diriwayatkan, ada shahabat yang bertanya:

“Wahai Rasulullah apakah kami akan binasa, sedang di tengah kami ada orang-orang saleh?’ Nabi menjawab, ‘Ya, jika keburukan telah meluas.” [HR. Muslim].

Coba kita lihat Indonesia. Meski 80% rakyat Indonesia Muslim, namun banyak kemungkaran terjadi. Korupsi merajalela. Begitu pula pornografi. Dekat kedatangan bintang porno Miyabi, terjadi gempa Padang. Dekat kedatangan bintang porno Tera Patrick, terjadi letusan gunung Merapi dan Tsunami di kepulauan Mentawai. Minuman keras dan narkoba merajalela. Begitu pula dengan tawuran antar pelajar/penduduk. Dengan banyaknya kemaksiatan di depan kita yang nyaris berjalan tanpa pencegahan dari kita, bagaimana mungkin Allah bisa ridho kepada kita?

Belum lagi dengan ketidak-adilan hukum. Para koruptor trilyunan proses hukumnya begitu panjang dan bisa bebas. Sementara pencuri buah semangka, 2 buah pisang, atau pun 3 biji kopi hukumannya begitu cepat. Ada pula ulama yang ditangkap dengan tuduhan/stigma teroris. Padahal belum tentu dia teroris. Jika orang awam yang dizalimi saja doanya akan dikabulkan Allah tanpa tabir, apalagi jika ulama/ahli zikir yang dizalimi.

Para ahli mungkin berpendapat tsunami terjadi karena pergeseran lempeng bumi atau Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Para ahli paling berhenti pada makhluk/ciptaan Allah. Pikiran mereka tidak sampai kepada penciptanya: Allah.

Bukankah Allah yang menciptakan lempeng bumi dan juga gunung berapi? Bukankah lempeng dan gunung berapi itu sejak dulu ada? Kenapa tidak meledak dari dulu, tahun kemarin, atau tahun sebelumnya?
Hendaknya kita sebagai orang yang beriman dan berpikir menganggap segala bencana yang terjadi merupakan teguran bagi kita untuk memperbaiki diri.
Bagi yang merasa beriman, jangan tersinggung. Sebab Nabi Nuh saja serta segelintir pengikutnya yang beriman, tetap kampung halamannya ditimpa azab oleh Allah karena mayoritas penduduknya durhaka terhadap Allah. Begitu pula dengan Nabi Luth dan pengikutnya saat mayoritas kaumnya durhaka.

Namun ada pelajaran di situ. Untuk menghadapi banjir, Nabi Nuh membangun perahu besar bersama pengikutnya. Saat banjir melanda, mereka naik perahu dan selamat. Cuma orang yang tak mau naik perahu yang celaka. Bisakah kita mengambil pelajaran dari sini? Adakah daerah yang saban 5-10 tahun kebanjiran menyediakan 1-2 perahu karet sehingga warganya bisa menyelamatkan diri dari banjir.

Ada pun Nabi Luth, saat akan terjadi bencana bersama pengikutnya melarikan diri dari kampung halamannya sehingga mereka selamat. Hanya orang yang tinggal saja yang kena azab berupa batu yang jatuh dari langit.

Nah 3 hari sebelum Gunung Merapi meletus, kera-kera sudah turun gunung. Esok harinya rusa-rusa menyusul. Jadi Allah sebetulnya sudah memperingatkan para penghuni gunung Merapi agar segera mengungsi sehingga mereka bisa selamat. Sebetulnya Allah member Gunung api yang sewaktu-waktu bisa meletus agar manusia tidak menjadikan gunung tersebut sebagai perumahan/jalan. Jika gunung tersebut akhirnya padat oleh perumahan seperti Jakarta, maka air hujan tidak bisa menyerap di situ. Akibatnya mata air dan sungai-sungai akan kering sehingga warga Yogyakarta, Magelang, Klaten, Boyolali dan tempat lain yang dekat gunung Merapi akan kesulitan air tawar yang bersih.

Sebagai contoh mata air Umbul Wadon (di dasar Kali Kuning), yang menjadi andalan warga lereng Gunung Merapi dan Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Wilayah Gunung Merapi merupakan sumber bagi tiga DAS (daerah aliran sungai), yakni DAS Progo di bagian barat; DAS Opak di bagian selatan dan DAS Bengawan Solo di sebelah timur. Keseluruhan, terdapat sekitar 27 sungai di seputar Gunung Merapi yang mengalir ke tiga DAS tersebut (Wikipedia). Belum lagi ekosistem lainnya seperti hutan serta binatang-binatang yang ada di sana.

Begitu pula dengan gunung-gunung lainnya. Allah meminta kita agar tidak merusak:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” [Al A’raaf 56]

“…janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” [Al A’raaf 85]

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” [Al Baqarah 11]

“…Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” [Al Baqarah 60]

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan” [Al Baqarah 205]

Jadi jika kita merusak alam atau sengaja tinggal di tempat yang berbahaya misalnya rawan banjir, rawan longsor, rawan tsunami, rawan letusan gunung berapi seandainya terjadi bencana, siapakah yang salah?

“Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.” [Ar Ruum 36]

Di antara kesalahan itu adalah korupsi yang merajalela. Sehingga Indonesia yang merupakan Negara yang kaya penuh dengan minyak, gas, emas, perak, tembaga, tanah yang subur, laut yang luas dan penuh ikan, akhirnya justru tidak memiliki kekayaan itu karena para pejabat yang korup menyerahkannya kepada pihak asing yang mayoritas non Muslim. Akhirnya mayoritas rakyat Indonesia miskin sehingga mereka tidak bisa membangun rumah yang bebas banjir atau tahan gempa.

Jika seluruh rakyat Indonesia mencoba menghentikan korupsi sehingga rakyat Indonesia makmur dan bisa membangun rumah yang kuat di tempat yang aman, niscaya meski ada bencana, mayoritas rakyat Indonesia tetap selamat. Sebagai contoh Jepang yang negerinya jauh lebih rawan gempa, namun karena penduduknya makmur dan mampu membuat bangunan tahan gempa, dalam 20 tahun terakhir ini korban jiwa akibat gempa justru lebih sedikit daripada di Indonesia.

Oleh karena itu kita harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar seperti melawan korupsi, pornografi, dan kejahatan lainnya. Dan hendaknya kita berdoa agar lepas dari hukuman Allah:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah 286]

Cobaan bukan Cuma bencana alam, tapi juga perang antar pelajar, preman, dan penduduk. Tawuran antar pelajar kerap kita saksikan di mana banyak yang berakhir dengan korban jiwa. Begitu pula perang antar preman/mafia dengan pedang dan pistol. Belum lagi konflik Ambon, Poso, Sampit, dan sebagainya:
“Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).” [Al An’aam 65]

Banyaknya bencana dan cobaan yang berulang-kali terjadi, sebagai contoh dalam minggu yang bersamaan saja ada di Minggu Terakhir Oktober 2010 ini selain Gunung Merapi yang meletus, Tsunami di Mentawai juga terjadi. Hendaknya kita (terutama penulis) bertobat dan mengambil pelajaran:

“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [At Taubah 126]

Nabi Nuh dan Nabi Luth kampungnya dimusnahkan Allah karena meski ada Nabi, namun mayoritas rakyatnya maksiat kepada Allah. Di Indonesia korupsi, perzinahan, pornografi, aliran sesat merajalela. Bahkan banyak yang mengaku sebagai Nabi.

Bagaimana Allah ridho?

(salinan ini sudah diedit sebagian untuk menghindarkan SARA)

Sumber:
http://syiarislam.wordpress.com/2010/10/29/korupsi-dan-kemaksiatan-merajalela-bencana-alam-cobaan-atau-perbuatan-tangan-kita-sendiri/

Diposkan pada livinginjogja, pernik

Mengungsi ke Jakarta dan hadiah dari Merapi


Kamis sore aku berangkat “mengungsi” ke Jakarta, acara rutin melihat istri dan anak kedua di sana. Eh, sampai di Jakarta ternyata Merapi mengamuk lagi, beritanya aku ketahui dari TV. Jadinya pas nyampe ke Jogja subuh tadi, terlihat pemandangan kota Jogja dan Sleman Utara yang sangat kontras. Sampai rumah, bukannya mandi dulu, tapi memandikan rumah yang sudah terlebih dahulu bermandikan “salju” vulkanik 🙂

Diposkan pada tak terkategorisasi

Akhirnya Merapi meletus…semoga cepat berlalu bencananya….


Diposkan pada dokter, penyakit

Percobaan bunuh diri setengah hati


Ini menyambung dari QN-ku di http://subhanallahu.multiply.com/notes/item/56

Tentang percobaan bunuh diri setengah hati seorang perempuan muda, tadi malam jam 12 aku ikut nyelonong ke kamar operasi untuk melihat langsung dan pengen tahu cara melakukan repair terhadap tendon (jaringan elastis penghubung otot dan tulang untuk menghasilkan pergerakan) yang putus.

Jadi kalau tendon tersebut cedera atau bahkan putus akan terjadi gangguan gerak sampai lumpuh.

Kebetulan pada kasus percobaan bunuh diri ini yang putus cuma satu tendon, yaitu yang menghubungkan otot lengan bawah bagian dalam dengan struktur tulang di pergelangan tangan untuk pergerakan fleksi/menekuk. Sementara fungsi pergerakan semua jari masih normal karena tidak ada tendon dan persarafan yang cedera.

Karena tendon bersifat hampir avaskuler (miskin bahkan tidak ada pembuluh darah), maka penyembuhan akan sangat lama, minimal 1 bulan, dan selama itu persendian yang mengalami cedera harus diistirahatkan.

Mudah-mudahan pasien itu bertaubat setelah kasus percobaan yang paling parah ini, karena dari bekas-bekas luka sebelumnya tidak menunjukkan tingkat fatalitas yang tinggi, cuma tersayat permukaan kulit saja.

Diposkan pada kesehatan, penyakit, salahkaprah, selingkuh

KHUSUS DEWASA: Seks liar itu nikmat, taaapiii…


Tadi sore ada telpon dari seorang teman akrab waktu sekolah dulu. Nama, umur dan identitas lain seperti daerah dan asal sekolah aku rahasiakan.

Dia minta waktu untuk ngobrol lama, ya, udah aku bilang OK, walau banyak antrian pasien. Lalu aku minta waktu ke petugas front office.

Dia mengatakan mau mengkonsultasikan temannya kepada aku. Katanya temannya itu, seorang pria, menghamili seorang janda kembang, yang sudah mempunyai tunangan.

Langsung aja aku balas: “bukan kamu yang menghamili?” *dengan nada bercanda
Spontan dijawab: “ya, enggalah Do!”
“OK, dilanjut…”, kataku.
“Jadi gimana ceritanya?” lanjutku.

“Iya, Do, temanku itu kan ceweknya beberapa hari yang lalu keguguran, perdarahan gitu…”
“Terus…”
“Nah, dia nanya, bahaya ga tuh, karena takut ceweknya itu kesakitan perutnya…? trus dia nanya harus periksa apa aja dan apa obatnya?”
“Hamilnya sudah berapa bulan?”
“Ga, tahu…”
“Menstruasi terakhir kapan…?”

“Mmm…Do, dokter itu wajib menjaga rahasia pasien ya…?”
“O, iya, jelas”, kataku.
“Trus tadi kok bisa kamu nuduh aku yang melakukan…?”
“Aku ga nuduh, karena aku tahu kamu yang melakukan kan? ayo ngaku aja… (ekspresiku cengengesan sambil ngakak)

“Hehe, OK-lah Do, memang aku…”
“OK, ga pa pa, dilanjut…”
“Tapi kamu jaga rahasia ya? kamu bisa kan ini hubungan aku sebagai pasien dan kamu sebagai dokter..?”
“OK…OK, ga pa pa, jangan khawatir, aku udah pengalaman, banyak kok yang kayak kamu…, OK lanjut aja…” (dalam hatiku tertawa….)
“Sebenarnya dia udah punya tunangan, Do, cuma dia dan aku sama-sama senang aja…, awalnya sih bisa jaga, tapi-lama-lama ya, gitu…keenakan. Awalnya aku tembak di luar. Selanjutnya aku coba tembak di dalam, kok ya keterusan….Kata dia ga apa-apa, mungkin dia pengalaman kali ya Do, dia setelah berhubungan loncat-loncat, katanya biar spermanya langsung keluar dan ga sempat masuk…, dari awal aku ga pernah pake pengaman. Tapi aku heran aja, kok sampai berkali-kali dia ga hamil ya..jadi aku khawatir jangan-jangan aku yang mandul, atau dia yang mandul…”

OK, jadi mens terakhirnya kapan…?”
“Ya, sekitar 3 minggu yang lalu…, trus aku kan takut dia kenapa-kenapa, ya, aku tahu itu dosalah, takut aku takut kenapa-kenapa, jadi aku harus gimana Do…?”
“Ya, yang jelas harus periksa dulu ke dokter kandungan, nanti dipastikan apa benar sudah keguguran apa belum…”

Terus dia tanya mengenai biaya. Aku jelaskan saja secara diplomatis dan perkiraan kemungkinan pemeriksaan sampai kemungkinan tindakan, obat, dan kisaran biayanya.

“Emang sudah berapa lama dan berapa kali kamu begitu?”, aku mulai iseng dan pengen tahu, hehe.
“Benar Do, seumur hidup aku, ini baru yang pertama kali (*sepertinya yang ini aku percaya dia jujur, hehe…). Aku begitu sama cewek itu bulan Mei kemarin, sebanyak 3 kali, terus bulan Juni ada 20 kali lah…, dan bulan seterusnya 3-4 hari sekali…” (*untung ga 3-4 kali sehari, hehe…kayak minum obat aja…). Nah, pas bulan puasa kemarin seringlah, nah, setelah lebaran, dia bilang dia ga mens, dan ada perubahan yang dia rasakan dalam dirinya, ya seperti orang hamil gitulah….”

“Di mana kamu begituan sama dia?
“Di rumahku…”

“Wah, kalau kamu udah sampai hamilin dia, harusnya kamu tanggung jawab dong…”, celetukku.
“(Kedengaran emosi nadanya) aku tanggung jawab Do, tapi kalau untuk nikahi dia kayaknya ga mungkin, dia kan udah punya tunangan, bentuk tanggung jawabku ya itu menanggung biaya periksa dan obat untuk dia itu! Lagipula sebenarnya awalnya dia ga bilang, itu aja aku paksa ngomong baru mau ngaku, kalau dia hamil…”

“OK, ya, segera aja kamu periksa, selesaikan secepatnya, setelah itu kamu cari cewek lain aja (*maksudku bukan untuk digitu’in lagi, hehe…), lain kali hati-hati kalau berbuat, semuanya ada akibatnya. Kamu pernah ga kepikiran kalau cewekmu itu ga jujur? apa ga mungkin dia sama tunangan juga begituan?”

“Jujur, Do, dia bilang dulu sebelum berhubungan sama aku, pernah sekali sama tunangannya, tapi cuma sekali itu kata dia…”
“Mmm, aku ga percaya sama cewekmu itu…”
“Kamu ga percaya?”
“Iya, aku dah sangat berpengalaman dengan yang beginian, banyak pasienku dulu yang akhirnya ngaku juga bahwa sebenarnya dia ga jujur atau bahkan sebenarnya dia tidak kenal siapa atau tahu persis pasangannya. Sulit percaya pada orang yang suka ngobral begitu…jangan-jangan sebenarnya dia hamil juga bukan berasal dari punyamu…”
“Gitu, ya…”
“Iya, pokoknya kamu harus hati-hati dan segera menjauh, kamu ga tahu kan klo dia ternyata berpenyakit, kasihan kamunya, ga sekarang penyakit itu akan mengenai kamu, bisa saja setahun atau beberapa tahun kemudian, atau bisa juga dalam beberapa bulan ke depan ini…”
“Ga langsung ketahuan ya, Do…?” (mulai keder kedengaran suaranya…)
“Iya, contohnya HIV, kamu mau kena penyakit itu, padahal pembawanya biasanya ga menunjukkan sakit apa-apa, penyakit menular seksual lainnya juga begitu, pembawanya kelihatan sehat-sehat aja…”
“Ga ada obatnya kalo HIV, Do?”
“Iya, cuma nunggu mati aja, kamu mau? ya, mudah-mudahan kamu ga kena, aku cuma mengingatkan aja, coba 3 bulan lagi kamu tes deh misal untuk tes HIV dan penyakit menular lain siapa tahu kena…”

“Ya, Do…ya, pokoknya aku udah memutuskan segera menjauhi cewek itu dan ga begituan lagi”
“OK, eh, sorry nih, pasiennya udah menumpuk banget, ntar lagi deh kamu bisa telpon aku lagi kalau masih butuh info atau mau tanya-tanya, udah ya…”
“OK, Do…”

——-
Penting: beberapa kalimat di atas sarat dengan kesalahan persepsi dalam kesehatan reproduksi yang berakibat fatal, mohon diperhatikan dan silakan ditanya kalau ga paham… 🙂

Pic dari sini

Diposkan pada tak terkategorisasi

HIMBAUAN: jangan lagi ada yang tertipu dengan namanya kalung/gelang magnet dan bentuk produk penipuan lainnya…


Diposkan pada tak terkategorisasi

Lagu ciptaan anakku: "Bapak jauh, ibu jauh, aku sama mbahku…aku sama budeku…aku sama omku…"


Diposkan pada curhat, dokter, livinginjogja

Beruntunglah yang tidak mudik! :-)


Sebenarnya tahun ini aku berencana tetap “mudik”, tapi cuma ke kampung istri yang jaraknya 3 jam perjalanan berkendaraan, itu pun cuma 3 hari, dari lebaran kedua sampai hari Senin. Lebaran pertama aku masih ada jam dinas siang di RS. Meskipun aku salah satu pejabat (hehe…) di RS, ga enak aja klo mau libur seenaknya, karena aslinya juga aku udah banyak libur kok terutama kalau kunjungan rutin ke Jakarta menjenguk anak istri, selain itu dalam rangka monitoring kegiatan pelayanan, karena sering hari libur besar terjadi banyak masalah.

Nah, kapan mudik ke kampungku sendiri di Pekanbaru, Riau sana? wallalahu a’lam, entahlah… sudah 5 tahun aku ga pulang ke kampung halaman sendiri. Sebenarnya itu bukan rekor terlama aku ga pulang ke kampung halaman, semasa kuliah dulu 6 tahun aku ga pulang kampung. Sebenarnya bingung juga mendefinisikan kampung halaman, wong leluhurku keturunan Jogja juga, sehingga malam takbiran dan sholat Idul Fitri aku berencana di pantai Parangtritis/Parangkusumo (kangen berat dengan suasana ini…), ya, itung-itung mungkin itu alasan masih ada dinas di hari pertama lebaran, biar semua dibagi ratalah, mbah putri yang hidup sendiri bisa dikunjungi, mertua bisa dikunjungi. Nah, kapan giliran ortuku di sana? rencananya kami akan mengambil cuti bareng, mungkin dalam waktu 2-3 bulan ke depan, syukur-syukur kalau bisa tepat Idul Adha/lebaran kurban. Secara kami sekeluarga belum pernah bertemu ortuku di Pekanbaru, Riau, selama 5 tahun ini. Beruntung Mama-ku yang sempat menjenguk cucunya saat istri masih mukim di Bogor, itu pun karena “kecelakaan” 🙂

Profesiku sebagai dokter di RS sangat menyulitkan untuk mencari waktu libur yang pas. Sama saja kayak profesi lain yang benar-benar harus jadi tumbal saat liburan besar seperti polisi, perawat, bidan, dan berbagai profesi lain yang harus senantiasa siap walau pun itu waktu liburan bagi orang pada umumnya. Hahaha, kapan ya aku pensiun jadi dokter… :-b

Pic dari sini

Diposkan pada dokter, kesehatan

Apakah kamu ngorok waktu tidur? hati-hatilah…


Hayooo, siapa yang suka ngorok tidurnya, ngakulah…hehehe. Jujur saja, aku sekali-kali juga suka ngorok (mendengkur/snoring) kok, kadang juga ngelindur ga jelas :-b Itu kata istriku. Tapi sekali-sekali loh…

Nah, ini aku mau cerita. Ketika i’tikaf di masjid tadi malam, mendadak tidurku terbangun oleh “alarm” dengkuran yang amat keras. Ga tahu berapa desibel sih, yang jelas berisik bangetlah, harusnya kan bangun jam 3 sesuai kesepakatan dan sudah distel di alarm handset.

Ternyata seorang teman yang mendengkur sangat keras itu, wah udah deh aku ga bisa tidur, lalu aku sholat bentar, terus lihat itu orang yang masih mendengkur, kesal juga sebenarnya, enak-enak pake selimut hangat, keliatannya asyik banget ga peduli orang lain terganggu, hahaha… Sebenarnya bukan dia aja yang mendengkur, banyak yang lain tapi ga begitu keras. Nah teman yang satu ini ada keanehan, aku perhatikan sekitar 10-15 detik ga bernapas, atau kadang dadanya bergerak-gerak ketahan, tapi ga kelihatan keluar napasnya. Lalu tiba-tiba dia kesedak atau kebatuk dan megap-megap alias tersengal-sengal napasnya, lalu normal kembali, terus ngorok lagi, tertahan lagi napasnya 10-20 detikan, begitu seterusnya, dan sepertinya dia tidak menyadarinya. Lalu aku iseng nyiram beberapa tetes air kemasan gelas ke wajahnya, langsung gelagapan itu orang, ga tau sadar atau engga, yang jelas tidur lagi, hehehe….

Nah, setelah subuhan, aku datangi dia, dan menerangkan kalau dia punya tanda-tanda penyakit berbahaya yaitu SLEEP APNEA atau henti napas waktu tidur. Kita bahas saja jenis henti napas yang sering terjadi yaitu jenis sumbatan atau obstruktif jalan napas.

Cara menilai apakah kamu cenderung menderita henti napas waktu tidur (Modifikasi dari Snore Score punya American Sleep Apnea Association), jawablah pertanyaan berikut:

1. Kamu seorang yang keras suara ngoroknya dan/atau teratur ga ngoroknya?
2. Pernah ga kamu merasa terkesiap/terkejut atau berhenti bernapas waktu tidur?
3. Kamu bangun dengan rasa lelah atau mengantuk ga? atau bangun dengan sakit kepala ga?
4. Sering ga kamu merasa letoy atau loyo selain waktu tidur?
5. Kamu tertidur ga waktu lagi duduk, lagi baca, lagi nonton, atau lagi nyetir?
6. Sering ga kamu punya masalah dengan daya ingat atau konsentrasi?

Beberapa pertanyaan di atas bisa kamu ketahui dengan meminta observasi dari orang lain atau kamu rekam sendiri kegiatan tidurmu dengan kamera video 😀

Lebih OK lagi bila kamu tes di RS dengan menggunakan alat yang namanya Polisomnografi, nanti aktifitas tidurmu direkam oleh suatu alat yang terhubung dengan komputer.

Selanjutnya kamu bisa menyimpulkan dari menjawab pertanyaan di atas. Bila kamu memiliki satu atau lebih gejala-gejala ini maka kamu berisiko lebih tinggi untuk mengalami sumbatan napas waktu tidur. Bahasa kerennya OSA = Obstructive Sleep Apnea. Hati-hati juga bagi kamu yang kelebihan berat badan, memiliki leher yang besar (hehehe, Mike Tyson nih…), dan/atau memiliki tekanan darah tinggi, maka risiko terkena OSA akan meningkat lebih tinggi.

OK, itu dulu aja, aku lagi banyak pasien nih… panjang kalau semuanya dimuat di sini :-b Untuk singkatnya bila ada gejala tersebut di atas sebaiknya datangi dokter spesialis saraf, THT-KL, atau paru-paru. Lain-lainnya bisa ditanyakan di kolom komentar jurnal ini, aku jawab sebisanya deh, atau klo ga sabar ya baca sendiri ya direferensi berikut, hehe….

Pic dari sini

Referensi lanjut bisa di baca di Snore Score, di Sleep Apnea, di Wiki, di Sleep Apnea Index, dan di Gangguan Tidur Bisa Menyebabkan Kematian