WidodoWirawan.Com

Kecopetan…

35 Komentar


Rabu, 2 Pebruari siang aku kecopetan. Ya, aku kira begitu…kecopetan, bukan karena dompetku yang kececeran karena kecerobohanku. Karena aku sadar dompet bututku itu pasti mengeluarkan sinyal berisik bila dia terjatuh, karena isinya campur aduk dan ga tertata rapi, ada kunci rumah, ada duit koin, ada duit kertas sekitar 170 ribuan, lembar-lembar ga jelas seperti struk belanja, slip ATM, slip pembayaran lain-lain, kartu ATM, kartu namaku, beberapa kartu nama lain, kartu registrasi anggota dokter, STNK, dan 2 batang tusuk gigi.

Kejadiannya saat mengantri panggilan foto untuk pembuatan e-KTP di kantor kecamatan tempat tinggalku. Aku menyadari dompet yang sudah lebih dari 7 tahun menemaniku itu raib dari sakuku sewaktu akan membayar uang parkir. Ternyata sudah ga ada. Lalu balik ke ke ruangan tempat mengantri. Dan tanya-tanya sama warga di situ yang sebagian besar masih satu RT denganku. Ga ada juga. Akhirnya Pak Dukuh berinisiatif mengumumkan pake pengeras suara. Aduh, jadi malu juga, orang pada tahu…

Aku sebenarnya ga begitu panik, meski pun ini nominal yang paling besar aku kehilangan. Yang cukup merepotkan adalah ketika harus memblokir berbagai jenis kartu ATM yang ada. Mana pas ada ATM-nya istri lagi. Syukur kartu kredit dan KTP-nya ga lagi di dompet itu. Yang penting lagi juga ada STNK.

Dua hari kemudian, ketika aku telepon ke RS, ada kabar dompetku ditemukan oleh seseorang. Kebetulan HP-ku mati 2 hari itu. Jadi ga bisa dihubungi sama orang yang menemukan. Syukurlah akhirnya bisa ketemu. Meski uang kertasnya raib semua. Alhamdulillah beberapa hari kemudian banyak sekali rezeki dadakan sebagai pengganti uang yang hilang itu… Dan beberapa hari yang lalu istriku membelikan aku dompet baru. 🙂

Iklan

35 thoughts on “Kecopetan…

  1. Alhamdulillah…. disegerakan penggantinya.
    Mungkin disitulah balasan keseimbangannya, kalo ikhlas. wallahu a'lam

  2. Syukur ya, dokumen-dokumen penting dan kartu-kartunya nggak ikut raib. Saya jadi ingat kejadian serupa di Eropa yang menimpa pembantu saya.

    Waktu itu kami ke pasar berdua. Entah apa yang terjadi, lha wong belanjaan saya yang mbayar, kok dompet pembantu saya bisa hilang dari kantung winter jacketnya. Padahal, perasaan baru saja dia merogoh kantung mau ambil tissue. Dia sadar dompetnya nggak ada waktu dia mau ambil sarung tangannya di kantung itu juga.

    Buru-buru kami kembali ke dalam pasar dan tanya sama warung-warung yang kami hampiri. Nggak ada yang lihat. Nggak taunya, pas di depan pintu pasar, banyak orang lelaki dari Eropa Timur dan Afrika Utara yang nyegat pengunjung pasar menawarkan jasa ini-itu. Dan, lha kok tissue kantong pembantu saya ada di jalanan situ. Tapi dompetnya nggak ada, kami juga nggak berani tanya sama lelaki-lelaki sangar itu. Sebulan kemudian kami di telepon polisi ada orang menyerahkan dompet temuan milik “Miss K dari Indonesia” ke kantor polisi. Kami ambil kembali, isinya raib kecuali potret dan KTP Indonesia hehehehe………

  3. Syukur ya, dokumen-dokumen penting dan kartu-kartunya nggak ikut raib. Saya jadi ingat kejadian serupa di Eropa yang menimpa pembantu saya.

    Waktu itu kami ke pasar berdua. Entah apa yang terjadi, lha wong belanjaan saya yang mbayar, kok dompet pembantu saya bisa hilang dari kantung winter jacketnya. Padahal, perasaan baru saja dia merogoh kantung mau ambil tissue. Dia sadar dompetnya nggak ada waktu dia mau ambil sarung tangannya di kantung itu juga.

    Buru-buru kami kembali ke dalam pasar dan tanya sama warung-warung yang kami hampiri. Nggak ada yang lihat. Nggak taunya, pas di depan pintu pasar, banyak orang lelaki dari Eropa Timur dan Afrika Utara yang nyegat pengunjung pasar menawarkan jasa ini-itu. Dan, lha kok tissue kantong pembantu saya ada di jalanan situ. Tapi dompetnya nggak ada, kami juga nggak berani tanya sama lelaki-lelaki sangar itu. Sebulan kemudian kami di telepon polisi ada orang menyerahkan dompet temuan milik “Miss K dari Indonesia” ke kantor polisi. Kami ambil kembali, isinya raib kecuali potret dan KTP Indonesia hehehehe………

  4. ATM nya ga ikut raib?nominal yg lebih gede kan ada di situ ..

  5. alhamdulillah. jadi ada alasan buat beli lagi dompet baru. 🙂

  6. Maaf, keposting dua kali, tumben Mp malam ini lemot abiz!

  7. Trus? Atm udah diblokir apa bisa dibuka lagi? Proses baru ato gmana???…. Aku sering banget nih ngilangin dompet… 😦

  8. wah banyak hikmahnya dompet di copet.
    mus sekali punya dompet langsung kecopetan hehehe..
    dengan jumlah yang besar pula

    SABUDI (sastra budaya indonesia)
    mari kita jaga bersama!

  9. Kenalan dong ama dompet barunya 🙂

  10. alhamdulillah… yang penting nggak repot ngurus kartu macem2

  11. untung tuh ga bikin kartu2 & surat STNK…
    kalau dompetku ilang (ketlisut) udah setaun lebih…
    ga bikin2 STNK & SIM juga, habis nunggu ketemu sih, hahaaa…

  12. Alhamdulillah…
    kecopetan membawa berkah ya mas

  13. Wah, kalo itu dompet kagak dicopet, gak bakalan dapat yang baru dong!
    Baru-baru ini mba Ade Mataho yang berdomisili di Jogja juga kecopetan.

  14. iya Pak, sudah saya ikhlashkan, syukur masih bisa kembali…

  15. Hehe, ini yang masuk barang penting ya Bu…

  16. utuh kembali Mba. Padahal klo copetnya ngerti itu ATM kan bisa dipake buat belanja di swalayan 🙂 karena saya juga baru bisa blokir beberapa jam kemudian….

  17. hehe, iya OT. Saya tuh fanatik/obsesif sama barang-barang saya, sampai bulukan ga niat ganti klo ga ada kejadian luar biasa…

  18. bisa, yang penting kartunya masih ada jadi ga perlu pengajuan baru, tinggal datang ke bank, trus minta dibuka blokirnya, langsung dengan bisa konek lagi ke ATM…

  19. itu saya sangat bersyukur sekali Mas, soale selang kira-kira 2-3 jam sebelumnya di dompet saya itu masih ada duit jumlah jutaan buat bayar sekolah PAUD kedua anak saya, alhamdulillah sudah terbayarkan, jadi tinggal duit sekitar 170 ribuan itu…

  20. Ini Pak, bagus ya… istri saya memang tahu aja barang bagus..hehehe….

  21. iya, itu yang paling penting Mba, bisa habis waktu dan duit banyak lagi…

  22. hehe…ayo Mas dikorek-korek bawah kolong tempat tidur atau lemari, mungkin sembunyi di sana…

  23. Iya Mas, lebih bersyukur lagi setelah itu diganti rezeki yang berlipat, meski juga cepat juga habisnya :-b

  24. Iya Mba, moga copetnya senang dan bisa memanfaatkan duit copetan itu dengan sebaik-baiknya… 🙂

  25. hehehe, istri saya itu sampai “mangkel” lihat barang-barang saya yang serba bulukan. Pakaian aja udah sampe sobek alias bolong disana sini, klo ga dijadikan kain pel ama dia, ga bakalan ganti akunya…

  26. Kok sama kayak saya ya?
    Tolong bilangin istri anda bahwa suami yang masih suka pake barang-barang butut adalah suami yang ideal.
    Bayangkan kalo sang istri udah keriput, masak iya cari yang baru sih?

  27. Justru ini nggak penting. Yang penting Identity card orang asing di Belgia. Ngurusnya agak makan waktu, padahal kita kalau ke luar rumah kan jarang-jarang mau bawa passport. IC Belgia itu justru yang hilang.

  28. Lha mas dokter kok sama dengan kedua anak saya? Terutama yang sulung, jacket sampe kantungnya jebrol ya masih juga dipake, padahal buat ngantongin sisir aja mbrobos hehehehe……..

  29. alhamdulillah…
    klo gt, sering2 aja ya kecopetan haha….

  30. ya, enggalah, jangan sering kecopetan, ini juga baru pertama kali kecopetan, biasanya tercecer….hehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s