inspiring, kesehatan, kontemplasi

Di depan jenazah Bu Lik


Malam ini saya berada di hadapan jenazah seorang Bu Lik (adik kandung Bapak saya) di rumahnya, Bojonegoro, Jawa Timur. Saya dikabari beliau meninggal pukul 2 siang tadi di RS, akibar kanker leher rahim (serviks) yang sudah 2 tahun ini diketahui dan sempat pula berobat ke Jogja. Kanker tersebut sudah menyebar kemana-mana termasuk ginjalnya, yang akhirnya gagal fungsi.

Semoga beliau mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah. Innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun.

Mari deteksi dini kanker serviks dengan melalukan pap smear rutin. Konsulkan dengan dokter kandungan anda. Lebih bagus bila melakukan vaksinasi anti kanker serviks yang sebagian besar disebabkan oleh virus human papilloma.

Iklan

42 tanggapan untuk “Di depan jenazah Bu Lik”

  1. innalillahi wa inna ilaihi raji'un…

    semoga Allah melapangkan kuburnya, menghapuskan siksa kuburnya, mengampuni dosanya, menerma amal perbuatannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan

  2. Innalillahi wa innailaihi raji'un, semua makhluk akan kembali menghadap pada-Nya. Semoga amal ibadahnya mendapat ganjaran yang baik berupa tertidurnya beliau di taman firdaus yang dipenuhi pepohonan kurma dengan air sungai yang mengalir di bawahnya.

    Saya nggak akan ke dokter kandungan mana pun, apalagi divaksinasi, lha sudah di TAH sejak beberapa tahun lalu je! Tapi bagaimana pun terima kasih atas peringatannya.

  3. kenapa di total abdominal hysterectomy (TAH)/pengangkatan rahim, Bu?, perdarahan?

    Ya, klo sudah diangkat semua ya ga perlu khawatir, wong tempat hinggap penyakitnya udah ga ada…. hehe….

  4. klo endometriosis (sel rahim yang tumbuh di luar rahim) biasanya bisa lebih ketahuan dari gejala yang dirasakan Bu, nyeri sekali pada saat haid dan semakin hebat nyerinya seiring berjalannya waktu. gejala lainnya: rasa nyeri akan menetap pada daerah pinggul dan sekitar tulang ekor, nyeri pada perut bagian atas, nyeri saat berhubungan intim atau setelahnya, nyeri saat pergerakan usus atau saat kencing ketika menstruasi, perdarahaan abnormal diantara siklus menstruasi, sulit hamil, merasa mudah capek atau lelah, mual, muntah, susah buang air besar, diare saat menstruasi.

    gold standart untuk test endometriosis bukan pap smear/pengambilan jaringan melalui swap/apusan pada mulut rahim tapi biosi/pengambilan jaringan melalui operasi laparoskopi, lalu jaringan tersebut diperiksa dengan mikroskop.

  5. kalo yang bisa menerima dan pasrah menjalani sih masih mending dok,kalo yang dah apatis depresi berat,palagi keluarga ga suport rasanya pengen cepet mati mungkin,yang jelas obat kangker adalah mbobol bank dulu hihihi secara pengobatan nya mahal2*jadi inget suntik leukosit sintetis harganya 4 juta padahal obatnya cuma 2-3 cc dan sebulan bisa beberapa kali,belum kemo,belum ke singaparna,belum bla bla bla…,tangan gemeter takut obatnya jatoh hihihihi

  6. innalillahi…..

    saya aja klo kena kanker, mungkin memutuskan diri untuk tidak melanjutkan pengobatan yang peluangnya sangat kecil keberhasilannya, mending uang yang tersisa saya manfaatkan untuk warisan yang akan saya tinggal, saya akan konsentrasi dengan beribadah, biar bekal untuk dunia sana lebih banyak…

    saran saya ini juga saya terapkan kepada keluarga Bu Lik saya itu. Rancan mau dibawa ke Jogja lagi, tapi saya katakan… yah begitulah, hanya sekedar memperpanjang umur itu pun tidak menjamin, coba kemarin meninggalnya di Jogja, keluarga mereka pasti akan kerepotan lagi….

  7. iya dok misal kalo masih stadium yang bisa sembuh ok,tapi kalo dah terminal mending gitu ya,tapi jangan sampe terjadi lah yaa*amit amit ngelus perut.kalo saya kangker juga ( kantong kering ) di tanggal tua hahhahh

  8. Innalillahi wa innailaihi roji'uun. Bulik wafat pada usia berapa ya? Kanker serviks memang masih menduduki peringkat atas, namun Allah tunjukkan 'kemudahan' berupa fasilitas deteksi dini. *masih banyak yang belum mau Pap Smir dengan alasan takut ketahuan*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s