Diposkan pada tak terkategorisasi

Konsultan oh konsultan… (suka duka) <– bagian kedua dulu nih


Untuk proyek fasilitasi pembuatan sistem kesehatan daerah dan master plan Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang Banten ini, aku mulai membandingkan suka dukanya menjadi konsultan. Untuk ini aku membandingkan dengan teman istriku yang bekerja di lembaga konsultan manajemen dan keuangan syariah. Waktu itu dia sedang (mungkin masih sampai sekarang) terlibat sebagai konsultan untuk persiapan Bank Pembangunan Daerah (BPD) membuka cabang syariah-nya Yogyakarta.

Perbandingkan kasarnya begini aja:

Oleh kliennya (atau mungkin juga oleh lembaganya) dia diberi fasilitas rumah kontrakan mewah, komputer, internet (walau cuma via telkomnet), pembantu, dan sopir pribadi dan tentu saja mobilnya.

Sedang kan aku? Waktu hari pertama di Tangerang sempat nginap di hotel yang cukup mewah (ga tau bintang atau bukan, tapi semua fasilitas ada, kecuali kolam renang kayaknya :-b), terus setelah hijrah ke Serang, ternyata aku telah disediakan kamar kos yang kecil (sebenarnya masih lebih besar dari kamar dikontrakanku sekarang…tapi ya itu…cuma sebuah kamar). Harganya lumayan mahal untuk standar kamar kos di Jogja. Cuma berisi satu kasur ukuran satu orang plus bed, lemari kecil dan kamar mandi dalam, tapi, ya Allah, aku baru sadar ternyata hawa panas di Serang juga berimbas ke dalam kamar ini. Jadilah aku basah kuyup dan susah tidur. Walaupun udah sempat beli kipas angin besar. Bahkan sebelum tidur aku juga mandi lagi. Sampai hari kedua ini aku belum mendapatkan fasilitas transpotasi yang memadai, masih naik becak, belum berani naik angkot dan ojek untuk ke tempat yang jauh. Terus ga ada guide-nya lagi, sementara “guide” yang bisa aku pakai adalah peta Kabupaten Serang yang aku beli di sebuah toko buku kecil. Hehehe…lucu juga sih waktu itu aku minta ditunjukkan jalan oleh bapak pengemudi becaknya, eh ternyata dia juga ga tau, jadi harus tanya-tanya dulu sana-sini. Habis membeli peta, mau beli tas pinggang (butuh sekali untuk membawa macam-macam seperti notes, kuitansi, HP, flashdisk, uang+dompet, digicam, peta, dsb, karena aku cuma membawa tas ransel besar dan travell-bag untuk di pesawat). Tapi ternyata tempatnya cukup jauh, ntar kasihan sopir becaknya. Akhirnya kita makan dulu di resto murahan, tapi enak sih… :-b. Setelah itu aku memutuskan untuk pulang dulu aja ke kos. Ooops…mampir dulu di toko elektronik mau beli booster antena TV-Tuner-ku (ingatkan…? tentang review TV-Tuner-ku…). Sayang sekali boosternya ga ada yg cocok dengan antenaku. Masa mau beli antena baru sih?! Hehehe…wah…hobi nonton tertunda dulu nih….Aku baru ingat klo di rumah kan aku naruh antenanya di kamar atas alais dilantai dua, jadi sudah jelas tanpa booster, klo di kos di Serang sini? Wah…masa mau beli kabel antena lagi? Masa mau beli tiang antena? Ah, entar ajalah mikirnya…
Segini dulu aja ya…

Ada komen dari teman-teman MP? terutama yang di Serang & Tangerang nih…