curhat

Kecopetan…


Rabu, 2 Pebruari siang aku kecopetan. Ya, aku kira begitu…kecopetan, bukan karena dompetku yang kececeran karena kecerobohanku. Karena aku sadar dompet bututku itu pasti mengeluarkan sinyal berisik bila dia terjatuh, karena isinya campur aduk dan ga tertata rapi, ada kunci rumah, ada duit koin, ada duit kertas sekitar 170 ribuan, lembar-lembar ga jelas seperti struk belanja, slip ATM, slip pembayaran lain-lain, kartu ATM, kartu namaku, beberapa kartu nama lain, kartu registrasi anggota dokter, STNK, dan 2 batang tusuk gigi.

Kejadiannya saat mengantri panggilan foto untuk pembuatan e-KTP di kantor kecamatan tempat tinggalku. Aku menyadari dompet yang sudah lebih dari 7 tahun menemaniku itu raib dari sakuku sewaktu akan membayar uang parkir. Ternyata sudah ga ada. Lalu balik ke ke ruangan tempat mengantri. Dan tanya-tanya sama warga di situ yang sebagian besar masih satu RT denganku. Ga ada juga. Akhirnya Pak Dukuh berinisiatif mengumumkan pake pengeras suara. Aduh, jadi malu juga, orang pada tahu…

Aku sebenarnya ga begitu panik, meski pun ini nominal yang paling besar aku kehilangan. Yang cukup merepotkan adalah ketika harus memblokir berbagai jenis kartu ATM yang ada. Mana pas ada ATM-nya istri lagi. Syukur kartu kredit dan KTP-nya ga lagi di dompet itu. Yang penting lagi juga ada STNK.

Dua hari kemudian, ketika aku telepon ke RS, ada kabar dompetku ditemukan oleh seseorang. Kebetulan HP-ku mati 2 hari itu. Jadi ga bisa dihubungi sama orang yang menemukan. Syukurlah akhirnya bisa ketemu. Meski uang kertasnya raib semua. Alhamdulillah beberapa hari kemudian banyak sekali rezeki dadakan sebagai pengganti uang yang hilang itu… Dan beberapa hari yang lalu istriku membelikan aku dompet baru. πŸ™‚

Iklan

35 tanggapan untuk “Kecopetan…”

  1. Syukur ya, dokumen-dokumen penting dan kartu-kartunya nggak ikut raib. Saya jadi ingat kejadian serupa di Eropa yang menimpa pembantu saya.

    Waktu itu kami ke pasar berdua. Entah apa yang terjadi, lha wong belanjaan saya yang mbayar, kok dompet pembantu saya bisa hilang dari kantung winter jacketnya. Padahal, perasaan baru saja dia merogoh kantung mau ambil tissue. Dia sadar dompetnya nggak ada waktu dia mau ambil sarung tangannya di kantung itu juga.

    Buru-buru kami kembali ke dalam pasar dan tanya sama warung-warung yang kami hampiri. Nggak ada yang lihat. Nggak taunya, pas di depan pintu pasar, banyak orang lelaki dari Eropa Timur dan Afrika Utara yang nyegat pengunjung pasar menawarkan jasa ini-itu. Dan, lha kok tissue kantong pembantu saya ada di jalanan situ. Tapi dompetnya nggak ada, kami juga nggak berani tanya sama lelaki-lelaki sangar itu. Sebulan kemudian kami di telepon polisi ada orang menyerahkan dompet temuan milik “Miss K dari Indonesia” ke kantor polisi. Kami ambil kembali, isinya raib kecuali potret dan KTP Indonesia hehehehe………

  2. Syukur ya, dokumen-dokumen penting dan kartu-kartunya nggak ikut raib. Saya jadi ingat kejadian serupa di Eropa yang menimpa pembantu saya.

    Waktu itu kami ke pasar berdua. Entah apa yang terjadi, lha wong belanjaan saya yang mbayar, kok dompet pembantu saya bisa hilang dari kantung winter jacketnya. Padahal, perasaan baru saja dia merogoh kantung mau ambil tissue. Dia sadar dompetnya nggak ada waktu dia mau ambil sarung tangannya di kantung itu juga.

    Buru-buru kami kembali ke dalam pasar dan tanya sama warung-warung yang kami hampiri. Nggak ada yang lihat. Nggak taunya, pas di depan pintu pasar, banyak orang lelaki dari Eropa Timur dan Afrika Utara yang nyegat pengunjung pasar menawarkan jasa ini-itu. Dan, lha kok tissue kantong pembantu saya ada di jalanan situ. Tapi dompetnya nggak ada, kami juga nggak berani tanya sama lelaki-lelaki sangar itu. Sebulan kemudian kami di telepon polisi ada orang menyerahkan dompet temuan milik “Miss K dari Indonesia” ke kantor polisi. Kami ambil kembali, isinya raib kecuali potret dan KTP Indonesia hehehehe………

  3. wah banyak hikmahnya dompet di copet.
    mus sekali punya dompet langsung kecopetan hehehe..
    dengan jumlah yang besar pula

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

  4. itu saya sangat bersyukur sekali Mas, soale selang kira-kira 2-3 jam sebelumnya di dompet saya itu masih ada duit jumlah jutaan buat bayar sekolah PAUD kedua anak saya, alhamdulillah sudah terbayarkan, jadi tinggal duit sekitar 170 ribuan itu…

  5. hehehe, istri saya itu sampai “mangkel” lihat barang-barang saya yang serba bulukan. Pakaian aja udah sampe sobek alias bolong disana sini, klo ga dijadikan kain pel ama dia, ga bakalan ganti akunya…

  6. Kok sama kayak saya ya?
    Tolong bilangin istri anda bahwa suami yang masih suka pake barang-barang butut adalah suami yang ideal.
    Bayangkan kalo sang istri udah keriput, masak iya cari yang baru sih?

  7. Justru ini nggak penting. Yang penting Identity card orang asing di Belgia. Ngurusnya agak makan waktu, padahal kita kalau ke luar rumah kan jarang-jarang mau bawa passport. IC Belgia itu justru yang hilang.

  8. Lha mas dokter kok sama dengan kedua anak saya? Terutama yang sulung, jacket sampe kantungnya jebrol ya masih juga dipake, padahal buat ngantongin sisir aja mbrobos hehehehe……..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.