bayi, hamil, istri

Cerita hamil istriku


Karena belum sempat cerita-cerita tentang kehamilan istri seperti yang direncanakan, akhirnya aku rangkum saja semuanya dalam satu tulisan ini. Semoga dapat diambil manfaatnya.

Yah, istri hamil…tentu saja sangat menggembirakan sang suami. Apalagi bagi diriku yang lumayan lama menunggu diberi calon pewaris tahta (hehehe…). 2 tahun 2 bulan aku kira penungguan yang cukup lama sejak pernikahan kami pertengahan 2005 lalu. Di sinilah kami senantiasa bersyukur bahwa memang semuanya sudah diatur Sang Pemberi Rizki. Tapi memang terus terang aku tidak terlalu intensif memperhatikan proses kehamilan istri secara dia semakin sering kutinggal karena urusan kerja dan aktivitas yang cukup padat… Sering juga peningkatan emosi saat hamil dan perasaan supaya lebih minta diperhatikan hadir secara mendadak, jadi memang agak repot sih, tapi tetap menyenangkan lah. Berhubung ini juga calon cucu pertama dari pihak mertua dan calon cucu kedua dari ortuku, jadi terkesan memang harus ekstra hati-hati memelihara kehamilannya. Kadang-kadang kok aku seperti ”berempati” seolah-olah ikut hamil, kalo perut istri sakit, aku ikut mules gitu… aneh…

Alhamdulillah, keluhan selama kehamilan istri tidak terlalu ”menakutkan” seperti ngidam, muntah, jungkir balik, dll…ya paling nyeri-nyeri dikit di perut bawah, kata dokter kandungan akibat penambahan beban saja. Walau pun ga ngidam tapi kalo diajak makan ke luar selalu ga menolak, mintanya sih macam-macam…hehehe, tapi bukan ngidam kok… ?

Kalo ditanya kontrol hamilnya kemana aja, wah jelas kami tidak pernah setia sama satu tempat saja alias berpindah-pindah. Soalnya sering ga puas kalau periksa. Selama hamil pernah diperiksa di dokter kandungan di Purwokerto, pas istri lagi ngurus tes PNS-nya. Mahal banget obatnya, waktu itu sih memang aku suruh segera periksa karena terjadi pengeluaran bercak kemerahan. Di USG ternyata ga apa-apa. Di beri vitamin dan penguat kehamilan. Kali kedua periksa di dokter kandungan cewek di kliniknya yang cukup terkenal di Jogja. Waduh, dokternya ga komunikatif, periksanya  mahal, kapok! Terus akhirnya aku bawa istri ke RS Ghrasia Pakem (ini dulu rumah sakit khusus rehabilitasi penderita gangguan jiwa, katanya di situ ada USG 4 dimensi. Itu loh USG yang memadukan gambar tiga dimensi dalam bentuk video. Wah, hebat, murah banget! Mungkin masih promosi kali ya, cuma habis sekitar 80 ribu. Itu udah plus CD-ROM buat ngopy file USG-nya. Memang sih yang memeriksa bukan dokter kandungan tapi dokter penyakit dalam, tapi ga masalah lah, dia juga mengerti kok, pelayanannya juga enak, komunikatif! Kalau melihat video USG 4D ini, kami bisa senyum-senyum sendiri, soalnya kelihatan banget si bayi lagi ngapain, kadang cemberut, kadang tersenyum, kadang menggerak-gerakkan tangan dan kakinya, hahaha…very excited (kalo teman-teman mau lihat boleh buka di menu video)

Terakhir aku periksakan istri ditempat kerjaku sendiri, nah, di sini lebih enak lagi, gratis tisss… hehehe… Rencana kontrol berikutnya di sana aja ah… rencana melahirkan juga sekalian ah…, kan bisa menghemat gitu. O, iya sekarang umur kehamilan istriku 32 minggu atau 8 bulan. HPL atau hari perkiraan lahir 15 Juni 2008. Jenis kelamin calon bayi kami ”dipastikan” perempuan melalui USG 2 dimesi pada pemeriksaan terkhir kemarin. Doa kan ya semoga semuanya dimudahkan.

hamil, istri

Alhamdulillah…istriku hamil!!


Kemarin sore beli strip tes kehamilan (plus pack test – PP Test) bareng istri sekaligus silaturahim ke tempat pak lik dan teman di seputaran Gombong dan Tambak Banyumas. Aku kira di ruang praktik almarhumah ibu mertua masih ada sisa stripnya, kata istriku udah ga ada, jadinya yah kita beli aja. Selain itu juga ga sabar menunggu nanti setelah di Jogja aja dites-nya, secara masih punya beberapa cadangan strip di rumah.

Pagi tadi sebelum sholat subuh, aku bangunkan istri untuk urinasi (red: pipis-maaf), dan dites pake strip yang dibeli. Sebenarnya aku deg-degan juga, hamil ga ya…hamil ga ya… :-b Tapi, dari luar aku tampakkan wajah yang biasa-biasa aja, hehehe…maklum seperti pengalaman dulu selama dua tahun, seringnya kecewa setelah dites, ternyata ga positif hamil. Jadi kali ini diusahakan biasa aja. Tapi, beberapa saat kemudian istriku kembali ke kamar, sambil cengengesan, “hehehe…hamil, Yang…”, “Manaa…coba liat”, kataku. O, iya, alhamdulillah, stripnya menunjukkkan 2 garis merah, artinya positif terdeteksi hormon kehamilan, hCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Memang, hCG tidak mesti menandakan positif hamil, karena ada kondisi lain yang menimbulkan sekresi (pengeluaran) hormon ini, seperti pada tumor tertentu dan kondisi hamil anggur (mola hydatidosa).

Dari perubahan fisik istri memang belum begitu jelas. Cuma dia sudah merasakan perutnya mules/kram dan puting payudaranya nyeri. Selain itu menstruasinya memang sudah berhenti, alias telat hampir 2 minggu ini. Jadi sudah terjadi konsepsi (pembuahan) lebih kurang 3 minggu yang lalu (ini disebut sebagai umur kehamilan yang asli). Kalau berpatokan kepada HPM (hari pertama menstruasi yang terakhir) hitungannya sudah hampir 6 minggu. Tanda lainnya, istri merasakan sering keluar lendir, jauh dari waktu seharusnya, sebelum dia mengalami menstruasi lagi. Klo yang aku rasakan, suhu badan istri lebih tinggi dari biasanya, alias lebih hangat… :-b

OK deh sekali lagi belum mau euforia (bahagia berlebihan) dulu, secara masih panjang “perjalanan” yang harus dilalui. Mudah-mudah memang benar positif hamil berisi janin, calon junior kami melalui tes-tes selanjutnya, dan berharap tidak ada kelainan yang fatal dari pihak istri mau pun janin. Aamiin…

Rabbana hablana min azwajina wazurriyatina qurrata a’yun, wajalna lil muttaqina imaama…

Gambar dilink dari sini