WidodoWirawan.Com

Kenalilah Hutang Baik dan Hutang Buruk

19 Komentar


Selamat pagi, Bapak Widodo Wirawan. Dalam kesempatan ini saya ingin sharing sedikit mengenai hutang baik dan hutang buruk. Semoga bermanfaat.Hutang yang buruk dalam jangka waktu panjang akan menggerogoti finansial kita dengan bunganya yang tinggi. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk segera mengenali hutang yang buruk agar tidak terpuruk ke dalam masalah hutang. Namun, ternyata tidak semua hutang itu bersifat buruk, ada juga hutang yang baik yang dapat membantu kehidupan finansial kita. Nah, yang manakah hutang baik dan yang manakah hutang buruk? Dalam kesempatan ini kita akan membahas mengenai hutang baik dan hutang buruk.

Hutang Baik

Hutang yang baik adalah hutang yang digunakan untuk investasi jangka panjang. Kedepannya hutang ini akan memberikan manfaat secara finansial bagi kita. Ada tiga jenis hutang yang tergolong sebagai hutang baik.

Yang pertama adalah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), yaitu hutang yang digunakan untuk membeli rumah. Hutang ini bersifat baik karena nilai rumah cenderung untuk meningkat dari tahun ke tahun. Misalkan saja Anda sekarang Anda meminjam uang 500jt untuk membeli sebuah rumah, sekitar 5 tahun lagi rumah Anda harganya sudah bertumbuh menjadi sekitar 1M. Malah bisa lebih besar apabila Anda membeli rumah di daerah strategis yang amat berkembang. Karena kedepannya nilai rumah akan meningkatkan jumlah asset Anda secara

signifikan, maka berhutang untuk membeli rumah tergolong sebagai hutang baik.

Yang kedua adalah berhutang untuk keperluan edukasi. Saat ini biaya pendidikan sangat mahal. Untuk mengambil S1 di universitas swasta ternama, uang kuliah secara keseluhan sudah mencapai puluhan juta. Tentunya akan terasa berat bila dibayar secara tunai. Oleh karena itu berhutang untuk edukasi dapat menjadi salah satu pilihan. Setelah tamat kuliah, nilai pendapatan orang tersebut akan meningkat. Jadi hutang untuk edukasi dalam jangka waktu panjang akan memberikan efek positif ke cashflow orang tersebut. Oleh karena itu hutang ini tergolong sebagai hutang yang baik.

Hutang baik yang ketiga adalah hutang untuk membuka usaha (entrepreneurship). Hutang ini tergolong baik karena usaha tersebut bisa memberikan penghasilan tambahan. Namun perlu diperhatikan juga bahwa membuka usaha adalah tindakan yang beresiko. Cukup banyak usaha yang kurang laku hingga akhirnya bangkrut. Dalam hal ini orang tersebut jadinya malah harus memikul beban hutang usaha. Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi. Oleh karena itu dalam konsultasi keuangan, saya lebih menyarankan untuk membeli produk investasi seperti reksadana, emas, atau properti, daripada membuka usaha yang beresiko tinggi.

Hutang Buruk

Hutang yang buruk adalah hutang yang digunakan untuk barang yang nilainya semakin lama semakin kecil, atau yang lebih buruk lagi bila digunakan untuk barang konsumtif yang nilainya langsung habis. Contohnya adalah KKB, berhutang untuk membiayai liburan atau berhutang

untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari. KKB atau kredit yang digunakan untuk mengangsur kendaraan bermotor tergolong sebagai hutang buruk. Mengapa? Karena nilai dari kendaraan bermotor cenderung untuk semakin kecil dari waktu ke waktu. Oleh karena itu kita mesti cerdas dalam memilih kendaraan bermotor. Beli secukupnya saja. Jumlah kendaraan bermotor tidak perlu banyak-banyak, terlebih lagi karena sekarang pemerintah menerapkan pajak progresif dimana semakin banyak kendaraan Anda maka persentase pajak yang dikenakan akan semakin besar. Dan untuk memilih mobil, sebaiknya jangan memilih merk yang terlalu mewah. Harga yang harus Anda bayar akan menjadi sangat mahal, karena biaya pajak, asuransi dan pemeliharaan mobil tersebut ikut meningkat.

Berhutang untuk membiayai liburan juga termasuk ke hutang buruk, sebab uang yang Anda belanjakan akan lenyap seluruhnya begitu liburan Anda selesai. Pada saat Anda kembali bekerja, Anda akan menjadi stres melihat tagihan liburan yang begitu besarnya. Dan karena biasanya tawaran hutang berasal dari kartu kredit, tagihan ini diikuti dengan bunga yang tinggi pula.

Anda mungkin mengatakan bahwa liburan itu adalah kebutuhan, karena dengan adanya relaksasi pada waktu liburan maka pada saat kembali bekerja produktivitas akan meningkat. Hal ini memang benar. Anda boleh berlibur sebanyak yang Anda mau, dengan syarat Anda mampu membayar liburan tersebut. Membayar liburan dengan cara berhutang berarti sebenarnya Anda tidak mampu untuk berlibur, dan bila diteruskan akan membawa Anda ke masalah hutang.

Penggunaan kartu kredit untuk pembelian kebutuhan sehari-hari seperti makanan, pakaian, dan lain-lain juga akan berbahaya bagi finansial Anda apabila Anda tidak bisa melunasi seluruh tagihannya pada bulan berikutnya. Perlu Anda ketahui bahwa bunga kartu kredit sangatlah tinggi, paling kecil 30% per tahun. Bila tagihan tidak dilunasi, maka sisa hutang akan dikenakan biaya bunga yang sangat tinggi. Cukup banyak orang yang akhirnya terjebak ke dalam masalah hutang karena kartu kredit.

Apakah Anda Terlalu Banyak Hutang Buruk?

Untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak hutang buruk atau tidak, jumlahkan seluruh hutang kartu kredit dan sisa cicilan mobil/motor Anda. Kemudian dibagikan dengan jumlah pendapatan Anda selama setahun. Misalkan Mr.A memiliki hutang kartu kredit sebesar 8,5 juta dan sisa cicilan sepeda motor sebesar 9 juta. Pendapatan Mr. A selama setahun adalah 52 juta. Maka rasio hutang buruk Mr.A adalah:

Rasio Hutang Buruk = Total Hutang Buruk / Pendapatan Setahun

= (8.500.000 + 9.000.000) / 52.000.000

= 17.500.000 / 52.000.000

= 33,7 %

Nilai rasio hutang buruk yang paling baik adalah 0%. Namun di jaman sekarang dimana tawaran kredit dan cicilan bertebaran dimana-mana, tentunya akan sangat sulit bagi kita untuk tidak berhutang sama sekali. Oleh karena itu rasio hutang buruk kita tidak mungkin 0%, kita semua pasti memiliki hutang buruk. Namun, jumlah rasio hutang buruk yang masih tergolong sehat adalah bila nilai rasio hutang buruk masih lebih kecil dari 20%. Dalam contoh kasus diatas, artinya Mr. A memiliki terlalu banyak hutang buruk.

Apabila rasio hutang buruk Anda lebih besar dari 25%, Anda memiliki kecenderungan untuk terpuruk ke masalah hutang. Karena hutang buruk cenderung untuk membesar dari waktu ke waktu. Apalagi bila Anda sudah terbiasa untuk membeli kebutuhan sehari-hari menggunakan kartu kredit, dan tidak memiliki kemampuan untuk membayar tagihan kartu kredit secara penuh di bulan berikutnya. Segeralah benahi kembali keuangan Anda, kurangi belanja konsumtif dan usahakan untuk melunasi seluruh hutang buruk yang masih ada.

Sekian sharing dalam kesempatan kali ini. Apabila Bapak Widodo Wirawan merasa artikel ini bermanfaat, silahkan diforward ke teman-teman. Marilah kita bersama-sama memajukan bangsa kita dengan cara sharingpengetahuan agar kita semua lebih melek finansial. Untuk membaca artikel-artikel keuangan lainnya, silahkan kunjungi situs kami di:

http://www.keuanganpribadi.com

Akhir kata saya ucapkan terima kasih karena telah membaca artikel ini. Salam finansial.

Regards,

David Ciang

http://www.keuanganpribadi.com

Pic dari
sini

Iklan

19 thoughts on “Kenalilah Hutang Baik dan Hutang Buruk

  1. Saya lagi butuh info nih, ada gak yah bank yang mau pinjemin duit buat biaya S2. Tapi ini utang pendidikan, jd bunganya kalau ada yg bener2 ringan. Tks

  2. di sini ada hutang pendidikan gak siy mas ? S1 atau S2 gitu ?
    kalau di LN kan banyak tuh biaya kuliahnya ngutang, ntar dibayar setelah lulus dan kerja

  3. TFS mas dokter ada banyak manfaat saya main ke sini sore-sore begini.

  4. intinya, hutang baik itu hutang untuk properti alias rumah yang ditinggali. makin lama nilainya makin bertambah. selain itu, jangka waktu kreditnya pun panjang. rumahku bahkan sampai 20 tahun (belum lunas sampai sekarang). 😀

  5. Ada kagak yang mau minjemin utang kepada saya dengan bunga -50% sebulan?

  6. beli tanah emas nilainya yo makin tinggi mas, ning bunga utange yo nambah terus ta?

  7. fiqr said: Saya lagi butuh info nih, ada gak yah bank yang mau pinjemin duit buat biaya S2. Tapi ini utang pendidikan, jd bunganya kalau ada yg bener2 ringan. Tks

    ada. coba aja ditanya ke bank-bank syariah, saya pernah ditawarkan oleh BNI syariah untuk beasiswa spesialis….

  8. myshant said: di sini ada hutang pendidikan gak siy mas ? S1 atau S2 gitu ?kalau di LN kan banyak tuh biaya kuliahnya ngutang, ntar dibayar setelah lulus dan kerja

    klo untuk s1 atau S2 ga tahu, klo saya pengalaman pernah ditawari untuk ambil spesialis…iya, waktu itu saya belum sempat tanya, cara menyicil utangnya gimana? apakah setelah selesai pendidikan atau engga, klo ada kesempatan insyallah saya tanyakan lagi… saya nunggu beasiswa yang tanpa bunga saja dari tempat saya kerja… 😀

  9. jandra22 said: TFS mas dokter ada banyak manfaat saya main ke sini sore-sore begini.

    sama-sama Bu Julie…

  10. tianarief said: intinya, hutang baik itu hutang untuk properti alias rumah yang ditinggali. makin lama nilainya makin bertambah. selain itu, jangka waktu kreditnya pun panjang. rumahku bahkan sampai 20 tahun (belum lunas sampai sekarang). 😀

    iya OT, di Jogja saja rumah tipe 36 udah harganya di atas 100 juta…ck..ck..

    gila bener harga rumah sekarang, untung saya bangunnya "merancang sendiri" jadi bisa jauh menghemat…

  11. mmamir38 said: Ada kagak yang mau minjemin utang kepada saya dengan bunga -50% sebulan?

    ada Pak, pinjam di badan zakat, biasanya malah ga usah dikembalikan 😀

  12. anotherorion said: beli tanah emas nilainya yo makin tinggi mas, ning bunga utange yo nambah terus ta?

    ya, cari yang lebih rendah dari nilai inflasinya…

  13. ydiani said: menyimak

    Tfs… Aku emang dari dulu gak pernah mau main2 sama kartu kredit. Mudah2an terus begini dan gak tersentuh sama kredit2an. Lha aku punya hutang 80ribu sama emakku gara2 beli jilbab aja kepikiran terus, buru2 rasanya mau ke atm biar bisa langsung lunasin.

  14. ydiani said: menyimak

    postingan bagus buat orang yg banyak utang kayak saya… heuheuheu… tp ternyata masih tergolong yg baik.. kebanyakan utang buat bayar kul..

  15. ydiani said: menyimak

    Kalau berhutang untuk mendirikan rumah dengan tanah yang sudah kita beli lunas, termasuk baik atau buruk?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s