WidodoWirawan.Com

Kesehatan (seluruh) warga Yogyakarta akan dijamin!

19 Komentar


Inilah salah satu bentuk komitmen pemerintah Propinsi Yogyakarta, diwujudkan dalam bentuk pengaturan jaminan kesehatan warganya. Beberapa daerah lain telah melakukan hal yang sama, dan contoh terbaik sebelumnya ada di Kabupaten Jembrana Propinsi Bali.

Yogyakarta memiliki PAD (pendapatan asli daerah) lebih besar dari Jembrana. Ya jelaslah…, masa’ propinsi dibandingkan dengan kabupaten… :-). Maksudnya kalau dilihat dari jumlah penduduk dan kecenderungan untuk sakit bagi penduduknya, maka Yogyakarta akan sangat memungkinkan untuk menjamin kesehatan seluruh warganya. Do’akan saja ini berhasil. Kebetulan aku sempat bertemu dengan orang-orang penting yang terlibat dengan pembuatan peraturan daerah tentang Jamkesos (jaminan kesehatan sosial) dan badan penyelenggaranya.

Rencananya sistem asuransi ini akan berlaku bagi semua warga Yogyakarta, karena pemberlakuan Jamkesos sebelumnya hanya untuk warga miskin. Siapa sih yang harus dikatakan sebagai orang miskin? standar miskin yang ditetapkan oleh pemerintah pun ternyata di lapangan sangat berbeda kenyataannya. Terutama kaum menengah yang dapat menjadi miskin mendadak gara-gara sakitnya. Ini aku temui sendiri dari beberapa warga yang mengeluhkan ketidakmampuan dirinya untuk meneruskan pemeriksaan/pengobatan dirinya. Padahal uangnya sudah banyak habis, bahkan sampai menjual aset paling berharganya seperti hewan ternak, tanah, dan perhiasan. Permasalahan lain ialah minimnya warga yang mengetahui adanya Jamkesos . Sehingga memang, seharusnya kegiatan sosialisasi dan pengawasan dari petugas harus lebih digencarkan.Padahal kita tahu, amat sulit bagi warga miskin untuk mengurus tetek bengek persyaratan, apalagi ketika berhadapan dengan birokrasi. Nah, diharapkan Jamkesos selanjutnya akan beda. Sehingga bagi mereka yang ber-KTP Yogyakarta akan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara gratis mencakup pelayanan rawat jalan dan rawat inap (standar kelas tiga). Bagi mereka yang berkeinginan mendapatkan layanan lebih, cukup mendaftarkan diri sebagai kepersertaan mandiri.

O, iya. Satu lagi, kemungkinan Jamkesos ini masih terbatas untuk membiayai pemeriksaaan/pengobatan penyakit tertentu seperti pada periode sebelumnya. Jadi belum bisa semuanya. Klo tidak ada perubahan pelayanan yang tidak ditanggung oleh Jamkesos mencakup general chek up, kir kesehatan/surat keterangan sehat, pelayanan operasi jantung, paru, hemodialisis/cuci darah (klo aku dengar, sepertinya ini akan ditanggung), transplantasi/cangkok ginjal, pemecahan batu gnjal dengan laser, penyakit cacat bawaan dan retardasi/keterbelakangan mental, upaya untuk punya anak, alat kontrasepsi yang tidak disediakan BKKBN/Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, sterilisasi/KB (MOW-Medis Operasi Wanita dan MOP-Medis Operasi Pria), bedah kosmetik, pelayanan kosmetik gigi, gigi palsu, kawat gigi, tambalan sinar (light curing), dan pembersihan karang gigi/karies dentis. Benar kiranya, sehat merupakan nikmat terbaik ke-3 yang harus diperjuangkan manusia. Kekayaan tidak akan berarti kala kita telah jatuh sakit.

Mudah-mudahan dengan Jamkesos ini masyarakat Jogja akan lebih mampu menghargai nikmat sehatnya tersebut. Dan mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh pula bagi daerah lain di Indonesia. Teman-teman punya pengalaman menjaga kesehatannya dengan asuransi? Boleh dong…aku tau ceritanya… 🙂

gambar dari http://www.araksa.com/prod/health/images/drugs.jpg

Iklan

19 thoughts on “Kesehatan (seluruh) warga Yogyakarta akan dijamin!

  1. wah, angin segar buat masyarakat jogja nih, semoga benar-benar segera terealisir ya pak..
    alhamdulillaah, sy n keluarga dpt fasilitas kesehatan dari kantor, tapi pinginnya siy sehat aja deh pak, ga kepake juga gpp fasilitas tsb..hehe..

  2. iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!
    eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.
    So, moga2 aja Bandung jg kyak gini 🙂

    SEMANGAT !!!!!!!!!!

  3. luvhoney said: tapi pinginnya siy sehat aja deh pak, ga kepake juga gpp fasilitas tsb

    Nah, aku juga gitu sih mba, kemarin aja sakit parah, eh aku ga gunakan fasilitas asuransinya, biasalah, malas ngurusnya…hehehe…

  4. lanatika said: iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.So, moga2 aja Bandung jg kyak gini :)SEMANGAT !!!!!!!!!!

    eh…bolehlah ngiri…untuk kebaikan, hehehe… Klo di Bandung, banyaknya penyakit apa?

  5. lanatika said: iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.So, moga2 aja Bandung jg kyak gini :)SEMANGAT !!!!!!!!!!

    Amiiinn… semoga bukan janji2 belaka seperti yang sudah2.. 🙂

  6. lanatika said: iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.So, moga2 aja Bandung jg kyak gini :)SEMANGAT !!!!!!!!!!

    yogya di sini kodya apa propinsi mas? nek mung kodya sih aku wis ra ktp kodya

  7. lanatika said: iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.So, moga2 aja Bandung jg kyak gini :)SEMANGAT !!!!!!!!!!

    Amiin…mudah2an semua bisa terealisasi 🙂

  8. lanatika said: iihhhh……….. ngiriiiiiiiiiii !!eits, tp manusia ndak boleh ngiri. Itu setengah dosa.So, moga2 aja Bandung jg kyak gini :)SEMANGAT !!!!!!!!!!

    Amiin Pak, kita tunggu realisasinya !

  9. subhanallahu said: Klo di Bandung, banyaknya penyakit apa?

    Klo di BDG banyaknya……… pnyakit2 baru yg namanya keren2 ! hehe..

  10. gried said: Amiiinn… semoga bukan janji2 belaka seperti yang sudah2.. 🙂

    Ya, semoga begitu mba…

  11. gried said: Amiiinn… semoga bukan janji2 belaka seperti yang sudah2.. 🙂

    syukur Alhamdulilah…
    meski saya bukan asli Jogja dan hanya pernah di sana beberapa tahun, tapi ikut senang dengar rencana ini. semoga bener2 segera terrealisasikan

  12. segokepel said: yogya di sini kodya apa propinsi mas? nek mung kodya sih aku wis ra ktp kodya

    Propinsi mas… jadi masih bisa masuk mas insyallah, klo KTP-ku sih Bantul…

  13. peduli said: Amiin…mudah2an semua bisa terealisasi 🙂

    iya, nih mba Kosi…mudah2an bisa ya…

  14. debiyani said: Amiin Pak, kita tunggu realisasinya !

    ok mba Debi, kita doakan aja Bapak2 & Ibu2 yang ada di eksekutif dan legislatif segera mengesahkannya…

  15. lanatika said: Klo di BDG banyaknya……… pnyakit2 baru yg namanya keren2 ! hehe..

    wah, apa itu? kok penyakitnya bisa keren gitu? :-b Eh, di Bandung juga akan di buat semacam sistem kesehatan kota loh, mudah2an bisa terasa oleh masyarakatnya…

  16. neraandianti said: syukur Alhamdulilah…meski saya bukan asli Jogja dan hanya pernah di sana beberapa tahun, tapi ikut senang dengar rencana ini. semoga bener2 segera terrealisasikan

    makasih mba Nera, smoga ya…

  17. neraandianti said: syukur Alhamdulilah…meski saya bukan asli Jogja dan hanya pernah di sana beberapa tahun, tapi ikut senang dengar rencana ini. semoga bener2 segera terrealisasikan

    mulehh ahhhh…:P

  18. seblat said: mulehh ahhhh…:P

    ayo mas… 🙂

  19. seblat said: mulehh ahhhh…:P

    wah info bagus, perlu dicermati.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s