bayi, ultah

Barakallahu fi umrik Kak Ifa – Slamat Ultah 12 Tahun


Bismiillah…

To: Kak Ifa

Selamat ulang tahun yah Kak Ifa, udah 12 tahun ya sekarang, udah besar aja…, padahal serasa baru kemarin Kakak masih digendong. Semoga di tahun ini ngaji & hapalan Kakak semakin lancar ya…, sekolahnya mendapatkan nilai yang baik & semoga cita-cita Kakak akan tercapai. Bapak & Ibu selalu menyayangi Kakak… Maafkan juga Bapak & Ibu kalau terkadang cara menyayangi Kakak membuat Kakak kesal ya… Itu semua insyaAllah buat kebaikan Kakak juga, untuk masa depan Kakak…. Ini Bapak & Ibu kasih hadiah doa dulu buat Kakak ya, diaminkan ya…

Ya Allah, panjangkan & berkahilah umur Kak Ifa, sehatkanlah badannya, terangilah hatinya, kuatkanlah hatinya, baikkanlah amalnya, luaskanlah rezekinya, dekatkanlah Kakak dengan kebaikan & jauhkanlah dari kejahatan, kabulkanlah semua kebutuhan Kakak dalam agama di dunia & di akhirat. Sesungguhnya hanya Engkaulah ya Allah, Yang Maha Kuasa atas segalanya. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin…

Kado Video

Bapak & Ibu
16 Juni 2020

bayi, doa, dokter, istri

Dambaan hati itu telah lahir…


Alhamdulillah, tlah lahir normal puteri pertama kami, Senin 16 06 08 pkl.01.23 di RSIY Kalasan Sleman, BB 2650 g, P 48 cm. Mhn doa agar jadi anak shalih (Dodo & Iin)

Begitu pesan singkat yang aku kirimkan ke sebagian besar nomor kontak di phonebook HP-ku. Terus terang ga sabar ketika harus menunggu subuh untuk menyampaikan berita gembira ini. Banyak balasan diiringi doa-doa berharga bahkan dari mereka yang tak menerima sms-ku karena kebetulan tidak terdaftar di phonebook. Terima kasih atas semua dukungan dan doa yang diberikan kepada kami selama ini… semoga mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah.

Ingin kilas balik sejenak, mengenang detik-detik kelahiran sang buah hati…

Istri mulai mengeluarkan lendir darah pada Jumat, 13 Juni 2008, Hari Perkiraan Lahir (HPL) bayi jatuh pada Hari Ahad 15 Juni 2008. Mules-mulesnya sih belum, tapi khawatir aja… makanya langsung aku bawa ke rumahsakit tempat biasanya istri ANC (antenatal care=perawatan sebelum lahir). Di periksa di UGD, ternyata mulut rahimnya masih pembukaan 1 cm. Ditawarkan nginap sih, tapi istri lebih nyaman di rumah kata, ya udah… kita pulang lagi ke rumah.

Sabtu udah mulai mules-mules, tapi kontraksi rahim belum teratur dan masih lemah. Aku sarankan untuk relaksasi saja, istri merasa lebih nyaman kalau tiduran sambil duduk di kursi. Ahad sore udah mulai meningkat lagi kontraksinya, sampai mengaduh-aduh, aku hitung lama dan interval antar kontraksi juga belum teratur. Ga tega juga lihat istri, tapi ya aku berusaha memberikan saran dengan teori-teori yang aku ketahui. Pas aku lagi dinas jaga, sepertinya sudah lebih parah sakitnya. Memang sih istri sendirian di rumah, kasihan juga kan, ga ada tempat berkeluh kesah  yaa, risiko kalau udah gini, keluarga jauh semua dan waktunya pada belum bisa. Kebetulan kakak ipar bisa datang dengan satu bibi yang akan membantu, tapi baru bisa nyampe sekitar waktu maghrib. Melalui telepon aku saranin istri melakukan posisi seperti sujud, menumpu pada kedua lutut dan lengan, sambil dibuka lebar antar lengan dan pahanya. Aku minta lakukan selama 30 menit, alhamdulillah bisa berkurang sakitnya. Pukul 21 aku selesai dinas, langsung cabut ke rumah, belum sampe rumah udah ditelepon istri: bisa pesan taksi sekarang ga? Posisi di mana? Aku katakan sedikit lagi nyampe rumah… kebetulan sebelum pulang dinas aku beli gel pelumas dan sarung tangan untuk periksa dalam, memantau sejauh mana pembukaan mulut rahim istri. Kebetulan kakak ipar juga udah nyampe dan membawa pesananku: Doppler (alat untuk mengetahui dan menghitung denyut jantung janin) dan stetoskop janin. Langsung aja aku cek denyut jantung calon bayi kami, Alhamdulillah masih normal berkisar 140-an kali permenit. Terus aku periksa dalam. Wah…ternyata sudah pembukaan 4-5 cm. Tanpa pikir panjang (belum sempat ganti baju, apalagi mandi… hehehe) aku langsung cari taksi, untung ada pangkalan taksi di Hotel Hyatt, dan dekat dari rumah. Sekitar pukul 22.30 kami nyampe di rumahsakit. Langsung masuk ruang observasi persalinan (VK). Diperiksa sama bidan, eh… udah pembukaan 6 cm. Ga tega banget lihat istri kesakitan gitu, sampai bergetar badannya menahan sakit, tapi istriku ga teriak-teriak, cuma ekspresinya menggambarkan kesakitan sekali. Ya, aku sambil menemani istri dikabari kalau dokter kandungannya sebentar lagi datang (sekitar 1 jam, dengan perkiraan sudah pembukaan lengkap). Sekitar pukul 00, Senin 16 Juni 2008 sudah lengkap pembukaannya. Istri kemudian dipimpin oleh dokter untuk mengejan. Bu dokternya memintaku membantunya, walah… padahal mau mendokumentasikan keluarnya sang jabang bayi, hehehe… ya udah pake sarung tangan dan langsung ikut turun tangan. Lumayan lama mengejan, berulang kali, sekali-sekali istri diberi minum dan dipompa semangatnya. Alhamdulillah pukul 01.23, bayi kami lahir. Sesuai hasil USG, jenis kelaminnya perempuan, mungil banget, beratnya 2650 gram (kalau dari USG terakhir: 2900 gram, tapi masih BBLC (Berat Bayi Lahir Cukup) kok… ternyata plasentanya juga kecil, jadi wajar saja penyaluran nutrisi dari ibu ke bayi juga sedikit…

OK, sekarang cerita dikit tentang bayinya ya. Subhanallahu, aku sampai sekarang masih merasa takjub punya bayi yang mungil dan cantik begini…hhhhh….gemes…tapi rada-rada khawatir waktu pertama kali menimangnya. Maklumlah… baru jadi bapak baru sih… J. Kalo aku perhatikan sih rada-rada mirip aku gitu… hahaha… ya iyalah…

Selasa sore setelah imunisasi BCG (waktu lahir langsung diimunisasi Hepatitis B), kami pulang dari rumahsakit, wah… tetap lebih enak di rumah, si bayi lebih tenang kayaknya. Kata orang repot kalau bayi masih baru gigi, memang sih, tapi kan semua itu hilang dengan rasa bahagia yang amat sangat…

Walau ga cuti kerja aku sempatkan sebisaku membantu mengasuh si bayi mungil kami, sudah mulai diperkenalkan ke tetangga, dijemur, minumin susu. Yah, si bayi akhirnya “dipaksa” minum formula (ini juga berdasarkan petunjuk dokter anaknya), karena ibunya belum juga bisa mengeluarkan ASI secara adekuat (kolostrum udah keluar, tapi mandek lagi…). Sayang ga dapat asupan energi kalau cuma diminumin air putih saja. Ya, mau gimana lagi. Tapi aku motivasi terus istri untuk tetap meneteki bayi untuk lebih menstimulasi produksi ASI, selain itu juga diberi obat perangsang produksi ASI. Hari pertama kelahiran si bayi aku tahnik-kan (salah satu sunnah nabi) dengan madu (ga sempat cari kurma). Mengganti popok juga udah, kalau memandikan belum sih… hehehe, maklumlah masih berbagi tugas.

Kalo ditanya siapa namanya, wah…nunggu aqiqahnya saja ya…masih dicari-cari nih yang cocok dan tentu saja baik bagi si bayi lah… ditunggu ya. “Ya rabb kami, jadikanlah bayi kami menjadi penyejuk mata bagi kami dalam mengarungi kehidupan dunia ini dan menjadi penambah pahala kami di akhirat nanti… serta jadikan ia orang yang berguna bagi umat manusia… amiiin ya rabbal ‘aalamiin…”

Foto-foto selengkapnya (klik aja)

bayi, hamil, istri

Cerita hamil istriku


Karena belum sempat cerita-cerita tentang kehamilan istri seperti yang direncanakan, akhirnya aku rangkum saja semuanya dalam satu tulisan ini. Semoga dapat diambil manfaatnya.

Yah, istri hamil…tentu saja sangat menggembirakan sang suami. Apalagi bagi diriku yang lumayan lama menunggu diberi calon pewaris tahta (hehehe…). 2 tahun 2 bulan aku kira penungguan yang cukup lama sejak pernikahan kami pertengahan 2005 lalu. Di sinilah kami senantiasa bersyukur bahwa memang semuanya sudah diatur Sang Pemberi Rizki. Tapi memang terus terang aku tidak terlalu intensif memperhatikan proses kehamilan istri secara dia semakin sering kutinggal karena urusan kerja dan aktivitas yang cukup padat… Sering juga peningkatan emosi saat hamil dan perasaan supaya lebih minta diperhatikan hadir secara mendadak, jadi memang agak repot sih, tapi tetap menyenangkan lah. Berhubung ini juga calon cucu pertama dari pihak mertua dan calon cucu kedua dari ortuku, jadi terkesan memang harus ekstra hati-hati memelihara kehamilannya. Kadang-kadang kok aku seperti ”berempati” seolah-olah ikut hamil, kalo perut istri sakit, aku ikut mules gitu… aneh…

Alhamdulillah, keluhan selama kehamilan istri tidak terlalu ”menakutkan” seperti ngidam, muntah, jungkir balik, dll…ya paling nyeri-nyeri dikit di perut bawah, kata dokter kandungan akibat penambahan beban saja. Walau pun ga ngidam tapi kalo diajak makan ke luar selalu ga menolak, mintanya sih macam-macam…hehehe, tapi bukan ngidam kok… ?

Kalo ditanya kontrol hamilnya kemana aja, wah jelas kami tidak pernah setia sama satu tempat saja alias berpindah-pindah. Soalnya sering ga puas kalau periksa. Selama hamil pernah diperiksa di dokter kandungan di Purwokerto, pas istri lagi ngurus tes PNS-nya. Mahal banget obatnya, waktu itu sih memang aku suruh segera periksa karena terjadi pengeluaran bercak kemerahan. Di USG ternyata ga apa-apa. Di beri vitamin dan penguat kehamilan. Kali kedua periksa di dokter kandungan cewek di kliniknya yang cukup terkenal di Jogja. Waduh, dokternya ga komunikatif, periksanya  mahal, kapok! Terus akhirnya aku bawa istri ke RS Ghrasia Pakem (ini dulu rumah sakit khusus rehabilitasi penderita gangguan jiwa, katanya di situ ada USG 4 dimensi. Itu loh USG yang memadukan gambar tiga dimensi dalam bentuk video. Wah, hebat, murah banget! Mungkin masih promosi kali ya, cuma habis sekitar 80 ribu. Itu udah plus CD-ROM buat ngopy file USG-nya. Memang sih yang memeriksa bukan dokter kandungan tapi dokter penyakit dalam, tapi ga masalah lah, dia juga mengerti kok, pelayanannya juga enak, komunikatif! Kalau melihat video USG 4D ini, kami bisa senyum-senyum sendiri, soalnya kelihatan banget si bayi lagi ngapain, kadang cemberut, kadang tersenyum, kadang menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, hahaha…very excited (kalo teman-teman mau lihat boleh buka di menu video)

Terakhir aku periksakan istri ditempat kerjaku sendiri, nah, di sini lebih enak lagi, gratis tisss… hehehe… Rencana kontrol berikutnya di sana aja ah… rencana melahirkan juga sekalian ah…, kan bisa menghemat gitu. O, iya sekarang umur kehamilan istriku 32 minggu atau 8 bulan. HPL atau hari perkiraan lahir 15 Juni 2008. Jenis kelamin calon bayi kami ”dipastikan” perempuan melalui USG 2 dimesi pada pemeriksaan terkhir kemarin. Doa kan ya semoga semuanya dimudahkan.