WidodoWirawan.Com

Sex Edu – Ga kapok…

50 Komentar


Akhirnya kisahnya bersambung…sebelumnya silakan baca di Keputihan 2 Tahun.ย Ya, sepertinya saya ingat, pihak laboratorium tidak mau melakukan pemeriksaan pap smear dengan alasan pasien belum menikah. Saya lupa, karena sama rekan sejawat saya yang menerima kontrol pasien itu tidak dituliskan itu dari hasil pemeriksaan apa, sehingga hasil yang bisa saya baca di catatan medis hanya: terdapat bakteri gram negatif, dan jumlah leukosit yang banyak, mungkin itu cuma hasil swab (apusan) cairan vagina atau cuma dialihkan ke periksa urin atau air kencing saja. Aneh juga sih, kok bisa memeriksa cairan vagina tapi ga mau melakukan pap smear. Kalau pasiennya setuju dengan informed consent, mestinya tidak menjadi masalah, toh untuk kepastian diagnosis pasien itu sendiri. Setahu saya papsmear itu boleh dilakukan pada orang yang sudah pernah melakukan hubungan seksual, meski dia belum menikah. Apa pihak lab takut menghilangkan selaput dara si pasien? yang justru saya pertanyakan, apakah si pasien memang masih perawan? setelah berhobi ria melakukan hubungan seks? entahlah…

Nah, kembali ke “ga kapok”-nya pasien saya itu. Oleh teman saya, diterapi dengan antibiotik selama 5 hari, belum membaik, lalu ditambah dengan anti jamur dan jenis antibiotiknya diganti. Entahlah, si pasien sembuh apa tidak, karena tidak kontrol, untuk melaporkan perkembangan keluhannya.

Setelah 3 bulan berlalu, si mahasiswi berjilbab datang lagi, dengan keluhan demam, mual, pusing, nyeri perut kanan bawah, keputihan, dan sering buang air kecil. Lalu sama teman saya diperiksa lab urin (air kencing)-nya. Hasilnya, hari ini dia datang menyerahkan hasil lab urin dengan hasil warna urin yang keruh, jumlah sel darah putih yang banyak, dan kandungan bakterinya positif. Ya, sudah diagnosis ditegakkan saja: urinary tract infection atau infeksi saluran kencing, atau ISK. Untuk mempertajam saja, lalu saya tambah proses tanya jawabnya.

“Habis menahan pipis?”

“Engga…”

“Habis berhubungan seks…?”

‘Iya, Dok…?”

“Kapan..?”

“Dua minggu sebelumnya Dok..”

“Dua minggu sebelum timbul keluhan?”

“Iya…”

“Pake pengaman?”

“Pake…”

“Sama siapa?”

“Teman…”

“Itu teman yang sudah tunangan?” (saya nanya gini bukan berarti klo udah tunangan, boleh ngeseks sembarangan loh…)

“Engga…”

“Jadi, belum pasti ya (nikahnya), brarti nanti bisa lari…meninggalkan mba..?”

“…..”

“Jadi pake pengaman ga menjamin juga….aman buat cowok, ga aman buat mba…apa lagi komplikasi ini ga terduga, bisa ke ginjal loh…”

“….”

“Jadi, sebaiknya dihentikan saja kegiatan berisiko itu….ya risikonya mungkin ga hamil klo pake kondom, tapi mungkin bisa ada iritasi dan alergi sama kondom…”

“….”

“Cowoknya yang minta ya….?” (maksudnya yang minta berhubungan seks duluan….)

“Iya…”

“Lain kali, beranilah bilang “tidak”…, karena tetap perempuan yang akan dirugikan….”

“Iya, Dok…”

“OK, setelah minum obat yang saya berikan, hari Sabtu kontrol ya, buat evaluasi…”

“Ya, Dok, makasih….”

“Ya”

———————————————————————————————————————————-

Referensi berguna:
http://labparahita.com/parahita/2011/02/pemeriksaan-pap-smear/
http://nustaffsite.gunadarma.ac.id/blog/kiayati/2009/01/30/lets-talk-pap-smear/
http://www.kznhealth.gov.za/papsmear.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Pap_smear
http://www.medicinenet.com/urine_infection/article.htm
http://emedicine.medscape.com/article/233101-overview
http://www.mayoclinic.com/health/urinary-tract-infection/DS00286

Iklan

50 thoughts on “Sex Edu – Ga kapok…

  1. teman maksudnya pacar kali ya mas?
    ya walopun aku pernah denger juga sih ada yang mau2 aja ML meski status hanya sebatas teman.

  2. Gak kapok2 yo…sekarang sih TTM biasa, atau kalao temenku bilang fuck buddy..ngeseks tanpa ikatan emosi, cuma nafsu suka sama suka..hehehe

  3. baca kisah dari link sebelumnya, itu bukan pacar, tapi teman…. teman buat ngeseks….

  4. Urinenya diambil pake kateter kagak?

  5. inilah poin yang harus ditanamkan pada anak-anak perempuan kita. *laki-laki kan suka diibaratkan kucing garong. ;))

  6. sex for fun? silakan saja…. silakan terima akibatnya….

  7. seharusnya begitu Pak, ini di lab terkenal di Jogja jadi saya percaya aja…. pake urin midstream, klo engga kan bisa false positif… tapi dari gejala dan riwayatnya kan bisa dinilai…

  8. Lbnya yang terkenal.
    Petugasnya?
    He he he!

  9. iya OT, saya akui, lelaki itu banyak bejatnya, bahaya rayuan-rayuannya…makanya benteng akhir adalah tetap (menurut saya loh…) ada ditangan si perempuan…

  10. Lha iyes..dilarang tambah ndadi…ya jamannya makin tua

    Silakan seks bebas, silakan tanggung sendiri akibatnya..itu yang paling ces pleng

  11. selain pendalaman ilmu agama, ada baiknya juga kalo anak perempuan juga diajari ilmu beladiri, paling tidak bisa menambah tingkat kepercayaan diri.

  12. cuma sayangnya, sering pihak tak berdosa kena getahnya….

  13. Trus hari sabtu datang lagi gak? *gak penting banget ya nanyanya?*

  14. ga seseg nafas kan? ๐Ÿ™‚

  15. setuju berat Pak, anak 3 tahun saya sudah saya ajak olahraga bersama, rencana memang mau saya turunkan ilmu kanuragan saya *ceile…, sekaligus nanti memang ada rencana kursus beladiri buat mematahkan alat kelamin lelaki hidung belang dan buaya darat, hehe…

  16. Sabtu kan masih 3 hari lagi bu, eh, mba An….

  17. cuma sesek ngebayanginnya sampe bingung mau komen apa

  18. nah, ini masih bisa komen, ga parah brarti seseknya… hehe

  19. betul… anak saya udah kuikutkan beladiri Tae Kwon Do sejak usia 7 th, jadi besok kalo dia udah remaja, kami sbg ortunya gak kuatir lagi kalo terjadi apa-apa. Paling tidak meminimalisir kekuatiran, he he he…

  20. Ha-ah…
    Generasi sekarang semakin seksual kok

  21. Oh iya ya… ini berarti kejadian tadi ya? *manggut manggut sok ngerti*

  22. sebenernya saya yakin perempuan lebih bisa nahan…
    yg ngebet pasti cowoknya…

    eh libido laki-laki berapa persen dibanding wanita Dok… ๐Ÿ™‚

  23. ngenes…., apalagi jadi dokternya

  24. Ditunggu kisah selanjutnya, kalo dia datang konsul lagi… Hehehe…

  25. *bengong* Kok bisa2nya si cowok ngajakin gituan? Emang pertemanannya kaya gimana?

  26. Temenan buat asik2 tuh namanya.
    Tapi kan gak bs nyalahin si cewe juga.
    Cowonya juga minta di keplak enak ajah ngajakin .

  27. sekalian kultum ya, dok? ๐Ÿ˜€

  28. kodrat alamiahnya sebenarnya begitu, karena, testosteron itu lebih bergejolak dibanding progesteron dan estrogen, maksudnya pria memang kodratnya lebih agresif, hahaha….

    tapi klo kita lihat sisi libido atau hasrat seksual sebenarnya sama saja antara pria dan wanita, bisa sama atau berbeda dalam taraf tertentu, tapi bukan mana yang lebih rendah atau lebih tinggi, artinya itu sangat bervariasi dan banyak faktor yang berperan terhadap libido seseorang.

  29. saya berusaha sabar saja, apalagi sudah sering ketemu yang kayak gini… ๐Ÿ™‚

  30. kebetulan Sabtu saya ga dinas, jadi mungkin teman saya yang akan menerimanya, tapi ga papa, kita lihat saja ๐Ÿ™‚

  31. klo menurut mba Liah, pernah ga cewek ngajak duluan? ๐Ÿ™‚

    jenis pertemanannya? ya, teman tapi bajingan gitu, alias TTB… ๐Ÿ™‚

  32. ini netral kok Mba, kasus ini menurut saya keduanya salah, si cowok brengsek bin banjingan, si cewe ya sama saja, lah coba lihat di kisah sebelumnya, dia juga ngaku pernah berhubungan dengan temannya yang lain kok…jadi artinya apa? saya curiga, mungkin dia dibayar, alias perek… klo ada kesempatan mungkin bisa saya telusuri, berapa harga untuk booking dia… ๐Ÿ™‚

  33. lupa pake stopwatch, berapa lama ceramahnya kemarin ๐Ÿ™‚

  34. biasa aja lageee…. ๐Ÿ™‚

  35. ngomong dong…sariawan? udah ditulis kisah yang mirip?

  36. baru baca lagi kisah sebelumnya, berhubungan badan sama laki2 yg cuma teman ?
    gak cuma seorang pulak …
    urusan moral siy gak ikut2an nge-judge deh, tapi masalah kesehatan organ reproduksi tuh mbak …gak eman-eman apa ya, vaginanya buat blusukan lebih dari satu pria ? *perasaan tiap baca jurnal sex edu-nya pak dokter niy jadi geregetan mulu :-D*

  37. Ya mgkn aja cewek ngajakin gituan duluan. Dua2nya kan sama2 pny syahwat. Tp hub seks itu kan meskipun org sering bilang “kecelakaan” pd kenyataannya ada tahapan2nya. Gak serta-merta. Bisa menghindar, menolak, melawan. Jd saya menduga pasti pertemanan mereka mmg tdk sehat. Teman tapi mesum, eh ketemunya bajingan. Ya ancur2an deh. Na'udzubillah

  38. biar lebih gregetan, sekali-sekali perlu direkam live gitu kali ya… ๐Ÿ™‚

  39. makanya kadang ini yang buat saya pesimis dengan petuah-petuah (atau kata mba Reny: kultum) yang saya lakukan itu… kadang memang harus ada peraturan yang lebih jelas diterapkan bagi mereka yang suka begituan, saya rasa perilaku seks sembarangan itu bukan hak asasi manusia, tetapi hak asasi binatang…

  40. Nah…. ini kan yang dimaksud dengan: jangan mendekati zina, karena kecenderungannya pasti akan tergelincir….

  41. Yup, jgn mendekati zina.

  42. pada dasarnya harus diajarkan cara untuk menghargai diri sendiri deh mas
    bahwa diri kita berharga, jangan begitu saja diserahkan kepada orang lain yg kita gak tahu gimana nanti ke depannya.
    dan iya…petuah jangan mendekati zina itu harus diaplikasikan
    misalnya gini niy, kalau masa pedekate hanya saling ketemu di tempat ramai, makan bareng, gak mungkin juga terjadi persetubuhan.

    berusaha keras agar keturunan kita terhindar dari hal yg demikian ya mas *saling mendoakan*

  43. busyet dah, sama teman?
    saya mau donk jadi temannya…

    *ngakak setan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s