WidodoWirawan.Com

Standar Ganda Demokrasi

4 Komentar


Sekali-kali saya berbicara mengenai situasi politik untuk mengeluarkan suara nurani yang tercabik-cabik dengan peristiwa yang baru terjadi. Saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas tercederainya demokrasi di Mesir dengan tergulingnya pemerintahan yang sah hasil Pemilu demokratis.

Iya, Presiden Muhammad Mursi yang terpilih sebagai Presiden resmi Negara Mesir melalui pemilihan yang fair dan didukung mayoritas rakyat Mesir. Lalu mengapa terjadi kudeta yang mencederai demokrasi itu sendiri? Apalagi ternyata kudeta itu tidak hanya didukung oleh oposisi sekuler yang sebagian besar bekas antek Tiran Mubarak tetapi juga oleh saudara-saudara mereka sendiri seperti kaum Salafy, para pemimpin negara Arab, dan pemimpin Universitas Al Azhar.

Jadi apa itu demokrasi?
Entahlah, selama ini kita menggembar-gemborkan demokrasi ini sebagai wahana yang fair untuk memilih pemimpin dan menjalankan sistem pemerintahan. Tapi untuk siapa demokrasi itu? Menurut saya demokrasi hanya berlaku bila pemimpin terpilih menjadi antek atau pengekor dari dedengkot yang mengagung-agungkan demokrasi itu sendiri yaitu negara Amerika dan sekutu-sekutunya yang tidak senang bila lawan mereka bangkit memimpin dengan wahana yang mereka agung-agungkan itu. Bila tidak sesuai, maka dengan berbagai cara mereka akan menggulingkannya. Inilah yang disebut sebagai standar ganda.

Saya sendiri bukanlah pendukung fanatik demokrasi dan atau yang menolak juga secara keras demokrasi itu. Tapi yang saya sayangkan adalah adanya standar ganda ini. Kita tidak hanya melihat ini antara pertempuran ideologi antara Islam dan Barat. Karena nyatanya Amerika juga membuat front dengan ideologi lainnya.

Untuk kasus Mesir ini saya melihat jelas, terjadinya upaya rekayasa untuk mencederai demokrasi itu sendiri. Jangankan mau membentuk pemerintahan Islam sesuai amanah kenabian yaitu Khilafah Islam sesuai yang digembor-gemborkan saudara kita di Hizbut Tahrir, dengan wahana demokrasi saja yang notabene adalah wahana lawan politik, tetap saja dikhianati. Memang pada dasarnya syaithan, baik itu tak kasat mata mau pun yang kasat mata dari golongan manusia, senantiasa tidak akan pernah senang bila ada semangat dan gerakan untuk kembali kepada fitrah penciptaan manusia untuk mengabdi kepada penciptanya dan memakmurkan bumi, namun sebaliknya, senang melestarikan penghambaan diri kepada kekuasaan semata, harta, dan wanita, serta membuat kerusakan di bumi.

Semoga Allah, Sang Pencipta, meneguhkan hati orang-orang yang berjuang membuat perbaikan itu, dan menghancurkan para pengkhianat dan golongan syaithan.

Silakan membaca analisis lainnya:
– Kronologi Kerusuhan Mesir: http://chirpstory.com/li/93794?page=3
– Menebak Akhir Krisis Mesir: http://politik.kompasiana.com/2013/07/04/menebak-akhir-krisis-mesir-570759.html
– Demokrasi Koboi, Apa Itu?: http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/01/31/demokrasi-koboi-apa-itu-337075.html
– Morsi jadi Tumbal Demokrasi: http://politik.kompasiana.com/2013/07/04/morsi-jadi-tumbal-demokrasi-570731.html

Iklan

4 thoughts on “Standar Ganda Demokrasi

  1. Saya ikut sedih juga melihat situasi di Mesir saat ini. Pemimpin yg hafidz qur’an dan dipilih oleh mayoritas penduduk Mesir itu tumbang oleh kudeta militer.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s