kesehatan, kontemplasi, rokok, salahkaprah

Kampanye anjuran merokok



Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Silakan merokok sepuasnya yah…hehehe….

Enjoy aja!

Cuma tar, karbondioksida dan nikotin doang kok. 200 lebih zat berbahaya lainnya loe gak perlu tau, tapi rasain aja.

Masih banyak celah kok nyerah, tanya kenapa

Dengan modal 4000 zat kimia beracun dalam sebatang rokok, pakai semua cara buat membangun pabrik kimia pribadimu.

Nggak ada loe, nggak rame!

Tiap tahunnya sekitar 57.000 jiwa manusia berhasil rame-rame berhenti merokok di sini. Mau bergabung?

Sumber gambar:
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/f/b/PSA_lets_smoke1_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs16/f/2007/145/c/2/PSA_Lets_Smoke3_by_chocoplay.jpg
http://fc00.deviantart.net/fs18/f/2007/145/2/3/PSA_Lets_Smoke2_by_chocoplay.jpg

Iklan
asuransikesehatan, kontemplasi

Pesan Nabi Yusuf Terlupakan Oleh Kaum Muslimin


Rating: ★★★★★
Category: Other

Ah, bagus sekali ini tulisannya,ternyata memang mukjizat dan sekaligus bisa jadi dalil motivasi 🙂

———————————
Sura Yusuf (12) merupakan rujukan utama Kaum Muslimin untuk menabung dan berasuransi. Akan tetapi Sura Yusuf ini hanya tersosialisasi pada kaum Muslimin sebagai Sura yang dibacakan kepad Ibu Hamil supaya janinnya kelak ganteng seperti Nabi Yusuf. Namun makna yang terkandung dalam Sura Yusuf sesunggungnya banyak sekali, bukan hanya sebagai Sura yang dibacakan untuk Ibu Hamil. Dalam Sura Yusuf telah mencatat perdagangan orang, sifat diskriminasi orang tua terhadap anak, hakim yang adil, penguasa yang lalim, tabir mimpi, dan terpenting tentang menabung dan berasuransi.

Pada saat saya mengikuti training asuransi Pelatihnya bukan seorang muslim, namun ia secara cerdas dan sadar menjelaskan firman Allah dalam Sura Yusuf terutama ayat 47 dan 48. Ini mujizat Quran untuk Manusia (bukan hanya kaum Muslimin).

Sura Yusuf ayat 47, bunyinya “Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Ayat 48. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan.

Sungguh dahsyat ayat ini telah memberikan petunjuk yang pasti bahwa manusia tidak selamanya mapan, namun suatu waktu akan merasakan kesengsaraan. Hal ini dapat dianalogikan – saat sehat kita mengumpulkan semua harta, pada masa sulit merasakan jeri payah selama masa sehat.

Pertanyaannya sekarang mengapa Kaum Muslim tidak banyak menabung dan berasuransi? Jawaban sementara, belum banyak ustad yang diamanahi untuk mencerdaskan umatnya, secara sadar memperkenalkan ayat-ayat Al-Quran yang telah teruji. Selain itu…para ustad masih berkutat dengan masalah hilafiah. Yang seharusnya mereka memberikan pemahaman yang mumpuni kepada umatnya, justru mereka lebih banyak menakut-nakuti umatnya.

Masjid Corong Perbankan dan Asuransi

Sudah saatnya Masjid sebagai corong Perbankan dan Asuransi. Tidak henti-hentinya ustad Antonio Safei memperkenalkan mengenai Bank Syaria, namun upaya beliau belum banyak mendapat sokongan yang masif sampai ke daerah Perdesaan.

Ustad dan imam Masjid patut mengoreksi diri – apakah telah menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama dalam membangun umat? Jika belum, maka sudah saatnya untuk berubah. Selama ini Al-Quran terkenal bukan oleh Kaum Muslimin, justru oleh umat lain – lihat saja mereka yang sukses memperkenalkan Asuransi, Lebah, dan lain-lain mereka yang menjadikan Al-Quran sebagai rujukan utama, meskipun mereka tidak secara nyata menyatakan. Begitu juga, jika kita memperhatikan literatur tentang motivasi, maka sebagian besar rujukannya Al-Quran dan Al-Hadist. Itupun juga mereka tidak secara nyata menyebutkannya. Hanya mereka yang secara sadar telah menyelesaikan pembacaan Al-Quran dan Al-Hadist dapat menemukannya.

Mungkin masih segar dalam ingatan kita mengenai ”Kelapa Sawit” yang mengalami masa booming sekitar beberapa tahun yang lalu. Para petani dan pengusaha terus memperluas lahannya, namun mereka lupa menabung dan mengantisipasinya. Saat Kelapa Sawit mengalami penurunan, petani dan pengusaha kelagapan. Intinya, mereka lupa pesan dalam Sura Yusuf (12).

Begitu juga banyak kaum Muslim yang miskin tidak dapat menyekolahkan anaknya, karena mereka belum menjadikan Al-Quran sebagai pegangan hidup, selain mereka tidak punya Quran, juga tidak bisa baca. Ini semua menjadi tanggung jawab Masjid.

Pesan Allah kepada Nabi Muhammad untuk umat Manusia Baca…Baca…Baca… Bukan hanya baca huruf tetapi semua pesan yang ada di alam.

Ayo Menabung dan Berasuransi…
———————————

Sumber: http://ib-bloggercompetition.kompasiana.com/2010/11/18/pesan-nabi-yusuf-terlupakan-oleh-kaum-muslimin/

Gambar: http://pcinsureme.files.wordpress.com/2009/08/car-insurance-funny.jpg

kontemplasi

Benarkah Bahwa Gunung-gunung Sebenarnya Bergerak?


Rating: ★★★★★
Category: Other

Dalam sebuah ayat, kita diberitahu bahwa gunung-gunung tidaklah diam sebagaimana yang tampak, akan tetapi mereka terus-menerus bergerak.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88)

Gerakan gunung-gunung ini disebabkan oleh gerakan kerak bumi tempat mereka berada. Kerak bumi ini seperti mengapung di atas lapisan magma yang lebih rapat. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengemukakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu pada masa-masa awal bumi, namun kemudian bergeser ke arah yang berbeda-beda sehingga terpisah ketika mereka bergerak saling menjauhi.

Para ahli geologi memahami kebenaran pernyataan Wegener baru pada tahun 1980, yakni 50 tahun setelah kematiannya. Sebagaimana pernah dikemukakan oleh Wegener dalam sebuah tulisan yang terbit tahun 1915, sekitar 500 juta tahun lalu seluruh tanah daratan yang ada di permukaan bumi awalnya adalah satu kesatuan yang dinamakan Pangaea. Daratan ini terletak di kutub selatan.
Sekitar 180 juta tahun lalu, Pangaea terbelah menjadi dua bagian yang masing-masingnya bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu daratan atau benua raksasa ini adalah Gondwana, yang meliputi Afrika, Australia, Antartika dan India. Benua raksasa kedua adalah Laurasia, yang terdiri dari Eropa, Amerika Utara dan Asia, kecuali India. Selama 150 tahun setelah pemisahan ini, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi daratan-daratan yang lebih kecil.

Benua-benua yang terbentuk menyusul terbelahnya Pangaea telah bergerak pada permukaan Bumi secara terus-menerus sejauh beberapa sentimeter per tahun. Peristiwa ini juga menyebabkan perubahan perbandingan luas antara wilayah daratan dan lautan di Bumi. Pergerakan kerak Bumi ini diketemukan setelah penelitian geologi yang dilakukan di awal abad ke-20. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini sebagaimana berikut: Kerak dan bagian terluar dari magma, dengan ketebalan sekitar 100 km, terbagi atas lapisan-lapisan yang disebut lempengan. Terdapat enam lempengan utama, dan beberapa lempengan kecil.

Menurut teori yang disebut lempeng tektonik, lempengan-lempengan ini bergerak pada permukaan bumi, membawa benua dan dasar lautan bersamanya. Pergerakan benua telah diukur dan berkecepatan 1 hingga 5 cm per tahun. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, dan menghasilkan perubahan pada geografi bumi secara perlahan. Setiap tahun, misalnya, Samudera Atlantic menjadi sedikit lebih lebar. (Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 30)

Ada hal sangat penting yang perlu dikemukakan di sini: dalam ayat tersebut Allah telah menyebut tentang gerakan gunung sebagaimana mengapungnya perjalanan awan. (Kini, Ilmuwan modern juga menggunakan istilah “continental drift” atau “gerakan mengapung dari benua” untuk gerakan ini. (National Geographic Society, Powers of Nature, Washington D.C., 1978, s.12-13)
Tidak dipertanyakan lagi, adalah salah satu kejaiban Al Qur’an bahwa fakta ilmiah ini, yang baru-baru saja ditemukan oleh para ilmuwan, telah dinyatakan dalam Al Qur’an.

Sumber: http://penyejukhatiku.wordpress.com/2009/02/19/benarkah-bahwa-gunung-gunung-sebenarnya-bergerak/

Foto: http://news.yahoo.com/nphotos/Mount-Merapi-volcano-erupts/ss/events/sc/102510mountmerapi

kontemplasi, pernik, salahkaprah

Bencana Alam: Cobaan atau Perbuatan Tangan Kita Sendiri?


Rating: ★★★★★
Category: Other

Sedang mencari jawaban yang lebih mendekati, ketemu artikel berikut. Sampai saat ini aku cukup puas dengan penjelasan “mengapa Allah mengatakan bahwa segala musibah adalah akibat dari ulah kita sendiri”. Walau pun beberapa kalimat masih bisa diperdebatkan. Wallahu a’lamu.
—————————————————————————————————————-

Berbagai bencana/musibah/bahaya menerpa Indonesia. Mulai dari tsunami, banjir, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, hingga perang antar suku atau tawuran antar anak sekolah/preman/penduduk.

Meski 80% rakyat Indonesia Muslim, namun banyak kemungkaran terjadi. Korupsi merajalela. Begitu pula pornografi. Dekat kedatangan bintang porno Miyabi, terjadi gempa Padang. Dekat kedatangan bintang porno Tera Patrick, terjadi letusan gunung Merapi dan Tsunami di kepulauan Mentawai. Minuman keras dan narkoba merajalela. Begitu pula dengan tawuran antar pelajar/penduduk. Aliran sesat bermunculan. Selain Ahmadiyah dan Liberal yang tak kunjung selesai, banyak pula orang yang mengaku sebagai Nabi dari Tukang Cukur hingga Mantan Pelatih Badminton. Kejahatan seperti penculikan anak dan pembunuhan merajalela. Dengan banyaknya kemaksiatan di depan kita yang nyaris berjalan tanpa pencegahan dari kita, bagaimana mungkin Allah bisa ridho kepada kita?

Umumnya orang di Indonesia menganggap itu sekedar ujian dari Allah sebagaimana ayat di bawah:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” [Al Baqarah 155-156]

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Ath Thagaabun 11]

Kita harus menerima cobaan itu dengan sabar dan mengucapkan kalimat istirja’ bahwa kita semua akan kembali kepada Allah. Insya Allah korban yang semasa hidupnya rajin beribadah kepada Allah, Saleh, dan sabar akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Sebagai contoh Mbah Maridjan yang tewas karena awan panas gunung Merapi, dikabarkan masih shalat dan tewas dalam keadaan sujud. Insya Allah beliau meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah.

Meski demikian, dari berbagai ayat-ayat Allah di bawah, Allah menyatakan bahwa segala bencana/musibah/bahaya yang menimpa kita itu adalah karena perbuatan tangan kita sendiri. Mungkin ini menyakitkan bagi kita terutama yang terkena bencana. Tapi coba kita kaji firman Allah/ayat-ayat berikut:

“Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya” [Al Anfaal 51]

“Azab yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.” [Ali ‘Imran 182]

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy Syuura 30]

Ayat-ayat di atas cukup jelas. Bahwa segala musibah/bencana yang menimpa kita tak lepas dari perbuatan kita sendiri. Sebagai contoh, banjir Jakarta. Kita bisa saja menganggap itu cobaan dari Allah dan berhenti berpikir sampai di situ. Tapi jika kita tak mau belajar, bencana banjir akan terus berulang. Banjir di Jakarta tak lepas dari ulah manusia. Berbagai rawa yang merupakan tempat lari dan meresapnya genangan air hujan atau dari hulu seperti Rawa Badak, Rawa Mangun, Rawa Sari, dan sebagainya dirubah manusia jadi bangunan dan jalan. Bagi yang biasa melewati jalan Tol Sediyatmo Cengkareng tahun 1980-an tentu masih melihat banyak hamparan rawa yang luas di kiri kanan jalan sepanjang puluhan kilometer. Namun sekarang 95% sudah berubah jadi pabrik, perumahan, dan jalan. Jadi begitu hujan beberapa jam saja, Jakarta langsung tergenang banjir karena air tidak bisa meresap ke tanah atau terbuang ke rawa.
Tak jarang orang membangun rumah-rumah di pinggir kali. Bahkan ada pula yang menguruk kali untuk dijadikan rumah sehingga sebagai contoh Kali Ciliwung yang dulu lebarnya sekitar 65 meter lebih bisa susut tinggal 10 meter saja! Bahkan kurang. Sampah-sampah yang dibuang ke Kali Ciliwung mengakibatkan Kali yang dulunya dalam menjadi dangkal sehingga bisa terlihat dasar sungainya di musim kemarau. Hal ini mengakibatkan volume air hujan yang seharusnya muat ditampung Kali Ciliwung jadi tidak muat dan luber membanjiri perumahan warga. Tak jarang petugas penyapu jalanan membuang sampah hasil sapuannya ke dalam gorong-gorong saluran air yang ada di pinggir jalan. Akibatnya begitu banjir, saluran tersumbat dan timbul genangan air banjir.

Mungkin tidak semua begitu. Tapi karena perbuatan segelintir orang, semua bisa terkena banjir. Allah memperingatkan kita akan adanya siksa/bencana yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja. Tapi juga bisa menimpa orang-orang yang beriman:

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfaal 25]

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu, hingga masyarakat umum melihat kemunkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian, maka Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu.” [HR. Ahmad dan Ath-Thabrani, dalam Al-Awsath].

Diriwayatkan, ada shahabat yang bertanya:

“Wahai Rasulullah apakah kami akan binasa, sedang di tengah kami ada orang-orang saleh?’ Nabi menjawab, ‘Ya, jika keburukan telah meluas.” [HR. Muslim].

Coba kita lihat Indonesia. Meski 80% rakyat Indonesia Muslim, namun banyak kemungkaran terjadi. Korupsi merajalela. Begitu pula pornografi. Dekat kedatangan bintang porno Miyabi, terjadi gempa Padang. Dekat kedatangan bintang porno Tera Patrick, terjadi letusan gunung Merapi dan Tsunami di kepulauan Mentawai. Minuman keras dan narkoba merajalela. Begitu pula dengan tawuran antar pelajar/penduduk. Dengan banyaknya kemaksiatan di depan kita yang nyaris berjalan tanpa pencegahan dari kita, bagaimana mungkin Allah bisa ridho kepada kita?

Belum lagi dengan ketidak-adilan hukum. Para koruptor trilyunan proses hukumnya begitu panjang dan bisa bebas. Sementara pencuri buah semangka, 2 buah pisang, atau pun 3 biji kopi hukumannya begitu cepat. Ada pula ulama yang ditangkap dengan tuduhan/stigma teroris. Padahal belum tentu dia teroris. Jika orang awam yang dizalimi saja doanya akan dikabulkan Allah tanpa tabir, apalagi jika ulama/ahli zikir yang dizalimi.

Para ahli mungkin berpendapat tsunami terjadi karena pergeseran lempeng bumi atau Gunung api meletus akibat magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi atau karena gerakan lempeng bumi, tumpukan tekanan dan panas cairan magma. Letusannya membawa abu dan batu yang menyembur dengan keras, sedangkan lavanya bisa membanjiri daerah sekitarnya. Para ahli paling berhenti pada makhluk/ciptaan Allah. Pikiran mereka tidak sampai kepada penciptanya: Allah.

Bukankah Allah yang menciptakan lempeng bumi dan juga gunung berapi? Bukankah lempeng dan gunung berapi itu sejak dulu ada? Kenapa tidak meledak dari dulu, tahun kemarin, atau tahun sebelumnya?
Hendaknya kita sebagai orang yang beriman dan berpikir menganggap segala bencana yang terjadi merupakan teguran bagi kita untuk memperbaiki diri.
Bagi yang merasa beriman, jangan tersinggung. Sebab Nabi Nuh saja serta segelintir pengikutnya yang beriman, tetap kampung halamannya ditimpa azab oleh Allah karena mayoritas penduduknya durhaka terhadap Allah. Begitu pula dengan Nabi Luth dan pengikutnya saat mayoritas kaumnya durhaka.

Namun ada pelajaran di situ. Untuk menghadapi banjir, Nabi Nuh membangun perahu besar bersama pengikutnya. Saat banjir melanda, mereka naik perahu dan selamat. Cuma orang yang tak mau naik perahu yang celaka. Bisakah kita mengambil pelajaran dari sini? Adakah daerah yang saban 5-10 tahun kebanjiran menyediakan 1-2 perahu karet sehingga warganya bisa menyelamatkan diri dari banjir.

Ada pun Nabi Luth, saat akan terjadi bencana bersama pengikutnya melarikan diri dari kampung halamannya sehingga mereka selamat. Hanya orang yang tinggal saja yang kena azab berupa batu yang jatuh dari langit.

Nah 3 hari sebelum Gunung Merapi meletus, kera-kera sudah turun gunung. Esok harinya rusa-rusa menyusul. Jadi Allah sebetulnya sudah memperingatkan para penghuni gunung Merapi agar segera mengungsi sehingga mereka bisa selamat. Sebetulnya Allah member Gunung api yang sewaktu-waktu bisa meletus agar manusia tidak menjadikan gunung tersebut sebagai perumahan/jalan. Jika gunung tersebut akhirnya padat oleh perumahan seperti Jakarta, maka air hujan tidak bisa menyerap di situ. Akibatnya mata air dan sungai-sungai akan kering sehingga warga Yogyakarta, Magelang, Klaten, Boyolali dan tempat lain yang dekat gunung Merapi akan kesulitan air tawar yang bersih.

Sebagai contoh mata air Umbul Wadon (di dasar Kali Kuning), yang menjadi andalan warga lereng Gunung Merapi dan Perusahaan Air Minum Daerah Kabupaten Sleman dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Wilayah Gunung Merapi merupakan sumber bagi tiga DAS (daerah aliran sungai), yakni DAS Progo di bagian barat; DAS Opak di bagian selatan dan DAS Bengawan Solo di sebelah timur. Keseluruhan, terdapat sekitar 27 sungai di seputar Gunung Merapi yang mengalir ke tiga DAS tersebut (Wikipedia). Belum lagi ekosistem lainnya seperti hutan serta binatang-binatang yang ada di sana.

Begitu pula dengan gunung-gunung lainnya. Allah meminta kita agar tidak merusak:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” [Al A’raaf 56]

“…janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman.” [Al A’raaf 85]

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” [Al Baqarah 11]

“…Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” [Al Baqarah 60]

“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan” [Al Baqarah 205]

Jadi jika kita merusak alam atau sengaja tinggal di tempat yang berbahaya misalnya rawan banjir, rawan longsor, rawan tsunami, rawan letusan gunung berapi seandainya terjadi bencana, siapakah yang salah?

“Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.” [Ar Ruum 36]

Di antara kesalahan itu adalah korupsi yang merajalela. Sehingga Indonesia yang merupakan Negara yang kaya penuh dengan minyak, gas, emas, perak, tembaga, tanah yang subur, laut yang luas dan penuh ikan, akhirnya justru tidak memiliki kekayaan itu karena para pejabat yang korup menyerahkannya kepada pihak asing yang mayoritas non Muslim. Akhirnya mayoritas rakyat Indonesia miskin sehingga mereka tidak bisa membangun rumah yang bebas banjir atau tahan gempa.

Jika seluruh rakyat Indonesia mencoba menghentikan korupsi sehingga rakyat Indonesia makmur dan bisa membangun rumah yang kuat di tempat yang aman, niscaya meski ada bencana, mayoritas rakyat Indonesia tetap selamat. Sebagai contoh Jepang yang negerinya jauh lebih rawan gempa, namun karena penduduknya makmur dan mampu membuat bangunan tahan gempa, dalam 20 tahun terakhir ini korban jiwa akibat gempa justru lebih sedikit daripada di Indonesia.

Oleh karena itu kita harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar seperti melawan korupsi, pornografi, dan kejahatan lainnya. Dan hendaknya kita berdoa agar lepas dari hukuman Allah:

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” [Al Baqarah 286]

Cobaan bukan Cuma bencana alam, tapi juga perang antar pelajar, preman, dan penduduk. Tawuran antar pelajar kerap kita saksikan di mana banyak yang berakhir dengan korban jiwa. Begitu pula perang antar preman/mafia dengan pedang dan pistol. Belum lagi konflik Ambon, Poso, Sampit, dan sebagainya:
“Katakanlah: ” Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami(nya).” [Al An’aam 65]

Banyaknya bencana dan cobaan yang berulang-kali terjadi, sebagai contoh dalam minggu yang bersamaan saja ada di Minggu Terakhir Oktober 2010 ini selain Gunung Merapi yang meletus, Tsunami di Mentawai juga terjadi. Hendaknya kita (terutama penulis) bertobat dan mengambil pelajaran:

“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran? [At Taubah 126]

Nabi Nuh dan Nabi Luth kampungnya dimusnahkan Allah karena meski ada Nabi, namun mayoritas rakyatnya maksiat kepada Allah. Di Indonesia korupsi, perzinahan, pornografi, aliran sesat merajalela. Bahkan banyak yang mengaku sebagai Nabi.

Bagaimana Allah ridho?

(salinan ini sudah diedit sebagian untuk menghindarkan SARA)

Sumber:
http://syiarislam.wordpress.com/2010/10/29/korupsi-dan-kemaksiatan-merajalela-bencana-alam-cobaan-atau-perbuatan-tangan-kita-sendiri/

curhat, kontemplasi, livinginjogja

Dicurhatin istri jenderal…


Seorang istri jenderal, tetanggaku, yang masih sangat cantik, ternyata dapat membuat diri ini senantiasa bersyukur kalau sebenarnya manusia diberikan berbagai bentuk kelebihan dan kelemahan. Ibu dua anak tersebut sekilas kelihatan sangat bahagia dengan berbagai kondisi kelebihan yang diberikan kepadanya. Sebagai istri mantan pejabat teras di Jogja dan dengan berbagai simbol kemewahan yang terpampang di tempat tinggalnya mungkin saja akan membuat iri masyarakat sekitar.

Aku sebenarnya merasa ga enak hati, sudah beberapa kali beliau mencoba main ke rumahku bareng suaminya. Malah aku ga ada di rumah. Nah, pasca lebaran kemarin aku kira beliau mudik ke kampung atau sedang ke tempat suaminya di Jakarta sana (punya rumah juga di Jakarta). Ternyata beliau memang ke Jakarta dan sempat berobat lama karena penyakit lamanya kambuh. Dan minggu terakhir ini beliau sudah kembali ke Jogja. Dan aku mengetahui kalau beliau sedang sakit dari tetangga lain dan asistennya. Nah, malam Rabu kemarin saat aku pulang kerja, aku dihampiri ibu tetanggaku yang suaminya juga sedang sakit, memberitahu kalau ibu jenderal tersebut sedang sakit keras dan mau ketemu sama aku. Kebetulan Kamis-nya aku libur seharian penuh bertepatan dengan hajatan pernikahan anak tetangga depan rumah, jadi memang harus libur dong…, jadi aku bilang besok aku akan ketempat beliau.

Kamis pagi, ditemani suami ibu yang memberitahu aku mengenai sakitnya ibu jenderal tersebut, aku main ke rumahnya.

Tanpa terasa, kami ngobrol selama lebih kurang 3 jam di sela-sela acara pesta tetangga yang punya hajat. Awalnya beliau bercerita tentang sakitnya dan meminta saran apa yang harus dilakukan. Kebetulan beliau mau berobat di Jogja saja, dan minta rekomendasi dokter siapa yang sebaiknya ditemui. Ya, akhirnya aku telpon dan sms ke sana kemari menghubungi dokter spesialis yang aku kenal dan meminta saran juga…

Selanjutnya kami ngobrol ngalor-ngidul sambil beliau nawarin kue-kue lebaran dan mengambilkan minuman. Dan keluarlah curhatan beliau, tentang anaknya yang suka sakit, tentang anaknya yang gagal masuk fakultas kedokteran, tentang dirinya yang tidak bekerja. Hehe…tentang dirinya yang hanya sebagai ibu rumah tangga ini cukup seru juga, kelihatan sekali beliau menyesal tidak bekerja, alias cuma menjadi ibu rumah tangga. Beliau bernostalgia, bagaimana ortunya yang sudah bersusah payah menyekolahkan beliau, bagaimana irinya beliau melihat teman-temannya yang bekerja. Dan beliau bilang juga sering merasa sedih kalau lagi ga punya uang padahal dirinya ga bekerja. Ah, aneh juga, orang kaya begini masih juga merasa miskin ya…

Mau tahu ga aku beri saran apa? ya salah satunya ga usah banyak terlalu memikirkan penyakitnya, nanti malah jadi stres sendiri. Dia kelihatan senang. Karena merasa memang benar. Sekali waktu dia lebih menyadari inside dirinya alias mencoba bersikap tenang dan rileks. Contoh, saat dia merasa sesak napas, dia mencoba bernapas dengan tenang, menghadirkan pikiran-pikiran positif dan mencoba tersenyum, akhirnya rasa sesak itu terasa sangat berkurang. Beliau malah ikut menasihati bapak tetangga yang menemani aku, yang sedari tadi diam saja mendengarkan. Bapak yang tentara aktif ini juga sedang sakit jantung dan mengalami stres tingkat tinggi, badannya jadi kurus dan roman mukanya banyak tidak cerianya. Sebenarnya di mata aku, beban hidup bapak tentara ini lebih berat daripada ibu jenderal tersebut. Beliau (bapak tentara itu) sudah habis uang 200 juta untuk menyekolahkan anaknya menjadi Brimob, yang sebelumnya sudah 3 kali gagal masuk jadi TNI. Belum lagi menurut tetangga banyak tagihan utang dari para dealer (ga tahu dealer apa). Belum lagi sebelumnya berobat penyakitnya ke Jakarta. Untung saja beliau ditanggung oleh asuransi tentara.

Yah, kesimpulannya aku masih sangat bersyukurlah, mesti tidak lepas dari permasalahan hidup, masih lebih mending masih bisa bernapas dengan lega, menikmati hidup yang ada, bahkan jauh lebih mawas diri. Bukankah ini salah satu resep awet muda? 🙂

Pic dari sini

curhat, dokter, jogja under cover, kesehatan, kontemplasi, livinginjogja, salahkaprah

(Seharusnya) Berbahagialah penderita AIDS…


Satu lagi pasien pria dengan infeksi HIV meninggal hari ini di RS tempatku bekerja. Umurnya masih sangat muda, 30 tahun. Sangat berat ketika harus kuterangkan ke sang bapak tentang penyakit  anaknya yang mengantarkannya ke pintu maut tersebut. Stigma tentang penderita AIDS memang sangat berat, keluarga yang awalnya merasa cukup bersedih dengan kejadian itu akhirnya juga merasa sedang terkena aib yang sangat besar. “Sudah banyak orang yang tahu belum, dok?” sela bapaknya dengan cemas. “Jangan khawatir, pak, privasi pasien tetap kita jaga, hanya saya, perawat di sini, dan bapak yang tahu. Selanjutnya nanti terserah bapak bagaimana mau bicaranya dengan keluarga.”, kataku berdiplomasi.

Memang komplikasi AIDS dengan hadirnya penyakit oportunis pada pasien ini sudah termasuk berat, sudah terjadi infeksi pada otaknya yang mempengaruhi kejiwaannya, dan infeksi pada organ vital lainnya. Cuma sayangnya, baru saat mondok ini saja dia diketahui terinfeksi HIV. Yah, sungguh sayang…

Kenapa aku katakan sangat disayangkan?
Seperti teman-teman ketahui, masa inkubasi (masuknya penyebab penyakit sampai saat kelihatan gejala) untuk HIV sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang, bisa tahunan, bahkan mencapai puluhan tahun. Sehingga tentu saja sangat disayangkan ketika baru diketahui setelah mencapai fase terminal AIDS sendiri. Aku ga begitu tahu pasti darimana sang pasien terinfeksi. Cuma ada petunjuk: si pasien memiliki tato yang banyak, dan selama beberapa tahun yang lalu bekerja sebagai driver di wilayah ibu kota. Sudah pisah dari istri sejak empat tahun yang lalu (mudah-mudahan istrinya ga kena infeksi…)

Sebagaimana jenis penyakit fatal lain yang bisa diramal usia hidupnya di dunia, tentulah dalam masa-masa menderita penyakit mematikan ini penderita dapat lebih berbuat yang lebih baik bagi dirinya dan orang lain. Bagi mereka yang merasa masa lalunya kelam (tidak semua penderita HIV adalah orang yang berlumuran dosa), sangat terbuka pintu taubat yang sebesar-besarnya. Sungguh “enak” sehali mereka itu… diberikan “peringatan” yang amat jelas oleh Sang Pencipta, agar bisa mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum ajal menjelang…

Beruntunglah mereka…, yah…, beruntunglah mereka jika benar-benar paham ketika telah diberikan kesempatan emas itu, maka pergunakanlah kesempatan itu…

— kutuliskan jurnal ini dalam keadaan bersedih…. tambah sedih melihat pola kampanye penanggulangan HIV/AIDS yang sering salah arah…. 😦 so, mari bantu penderita AIDS menghadapi sisa hidupnya secara benar —

Pic dari sini

kontemplasi

8 facts about me – terpaksa nih…


Ini PR dari Pak Gogod. Tapi kayaknya cukup sekali ini deh Pak…secara hanya mengingatkan pada Friendster yang ga mutu, karena terlalu banyak hal-hal begininya, hehehe….

So, aturan kunci tag-nya yang ini kali yah: Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves”
Aturan lain mah, EGP aja lah ya… <– tipe pembangkang mode on :-b
Terus menurutku, yang perlu diekspos di sini yang jelek-jelek aja ya (secara di FS duluw isinya malah sebaliknya :-D), itung-itung sebagai obat untuk memperbaiki diri. So, wish you all give me much comments…

1. Pass the time lazily. Mungkinkah sifat yang satu ini yang membuat hasil psikotes-ku duluw merekomendasikan: “memerlukan dorongan yang kuat untuk menyelesaikan pendidikan di universitas”. Terbukti deh (atau memang karena aku dibayang-bayangi saran sang psikolog yah… :-D). Yang jelas S1 dan Profesi bisa lulus dengan “berdarah-darah”. Eh, kayaknya untuk lulus S2 ini juga lebih berlumuran darah lagi… 😦

2. Fluctuated mood, alias mut-mut-an. Menurutku ini penyakitku yang paling parah. Tapi tolong dibedakan dengan inkonsistensi ya…, Dari sekarang aku belum tahu persis apa yang menyebabkan diriku sering begini? apa karena kebanyakan kegiatan? sering bersikap perfeksionis terhadap sesuatu? banyak pikiran atau apa? anybody may tell me about this? a psychologist perhaps? hehehe… Klo udah malas, minta ampun deh…tapi klo lagi datang “syetan”-nya (ini kata seniorku) pasti jadi workaholic lagi..

3. Sampai detik ini masih: very hard to say NO, untuk sesuatu hal berbau pertolongan/permintaan. Mungkin perasaanku terlalu halus kali yah…hahaha. So, ga tegaan gitu, tapi yah begitu deh akhirnya, sering mengorbankan prioritas kepentinganku sendiri, bahkan kadang memicu konflik dengan orang-orang terdekat. Sejak menikah kebiasaan yang satu ini sudah mulai dikurangi.

4. The real gamer, duluwnya sih… 😀 Alhamdulillah sangat berkurang bahkan hampir lenyap setelah menikah, lagi-lagi setelah menikah… Yah, sudah kebiasaan dari SD sih. Hampir setipa hari mampir main video game (dingdong) di pasar dekat sekolah. Waktu itu kan ada yang pake koin Rp 50 dan Rp 100. Apalagi klo ada teman yang nraktir maen, wah bisa seharian dan muter-muter di tempat lain deh… Aslinya aku ga pernah punya game console seperti Atari, Nintendo, Spica, Playstation dan sejenisnya. Bisa gawat deh klo punya. Ga punya aja bisa seharian. Bahkan, pernah aku di”upahin” teman yang memperbaikikan game console-nya kepadaku dengan meminjamkan game console-nya itu selama seminggu. Wah…wah…ingat banget waktu itu, bareng adik-adikku, tuh alat digilir ampe “berasap”. Bahkan bisa sampe subuh menjelang 🙂

5. Little bit a narcissistic man, kali ya…. Maksudnya sih ga terlalulah. Habis aslinya suka malas mandi :-b. Waktu masih kecil sampe SMP sering dibelikan kosmetik khusus :-b oleh Mamaku, jadi waktu itu agak terawat, tapi sekarang udah ancur lagi… :-). Paling, yang rutin dikerjakan sekarang, potong rambut di langganan dari awal kuliah. Kalo foto-foto sih sampai sekarang ya masih gifo (gila foto) lah…hehehe

6. I’m a hasty and panic person. Terutama dalam kondisi menepati waktu/janji – ini sifat baik yah? 🙂 – Tapi kadang tidak menyadari kalo diri sedang tergesa-gesa gitu, jadinya orang lain ikutan panik juga, wah! Dan terkadang membahayakan diri sendiri, terutama sering ga nyadar klo ngebut di jalanan.

7. Destroyer. Kata istriku ini yang paling parah. Apa aja yang bersentuhan sama diriku dipastikan 99,9% bermasalah alias RUSAK (serius mode on). Beberapa contoh real: aku ga punya koleksi mainan yang awet sewaktu kecil. Apa aja yang dibelikan ortu pasti rusak dengan segera. Sewaktu menginjak remaja, peralatan elektronik di rumah ikut-ikutan rusak dipreteli, “tidak terima pasang…hanya terima bongkar”, hehehe. Semasa kuliah, sudah berapa komputer teman yang tewas, ampe harus ngerogoh kocek sendiri. Sehingga sampai sekarang masih terbayang gimana seandainya yang rusak itu salah satu pasienku ya…. jangan deh! Padahal salah satu cita-cita yang mengingang-ngiang sampai sekarang, pengen masuk ke salah satu spesialisasi memainkan pisau bedah. Walah…

8. Love for sleep. Terutama klo stres berat. Sering harus pasang alarm pembangun. Aslinya sih mudah terbangun, terutama klo memang sedang sendiri. Nah lucu kan? justru klo sendiri biasanya pasti aku mudah memenej tidurku. Ada juga teman yang punya kebiasaan seperti ini. Aku menimpali: “Yah, daripada melek, banyak maksiat, lebih baik merem, mimpi yang ayem” 😀

Mudah-mudahan kebiasan di atas merupakan saripati kebiasaaan utama-ku yang perlu diatur lebih lanjut, artinya memang masih perlu lebih intensif mengenal diri ini, tentu saja dengan bantuan orang lain juga, yang bisa melihat secara objektif. Sangat menerima tips dari teman-teman, atau mungkin ada yang sealiran dengan poin-poin kebiasaanku?

Note: “MP-ers I’d like to tag”-nya ga aku tulis aja yah. Kasihan ntar yang ditodong nerusin PR ini 🙂 Jadi, bagi teman-teman yang mau berpartisipasi, silakan aja menggunakan tag ini…

Berikut RULE lengkapnya:
—————————————————
The Rules of Tag:

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names
4. Don’t forget to leave them a comment telling them they’ve been tagged and to read your blog.