Diposkan pada tak terkategorisasi

Runtuhnya Teori ‘Gen Gay’


Mumpung rame kembali kasus pelegalan kawin sejenis di US oleh Obama…

avatar Iwan YuliyantoIwan Yuliyanto

…dan Dialog Tentang Indonesia Tanpa Diskriminasi |

Gay

Bismillah…

Jurnal ini tambahan penjelasan tentang runtuhnya teori ‘Gen Gay’ pada jurnal sebelumnya: Kasus Sodomi Anak dan Perilaku Homoseksual Anak.

Berawal dari obrolan dengan Tyas Sarce, pegiat Indonesia Tanpa Diskriminasi (ITD); juga dengan teh Onya Aza, pegiat Anti Sepilis dan Anti LGBT. Saat obrolan sampai bagian tentang fitrah manusia, Tyas Sarce menulis:

Lihat pos aslinya 2.255 kata lagi

Diposkan pada android, gadget, tunarungu

Menyiasati screen time yang berlebihan pada anak


mac

Keberadaan gadget elektronik yang memiliki fitur layar di era moderen membuat anak lebih malas untuk beraktifitas secara fisik. Orang tua sering tidak menyadari keberadaan gadget memberikan dampak yang serius bagi anak. Memang tidak semua gadget berfitur layar membuat anak malas beraktifitas secara fisik karena ada juga gadget yang justru memberikan anak semacam edukasi tertentu. Biasanya gadget jenis ini ada di sentra permainan anak di pusat perbelanjaan atau tempat wisata.

Kami pun merasa begitu, gadget merupakan ancaman tersendiri bagi kami, yang memiliki anak berkebutuhan khusus/ABK (tuna rungu). Anak ABK memerlukan kondisi bermain dan belajar yang harusnya lebih terkondisikan agar mampu menerima input yang sesuai diharapkan. Dan yang lebih penting lagi menghindari ketergantungan yang parah terhadap permainan-permainan di gadget. Anak sekarang selain sulit dicegah, mereka juga justru lebih kreatif mencari celah untuk mendapatkan keinginan mereka. Dalam kasus Nadifa (dan juga kakaknya), meski pun gadget sudah diberi proteksi password sekali pun, ternyata mereka bisa membongkarnya. Calon hacker juga ternyata, haha…

Untuk televisi lebih gampang di saat ini, karena sudah bisa lebih diatur kapan boleh nonton TV, apalagi sejak kami tidak lagi berlangganan TV satelit, dan kami sendiri juga sudah jarang menonton TV. Sedang untuk small gadget seperti android handset, itu jauh lebih sulit. Apalagi biasanya gadget jenis ini terkoneksi terus ke internet. Sehingga sangat banyak hal yang bisa dieksplorasi oleh anak. Mereka sudah terbiasa membuka google play store untuk mendownload sendiri game kegemaran mereka, atau pun tahan memelototi berjam-jam channel youtube favorit mereka. Dahulu kalau dilarang mengakibatkan mereka marah-marah dan justru sulit diajak belajar alias waktu ngambeknya sangat panjang. Untunglah sejalan waktu ada hal-hal yang bisa dimodifikasi agar screen time lebih bisa dikendalikan.

1. Membiasakan anak beraktifitas outdoor/luar ruangan. Bagaimana pun ini butuh energi besar bagi orang tua untuk memfasilitasi anak agar anak bisa beraktifitas di luar rumah. Sangat susah di situasi dunia perkotaan dengan lahan/halaman yang sempit. Sampai saat ini pun aktifitas di luar masih seperti yang dulu, les renang. Kadang main pasir di tanah tetangga, kadang main air, menyiram tanaman, senam, main petak umpet, hula hop, dan sebagainya. Sebenarnya banyak sekali referensi mengenai aktifitas outdoor. Syaratnya cuma satu: kemampuan orang tua untuk meluangkan waktunya menemani anak bermain. Ini yang susah. Padahal di zaman orang tua kecil dulu, banyak sekali aktifitas outdoor yang bisa dilakukan.

2. Mengurangi waktu koneksi ke internet. Ini jelas susah dilakukan bila gadget terkoneksi full internet. Kami menyiasatinya dengan menggunakan modem berjenis wifi mini router, sehingga lebih cepat digunakan saat dibutuhkan, dimatikan bila tidak diperlukan. Bila anak sudah memegang gadget dan terlihat siap membuka youtube atau google play store, modemnya tinggal dimatikan. Tentu saja orang tua juga tidak bisa koneksi ke internet. Memang itu konsekuensi, tidak mengapa. Yang sulit adalah ketika orang tua sedang butuh koneksi internet seperti untuk membalas email, dan sebagainya. Ini bisa disiasati, misalnya dengan menggunakan dua jenis modem, tapi ini justru menambah biaya. Cara lain yang lebih praktis dan tidak keluar biaya tambahan, yaitu dengan melakukan filtering. Ini memerlukan pengaturan di aplikasi modemnya sendiri. Saya biasanya menggunakan filtering berdasarkan MAC address dari gadget yang digunakan atau berdasarkan alamat website tertentu. Filtering menggunakan MAC address akan memblokir penggunaan internet di gadget yang kita inginkan. Jadi orang tua tetap bisa melakukan koneksi melalui gadget lain, misal laptop, ketika harus melakukan koneksi ke internet. Dengan sistem seperti ini sampai sekarang anak tidak melakukan protes, karena bisa kita lakukan dengan diam-diam.

3. Melakukan kompensasi dengan memeberikan fasilitasi mainan yang interaktif dan memerlukan aktifasi motorik yang lebih banyak. Bila mempunyai budget/anggaran khusus buat membeli mainan, tentu ini dapat menggantikan permainan-permainan virtual di gadget, sehingga memungkinkan anak mengembangkan motorik, berkonsentrasi, dan belajar secara lebih baik. Syukur kalau orang tua lebih kreatif membuat mainan-mainan biaya murah bahkan tanpa biaya sebagaimana pengamalam mereka sewaktu kecil dulu.

4. Dan lain sebagainya, silakan orang tua atau teman-teman yang mempunyai pengalaman, dapat menambahkan tip-tipsnya. Terimakasih.

Diposkan pada hemat, keuangan, teknologi, tips

Efisiensi


IMG_20150605_231022-

Beberapa waktu lalu saya sempat menulis untuk mengikuti lomba mengenai energi, sayang saya tidak terlalu serius untuk memperjuangkan agar artikel saya itu masuk nominasi. Tidak mengapalah, yang penting ide (untuk) menulis (lagi) sudah terealisasi, dan sedikit banyak sudah tertuang dalam wujud tulisan yang bisa dibaca banyak orang dan berharap memberikan inspirasi dan manfaat.

Kali ini saya mau bercerita terkait judul tulisan ini. Yah, efisiensi. Tentu kata ini saya yakin sudah tidak asing bagi kita semua. Silakan cari maknanya yang begitu banyak di google. Saya sendiri mengartikan efisiensi sebagai penghematan. Hemat dari hal-hal yang selama ini dirasakan sebagai pemborosan. Berhemat dari kegiatan-kegiatan yang seharusnya bisa ditiadakan bila hasil yang dicapai bisa sama bahkan bisa lebih baik. Terkadang efisiensi tidak memberikan kenyamanan. Tetapi kan, kenyamanan itu karena faktor pembiasaan saja. Dan kita mungkin sudah sedikit paham, terkadang kenyamanan itu lama-lama bisa membunuh kita dengan lebih cepat. Membunuh dalam artian sebenarnya, atau membunuh kemampuan diri kita untuk lebih maju menghadapi tantangan agar survive dalam dunia yang semakin keras ini.

Baiklah… supaya tidak melebar kemana-kemana, saya langsung saja cerita mengenai proses-proses efisiensi yang sedang saya lakukan di tempat kerja dan di rumah. Memang ada bagian tertentu yang dari sananya sudah terlanjur sejak awal sehingga tidak bisa dilakukan efisiensi yang berarti seperti desain rumah dan kantor, lokasi rumah dan kantor, jarak ke tempat kerja, daya listrik PLN, dan sebagainya. Namun di era yang semakin keras ini, efisiensi menjadi suatu kewajiban untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan pengorbanan (uang dan tenaga) yang lebih kecil, dan tentu saja bisa memberikan tabungan dan sedekah yang lebih banyak. Berikut proses efisiensi yang saya lakukan:

1. Listrik
Sekarang setiap ada bola lampu yang rusak, maka saya selalu mencari penggantinya dari jenis LED, kalau bisa cari yang paling murah, dibandingkan dengan merek termahal dan katanya terbaik, tapi sebisa mungkin juga cari yang ada garansinya. Akhirnya bisa juga dapat bola lampu seharga 60 ribuan (lebih murah dari itu belum dapat yang ada garansi, tapi saya coba juga, siapa tahu awet , hehe) berkapasitas 12 watt, cukup untuk penerangan efektif namun hemat energi. Selain itu kami senantiasa, terutama saya yang paling rewel, mematikan lampu bila tidak digunakan, saat tidur kami usahakan tidur dengan lampu maksimal 5 watt saja, kalau perlu tidak usah pakai penerangan sama sekali. Banyak tulisan yang menjelaskan tidur tanpa penerangan lebih sehat. Yang paling susah dilakukan sampai sekarang adalah mengkondisikan suhu ruangan kamar tidur agar tidur tetap nyaman. Lingkungan dan desain rumah yang tidak menguntungkan membuat suhu ruang juga tidak bersahabat. Namun ada beberapa cara yang kita lakukan. Bila kondisi ruangan tidur suhunya tidak nyaman, yah, terpaksa AC hidup. Dulu di awal, masih rajin membuat setingan agar AC tidak terlalu boros listrik seperti mengaktifkan fitur low energy, fitur timer off/otomatis off bila sudah pukul 2-3 dinihari. Cara lain kalau lagi tidak terlalu panas, dengan membuka pintu kamar tidur sehingga sirkulasi udara lebih baik, jangan membuka jendela, nanti malah maling bisa masuk, hehe. Cara ini terpaksa bila AC sedang rusak, hehe. Bisa dikombinasikan dengan menghidupkan kipas angin. Bersyukurlah bagi mereka yang bisa membuat rumah yang tidak memerlukan AC. Berkaitan dengan AC ini, saya sendiri pernah menderita sakit persendian lutut karena terlalu sering terpapar udara AC secara langsung, karena juga suka lupa memakai pelindung seperti selimut. Tidur yang paling nyaman bagi saya ketika AC ruangan hidup adalah dengan memakai sarung atau celana di bawah lutut. Sayangilah lutut kita… Dan bagaimana pun sampai sekarang saya merindukan rumah tanpa AC, dan itu memerlukan investasi mahal, entah kapan bisa terealisasi. Mahal di awal, namun bisa murah untuk proses lanjutannya. Untuk peralatan komputer, alhamdulillah sampai sekarang ga punya komputer desktop/PC yang watt-nya amat besar itu. Meski sudah banyak akhir-akhir ini komputer hemat energi…, secara pribadi saya belum membelinya, masih memakai laptop biasa saja. Namun untuk kantor kami sedang melakukan eksperimen dan substitusi untuk perangkat komputer hemat energi ini. Semoga sukses dan nanti bisa dibuatkan reviewnya. O, iya sekarang saya sangat jarang sekali nonton TV, selain acara TV sekarang banyak yang tidak bermanfaat, kok kayaknya lebih enak tidur atau browsing daripada menonton, haha…

2. Bahan bakar
Bahan bakar utama di rumah seperti di dapur sampai sekarang menggunakan gas LPG, sayang sekarang gas juga semakin mahal. Efisiensi yang bisa dilakukan sebatas bagaimana memasak yang efisien. Mungkin nanti istri saya bisa menyumbang cara masak yang efisien ini, karena saya sendiri ketika masak, masih boros, haha… O, iya, sayang juga, memasak nasi pilihannya masih memakai energi listrik yang juga besar dan semakin mahal. Masih menunggu kompor yang memiliki efisiensi tinggi untuk memasak nasi. Katanya ada ya…, tapi kali harganya juga mahal, haha…
Untuk kendaraan bermotor, sampai sekarang masih bermimpi punya sepeda yang layak agar bisa lebih banyak menggunakan sepeda untuk kemana-mana. Saat ini saya lebih prefer memakai kendaraan roda dua bila cuaca mendukung, dan tingkat kemacetan lagi parah-parahnya. Memakai mobil pun saya betul-betul berusaha mengemudi secara eco drive (susah loh, mesti nekan emosi ga terpancing ngebut-ngebutan dan main banyak rem, pagi hari lebih suka AC dimatikan, buka jendela dikit untuk hirup udara segar). Sebisa mungkin saya sewaktu memakai kendaraan sudah memetakan daerah macet agar tidak boros bahan bakar.

3. Makan
Terus terang, sekarang lebih banyak makan di rumah, tetap enak masakan istri daripada jajan di warung. Ternyata ini sangat menghemat pengeluaran. Meski pun akhirnya boros saat ga bisa nahan makan bersama di luar atau emosi membeli mainan untuk anak-anak. Di kantor rencana pengadaan katering mandiri masih tahap wacana saja, semoga bisa terealisasi yah…

4. Minum
Sayang, air sumur kami tidak mendukung untuk layak buat diminum. Was-was aja gitu, selain belum dites, juga karena tingkat iritasinya cukup tinggi terbukti tangan yang mudah teritasi saat digunakan untuk mencuci. Sampai sekarang masih minum dari air galon komersial yang cukup menguras budget, artinya yah, belum efisien. Target ke depannya ingin beralih ke mesin filter air yang sekarang banyak bermunculan dari merek terkenal. Semoga. Untuk kantor pun kami akan mereplace semua galon komersial dengan produksi sendiri dengan mesin sendiri. Smoga juga bisa segera. Banyak sekali hematnya loh…

5. Pulsa
Penggunaan pulsa menjadi salah satu perhatian saya sejak lama. Syukurlah akhirnya terpecahkan juga setelah melalui berbagai eksperimen dan evaluasi. Saya dan istri menggunakan nomor pasca bayar CDMA merek terkenal. Gratis telpon semaunya. Abonemen cukup bayar 25 ribu saja. Internet akhirnya memakai pasca bayar juga, cukup 90 ribu unlimited per bulan, pakai bersama sudah lebih dari cukup buat streaming youtube, browsing, chit-chat di grup-grup media sosial, pokoknya puaslah, dapat 15 GB per bulan untuk FUP-nya.

6. Saya kira kalau ditulis semua, banyak deh… maksudnya tulisan ini juga bisa mendapatkan masukan dari para pembaca, model-model efisiensi yang sedang diterapkan oleh teman-teman, siapa tahu bisa saya contoh. Sangat ditunggu share-nya yah, makasih…

Tulisan ini dibuat memakai tablet windows (yang jelas hemat energi), diterangi lampu belajar emergensi LED, dan kipas angin plafon (cuaca begitu sumuknya…). Diupload menggunakan jaringan internet hemat pulsa.