curhat

Puncak Stres Part 2 – MCB Listrik Abal-abal


Tahu kan MCB? Itu loh, miniature circuit breaker atau saklar mini pemutus jaringan listrik secara otomatis bila ada kelebihan beban listrik atau hubungan singkat alias korsleting pada sistem kelistrikan di rumah kita. Nah, Part ini masih berhubungan dengan jurnal saya yang ini tentang puncak stres pada hari yang sama, yaitu hari Jum’at kemarin. Salah duanya ya masalah MCB ini. Kira-kira hampir 1 minggu sebelum Jum’at kemarin itu listrik di rumah saya byar pet berulang-ulang. Frekuensinya sering dan intervalnya ga bisa diperkirakan, bahkan baru aja dihidupkan kembali MCB-nya, eh, MCB punya PLN yang ada di luar rumah ikut-ikutan jegleg! Atau kalau engga, ya baru sedetik juga dinaikkan ke atas MCB-nya langsung melorot lagi ke bawah. Malah pernah saya cuma nyentuh badan MCB-nya engga pada tuas saklarnya, eh, langsung mati itu listrik. Gimana ga mengesalkan, malam hari jadi panas belingsatan karena kamar kami memang sempit dan seringnya diisi orang empat, jadi sudah terbiasa ngandalin AC, akhirnya kipas yang biasa dipake di ruangan lain diungsikan ke kamar utama buat ngganti’in si AC, meski ga begitu nyaman apa boleh buat. Namun ternyata bukan hanya disitu permasalahannya, listrik tetap byar pet meski sumber-sumber penyedot listrik besar telah dimatikan semua, AC, kulkas, TV, pompa air, bahkan sebagian besar lampu udah juga, ah sama aja, itu MCB ga bisa diajak kompromi, malah dipaksa, dia mendadak panas dengan disertai bunyi-bunyi kemeretek.

Saya sangat menduga masalah listrik ini murni disebabkan si MCB, kok dia sepertinya sudah impoten juga, hehe… Lalu saya sempatkan bertanya sama mekanik listrik di kantor yang merangkap driver. Dia sih intinya belum bisa menentukan secara pasti masalah ada di mana, harus lihat dulu ke lokasi. Nah, bagus ini, jadi ga menduga-duga. Setelah mencocokkan jadwal melalui negosiasi yang cukup alot beberapa kali karena ternyata beliau cukup banyak orderannya, akhirnya bisa juga saya paksa Jum’at siang datang ke rumah, hehe… Ya, persis bersamaan dengan waktu reparasi sumur yang setengah sukses itu.

Ternyata, ngutak-ngatik instalasi listrik PLN itu tidak semudah yang dibayangkan meski saya juga hobi listrik dan elektronika dan punya banyak pengalaman kesetrum pada zaman baheula, tapi yang ini saya belum pernah ngerja’in. Dan ternyata waktu ditangani rekan kantor saya itu, ya memang rada sulit terutama saat membuka boks penyimpanan MCB-nya, alot beneeer… susah ditarik, dicongkel, pokoknya dibuat segala macam cara biar bisa lepas, ah, akhirnya bisa juga. Ini katanya kesalahan waktu masang di awal oleh si tukang yang membuat rumah saya. Kacau dah…

Lalu mulailah teman saya itu melepaskan si tertuduh yang menjadi biang keladinya, si MCB. Eh, benar, ternyata MCB itu sudah kobong alias hangus, saya disuruh pegang, waduuh, puaanasssnyah…

Lalu dia ngasih tahu MCB yang baru saja dilepas itu punya kemampuan 16 amper. Hah! Terkejut saya, secara malam sebelumnya saya sempat browsing mengenai MCB, dan sedikit ngeh klo nilai itu melebih batas yang diperlukan. Artinya si MCB seharusnya bisa off secara otomatis bila bebannya sudah lewat dari yang dibutuhkan oleh peralatan listrik di rumah saya. Tapi karena ukurannya hampir 3 kali dari yang seharusnya, jadi ga gampang off dia. Akhirnya ya dia ngeden alias mati tak mau tapi hidup juga sengsara karena harus merasakan panasnya beban arus listrik dan mengakibatkan akhirnya hangus tersebut. Daaaan…. ini masih untung segera terdeteksi dan rumah saya masih dilindungi Allah, tidak ikut terbakar, padahal kabel yang terhubung pada MCB itu sudah ada yang terbakar isolasinya dan akhirnya juga harus ikut diganti. Fyyuhhhhh….. Alhamdulillah.

Akhirnya saya diminta untuk beli MCB baru, beli yang sesuai kebutuhan saja yaitu 6 amper dan dipesanin merek MG (Merlin Gerin) atau Domae dari Schneider Electric, Perancis. Katanya itu yang paling bagus kualitasnya. Dan karena saya juga sempat browsing dan baca juga hasil penelitian seorang dosen di Bali tentang per-MCB-an ini, memang merek MG ini yang paling OK kualitasnya. Harganya juga ga mahal amat kok, cuma 40 ribu. Jadi, saya dulu sempat dikadalin juga sama pengembang rumah saya, masangin MCB merek abal-abal dan tidak sesuai kebutuhan pula… Lain kali ga bisa diapusi (ditipu) lagi nih klo tentang per-MCB-an ini, hehe…. Nah, selain MCB saya juga membeli 1/2 meter kabel NYA (bisa googling deh jenis-jenis kabel untuk listrik PLN) sebagai pengganti kabel yang terbakar, murah ternyata, cuma 1500 rupiah, hehe…

Alhamdulillah, listrik di rumah tidak byar pet lagi, terima kasih buat rekan kantor saya yang ga mau dibayar tapi masa’ saya tega ga ngasih bayaran, hehe…. dan kepada produsen MCB yang bagus ini.

Pic dari sini

Iklan

22 tanggapan untuk “Puncak Stres Part 2 – MCB Listrik Abal-abal”

  1. Nah, ga tahu tuh Mas, secara kan kita cuma pasrah bongkok sama PLN, kalo ada korupsi dalam kualitas alat mereka, kita tinggal kena getahnya 😦 barangkali perlu ada penelitian juga nih, coba deh Mas Priyo teliti, siapa tahu ketemu hal yang mengagumkan, hehe….

  2. Heuheu kita senasib Pak, dikadalin developer. Untungnya saya n suami sama sama lulusan STM gak sempat kebingungan sih cuma mangkel aja. Akhirnya suami bongkar tu MCB ganti dengan merk Si Emen alias Siemens walaupun disitu ditulis larangan 'dilarang membuka segel'. Sabodo amat dah!

  3. waktu aku mengganti rumah sekering dengan mcb, aku pilih mcb kelas 2. waktu aku tanya ke toko besi, ternyata ada tiga kelas harga mcb, yang 8500-an, yang 15000-an dan 25000-an. aku pilih yang 15 ribu. mereknya… hmm lupa. tapi amperenya cukup untuk mengatasi listrik rumahku yang cuma 750 watt ini. 😀

  4. Masalah listrik di kota yang namanya Painan itu sesuatu banget….
    beberapa hari yang lalu terjadi masalah di kantor karena genset rusak, mengandalkan listrik saja ternyata bermasalah…
    dan hari ini selama setengah hari terjadi pemadaman listrik… hohoho menguji kesabaran ~_~a

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.