Diposkan pada livinginjogja, sim

(Bagian 1) Mengurus SIM Baru yang Engga Baru


Saya termasuk males berhubungan dengan yang namanya polisi, meski pun dari keluarga besar saya ada yang jadi polisi. Termasuk juga ketika harus mengurus surat izin mengemudi.

Jadi selama sekitar 7 tahun saya tidak punya surat resmi mengemudi sejak SIM tembakan di Pekanbaru dulu habis masa berlakunya. Eh, akhirnya malah istri saya juga ikut ketularan, SIM yang sudah mati dibiarkan terus. Dulu dia tembak di Kebumen. Jadi rada repot harus mengurus perpanjangannya, akhirnya dibiarkan terbengkalai dan sudah lewat masa tenggang.

Saya klo engga ada sesuatu yang memotivasi untuk membuat SIM baru, engga akan tergerak, mesti pernah ditilang berulang kali, masih saya anggap wajar, apalagi cuma bayar 20 ribu karena ga ada SIM. Apalagi saya sudah hapal titik rawan operasi pencegatan polisi untuk menilang pengemudi kendaraan bermotor roda dua. Ditambah lagi saya udah hapal jalan-jalan tikus untuk menghindari tilang tersebut. Eh, ternyata polisi memang lebih pintar. Mungkin karena tangkapan bulanannya semakin berkurang secara semakin banyak yang hapal daerah tilangan, akhirnya mereka sering mengubah-ngubah lokasi cegatan di tempat yang baru dan ga terduga oleh pengendara. Akhirnya saya tobat setelah kena tilang di bawah jembatan layang Janti yang memang ga bisa menghindar sama sekali. Wah…. ternyata harga tebusan tilangnya udah naik jadi 50 ribu! Kuapok deh klo gini, mana ternyata polisi itu beberapa bulan lalu itu kok ya saya perhatikan setiap hari ada cegatan, saya lolos beberapa kali, akhirnya sepandai-pandai Dodo melompat akhirnya ketilang juga, hahaha…

Ya, udah deh…, habis sampai kantor setelah ketilang itu saya langsung hubungi istri, ngajak besoknya untuk ke Polres Sleman untuk membuat SIM baru. Saya cemas juga sebenarnya, mana ga ada persiapan belajar tentang lalu lintas. Udahlah, kata istri saya, dicoba saja dulu… akhirnya OK, kita mantap untuk mencoba jalur resmi.

Jadilah hari Sabtu kami datang pagi-pagi ke Polres Sleman di Jl. Magelang sana. Sampai di sana saya dan istri ngisi formulir pendaftaran pembuatan SIM baru. Ditanya sih sama petugasnya: “pernah punya SIM sebelumnya ga?” Saya berbohong aja, ga punya kata saya (ya nyatanya memang ga pernah punya yang legal kan…). Lalu kita bayar diloket sebesar 100 ribu rupiah. Untunglah klo di Polres Sleman surat keterangan sehat dari kantor saya bisa berlaku. Jadi ga nambah biaya lagi.

Lalu kita menunggu di depan ruang tes tertulis, ternyata sudah ada gelombang pertama yang tes. Jadi menunggu sekitar 45 menit. Bosan menunggu akhirnya dipanggil juga, klo ga salah ada sekitar 20 orang yang ikut. Sebelum tes tertulis dimulai ada pemaparan dari seorang bos polantas tentang peraturan lalu lintas dan sedikit tentang gambaran soal yang akan dites nanti.

Lucu juga sebenarnya. Ternyata meski kita sudah lama mengendarai kendaraan bermotor, tidak menjamin kita tahu peraturan lalu lintas yang benar. Saya hampir tertawa ngakak ketika seorang bapak dengan suara yang PD menjawab pertanyaan polisi tersebut tentang sebuah rambu yang ternyata jawabannya salah, dan polisi itu menanyakan sudah berapa lama dia berkendaraan, ternyata sudah lama banget. Pokoknya pertanyaan uji coba sebagian besar terjawab salah, nah loh… saya jadi ngeri membayangkan sebagian besar para pemakai jalan memang tidak paham peraturan lalu lintas, bagaimana angka kecelakaan bisa berkurang?

bersambung…
pic dari sini

Diposkan pada keuangan

Kenalilah Hutang Baik dan Hutang Buruk


Selamat pagi, Bapak Widodo Wirawan. Dalam kesempatan ini saya ingin sharing sedikit mengenai hutang baik dan hutang buruk. Semoga bermanfaat.Hutang yang buruk dalam jangka waktu panjang akan menggerogoti finansial kita dengan bunganya yang tinggi. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk segera mengenali hutang yang buruk agar tidak terpuruk ke dalam masalah hutang. Namun, ternyata tidak semua hutang itu bersifat buruk, ada juga hutang yang baik yang dapat membantu kehidupan finansial kita. Nah, yang manakah hutang baik dan yang manakah hutang buruk? Dalam kesempatan ini kita akan membahas mengenai hutang baik dan hutang buruk.

Hutang Baik

Hutang yang baik adalah hutang yang digunakan untuk investasi jangka panjang. Kedepannya hutang ini akan memberikan manfaat secara finansial bagi kita. Ada tiga jenis hutang yang tergolong sebagai hutang baik.

Yang pertama adalah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), yaitu hutang yang digunakan untuk membeli rumah. Hutang ini bersifat baik karena nilai rumah cenderung untuk meningkat dari tahun ke tahun. Misalkan saja Anda sekarang Anda meminjam uang 500jt untuk membeli sebuah rumah, sekitar 5 tahun lagi rumah Anda harganya sudah bertumbuh menjadi sekitar 1M. Malah bisa lebih besar apabila Anda membeli rumah di daerah strategis yang amat berkembang. Karena kedepannya nilai rumah akan meningkatkan jumlah asset Anda secara

signifikan, maka berhutang untuk membeli rumah tergolong sebagai hutang baik.

Yang kedua adalah berhutang untuk keperluan edukasi. Saat ini biaya pendidikan sangat mahal. Untuk mengambil S1 di universitas swasta ternama, uang kuliah secara keseluhan sudah mencapai puluhan juta. Tentunya akan terasa berat bila dibayar secara tunai. Oleh karena itu berhutang untuk edukasi dapat menjadi salah satu pilihan. Setelah tamat kuliah, nilai pendapatan orang tersebut akan meningkat. Jadi hutang untuk edukasi dalam jangka waktu panjang akan memberikan efek positif ke cashflow orang tersebut. Oleh karena itu hutang ini tergolong sebagai hutang yang baik.

Hutang baik yang ketiga adalah hutang untuk membuka usaha (entrepreneurship). Hutang ini tergolong baik karena usaha tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu diperhatikan juga bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup banyak usaha yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut. Dalam hal ini orang tersebut jadinya malah harus memikul beban hutang usaha. Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi. Oleh karena itu dalam konsultasi keuangan, saya lebih menyarankan untuk membeli produk investasi seperti reksadana, emas, atau properti, daripada membuka usaha yang beresiko tinggi.

Hutang Buruk

Hutang yang buruk adalah hutang yang digunakan untuk barang yang nilainya semakin lama semakin kecil, atau yang lebih buruk lagi bila digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya langsung habis. Contohnya adalah KKB, berhutang untuk membiayai liburan atau berhutang

untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. KKB atau kredit yang digunakan untuk mengangsur kendaraan bermotor tergolong sebagai hutang buruk. Mengapa? Karena nilai dari kendaraan bermotor cenderung untuk semakin kecil dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kita mesti cerdas dalam memilih kendaraan bermotor. Beli secukupnya saja. Jumlah kendaraan bermotor tidak perlu banyak-banyak, terlebih lagi karena sekarang pemerintah menerapkan pajak progresif dimana semakin banyak kendaraan Anda maka persentase pajak yang dikenakan akan semakin besar. Dan untuk memilih mobil, sebaiknya jangan memilih merk yang terlalu mewah. Harga yang harus Anda bayar akan menjadi sangat mahal, karena biaya pajak, asuransi dan pemeliharaan mobil tersebut ikut meningkat.

Berhutang untuk membiayai liburan juga termasuk ke hutang buruk, sebab uang yang Anda belanjakan akan lenyap seluruhnya begitu liburan Anda selesai. Pada saat Anda kembali bekerja, Anda akan menjadi stres melihat tagihan liburan yang begitu besarnya. Dan karena biasanya tawaran hutang berasal dari kartu kredit, tagihan ini diikuti dengan bunga yang tinggi pula.

Anda mungkin mengatakan bahwa liburan itu adalah kebutuhan, karena dengan adanya relaksasi pada waktu liburan maka pada saat kembali bekerja produktivitas akan meningkat. Hal ini memang benar. Anda boleh berlibur sebanyak yang Anda mau, dengan syarat Anda mampu membayar liburan tersebut. Membayar liburan dengan cara berhutang berarti sebenarnya Anda tidak mampu untuk berlibur, dan bila diteruskan akan membawa Anda ke masalah hutang.

Penggunaan kartu kredit untuk pembelian kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan lain-lain juga akan berbahaya bagi finansial Anda apabila Anda tidak bisa melunasi seluruh tagihannya pada bulan berikutnya. Perlu Anda ketahui bahwa bunga kartu kredit sangatlah tinggi, paling kecil 30% per tahun. Bila tagihan tidak dilunasi, maka sisa hutang akan dikenakan biaya bunga yang sangat tinggi. Cukup banyak orang yang akhirnya terjebak ke dalam masalah hutang karena kartu kredit.

Apakah Anda Terlalu Banyak Hutang Buruk?

Untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak hutang buruk atau tidak, jumlahkan seluruh hutang kartu kredit dan sisa cicilan mobil/motor Anda. Kemudian dibagikan dengan jumlah pendapatan Anda selama setahun. Misalkan Mr.A memiliki hutang kartu kredit sebesar 8,5 juta dan sisa cicilan sepeda motor sebesar 9 juta. Pendapatan Mr. A selama setahun adalah 52 juta. Maka rasio hutang buruk Mr.A adalah:

Rasio Hutang Buruk = Total Hutang Buruk / Pendapatan Setahun

= (8.500.000 + 9.000.000) / 52.000.000

= 17.500.000 / 52.000.000

= 33,7 %

Nilai rasio hutang buruk yang paling baik adalah 0%. Namun di jaman sekarang dimana tawaran kredit dan cicilan bertebaran dimana-mana, tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk tidak berhutang sama sekali. Oleh karena itu rasio hutang buruk kita tidak mungkin 0%, kita semua pasti memiliki hutang buruk. Namun, jumlah rasio hutang buruk yang masih tergolong sehat adalah bila nilai rasio hutang buruk masih lebih kecil dari 20%. Dalam contoh kasus diatas, artinya Mr. A memiliki terlalu banyak hutang buruk.

Apabila rasio hutang buruk Anda lebih besar dari 25%, Anda memiliki kecenderungan untuk terpuruk ke masalah hutang. Karena hutang buruk cenderung untuk membesar dari waktu ke waktu. Apalagi bila Anda sudah terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari menggunakan kartu kredit, dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan kartu kredit secara penuh di bulan berikutnya. Segeralah benahi kembali keuangan Anda, kurangi belanja konsumtif dan usahakan untuk melunasi seluruh hutang buruk yang masih ada.

Sekian sharing dalam kesempatan kali ini. Apabila Bapak Widodo Wirawan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan diforward ke teman-teman. Marilah kita bersama-sama memajukan bangsa kita dengan cara sharingpengetahuan agar kita semua lebih melek finansial. Untuk membaca artikel-artikel keuangan lainnya, silahkan kunjungi situs kami di:

http://www.keuanganpribadi.com

Akhir kata saya ucapkan terima kasih karena telah membaca artikel ini. Salam finansial.

Regards,

David Ciang

http://www.keuanganpribadi.com

Pic dari
sini

Diposkan pada agama

Tanya-Jawab: Hipnotis Bagian Dari Konspirasi New Age dan Undermind Control?


Rating: ★★★★★
Category: Other
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saat ini sedang marak pelatihan-pelatihan hipnotis untuk terapi penyakit, untuk pendidikan anak dan yang lain-lain. Saya pun pernah mengikuti pelatihan itu dimana mentornya adalah ahli hipnoterapi. Awalnya saya sangat percaya bahwa hipnotis murni science. yang menggunakan sugesti yang dimasukkan pada pikiran bawah sadar.
Saya masih percaya itu hingga saya menonton video “Arrival” karya Noreagaa dan Archenar. saya lupa pada episode berapa, tapi disitu jelas disebut hipnotis memang dikembangkan dan diupayakan agar diterima oleh masyarakat dunia sebagai murni science. sehingga masyarakat buta akan unsur syirik yang sebenarnya ada didalamnya.
Yang membuat saya sedih lagi, banyak ustad dan pengajar muslim yang memakai ilmu ini, karena mereka yakin hipnotis sama sekali bebas dari syirik dan tidak ada unsur bantuan jin. Sebagaimana doktrin yang memang disampaikan pada semua pelatihan hipnotis.
Dalam rubrik tanya jawab ustad menjawab sendiri telah ada jawaban bahwa hipnotis ada campur tangan mahluk halus/jin (http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/hipnotis-menurut-islam.htm).  Tetapi itu dibantah oleh orang yang merasa yakin hipnotis itu bukan syirik di http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/tanggapan-tentang-jawaban-ustadz-menjawab-soal-hipnotis.htm. Saya kembali mencari rujukan lain dan saya menemukan web seorang sarjana psikolog yang memang percaya hipnotis itu masih ada unsur syirik.
RD
Jawaban
Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Terimakasih atas pertanyaan anda. Semoga anda selalu diberikan keberkahan oleh Allah Subhana wa ta’ala. Saya mendapat pertanyaan serupa seperti saudara untuk menjelaskan bagaimana posisi hipnosis sebagai bentuk konspirasi kabbalis dan iluminasi. Oleh karena itu, saya coba akan jelaskan terlebih dahulu kaitan antara Hipnosis dan New Age.
Hipnosis dan Konspirasi New Age
Jadi, yang anda katakan tersebut memang tidak salah, sejarah hipnotis memang terkait akan misi Zionis yang saya sederhanakan di sini menjadi New Age Movement.
Paradigma New Age sendiri lahir dari ketidak percayaan Barat terhadap agama. Agama, dalam termin Barat, memang bermasalah. Ia gagal memberi pencerahan bagi masyarakat dalam dua hal, yakni rasionalitas dan spiritualitas.
Hal inilah yang membuat masyarakat Barat mencari spiritualitas model baru yang tidak terlalu formil layaknya Kristen. Anda mungkin tahu kasus ucapan bahwa “Tuhan Sudah Mati” ala Frederich Nietsczhe? Itu mungkin contoh kecilnya.
Namun, yang ingin saya garis bawahi adalah bahwa spiritualitas dalam termin New Age bukan berarti sama dengan religiusitas dalam konteks Islam yang tidak memberi ruang terhadap dunia mistik dan musyrik. New Age sendiri lebih kepada spiritual mistis dan penyatuan agama-agama dimana tidak ada lagi sekat teologis di dalamnya.
Nah dimana hubungan hipnotis dengan New Age? Hipnotis hampir tidak mengenal unsur keagamaan yang sejalan dengan misi New Age. Akidah menjadi tidak terlalu penting dalam hipnotis. Ya mungkin para ahli hipnotis bisa bergeming dengan menyatakan ajaran kami bebas dari musyrik.
Ya, itu tidak masalah. Saya sendiri tidak menyalahkan para praktisi hipnosis yang bisa jadi juga masih awam dengan NAM (New Age Movement), karena itu tadi sifat sejati hipnosis yang sebenarnya membawa misi kabbalah menjadi tertutup pada awalnya ketika diperkenalkan.
Dan ini diamini oleh Sherry Shriner penulis buku-buku konspirasi dan pengkaji Bible yang menyatakan bahwa karakter New Age memang seperti itu. Para pengusung New Age yang sejatinya adalah kabalis tahu betul bahwa orang Kristen tidak bisa menerima serangan frontal doktrin okultism, sehingga mereka mengubah kata-kata sihir ke dalam istilah Kristen seperti “iman,” “Tuhan,” “Kristus,” dan “kelahiran kembali” dan banyak gereja terkecoh. Termasuk dengan menggunakan hipnosis, spiritual intelligence, emotional intelligence, dan sebagainya.
Makanya ketika kita ikut training hipnosis tanpa banyak kita ketahui adalah bahwa konteks alam bawah sadar yang dikenalkan dalam hipnosis tidak lain adalah ajaran Sigmund Freud, seorang Yahudi atheis yang sudah dikenal sebagai pengusung psikoanalisis yang sangat bermasalah dalam Islam.
Kealpaan para praktisi hipnosis itu juga terlihat jelas ketika mereka tidak menjelaskan apakah yang dimaksud alam bawah sadar dalam versi Freud yang tidak lebih sebagai manifesto terpendam dari seksualitas manusia.
Lalu kenapa ini menjadi samar? Kita kembali lagi ke perkataan Sherry Shinner tadi, karena para pengusung New Age tahu betul bahwa mereka tidak bisa menjelaskan ajaran sejati mereka (baca: kabbalis) jika bertindak terlalu frontal.
Oleh karena itu Nancy Percy, seorang pengkaji worldview dari Philadhelphia Biblical University, dalam tulisannya, “Modern Islam And The New Age Movement”, menyatakan bahwa gerakan NAM seperti hypnosis hanyalah ekspresi yang lebih baru dari kecenderungan lama untuk mengimpor panteisme Timur ke dalam budaya Barat, yang dimulai dengan doktrinasi Plotinus dan neo-Platonisme.
Hipnosis: Tidak Efektif Bagi Umat Islam
Oke, baiklah itu kaitan antara NAM dan hipnosis dalam kajian konspiratif. Sekarang kita bisa menjajal keampuhan hipnosis, jika hipnosis memang dikatakan bukan pseudo sains. Ada dua hal yang bermasalah dari statement itu. Pertama, bukan berarti bahwa karena hipnosis adalah sains murni, dia tidak cacat dari segi keilmuan. Kedua, kita bisa membuktikan apakah betul hipnosis adalah metode yang ampuh dalam menterapi masalah manusia.
Saya ingin bercerita pengalaman saya ketika mengikuti training hipnosis dan mempraktekannya saat menjadi guru. Kami, para guru kala itu, dikumpulkan dalam satu ruangan oleh trainer. Trainer tersebut mensugesti kami agar kedua telapak tangan masing-masing diantara kami saling mencengkeram hingga jari jemari kami seakan-akan lengket dilumuri lem.
Saat proses tersebut kami diajarkan untuk mendengarkan sugesti trainer saja (baca: taqlid), jangan banyak berfikir (baca: tidak boleh kritis) dan jangan melawan sugesti. Bagi saya, orang yang dominan dan sangat rasionalis terhadap apa-apa yang datang dalam diri saya, akan mudah sekali melawan sugesti itu.
Akan tetapi, apa yang dilakukan trainer saat itu, melihat kami-kami yang mencoba kritis atas sugestinya? Ia mulai mengeluarkan jurus sakti, yakni mensugesti buta peserta bahwa peserta yang mau mengikuti segala perkataan trainer tanpa menggubris sedikit pun adalah calon guru yang baik. Nah disinilah gaya-gaya undermind control ala zionis. Mirip sekali. Karena itu pikiran diarahkan hanya pada satu instrument hingga kita tidak sadar telah mengikutinya.
Itu kan seakan-akan bermakna bahwa orang yang tidak mau mengikuti perkataan sugestor bukanlah orang yang baik. Padahal Allah mengajarkan kita untuk kritis setiap kali datang sebuah permintaan. Apalagi sugesti yang bisa jadi bertentangan dengan Islam. (Bayangkan jika anda perempuan yang dihipnotis, lalu anda tertidur di pelukan trainer pria, bukankah itu menyalahi konsep hijab dalam Islam?)
Selain itu kelemahan hypnosis bahwa sugesti itu mudah sekali dipatahkan. Anda boleh mencoba. Makanya, ketika saya menerapkannya di sekolah, hipnosis menjadi tidak efektif. Karena memang murid-murid saya memang sudah kritis sejak awal.
Terlebih orang-orang yang dominan pada otak kiri. Kekuatan mereka dalam logika akan serta merta meruntuhkan sugesti hipnosis. Hampir pasti saya katakan bahwa mereka amat tidak cocok dihipnotis.
Skenario Menghancurkan Islam: Hanya Berfikir Yang Praktis
Ketika umat Islam memandang praktis urusan “makna hidup”, disitulah zionis akan bermain. Umat Islam akhirnya jauh dari ilmu, mereka sudah terpesona pada paket-paket pelatihan praktis dan paket kilat dalam mencapai kesempurnaan.
Oleh karena itu menurut saya, ketimbang kita habiskan uang untuk megikuti pelatihan yang relative cukup mahal. Lebih baik kita belanjakan uang itu untuk membeli buku-buku Islam dari ulama yang luas ilmunya.
Kita bisa mengenalkan anak-anak kita akan kitab-kitab ulama seperti Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, Al Ghazali, Ibnu Katsir. Kita isi rumah kita dengan buku biografi para ulama. Didik diri kita dan anak kita lewat Al Qur’an dan Hadis.
Menurut saya itu lebih efektif membentuk kepribadian muslim sejati. Selain karena berpahala, membelanjakan uang bagi keilmuan Islam mendekatkan diri kita kepada Allah. wallahu’alam
Dari: EraMuslim
Diposkan pada baksos, dokter, kesehatan, penyakit, salahkaprah, yankes

Pengobatan Gratis, Masihkah Perlu?


Sabtu, 14 Mei lalu, saya sempat menyaksikan acara baru reality show Trans TV, Pukul 18.30-19.00: “Pengabdian” yang menghadirkan sosok dr. Irma Rismayanty, dokter muda lulusan FK UI yang menerobos daerah terpencil di wilayah Serang, Banten untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bersifat temporer selama beberapa hari. Dia menginap di sana dan melakukan beberapa kegiatan seperti pengobatan gratis dan penyuluhan.

Sebenarnya saya dulu sering sekali mengadakan dan ikut acara-acara bakti sosial pengobatan gratis begitu. Apalagi kalau keluar kota, pasti saya semangat, soalnya sekalian jalan-jalan, hehehe…

Berbicara pengobatan gratis, memang lebih mudah dalam penyelenggaraannya, namun tidak semudah dalam melihat efek jangka panjangnya terhadap kegiatan tersebut. Berdasarkan pengamatan saya pengobatan gratis sering tidak bersifat kontinyu alias berkesinambungan dan jarang disertai dengan penyuluhan yang efektif serta advokasi bagi masyarakat awam untuk lebih membuka wawasan mereka.

Contoh lain kasus pengungsi Merapi di shelter-shelter ternyata sebagian besar dari survey tim saya, mereka sudah jenuh dengan yang namanya pengobatan massal yang gratis. Obat-obatan mahal tidak diminum dan dibiarkan saja tergeletak di rumah masing-masing. Obat-obat jenis antibiotik sudah jelas tidak akan sesuai perlakuannya sehingga justru akan mempertinggi risiko kekebalan terhadap kuman penyakit. Obat-obat penyakit kronik seperti hipertensi dan diabetes bahkan dapat semakin parah bila peserta pengobatan massal tidak punya kesadaran untuk melanjutkan pengobatan di pusat pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas.

Tapi, apakah pengobatan massal dan gratis tidak diperlukan lagi? Tergantung, bila untuk fase bencana yang akut alias untuk jangka waktu yang singkat, maka masih sangat diperlukan karena memang ada keterbatasan akses pengobatan. Untuk daerah terpencil memang juga masih sangat perlu. Tentu saja sangat perlu diiringi dengan advokasi kepada para pemegang kebijakan untuk mau turun tangan dan memberikan tindak lanjut terhadap mereka yang menjadi kaum marjinal ini. Selain itu perlu upaya terus-terusan untuk menyadarkan masyarakat kita tentang pentingnya kondisi sehat dan kemampuan untuk mendeteksi secara dini penyakit-penyakit yang berbahaya.