WidodoWirawan.Com

Menkes kena kanker paru – akibat rokok?

65 Komentar


Rating: ★★★★★
Category: Other
http://www.detikhealth.com/read/2011/01/16/200941/1547813/763/menkes-endang-rahayu-sedyaningsih-kena-kanker-paru?881104755

Berita mengagetkan datang dari Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih. Doktor dari Harvard School of Public Health itu terkena penyakit kanker paru-paru. Syukurlah penyakit itu sudah bisa dikendalikan. Bahkan Endang tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

“Iya (terkena kanker paru-paru), tetapi sudah bisa diatasi dan dikendalikan. Itu diketahui setelah check up klinisnya kira-kira Oktober 2010,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang.

Menurut dia, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan.

“Nggak ada gejala apa-apa. Saat memimpin rapat, lalu kunjungan-kunjungan tampak sehat,” ujar Bambang.

Kepala RSPAD, dr Supriyanto, saat dikonfirmasi menyangkal kabar yang beredar bahwa dia turut menangani kesehatan Menkes. Dia bahkan belum tahu jika Menkes menderita penyakit

“Itu sepenuhnya hak individu beliau, saya nggak bisa memberi keterangan. Tapi yang pasti beliau selalu mengerjakan pekerjaannya 100 persen, baik di Jakarta atau pun di luar Jakarta,” kata Supriyanto saat dihubungi detikcom.

“Saya nggak tahu, seandainya tahu pun secara etika kedokteran bukan wewenang saya untuk memberitahukan,” imbuhnya.

Menkes Endang R Sedyaningsih sendiri ketika dikonfirmasi detikcom via SMS tidak memberikan balasan. Begitu juga pejabat eselon I Kemenkes Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof Dr Tjandra Yoga Aditama enggan memberikan komentar.

“Jangan tanya ke saya,” jelas Yoga.

Dari pihak Istana, Mensesneg Sudi Silalahi yang dikonfirmasi via SMS juga tidak membalas. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha belum mengetahui informasi ini, “Saya belum dengar soal itu”.

Menlu Marty Natalegawa yang sedang retreat di ASEAN Ministerial Meeting (AMM) di Pantai Medana, Lombok, juga mengatakan hal yang sama saat ditanya bahwa Menkes menjalani pengobatan di Guangzhou, China. “Oh saya nggak tahu itu. Belum ada laporan (dari Kedubes RI di China),” ujarnya.

Sakit Sejak Oktober 2010

Kabar Menkes terkena kanker paru-paru juga telah didengar oleh Presiden SBY. Bahkan SBY menugaskan tim dokter pemerintah untuk membantu pemulihan kesehatan Menkes.

“(Presiden SBY) Sudah tahu. Malah menugaskan tim dokter untuk mendampingi pemulihan tersebut,” kata Staf Khusus Menkes Bidang Politik dan Kebijakan Kesehatan, Bambang Sulistomo, kepada detikcom, Minggu (16/1/2011) petang.

Bambang menuturkan, untuk memulihkan kesehatan, Endang telah mendapat berbagai perawatan. Utamanya perawatan dilakukan di dalam negeri.

“Juga dibawa ke luar negeri, ke Guangzhou (China), beberapa kali. Saya tidak tahu pasti kapan, yang jelas sudah bisa dikendalikan. Karena tentunya harus ada pemulihan,” sambungnya.

“Pemulihannya cepat dan sudah bisa dikendalikan, insya Allah,” tambahnya.

Bambang tidak tahu kanker paru yang diderita Menkes berada di stadium berapa. “Saya nggak tahu karena nggak baca medical record-nya. Tapi sudah bisa dikendalikan,” kata Bambang.

Sakit yang diderita Endang diketahui setelah check up klinis sekitar Oktober 2010. Menurut Bambang, selama ini tidak ada gejala apa pun yang muncul. Karena itu ketika Endang dinyatakan terkena kanker paru, kabar itu sangat mengagetkan. Saat memimpin rapat atau pun melakukan kunjungan kerja, Endang tampak sehat. paru-paru. Kalau pun Menkes menderita penyakit tersebut, dirinya tidak berwenang untuk memberitahukan ke publik.

Iklan

65 thoughts on “Menkes kena kanker paru – akibat rokok?

  1. Nah, mudah-mudahan bukan karena kena batunya…bukan akibat kena asap rokok secara kronik/terus-menerus…

    Tapi alangkah baik juga bila ditelusuri bagaimana lingkungan kerja dan lingkungan hidup sekitar Menkes, lingkungan perokok atau bukan, meski kanker merupakan multifaktor. Tapi setidaknya bila disebabkan dominan pengaruh asap rokok, mudah-mudahan kebijakan antirokok dan penegakan hukumnya lebih mulus…

  2. mungkin akibat bertahun-tahun menjadi perokok pasif, rokok rekan kerjanya. atau malah suaminya sendiri yang perokok?

  3. smoga bu MenKes lekas sembuh..
    dan smoga ini pembelajaran tentang pentingnya menjaga kesehatan serta terkhusus bahayanya rokok bagi kesehatan..

  4. Kalau kanker paru2, penyebabnya pasti asap rokok?

  5. Menkes kena kanker paru – akibat rokok?
    Indonesian to English translation
    lung cancer – from smoking?
    THANKS FOR THIS POST…:=)

  6. tidak Pak, tapi penyebab terbesar, silakan googling dengan kata kunci “The main cause of lung cancer”

  7. Thanks Tom….

    the complete title is Indonesia's health minister is suffering from lung cancer – whether due to cigarette?

  8. Jadi asli ya?
    Seorang Menkes RI kena kanker paru:(
    Bagaimana rakyatnya?

  9. akibat memilih menikah dengan perokok

  10. berita yg tendensius.
    anti rokok ya anti rokoklah . . . . . . . .

    apa nggak sebainya di teliti secara ilmiyah
    baru disimpulkan dan diberitakan.

  11. MenKes juga manusia, bisa kena penyakit apa aja. Yaa walaupun agak ironis juga sih dengernya.

  12. wah….klo pak Dokter Wid yg ngomong, kayaknya infonya mujarab neh…

  13. Rokok BUKAN SATU SATUNYA penyebab kanker paru, tidak berarti bahwa, misalnya kanker paru ibu menteri bukan karena rokok, maka rokok aman dikonsumsi.
    Sama seperti air kotor menyebabkan diare, kalau diare kita ternyata bukan karena air kotor, bukan berarti air kotor itu aman.

    Rokok tetap berbahaya, bagi si perokok, dan yang paling penting, bagi lingkungannya.

  14. bukannya tambah parah disono, secara gudangnya perokok yang lebih kejam daripada Indonesia…

    btw emang bu Endang perokok?
    dan penyebab kanker paru apakah hanya karena merokok?
    mengenai undang2 kesehatan berkaitan sama rokok, mestinya gak hanya karena bu Endang sakit beginilah cepet2 direalisasikan… selama ini yang jadi hambatan kan karena presidennya masih jadi calo rokok hehe… utang budinya sama perusahaan rokok yang membiayai kampanyenya selama ini masih segunung…makanya ini negara nggak beres2, nggak sehat2 rakyatnya… lha presidennya mencla mencle, anak kecilpun digampar paspampres hanya karena mau membacakan deklarasi anti asap rokok…

  15. Mas dokter, saya jadi ingat almarhumah teman saya. Dia wafat karena kanker paru juga. Dan hebatnya, dia sama dengan bu Menkes nggak menunjukkan gejala sakit, sampai GC yang diwajibkan kantor suaminya menemukan kelainan pada parunya.

    Dia hidup di lingkungan non perokok. Suaminya nggak merokok terutama di rumahnya, entah kalau di luar rumah. Entah juga kalau dulu-dulunya ayahandanya merokok. Yang kemudian kita lihat tak ada perokok di sekitarnya, tapi dia takluk juga oleh ganasnya kanker yang bermetastase sampai ke heparnya. Belum sampai umur ke-50 dia sudah dipanggil Illahi. Sediiiiiih………….

    Semoga kasus bu Menkes jadi cermin kita untuk tidak mengabaikan larangan merokok ya mas. Terima kasih sudah berbagi info di sini.

  16. Silent penyebabnya ya dok..
    Ikh ngerinya..
    Sadarlah para perokok…sadarlah…

  17. kanker bisa kena siapa saja tanpa memandang siapa dia, seberapa sehat perilaku hidupnya, karena memang penyebab kanker itu multifaktor.

    cuma ya, memang ironi saja….

  18. kanker bisa kena siapa saja tanpa memandang siapa dia, seberapa sehat perilaku hidupnya, karena memang penyebab kanker itu multifaktor.

    cuma ya, memang ironi saja….

  19. apapun itu, isu ini tetap akan dikaitkan dengan merokok, karena memang kanker paru sangat berhubungan dengan rokok. Secara ilmiah rokok merupakan penyebab utama: Dinegara berkembanga hampir 90% kematian karena kanker paru disebabkan oleh rokok. Lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Lung_cancer

    di literatur lain disebutkan:
    # Lung cancer is the leading cause of cancer death, and cigarette smoking causes most cases.
    # Compared to nonsmokers, men who smoke are about 23 times more likely to develop lung cancer and women who smoke are about 13 times more likely. Smoking causes about 90% of lung cancer deaths in men and almost 80% in women. Lihat di http://quitsmoking.about.com/od/tobaccostatistics/a/cancerstats.htm

  20. bolehlah kita menyebut gitu dan berprasangka baik, namun sebaiknya kita lebih aktif mencari tahu apa penyebabnya… klo jelas karena rokok, bisa saja ini menjadi penguat untuk memperkuat kebijakan antirokok. Manusia kan punya kebiasaan menyesal setelah keburukan terjadi, apalagi bila sudah terjadi pada dirinya sendiri, dijamin akan berjuang lebih kuat untuk menyingkirkan hal-hal negatif tersebut…

  21. ga tau saya Pak… tapi yang mungkin pasti minimal sebagai perokok pasif….

  22. suka aku dengan bahasa orang promosi, lembut ning menghanyutkan :-b

  23. Guangzhou memang terkenal di dunia memiliki rumahsakit terpadu untuk penanggulangan kanker mba…

    Bu Endang perokok? ya ga tu saya 🙂 tapi minimal kan passive smoker dong. Dan parahnya: Recent investigation of sidestream smoke suggests that it is more dangerous than direct smoke inhalation.10–15% of lung cancer patients have never smoked. Damned!! bukan…

  24. entahlah bu, apa yang tampak di kita kan belum tentu begitu, dunia mana yang bebas rokok…?

    Dengan kontribusi rokok yang menjadi penyebab 90% itu susah saya kira untuk mencari penyebab lain seperti: gas Radon dari reaksi nuklir dengan kontribusi 15%, asbes (bahan plafon/atap rumah) dengan kontribusi 2–3%, polusi udara yang ternyata cuma berkontribusi 3-5% saja, 13-29% karena bahan-bahan lain di tampat kerja, faktor genetik yang hanya 1.7%, dan virus yang belum jelas kontribusinya sebagai penyebab. Persentase saya ambil dari beberapa tempat penelitian, jadi tentu saja tidak genap atau lebih dari 100%.

    Jadi, klo di negara kita, ya itu… apalagi klo bukan rokok…..

  25. bukan penyebabnya yang silent mba, tapi proses terjadinya yang sering tidak disadari, tahu-tahu sudah stadium tinggi…

  26. sebelum jadi mentri udah kontroversial, sempet dipertanyakan bu Supari…

  27. Saya makin nggak ngerti mas dokter. Teman saya ibu rumah tangga murni, nggak ngantor apalagi kerja di pabrik. Berarti barang-barang di rumah tangga juga bisa memicu timbulnya sel kanker ya?

    Wah, serem tuh. Oh ya, teman saya kerjanya sih ngajar senam kepada ibu-ibu, itu thok lho! Rasanya seharusnya dia kan fit ya? Atau saya yang salah duga?

  28. Duh nggih pak itu maksud saya,..he3..

  29. maksud saya untuk kasus Bu Menteri, bukan teman Bu Julie, hehe…

  30. tidak merokok bukan berarti bebas dari pengaruh negatif asap rokok, yg paling penting lingkungannya harus benar2 bebas rokok… 🙂

  31. kenapa nggak ada yg berjihad melawan rokok ya?

  32. Presidennya aja calo rokok
    ulamanya aja ngerokok, gimana mau jihad mas hehe

    mana mempan calo rokok bernama SBY sama kasus kayak gini, yang penting duit di tangan dulu… gak peduli dia sama kesehatan orang lain, kesehatan rakyat aja gak peduli, apalagi cuma kesehatan seorang mentri hehe… anak kecil aja digampar paspamresnya kog gara2 mau baca deklarasi anti asap rokok di tempat umum, mentri yang orang dewasa sih, kecil…

    gurita calo rokok di negri ini umurnya sama dengan umur kemerdekaan RI, jadi agak susah memang keluar dari belitannya… so tinggal kita yang mulai dari diri sendiri, mau terbelit sama para calo rokok dan menggadaikan hidup kita apa engga… saya seh ogah hehe…

  33. buat para perokok juga harus inget tu…
    calo rokok bukan berarti perokok, jadi uangmu untuk beli rokok ya tujuannya menggendutkan rekening mereka yang leha2 diatas penderitaan orang lain akibat asapmu hehe…

    entahlah pada nyadar apa engga…
    kalo gak sadar sih yaaah… *kasih jempol kebawah*

  34. bisa kolaborasi sama FPI… hehe

  35. hehe, sentimen (banget) sama SBY, mba? saya dukung…wkwkw….

  36. saya katakan para perokok sadar sepenunya sadar dengan berbagai hal kejelekan merokok… tapi ya itu…klo belum kena batunya, ya ga mau berhenti….

  37. gimana nggak sentimen…
    dia udah menjual negri ini ke pabrik rokok!
    dana kampanyenya paling besar dari sana, gimana bukan calo rokok dia sebutannya? Dia bukan presiden, tapi calo rokok! Dia tega menggampar anak2 demi rokok, bukan tidak mungkin tega yang lebih besar lainnya kepada rakyat.

    presiden apa itu

  38. Negara dengan jumlah perokok tertinggi adalah Jepang. Jauh di atas Amerika. Tp kasus penyakit kanker jauh lebih banyak di Amerika.

    Artinya? Rokok selalu jadi kambing hitam, padahal sebenarnya masih perlu penelitian lebih jauh. Mungkin dokter yg bilang begitu. Tp dokter ambil hasil “laporan riset” dari lembaga kesehatan macam WHO. Dan tau apa artinya WHO? Ya, siapa pun yg yakin bahwa WHO adalah lembaga yg bertujuan murni demi KESEHATAN masyarakat dunia, akan percaya pula bahwa NATO semata-mata beraksi demi PERDAMAIAN penduduk bumi.

    Ada buanyak sekali konspirasi dalam tubuh WHO. Konspirasi dengan FDA-nya Amerika, juga dengan Big Pharma (mega industri farmasi internasional).

    Opini publik selalu diarahkan utk membangun ketakutan akan asap rokok. Tapi coba disurvei turun ke lapangan sendiri, ada berapa orang yg kena kanker di Temanggung, yg hampir 100% lelakinya merokok, bahkan banyak ibu yg merokok.

    Ya, mereka merokok, tp tdk terpapar hal2 lain.

    Bahaya rokok adalah salah satu DUSTA terbesar sepanjang sejarah manusia. Ini permainan antara industri farmasi, WHO, Amerika, dan beberapa ansir globalis, yg telah dimulai sejak th 1960. Tapi kita kadung percaya begitu saja. Memprihatinkan.

  39. Mungkinkah karena asap rokok yang ditimbulkan orang lain? Teman saya meninggal karena lung cancer begini belum ulang tahun yang ke-50. Dan ajaibnya, dia nggak merokok, nggak berhubungan dengan perokok (suaminya bukan perokok) serta rajin olah raga (setidak-tidaknya senam dan bowling) setiap minggu?

  40. Teman saya terserang di Singapura di mana kami tinggal di situ selama beberapa tahun. Padahal orang Singapura kan anti merokok di tempat umum ya? Jadi saya kira penjelasan anda yang menyangkut penyebab lain-lain itu bisa saya mengerti.

    Terima kasih atas penjelasannya yang mencerahkan batin saya yang selama ini terus bertanya-tanya. Barakallahu!

  41. hahahaha menyedihkan yang punya komen seperti ini
    otaknya sudah diselimuti kabut rokoknya sendiri

  42. jadi kalau ente masuk rumah sakit gara2 setiap hari terpapar asap rokok temen2 ente sendiri itu bohong ya bro?

    btw, it happened to me selama beberapa tahun…
    kalau masih bilang itu dusta, coba bayarin dong obat2an gue selama di rumah sakit, ntar gue bilang itu DUSTA juga deh… hehe kan udah dikasi duit…

    ck ck ck…
    ente ini bener2 menyedihkan bro…

  43. ehmmm… kayanya saya harus mulai cuwek, jalan kemana-mana bawa masker.
    masa bodoh dianggap aneh, daripada berhadapan dengan orang yang sok merasa waras tapi sebetulnya otaknya sudah teracuni asap nikotin.

  44. Yang diomongin kanker paru paru coy. Bukan semua kanker.

  45. Negara dengan jumlah perokok tertinggi adalah Jepang. Jauh di atas Amerika. Tp kasus penyakit kanker jauh lebih banyak di Amerika.
    ——————————
    Mas Iqbal, penyebab kanker adalah multifaktor. Dan kanker mana yang Mas maksudkan? sebagai orang berilmu harusnya kita percaya kepada hasil penelitian. Kanker paru-paru dan nasofaring penyebab utamanya adalah rokok.

    Artinya? Rokok selalu jadi kambing hitam, padahal sebenarnya masih perlu penelitian lebih jauh. Mungkin dokter yg bilang begitu. Tp dokter ambil hasil “laporan riset” dari lembaga kesehatan macam WHO. Dan tau apa artinya WHO? Ya, siapa pun yg yakin bahwa WHO adalah lembaga yg bertujuan murni demi KESEHATAN masyarakat dunia, akan percaya pula bahwa NATO semata-mata beraksi demi PERDAMAIAN penduduk bumi.

    Ada buanyak sekali konspirasi dalam tubuh WHO. Konspirasi dengan FDA-nya Amerika, juga dengan Big Pharma (mega industri farmasi internasional).
    ——————————
    Mas, saya termasuk yang percaya dengan teori konspirasi. Tapi mbok ya jangan semua dipukul rata begitu. Apa klo saya balik gimana, Mas Iqbal justru sudah kena politik konspirasi dari produsen rokok… 🙂

    Opini publik selalu diarahkan utk membangun ketakutan akan asap rokok. Tapi coba disurvei turun ke lapangan sendiri, ada berapa orang yg kena kanker di Temanggung, yg hampir 100% lelakinya merokok, bahkan banyak ibu yg merokok.
    ——————————
    Akibat rokok bukan hanya kanker, ada banyak penyakit medis: asma, bronkitis, radang tenggorokan, sakit gigi, gangguan ereksi, kelainan pada janin, dsb…dsb… coba anda datang ke RS saya, melihat sendiri pasien sakit karena rokok, ga perlu sampai ngubek-ngubek Temanggung….

    Ya, mereka merokok, tp tdk terpapar hal2 lain.
    ——————————
    Jadi merokok masih halal, selama tidak minum baygon? false logika…

    Bahaya rokok adalah salah satu DUSTA terbesar sepanjang sejarah manusia. Ini permainan antara industri farmasi, WHO, Amerika, dan beberapa ansir globalis, yg telah dimulai sejak th 1960. Tapi kita kadung percaya begitu saja. Memprihatinkan.
    ——————————
    Iya, makanya Mas Iqbal bisa merokok terus, karena kena konspirasi itu, nanti klo udah sakit yang menanggung untung ya, RS dan perusahaan farmasi itu, untung bagi bagi Mas Iqbal?

    Susah Mas, klo belum kena batunya… Slash aja sudah berhenti merokok: http://entertainment.kompas.com/read/2010/06/19/07172147/Hebat.Slash.Stop.Merokok.Lho…-12

  46. Oooo pantes perokok, komennya membela membabi buta gitu. Kalau dah kepojok gitu deh, akal sehatnya tertutup. Masih banyak perokok yang mengakui kalau ngerokok itu gak sehat, meracuni hidup mereka dan sekeliling mereka. Cuma masalah mau atau tidak untuk berhenti merokok.

  47. Mas Widodo, susah baca huruf2nya nih, karena sitenya banyak motif warna abu2.

  48. waqaqaqaqaqaqaqa…..
    asli pengen ngakakk.
    konspirasi Amerika jadi andalan. huahahahahahahha…
    Udah pernah ke Amerika belum?

  49. Asik, dikasih link.
    Saya tambahin lagi ya. Buat bacaan yang lain juga, yang suka asal njeplak ngomongin konspirasi. hahahahahah…pengen ngakak lagi.
    Anti rokok, katanya konspirasi. Kalau produksi rokok menggila, dibilang konspirasi lagi. Huahahahahaha….aduh lucu lucuuuuuuu sekali jalan pikiran para perokok duodolllll

    Saham terbesar pabrik rokok Sampoerna adalah Philip Moris, perusahaan Amerika itu coy. 98% sahamnya. Jadi yang ngerokok Sampoerna, makin menggembungkan kekayaan perusahaan Amerika itu. Anti tembakau = konspirasi? hahahahahaahaha…

    Rokok adalah salah satu problem kesehatan terbesar di negara negara Asia Tenggara.

    Indonesia, benteng terakhir industri rokok. Eleuh eleuh, yang ngerokok pada sadar gak ya kalau udah dijajah. Negara Indonesia tercinta diobok obok industri rokok supaya rokok tetap jaya. Jadi anti tembakau = konspirasi? Capek ngakaknya. Meringis aja dengan miris.

    Keciannnn deh para perokok yang otaknya pada kentel ituh. Udah gak bisa mikir, gak bisa membedakan dengan waras dan rasional.

  50. hehe… orang Amrik dilawan….

  51. maksudnya tuh kalau argumen, mbok ya yang rasional. Dikit2 bawa bawa konspirasi, nyari kambing hitam.

  52. rame euy
    *numpang baca mas*

    setelah kemaren mencak-mencak distasiun
    aku lagi gendong bayi
    eh ada bapak2 dengan santenya nyulut rokok disampingnku
    langsung deh dia kena damprat
    hahaha

  53. silakan mba…

    iya, mohon bagi perokok yang belum bisa nyetop rokok, ya mbok perhatikan sekitarlah… “merokoklah dengan benar dan sehat”

  54. jangan beralasan menyejahterakan buruh pabrik rokok lah, mendukung kelangsungan hidup para petani tembakau lah, dan mensupport para penjual rokok asongan lah, bilang saja terus terang, “saya sudah kecanduan, dan tidak bisa lepas darinya.” *jadi tinggal mengambil langkah-langkah terapi. itu pun harus atas kesediaan ybs.

  55. iya, jangan selalu cari kambing hitam, kasihan kambing putihnya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s