tak terkategorisasi

Aku tersinggung klo orang sudah mendua, mengatakan aku ga mau paham kelompok lain (menurut persepsi dia), tapi nyatanya dia juga ga mau dekat dengan kelompok yang berbeda dengannya (dan itu juga menurut persepsi dia)…so, tidak ada api klo ga ada bara…


Iklan

53 tanggapan untuk “Aku tersinggung klo orang sudah mendua, mengatakan aku ga mau paham kelompok lain (menurut persepsi dia), tapi nyatanya dia juga ga mau dekat dengan kelompok yang berbeda dengannya (dan itu juga menurut persepsi dia)…so, tidak ada api klo ga ada bara…”

  1. ya, contohnya mba Febbie itu…jual mahal minta ampun ya ga apa-apa lah aku ga menjadi kontaknya, ga rugi juga… susahlah orang kayak gitu, kelihatan udah mereda tapi masih menyimpan dendam…klo masalah hujatan terhadap diriku aja sih ya silakan ga bakal marah aku tapi klo udah ga konsisten, ya apa bedanya dengan mencla-mencle dan munafik bin oportunis ga punya prinsip? dan banyak lagi orang yang seolah-olah sok membela sesuatu yang mereka sendiri sebenarnya ga punya ilmunya dan jelas akan menolak klo terkena dampaknya, tapi ya itu, seolah-olah bersikap sebagai pejuang…aneh memang….

    ya sudah aku katakan kalimat terakhirku di salah satu halaman dia karena dia masih jual mahal:

    “sepertinya dikau masih dendam sama aku? lah bagaimana aku mau main ke MP-mu terus, aku ga di-approve, mana aku ngerti klo ada update dari MP-mu, tapi klo ga berkenan ya juga ga apa-apa, ga maksa…

    ini karena aku baca komen mba Feb di bagian lain:

    “en aku harap para contact gue gak ada yang bertentangan
    kl ada yang bertentangan mendingan cerai dr contact dech :D”

    so, emang susah ya, katanya kita ga mau membeda-bedakan tapi untuk berbeda pendapat dalam kontak kita saja kita ga bisa terima…

    ya ga pa-pa deh

    aku cuma berpikir mengapa kita justru bersikap mendua dan ga konsisten dengan apa yang kita perjuangkan, meminta orang lain untuk tidak mendiskriminasi, tapi ternyata…”

    ah ngapain dipikirin juga….

  2. piye yo mas, aku dulu sering debat sama seorang MPers, karena debatnya di rumah dia n daripada ketinggalan update aku pilih jadiin kontak, intinya aku seneng bertukar pikiran sama dia, biarpun jelas yang kita omongin sesuatu yang panas n masing2 punya pandangan sendiri ya saklek, tapi cara menyampaikan pendapatnya aku suka, berusaha runtut dan mempengaruhi lawan mainnya.

    sampe dia bela2in bikin thread baru tentang perdebatan kita, tapi ya pada intinya aku dah menangkap apa yang dia mau, n aku dah cukup menyampaikan pendapat2ku ya udah aku remove wae, secara aku berkontak emang biar melancarkan update wae kok hihihi

    beda tu ga masalah mas wid, tapi ya resistensi kita terhadap orang yang berbeda macem2, aku misalnya najis tralala klo ada hombay ngelunjak2 kek kemaren, atau ada orang yang cuma bisa ngomong sekecap tapi buang muka klo diajak diskusi secara sehat, emang idealnya menerima perbedaan ya siap sama perbedaan sikap orang2 yang sangat kontraproduktif sama kita, tapi ya balik lagi ke resistensi masing2 apakah iya bisa menerima perbedaan sejauh itu atau cuma sampai pada tahap2 tertentu saja

  3. hehe, iya, beda-beda masalah resistennya…

    cuma kan orang kadang lupa dengan ucapannya sendiri, padahal itu baru saja terucap, aku disyaratkan blog walking untuk jadi kontak dia, lah, tapi buktinya, so, benar-benar aku merasa dilecehkan dan direndahkan, ya sudah aku revoke aja, ngapain ditahan-tahan πŸ™‚ klo ada yang pernah berkenalan dan akrab dengan beliau mungkin akan menganggap berbeda, tapi inilah yang aku nilai, dan sayangnya bukan mba itu saja, beberapa yang lain di sana juga aku perhatikan sangat tidak konsisten, menghujat, menstigma, berburuk sangka dengan hal-hal yang sifatnya parsial, bukti sudah aku paparkan, tapi mereka cuma menjawab dengan emosi dan perasaan saja, andai dunia ini dinilai dengan perasaaan saja, ya jelas akan cepat kiamat…

    ada sebenarnya yang lucu, ini pas dulu ada kontroversi juga di tempatnya mas Ihwan. Aku dihujat sana-sini, tapi belakangan aku perhatikan ga jarang penghujat itu komen tepat berada di bawah komenku, setiap aku memberikan komen yang menurutku cukup solutif dan mungkin dia senang, tapi karena udah pernah konflik, ya jadinya kan dia seolah-olah juga jadi jual mahal mau add aku, dan mungkin bergharap aku meng-add dia (ini mungkin memang perasaanku saja, tapi pola itu sering terulang…)

    memang ya dunia MP ini penuh warna warni, kadang buat stres kadang buat bahagia, benar juga kata istriku, kadang ada kalanya kita membatasi pergaulan dunia maya klo terlalu berpengaruh dengan kehidupan nyata kita….

    makasih mas Rio udah nemenin, cuma ada dua: mas Rio, dan yang ngintip mas Ihwan πŸ™‚

    mau bobok dulu… assalamu'alaikum…

  4. hehe, ikut nimbrung juga Opheng? maaf udah membangunkan…

    iya, setuju, mending gitu, klo masih menyimpan dendam, daripada seolah-olah bersikap manis tapi dengan temannya sendiri masih terus bergosip (aku sih ngegosip juga nih… :-b)memang mending mundur, malas distigma terus….

  5. biasalah mba, pernak-pernik dunia MP, telak aku distigma diberbagai tempat yang belum jadi kontakku: salah satunya ya mba itu yang termasuk juga kontak mba Ari juga, sutrahlah, ga usah pusing, dengan ini aku sudah lega menuangkan uneg-uneg, mau bobok bener nih…c.u πŸ™‚

  6. yang nggak sehati yawes biarkan saja…
    yang sehati menjadi teman hayuk terusin, tapi kalo ndak sehati lagi ya sudah lupakan saja daripada ngerepotin hehehehe…
    just simply our life…

    met istirahat mas wid, tetap cemangat!

  7. Memang lagi ngalong – thanks to kupi 'luwak' kentel yg tadi sore saya minum nih.

    Ngadepin orang kayak gitu, memang mending EGP ajah.
    Penting gak penting, makin diladenin makin menjadi-jadi. JFI & LIG – Just forget it and let it go aza….

  8. angggap lagi salah makan ophoeng…
    kayak aku nih, kayaknya kebanyakan makan Pho hari ini, terlalu seneng ketemu Pho, jadi agak maruk hehe…
    mana cabenya dibanyakin lagi… lupa kalo cabe Vietnam kalo gede emang pedesnya minta ampun, beda ama cabe merah gede indonesia gede doang dan mulus, pedes engga hehe…. sssshhhhhhaaahhh

  9. Ada banyak temen-temen MP seperti yang mas Wid sebutkan. Dulu saya juga agak-agak gitu (setiap mau nerima calon kontak mp), seolah bilang “siapa gue, siapa elo.” Selektif dan terkesan eksklusuf. Tapi alhamdulillah banyak dapet masukan dari temen-temen lain bahwa hal kaya gitu ngga ada manfaatnya. Solusi terbaik kalo emang mau selektif kontak adalah bukan diawal pertemuan, tapi dipertengahan jalan. Setelah jalan sekian lama barulah kita akan tahu bagaimana karakteristik si kontak, baru dari sana akan ada kesimpula apakah pertemanan ini patut untuk dipertahankan atau layak untuk diselesaikan.

    Sekarang saya engga muluk-muluk untuk tekan tombol CONFIRM, sekiranya tulisan dan pengalaman si calon kontak udah cukup masuk kriteria sederhana saya, ya pasti diconfirm, atau paling engga ada niatan untuk serius blogging (kelihatan kan?) Dijalani dulu pertemanan yang sudah terjalin.

    Toh metode ini juga engga bermasalah kok kalo kita mau berpikir luas dan berjiwa besar.

    Buat mba Febbie, mungkin kejadian ini juga bisa sebagai pelajaran kedepannya. Saya bisa berubah, seharusnya mba Febbie lebih bisa melakukannya… ^__^ v

  10. Kalo ada yang ingin jadi contact saya, sekarang saya minta dia perkenalkan diri dan tjelaskan alasannya dia invite saya.
    Begitu dia jawab, langsung saya confirm.
    Tapi kalo dia kagak jawab, ya aku reject aja.
    Dengan demikian semua contact saya pada baek-baek semua.

  11. Hehehe…. koq kayaknya serius amit? MP, FB dan media lain di i-net, namanya juga social network.
    Santai ajah, lakem jas (kalem saja). Take it easy. Kita nyari seneng-seneng berteman di i-net, kalau gak bikin seneng, ya DBKL ajah-lah…. gitu ajah koq refot sih, jeh!

  12. terinspirasi salah satu headline di koran nasional ya Phoeng tentang kopi luwak, berapa secangkir? 1 juta? bisa bolong sakuku….

    iya, EGP aja, memang sih ga pernah mau kalah, aku udah ngalah, masih aja diungkit-ungkit sama teman-teman yang dianggap satu kelompok…. πŸ™‚

  13. Nah, aku sih alhamdulillah sejak banyak konflik itu malah semakin banyak yang nge-add MP-ku, mungkin para penonton kali ya, terhadap mereka yang add aku ga banyak pertimbangan, yang penting MP-nya ada isinya, klo ada masalah dibelakangan ya baru dipertimbangkan. Jadi tidak resisten dulu. Memang sih setahu aku mba itu punya trauma masa lalu, dia phobi dengan kata-kata “bunuh” karena dia pernah diteriakan oleh massa pada waktu kerusuhan di Jakarta, Mei 1998 dulu…. jadi wajar saja dia resisten dan menganggap diriku juga pembunuh πŸ™‚

  14. sudah aku beri solusi: revoke alias batalkan invitasi πŸ™‚ Ini pernyataan terkahir beliau:

    Bertentangan bisa banyak arti lohhhh.
    Aku bukan dendam. Hmmm kata2 yg sangat dalam tuh dendam.
    Gimana kl dirimu diposisi aku ya?

    Apakah aku tak menerima krn dendam?

    Beda pendapat dlm contactku? Banyak banget yg berbeda.
    Bukan masalah trima gak trima pendapat loh mas wid.
    Cuma ada 1 hal yg aku harapkan sebelum trima.

    Aku benernya pengennnn banget pernyataan yg menyakiti kaum homo dr dirimu itu ditarik kembali.
    Yaitu yang kaum maho layak dibunuh (walau dirimu bilang kaum homo yg mengganggu)
    Krn pernyataan itu sangat2 menyakiti sisi kemanusiaan.
    Sedangkan dirimu kan dokter mas wid.

    Kalau dirimu bilang kaum maho layak diberi pencerahan. It's ok lah.

    Gini2… Perbedaan pendapat sangat boleh.
    Tapi saat perbedaan pendapat itu menyakiti orang/manusia yg lain. Itu yg aku gak bisa trima. Krn kita semua sama bukan?

    Tak ada yg bisa mengambil nyawa manusia lainnya.
    Kecuali diluar kuasa manusia (mis:tabrakan)

    But ya sudahlah, dirimu sudah menarik kembali undanganmu, aku mau bilang apa lagi? *angkat bahu.

    Btw, aku memang sering menceraikan contact koq kalau contact itu sudah tak sejalan dalam hal : pemikiran kemanusiaan. Dimana sara dan golongan sangat penting dalam benak mereka. πŸ™‚

    Suwun mas Wid untuk pengertianmu.
    Salam buat keluarga ya
    Semoga mereka sehat selalu dan diberkati.
    GBU πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.