Diposkan pada cyber walk

Do not let your creativity go to waste today!!


Waduuuh, dah lama ga buka FS, sekali buka, iseng-iseng lihat fitur baru (kayaknya udah lama deh….) FS Horoscope, kok terpampang pesan untuk Leo: "Do not let your creativity go to waste today — get out and start doing something"

Wah…wah…iya nih, kok aku buang-buang waktu ya hari ini.. 🙂

Ayo, kerja!!!

Eh…, buka-buka MP termasuk membuat "creativity go to waste" juga ga???

(Note: walaupun ga percaya 100% dengan ramalan bintang, tapi ini nasihatnya bagus juga…. :-))

Diposkan pada livinginjogja, lomba blog

Blog MP-ku masuk nominasi terbaik!!


Tadi iseng-iseng buka MP, eh ada hetsot panitia lomba blog JRC…. Trus ku buka blog panitia dan official site JRC. Pengen juga ngobrol ama panitianya via YM.

Waaahh, alhamdulillah, ternyata blog-ku masuk nominasi terbaik…ga percaya buka aja di sini

Berikut arsip chat-ku dengan id panitia:

Widodo Wirawan: Halo….
lombablog: ya?
Widodo Wirawan: makasih udah maen-maen ke blog-ku…

lombablog:
lombablog:
lombablog: maen2nya harus tuh
Widodo Wirawan: ebat yah promosi websitenya lewat lomba blog…
Widodo Wirawan: pdhal hadiahnya ga mahal-mahal amat….
lombablog: oh ya?
lombablog: ini sebenarnya bagian dari kecintaan pada jogja kok
lombablog: tema lomba-nya kan LIJ?
lombablog: tahu drmn hadiahnya gak mahaL?
lombablog:
Widodo Wirawan: klo hadiahnya rumah…wah bisa semangat banget ikutnya…
lombablog: oohh
lombablog:
lombablog: jadi sekarang gak semangat ya?
Widodo Wirawan: yeee….
Widodo Wirawan: ntar klo merek hadiahnya ga disebutin, penonton…eh pelomba blog yg menag bisa kecewa…
lombablog:
lombablog: itu artinya mereka hanya mengharapkan hadiah
lombablog: bukan menghargai jogja
lombablog:

lombablog: dijamin gak bakalan kecewa deh
Widodo Wirawan: loh….kan lomba…ya mengharapkan hadiah dong….
Widodo Wirawan: menghargai jogjanya kan ngikut….
lombablog:
Widodo Wirawan: kebalik…hehehe
lombablog: kami sudah bisa memperkirakan hal tsb
lombablog: jadi itulah gunanya BLOG WALKING yg kami lakukan
lombablog: dari postingan peserta kami tahu
lombablog: mana sih yg HANYA mengharapkan hadiah
lombablog: mana sih yg peduli dengan JOGJA
Widodo Wirawan: gitu ya…
lombablog: kelihatan kok, mana aja yg sekedar ikut2an
Widodo Wirawan: lah, aslinya kan yg mbuat blog itu memang senang menulis…
lombablog: coba aja deh blog walking di para peserta lomba
lombablog: ntar bisa menilai sendiri
Widodo Wirawan: klo yg hanya ikut-ikutan, biasanya blognya kan masih perawan gitu, alis masih blank…
lombablog: gak juga
lombablog: ada yg sekedar kopi pes, u/ ngisi postingan, berharap udah ada artrikel yg bisa dinilai
lombablog:
Widodo Wirawan: eh, ada info tanah murah ga di jogja?
Widodo Wirawan: pengen beli nih….
lombablog: lagian yg akan jadi juri, sebenarnya adalah para peserta dan para blogwalker
lombablog: hmm..
lombablog: masalah tanah saat ini pihak marketing JRC lagi istirahat siang
lombablog: mungkin nunggu kali ya..
Widodo Wirawan: ooo, ya gpp…
lombablog: biar bisa kontak langsung dgn marketing-nya
Widodo Wirawan: klo lewat JRC kok mahal amat yah?
lombablog: maksudnya?
lombablog: JRC tidak julaan rumah kok
lombablog: hanya informasi ttg perumahan jogja
Widodo Wirawan: contohnya ini: http://www.jogjarumahku.com/perumahan/ibu_hermini/index.php
Widodo Wirawan:
Widodo Wirawan: kan udah laku ya…
lombablog: belum kayaknya
lombablog: itu rumah type 36 tapi udah lantai 2
Widodo Wirawan:
lombablog: mungkin lokasi kali
Widodo Wirawan: wong aku tinggal disebelahnya kok….
lombablog: yg paling ngerti marketing-nya
Widodo Wirawan:
lombablog: saya hanya panitia lomba blog
Widodo Wirawan: gpp
Widodo Wirawan: kok ketentuannya berubah? POINT yang anda dapatkan dari link peserta adalah banyaknya pengunjung Blog anda yang meng-klik banner Lomba BLOG JRC. Diakhir periode ini bagi peserta lomba blog dengan jumlah klik terbanyak akan mendapatkan ‘bingkisan menarik’ dari JRC
lombablog: hmm sudah dibilang yg jadi juri bukan hanya kami tapi juga peserta dan pengunjung blog
lombablog: ketentuan bukan berubah, tapi mengalami updating karena masukan dari peserta
Widodo Wirawan: eh terntara blogku terbaik kedua bulan Juni ya… kok bisa sih…gimana nih sebenarnya poin2nya?
lombablog:
Widodo Wirawan: terntara=ternyata
lombablog: ya dibaca dunk
Widodo Wirawan: wah, iya klo ini sangat transparan, dibanding sebelumnya….
Widodo Wirawan: walaupun ga dapet kaos…senang juga sih, bisa jadi masuk yg terbaik…
lombablog: kami berusaha se-obyektif mungkin
lombablog: cuman tetep aja kami mohon maaf jika  masihsaja  ada kekurangan disana-sini
lombablog: karena rencananya ini akan jadi event tahunan
Widodo Wirawan: gpp, namanya juga baru tahun pertama kan…kayaknya memang harus tiap tahon nih lombanya….
lombablog: yup
lombablog: tapi tema-nya akan berubah
Widodo Wirawan: hadiahnya juga dong… rumah getoh…
lombablog: jangan salah HP-nya bisa untuk dapetin rumah kok
Widodo Wirawan: ga tergodaa….kan aku ga mengharapkan hadiah…halahh…
lombablog:
Widodo Wirawan: udah ya, maksih banyak loh mba/mas…aku mo kerja lagi…

Ayo….teman-teman MP yg belum daftar lomba blog di JRC, aku rekomendasikan ikut deh, ya, buat ngeramein lah.

Diposkan pada dokter, livinginjogja, salahkaprah

Fitnah menjadi seorang dokter…. bagian ke-1


Sebuah fragmen kehidupanku: (mohon maaf klo bahasanya campur aduk, sampe sekarang aku terus terang belum mahir bahasa Jawa…hehehe…)

“Kowe ki piye toh, Do, ra gelem praktek? mesak’e ilmune ilang mengko”
“Kan nek wis praktek ngko oleh SIP toh, kan iso praktek neng umah…”
(salah paham pertama)

(kamu ini gimana toh, Do, ga mau praktek? sayang kan ilmunya ntar ilang)
(Kalo kamu dah praktek kan nanti dapat SIP, jadi bisa praktek di rumah…)

“Aku ki duwe cita-cita, anakku sesok tak arepke dadi dokter”
“Lah, ngopo mba? sesok-sesok ki dadi dokter ki luwih angel loh, peraturan prakteke mesti luwih akeh, dokter itu makin digencet”
“Soale dokter iku, semelarat-melarate dokter, isih luwih terpandang neng masyarakat, opa maneh neng daerah…wooo, batine mesti akeh…”
(salah paham kedua)

(aku punya cita-cita, anakku besok aku harapkan jadi dokter)
(kenapa mba? besok-besok ini jadi dokter akan lebih sulit loh, peraturan prakteknya pasti akan makin sulit, dokter semakin digencet)
(soalnya dokter itu kan, sekere-kerenya dokter, masih lebih terpandang di masyarakat, apalagi klo di daerah….wooo, hartanya mesti banyak…)

“Mas, Dodo, tolong mba dibantu, dicarikan teman mas Dodo yang dokter ya, buat kemenakan mba…” <– untung aku udah nikah :-))
“Do, ada ga teman doktermu yang cewek, bisa dong aku dicomblangi…satu aja….” (salah paham ketiga)
“Kenapa harus cari yang dokter toh..?”
“Ya, dari keluargaku pengennya begitu, blum ada yang dokter, ntar klo ada yang sakit kan ada yang ngobati…” (salah paham keempat)

halah…halah…

…..masih banyak yang lainnya…. 🙂

Diposkan pada tak terkategorisasi

Kesehatan (seluruh) warga Yogyakarta akan dijamin!


Inilah salah satu bentuk komitmen pemerintah Propinsi Yogyakarta, diwujudkan dalam bentuk pengaturan jaminan kesehatan warganya. Beberapa daerah lain telah melakukan hal yang sama, dan contoh terbaik sebelumnya ada di Kabupaten Jembrana Propinsi Bali.

Yogyakarta memiliki PAD (pendapatan asli daerah) lebih besar dari Jembrana. Ya jelaslah…, masa’ propinsi dibandingkan dengan kabupaten… :-). Maksudnya kalau dilihat dari jumlah penduduk dan kecenderungan untuk sakit bagi penduduknya, maka Yogyakarta akan sangat memungkinkan untuk menjamin kesehatan seluruh warganya. Do’akan saja ini berhasil. Kebetulan aku sempat bertemu dengan orang-orang penting yang terlibat dengan pembuatan peraturan daerah tentang Jamkesos (jaminan kesehatan sosial) dan badan penyelenggaranya.

Rencananya sistem asuransi ini akan berlaku bagi semua warga Yogyakarta, karena pemberlakuan Jamkesos sebelumnya hanya untuk warga miskin. Siapa sih yang harus dikatakan sebagai orang miskin? standar miskin yang ditetapkan oleh pemerintah pun ternyata di lapangan sangat berbeda kenyataannya. Terutama kaum menengah yang dapat menjadi miskin mendadak gara-gara sakitnya. Ini aku temui sendiri dari beberapa warga yang mengeluhkan ketidakmampuan dirinya untuk meneruskan pemeriksaan/pengobatan dirinya. Padahal uangnya sudah banyak habis, bahkan sampai menjual aset paling berharganya seperti hewan ternak, tanah, dan perhiasan. Permasalahan lain ialah minimnya warga yang mengetahui adanya Jamkesos . Sehingga memang, seharusnya kegiatan sosialisasi dan pengawasan dari petugas harus lebih digencarkan.Padahal kita tahu, amat sulit bagi warga miskin untuk mengurus tetek bengek persyaratan, apalagi ketika berhadapan dengan birokrasi. Nah, diharapkan Jamkesos selanjutnya akan beda. Sehingga bagi mereka yang ber-KTP Yogyakarta akan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara gratis mencakup pelayanan rawat jalan dan rawat inap (standar kelas tiga). Bagi mereka yang berkeinginan mendapatkan layanan lebih, cukup mendaftarkan diri sebagai kepersertaan mandiri.

O, iya. Satu lagi, kemungkinan Jamkesos ini masih terbatas untuk membiayai pemeriksaaan/pengobatan penyakit tertentu seperti pada periode sebelumnya. Jadi belum bisa semuanya. Klo tidak ada perubahan pelayanan yang tidak ditanggung oleh Jamkesos mencakup general chek up, kir kesehatan/surat keterangan sehat, pelayanan operasi jantung, paru, hemodialisis/cuci darah (klo aku dengar, sepertinya ini akan ditanggung), transplantasi/cangkok ginjal, pemecahan batu gnjal dengan laser, penyakit cacat bawaan dan retardasi/keterbelakangan mental, upaya untuk punya anak, alat kontrasepsi yang tidak disediakan BKKBN/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, sterilisasi/KB (MOW-Medis Operasi Wanita dan MOP-Medis Operasi Pria), bedah kosmetik, pelayanan kosmetik gigi, gigi palsu, kawat gigi, tambalan sinar (light curing), dan pembersihan karang gigi/karies dentis. Benar kiranya, sehat merupakan nikmat terbaik ke-3 yang harus diperjuangkan manusia. Kekayaan tidak akan berarti kala kita telah jatuh sakit.

Mudah-mudahan dengan Jamkesos ini masyarakat Jogja akan lebih mampu menghargai nikmat sehatnya tersebut. Dan mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh pula bagi daerah lain di Indonesia. Teman-teman punya pengalaman menjaga kesehatannya dengan asuransi? Boleh dong…aku tau ceritanya… 🙂

gambar dari http://www.araksa.com/prod/health/images/drugs.jpg

Diposkan pada livinginjogja

Mengapa aku betah di Jogja?


Ini hanya kilas balik hidupku di perantauan. Hmmm….jadi ingat lagu-lagu mellow bertema perantauan seperti “Lancang Kuning”, “Semalam di Malaysia”, “Teluk Bayur”, Kampuang Nan Jauah di Mato”….dan sebagainya (ada yang mau nambahin??, lagi ngoleksi lagu-lagu perantauan nih…)

Klo boleh dikata, sebenarnya dalam diriku ada darah campuran (bisa dibilang blasteran yah…hehehe…). Liat aja dari namaku yang sangat njawani: Widodo Wirawan. Ini nama pesanan dari mbahku yang bermukim di Jogja sini, tepatnya daerah Grogol, Parangtritis. Dari nama tersebut sih, mbah-ku pengennya aku menjadi orang yang senantiasa selamat (dunia dan akhirat) serta bisa senantiasa bertindak bak pahlawan(wirawan=hero=pahlawan)….hehehe…tapi bukan sok pahlawan loh….sebaliknya harus penuh semangat pantang menyerah dan bisa menjadi panutan sesama. sungguh berat menyandang nama itu…tapi seperti bunyi sebuah idiom “nama adalah doa”. Amiiiin…. :-)) Maka, aku tentu saja berusaha sekuat diri mewujudkan arti sebuah (eh dua buah) namaku itu…

Apatah lagi aku anak pertama dari empat bersaudara. Mau ga mau kepaksa deh jadinya…hehehe… Ah, kok ngelantur gini. Back to topic!!

Secara aku berdarah campuran Jogja-Melayu (Riau). Makanya betah bangetlah tinggal di Jogja. Walaupun dulu waktu naik kelas 5 SD dah pernah ke Jogja menjenguk simbah, tetapi perjuangan yang sebenarnya di Jogja dimulai tahun 1998, saat aku berkuliah di propinsi terunik ini (menurutku sih….). So, hampir genap 10 tahun aku “terdampar” di sini. Keberadaan keluarga besar bapakku di Jogja bukanlah faktor utama mengapa aku betah di Jogja. Lebih kepada faktor Jogja yang sangat unik. Yah, bayangkan sebuah propinsi kecil, tetapi insyaallah, apa aja bisa ditemukan di sini, dengan akses yang cepat, dan murah lagi… Aku bisa mendapatkan akses internet murah, CD bajakan yang melimpah, berbagai menu makanan se-nusantara yang bertembaran di mana-mana (rada hiperbolik nih….tapi iya, ternyata jenisnya terbanyak dibanding daerah lain. Lihat di sini), buku-buku bajakan, tempat wisata yang mengagumkan, bertemu orang-orang dengan berbagai karakter dan budaya, suasana yang nyaman (cozy lah….) dan aman. Maaf, nih…. tidak kebanyakan kota besar yang luar biasa tingkat kriminalitasnya, termasuk propinsi kelahiranku, Riau….

Menurutku, Jogja prospek banget bagi mereka yang mau menghabiskan masa pensiun (alias umurnya… :-)). Terbukti dari banyaknya ortu teman-teman, tetanggaku, yang hijrah ke Jogja, dengan alasan yang sama. Wah…bisa tenggelam nih lama-lama pulau Jawa… Kenyamanan tinggal di Jogja (mungkin) bisa pula diukur dengan usia harapan hidup (UHH). UHH Propinsi Jogjakarta ternyata tertinggi di Indonesia (72,4 tahun), dan Sleman (tempat aku hidup) merupakan kabupaten dengan UHH tertinggi di Indonesia 74 tahun .

Sayang sih…., ya cuma sayangnya…., perumahan di Jogja sangat mahal (mungkin termahal se-Indonesia klo di rata-rata), padahal di saat-saat terkini, wajah Yogyakarta sangat padat dengan berbagai merek perumahan. Semoga ke depan Jogja tetap nyaman…amiiin….

Kesan anda terhadap Jogja? (pengen tau nih….)

Referensi:
http://www.bps.go.id/sector/iptek/table1.shtml
http://yogyakarta.bps.go.id/pdf/3_sosial.pdf
http://www.kalbar.polri.go.id/comment.php?comment.news.587
http://www.slemankab.go.id/index.php?hal=detail_berita.php&id=892
http://ayojajan.com/
http://trulyjogja.com/

Image:
http://eur.i1.yimg.com/eur.yimg.com/i/uk/tr/tg/lp/93/500_93b1ffd7ff1a59b64e0205fea98a8a26.jpg

Diposkan pada dokter

Dokter lebih miskin dari pengemis?


Ya, benar, maksudnya tentu saja dokter yang masih junior seperti aku.

Kemarin habis sholat Jum’at, aku beli minuman kesukaan, es kunir (kunyit) asem (jawa). Mmmhh, segeeer…. :-). Pas mau bayar pake uang 10 ribu (harganya per gelas seribu rupiah), eh ga ada kembaliannya, jadilah mas penjualnya nukerin ke salah satu orang (ibu) yang nongkrong si sebelah gerobaknya. Wah, ternyata seorang pengemis. Ibu itu mengeluarkan duit yang banyak dari sebuah tempat penyimpanan (ga bisa aku taksir berapa jumlahnya).

Setelah dapat tukeran uang 10 ribunya, mas penjual kunyir asem-nya menghampiri aku. Aku iseng nyeletuk, wah kayaknya pengemisnya dapet lebih banyak tuh mas…? Kata masnya: wah, dia dah dapat 60 ribu! (padahal baru setengah hari loh…). Ya..ok coba kita itung-itung, klo kita misalkan dalam satu hari ibu pengemisnya bisa dapat 120 ribu (kan dikali dua…). Berarti sebulannya bisa terkumpul duit 120 rb kali 30 hari = 3 juta 600 ribu rupiah!!!. Wah kalah besar dengan gaji bulananku…. :-((

Yah, terlepas dari apakah dia, ibu pengemis itu, mempunyai bos atau tidak, sebenarnya dia bisa menjadikan modal mengemisnya untuk usaha yang lebih layak. Tapi begitulah karakter mereka yang didukung oleh ketidakadilan sistem yang dibuat oleh pemerintah. Yang susah-susah bekerja dengan keterampilan dan otaknya bisa terkalahkan dengan orang yang hanya berbekal telapak tangan dan mimik memelaskan, lebih parah lagi, kaum profesional yang mengandalkan otak sekarang ini lebih mudah dikalahkan penghasilannya oleh mereka yang hanya mengandalkan modal (maaf) bokong, wajah, suara, dan bodi yang aduhai…astaghfirullah….

gambar dari http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/gmi/lowres/gmin99l.jpg

Diposkan pada dokter

Dokter = Pengajar (Teacher) = Tabib (Dukun)???


Aku baru ingat beberapa hari lalu setelah nonton sebuah acara kesehatan di TV dan beberapa saat tadi setelah membuka-buka kamus Arab-Indonesia yang baru aku download di http://download.muslim.or.id/Mufid1.0.exe, ternyata dokter itu jika diterjemahkan dari bahasa aslinya (latin) artinya pengajar/pendidik.

Dokter = Docere/Doceo (latin) = Teacher (english) = Guru (Indonesia)

Klo lihat di kamus Arab, dokter diartikan sebagai thabib, yang selalu kita identikkan selama ini dengan pengobat tradisional bahkan seorang dukun. O, iya, bentuk jamak dari thabib ini ternyata ittiba’u (memakai huruf hamzah), yang artinya mirip dengan ittiba’u (memakai huruf ‘ain), yaitu "mengikuti". Dengan kata lain seorang dokter senantiasa harus mengikuti pedoman yang telah diberikan selama belajar dulu dan ilmu-ilmu yang didapatnya sepanjang hayatnya.

Nah, gimana klo anda melihat sebagian dari dokter zaman sekarang? Apa masih memerankan diri sebagai pendidik, terutama bagi pasiennya 😦 silakan dikomentari deh…

gambar dicomot dari: http://www.medinet.be/HTML/Images/santoon_dokter.jpg

Diposkan pada tak terkategorisasi

Hobi "menukang" yang udah tumpul…


Dulu banget…., salah satu kegemaranku setiap hari adalah menukang alias mengerjakan hal-hal berbau teknis gitu, seperti membuat prakarya dari barang bekas (biasanya suka jadi buat tugas keterampilan waktu SD). Seingatku nilai keterampilan PKK (muatan kelas) – ku waktu SD nilainya selalu tinggi. Pernah buat mobil-mobilan dari bekas bungkus rokok, pernah buat lampu kanopi (ah apa sih nama sebenarnya…?), pernah buat lukisan bagus plus piguranya, pernah buat brush dari ijuk, dan lain-lain deh…

Makanya aku paling benci pas akhir SD dan selama di SMP, muatan kelas itu malah diganti dengan masak-memasak. Walaahh…ada-ada aja kejadian lucu, aneh, ngeri, dan memalukan, sewaktu grup kami ketika memasak dan menyiapkan segenap perlengkapannya. Contoh aja, pernah kompor kita meledak karena waktu mematikan kita malah meniupnya :-(, pernah juga masak ikan lele (klo ga salah gulai lele) yang ukurannya kurus-kurus kayak kecebong (jijay gitu…) yang kita hidangkan langsung dengan periuk jelek di meja hidangnya (hehehe…waktu itu guru PKK-nya marah besar, akhirnya tuh lele ga kita makan, malah dibuang ketempat sampah…), pernah juga salah urutan memasukkan bahan masakan, jadinya pas diakhir jadi ga mateng begitu 🙂

Ah, kembali ke topik awal deh, masalah tukang-menukang. Akibat dah lama engga punya waktu untuk hal-hal menyenangkan ini ternyata berimbas kepada ketidakpekaan lagi terhadap pekerjaan yang membutuhkan perkakas keras ini. Contohnya saat kami pindah ke kontrakan baru. Ternyata harus ada beberapa pembenahan di sana-sini. Dasar malas aja ngundang tukang benaran, akhirnya aku inisiatif aja sendiri (eh, ga juga ding, setelah di “marah-marahi” juga sama istriku..hehehe…). Kran airnya yang pada bocorlah, tempat jemuran yang belum sempurnalah, kaca yang harus dilapisi kertas anti-tembus pandanglah, lampu listrik yang kedip-kediplah, dll deh…eh satu lagi, atap transparan yang rada bocor juga…

Nah, ini salah satu akibatnya setelah aku membenahi tempat jemuran. Jempol tangan kiriku kepenyet martil (untung aja kepala martilnya kecil, klo ga, mungkin dah jadi jempol penyet kaleee…)

Sakitnya belum ilang-ilang, nih…tadi malam masih nyut-nyut gitu. Secara dirumah persediaan pain-killer dah habis, akhirnya aku nenggak yang ada aja, diazepam alias sleeping inducer alias obat tidur, heheehehe (don’t try this without doctor’s prescribing yah…)

Diposkan pada tak terkategorisasi

Alternatif Pengobatan Kanker Dari Alam


Teman-teman, ini saya lampirkan beberapa artikel tentang terapi penyakit kanker dengan menggunakan fitofarmaka/obat-obat yang berasal dari tanaman. Insyaallah bila ada tambahan lagi akan saya update.

Ide melampirkan resensi ini tercetus dari sebuah milis yang saya ikuti. Salah satu anggota milis mempunyai teman yang sedang menderita kanker hati stadium akhir. Dari dunia medis konvensional memang tidak ada terapi memuaskan yang bisa diharapkan selain juga biayanya sangat mahal, sehingga, aku yang lumayan tertarik dengan fitofarmaka mencoba mengumpulkan dari berbagai sumber terpercaya.

Semoga berguna…

image source: http://www.tobaccofacts.org/photos/mouth_cancer2.jpg

Diposkan pada tak terkategorisasi

Kangkung (tanpa lintah) Yang Sangat Hebat!!


Rating: ★★★★★
Category: Other

Kangkung tak hanya lezat ditumis. Daun dan akar tanaman yang biasa ditemukan di rawa-rawa ini memiliki khasiat ampuh. Ia mampu mengurangi menstruasi, sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa juga untuk keramas.

Kangkung termasuk jenis sayur yang sangat populer. Rasanya yang renyah membuat penikmat sayur ini sangat banyak. Dari restoran China, restoran sari laut, hingga warung-warung masakan rumahan sering kali tak pernah absen menyajikan tumis kangkung.

Kangkung (Ipomoea reptans) ini memiliki segudang manfaat. Tak hanya enak dijadikan lauk, kandungan mineral, dan gizinya cukup tinggi. Kangkung juga kaya serat, sehingga baik untuk mengatasi sembelit. Sayuran memiliki manfaat yang efektif pada tubuh apabila teknik pengolahannya tepat. Untuk kangkung, perlakuannya khusus sebab ia mudah berubah warna dan vitaminnya mudah rusak ketika berada terlalu lama di dalam air. Kangkung yang juga dikenal water convovulus atau water spinach atau swamp-cabbage, punya khasiat sebagai obat penenang, pendarahan, dan insomnia.

Ada dua varietas kangkung, yakni kangkung darat (Ipomea reptans) yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air (Ipomea aquatica) yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Yang lazim diolah dalam masakan umumnya kangkung darat karena citarasanya lebih nikmat dan daunnya lebih lembut. Kangkung darat berbunga putih bersih dengan batang putih kehijauan, sementara daun dan batangnya lebih kecil dibandingkan kangkung air. Kangkung air berbunga putih kemerahan dengan batang berwarna hijau.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok ‘Tanaman Penyembuh Ajaib’. Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi terutama pada bagian batang, kangkung juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, dan keracunan makanan.

Pada prinsipnya setiap orang boleh mengonsumsi kangkung namun dalam porsi yang wajar. Untuk setiap kali makan sekitar 100 gram. Nilai nutrisi setiap 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam mengandung air 91,2 gr, energi 28 kkal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr. Kangkung juga kaya vitamin A, B, C, mineral, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungan itu kangkung memiliki sifat antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), menghilangkan ketombe, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.

Kandungan kangkung yang bermanfaat membuat tanaman ini berfungsi sebagai obat tradisional. Berikut cara memudah memanfaatkan khasiat kangkung.

1. Ketombe. Ambil daun kangkung secukupnya, rendam dalam air semalaman hingga airnya tampak kebiruan. Air inilah yang digunakan untuk keramas.

2. Mimisan. Ambil seikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari.

3. Sakit gigi. Ambil segenggam akar kangkung, lalu tambahkan setengah sendok teh cuka dan rebus dengan segelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk berkumur.

4. Sariawan. Cuci daun kangkung secukupnya, lumatkan, dan tambahkan segelas air plus sedikit garam. Peras dan saring, lalu pakailah air perasan untuk berkumur.

5. Pusing-pusing sebelah. Tumbuk segenggam daun kangkung hingga halus. Tambahkan air secukupnya ditambah sedikit garam, lalu disaring. Tambahkan madu. Minum satu kali sehari sekaligus.

6. Ambeien. Ambil 3 genggam akar kangkung, cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

7. Cacar air. Cuci bersih setengah genggam akar kangkung, rebus dengan dua gelas air hingga menjadi tiga perempat. Setelah dingin, saring lalu minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

8. Frambusia (patek). Cuci bersih tiga perempat genggam akar kangung, lalu rebus dengan tiga gelas air, biarkan mendidih hingga tinggal tiga perempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

9. Bisul. Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu giling halus. Beri air garam secukupnya, kompreskan pada bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

10. Sembelit. Cuci bersih setengah genggam daun kangkung segar, lalu kukus. Bisa juga langsung dimakan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari.

11. Susah tidur. Sediakan satu genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Makan tumis bersama-sama nasi. Lakukan dua hari sekali.

12. Melancarkan air seni. Siapkan segenggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam dua gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sekali dalam sehari.

13. Uraf saraf lemah (neurasthenia). Siapkan sepertiga genggam daun kangkung, seperempat genggam batang kangkung, dan seperempat akar kangkung. Setelah dicuci, tumbuk hingga halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Kemudian peras dan saring. Minum tiga kali sehari.

14. Mengurangi haid. Ambil sekira 50 gram daun kangkung segar, beri sedikit air. Lalu, tumbuk dan saring. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum sehari sekali dan ulangi selama enam hari berturut-turut sampai sembuh. Selamat mencoba.

Sumber: http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=2001

Gambar: http://www.obesitas.web.id/eatingwell/news.html