WidodoWirawan.Com

Ga ikut sholat Jumat. karena hujan….

13 Komentar


Iklan

13 thoughts on “Ga ikut sholat Jumat. karena hujan….

  1. kalo di sini, tinggal nebeng sama yang bawa mobil. atau… hujan-hujanan.

  2. hehe, malah senang dengan hujan, tahun ini tahun yang indah, penuh dengan hujan…termasuk hujan abu :-b

  3. ga pa-pa juga OT 🙂 cuma mudahnya ya, tidak ikut jumatan saja…

  4. masih nih, sekarang rintik-rintik, enak buat bobok sebenarnya :-b

  5. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu bahwasanya dia pernah berkata kepada mu'adzinnya ketika hujan turun: “Apabila engkau telah melafadzkan : Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah maka jangan mengatakan : Hayya 'alash shalaah, akan tetapi katakan : Shalluu Fii Buyuutikum (Shalatlah di rumah kalian). Lalu manusia (mendengarkannya seolah-olah) mengingkari masalah tersebut. Ibnu Abbas lalu berkata: 'Hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam). Sesungguhnya shalat Jum'at itu adalah kewajiban dan aku tidak ingin menyuruh kalian keluar (ke Masjid) lalu kalian berjalan di atas tanah yang becek dan licin”. (HR. al Bukhari dalam Shahihnya no. 901 dan Muslim no. 699)

  6. hehe, mungkin ada, tapi emang “ga niat” hahaha… lah ada “bonus” kemudahan kok ditolak…. zaman Nabi kan juga udah ada payung/mantel/kereta pake atap kan Pak 🙂

  7. Dari Jabir radliyallah 'anhu dia berkata : “Dahulu kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam safar (perjalanan) lalu hujanpun menimpa kami maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : “Siapa yang mau maka silahkan dia shalat di rumahnya atau tempatnya”. (Hadits Riwayat Muslim 698)

  8. Klo masih “malas” juga ke masjid untuk jumatan karena hujan, ada dalil yang lebih ekstrim:

    Dari Usamah bin Umair radliyallah 'anhu dia berkata : “Dahulu kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada waktu Hudaibiyah dan hujanpun menimpa kami tapi tidak sampai membasahi sandal-sandal kami. Lalu mu'adzin Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengumandangkan: Shalluu Fii Rihaalikum”. (HR. Ahmad 5/74 dan 75 dan Abu Daud no. 1057)

    Hadits ini membantah pengkhususan (udzur) hanya pada hujan deras saja. Bahkan Ibnu Hibban membuat judul bab dalam Shahihnya (5/438) dengan ucapan beliau (penjelasan bahwa hukum hujan rintik-rintik yang tidak mengganggu itu sama dengan hukum hujan yang mengganggu)

    So, betapa tidak menyulitkannya Islam itu….

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s