dokter, penyakit

Mata pancing nyangkut di kepala


Seorang anak laki-laki diantar Bapaknya ke UGD, tanggal 18 Desember lalu. Di kepalanya tertancap sebuah benda asing yang ternyata adalah sebuah mata pancing atau mata kail. Si anak bersama teman-temannya mancing ikan di sebuah sungai. Ga tahu jelasnya gimana, tiba-tiba temannya mengayunkan tongkat pancingnya, eh kok mata kailnya malah nyangkut di kepala si anak 

Mengevakuasi mata pancing tidaklah semudah yang dibayangkan, bagi anda yang hobi atau pernah memancing ikan, dibutuhkan usaha yang lebih untuk melepaskan mata pancing dari mulut seekor ikan, apalagi dengan ukuran kait yang besar. Mata pancing didesain agar mudah menancap, tetapi susah dilepaskan karena pada ujungnya terdapat duri/kait seperti pada mata tombak atau anak panah.

Teorinya sih, untuk melepaskan mata pancing ini dari kepala si anak, mata pancing tersebut di-bablas-kan (ditembuskan) lagi ke arah luar kulit kepala sehingga kait/durinya kelihatan. Nah, selanjutnya kaitnya tinggal dipotong. Bicara sih enak, tapi tempat kami ternyata belum tersedia tang potong, apalagi ternyata ukuran kailnya lumayan besar dan terbuat dari besi putih, jadi yaaa… keras banget! Dicoba motong pake gunting pemotong jaringan…waduh malah guntingnya yang rusak…

Mikir…mikir…sambil cari alat yang lebih memungkinkan dan ga ketemu, jadinya diputuskan untuk meng-insisi alias meng-iris kulit kepala si anak, sedikit saja…

Tentu saja sebelum prosedur coba-coba di atas tadi, sudah dilakukan pembersihan dan pembiusan lokal pada lokasi trauma. Akhirnya mata pancing bisa diambil, luka insisi dijahit dengan 1 kali jahitan luar, kemudian luka dibungkus, eh, diperban….

Untuk pencegahan, selanjutnya diberikan suntikan anti tetanus, obat anti nyeri dan antibiotik spektrum luas.

Beres deh, si anak pulang dengan senang…

Iklan

24 tanggapan untuk “Mata pancing nyangkut di kepala”

  1. -__-” sebenernya biasa aja sama semua foto2nya. dipantengin lama lamasambil makan jg biasa aja. tapi..tiba2 jadi ngebayangin seandainya itu terjadi sama reny atau anggota keluarga reny, malah bergidig jadinya T_T
    takutnya kok malah karna itu T_T

  2. @ mba Ratna: ya, sempatlah, apa pun kondisinya, kita sebagai dokter ga boleh panik atau ngeri, apalagi klo cuma foto-foto.. 🙂

    @ mba Mimin: oo, si anak sama sekali ga jejeritan, anteng banget, apalagi kan udah dibius 🙂 klo batok kepala sih ga semudah itu untuk ditembus hanya oleh sebuah mata kail…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.