WidodoWirawan.Com

Ada pasien nih, mahasiswi dari China (asli), maunya disuntik dan pake obat yang keras-keras, mana aku ga ngerti contoh obat yang dibawanya… ada yang ngerti ga?

46 Komentar


Iklan

46 thoughts on “Ada pasien nih, mahasiswi dari China (asli), maunya disuntik dan pake obat yang keras-keras, mana aku ga ngerti contoh obat yang dibawanya… ada yang ngerti ga?

  1. Ini nih obatnya… *pusing &*^&*^&%^&%%)($%#:

  2. Hฮยฒ:pHฮยฒ:p.. Cari translator aja..

  3. mbok yang difoto pasiennya aja dok, saya mumet liat tulisannya

  4. coba diketik ulang satu-satu, trus pake google translator ๐Ÿ˜€

  5. Kayanya obat batuk dok.. *sotoy* xixixi

  6. hehe, dirimu kan ahli obat mba, masa ga ngerti… :-b

  7. si mahasiswi udah aku suruh terjemahin ke bahasa Indonesia, katanya bisa untuk batuk berdahak, untuk asma, bla…bla… tapi yang aku tanya komposisi obatnya apa, dia ga ngerti dan sulit menterjemahkannya ๐Ÿ™‚

  8. lumayan, putih gitulah :-b bahasa Indonesianya lancar banget, kayaknya malah lupa bahasa Chinanya sendiri :-b

  9. iya, memang obat batuk (lihat gambarnya kan…), dia batuk udah 1 bulan, sejak Merapi meletus kemarin, trus sempat opname di China sana…

  10. entahlah, buta sama sekali dg huruf/gambar China

  11. saya ngertinya cuma “ni hao ma?” ama xie xie ๐Ÿ˜€

  12. coba arahkan aja ke akupuntur, atau kasih ramuan cina. ๐Ÿ˜€

  13. obat batuk kena abu merapi itu hihihi…….

  14. i dont know, mas.. hihi.. :-p

  15. gak ngerti basa cina.. sik Dodo.. sebenarnya mau cerita obat cina apa mahasiswa cina hayoooo?

  16. klo itu juga ngerti Pak, artinya “Apa kabar” dan “Trimakasih” kan? ๐Ÿ™‚

  17. o, iya, kenapa ga ditanyakan kemarin ya…

  18. hehehe, katanya sih obat itu mujarab karena keras (mbuh apanya yang keras, dosisnya atau jenisnya), mempannya juga kalau disuntik, entah disuntik apa juga dia ga ngerti, waduh…, tipikal pasien china sama orang kita sepertinya sama aja, dimasukin obat apa gitu sama dokter pada ga ngerti, klo dikasih obat pelet baru tahu rasa… :-b

  19. saya belum jadi kontak Ophoeng Pak, sepertinya ada kontak saya yang bertampang oriental: mba Kristin…halo mba Kris…bisakah dikau mengartikannya, hehehe…

  20. wah, untuk masa datang harus ada kurikulum China Medicine, not only English Medicine… padahal China itu kan raksasa pengobatan juga ya….

  21. Aku udah kirim PM ke dia, tapi belon nyaut.
    Mungkin lagi gak on-line.
    Dia paham bener tulisan-tulisan kayak gitu.

  22. aku takjub dengan mahasiswi itu yang sangat pintar dengan bahasa indonesia dengan dialek murni indonesia, tahu sendiri kan lidah orang china kayak apa…., eh ternyata dia memnag ambil jurusan linguistik di fakultas sastra UGM ๐Ÿ™‚

    gua ga ngila kalo dia olang asli dali chinaaa…hehehe….

  23. o, iya Pak, trimakasih, mungkin hasil jepretan saya kurang jelas, ga tahu kebaca ato engga, nah…itu… Pak Ophoeng-nya udah ngintip note ini, salam kenal Pak Ophoeng… ๐Ÿ™‚

    saya sebenarnya sangat curious dengan obat-obat china. Dulu waktu kecil saya pernah sembuh dalam waktu 3 hari saja sakit Hepatitis (ga tau jenisnya) waktu umur 5 tahun, karena diobati teman bapak saya yang orang cina juga, gratis lagi…padahal dokter pada waktu itu udah nyuruh opname…..

  24. Salam kenal.

    Gambar ke-1:
    Kalau lihat gambarnya sih, itu 'kan saluran pernapasan bagian atas (upper respiratoty).
    Kalau lihat judulnya sih, Pil Pelancar Batuk Sesak (pernapasan).

    Mungkin dia kena asma?

    Gambar ke-2:
    Judulnya: Dou-ba-qe-lo-fen-shan (ini nama mestinya terjemahan dari nama generik, Latin, bukan bahasa Latin) phien (= tablet) shuo-ming-xu (= brosur keterangan). Coba cek ajah ynama obat generik yang bunyinya mirip Doubagelofensan.

    Atau baca ajah susunan kimia-nya seperti pada diagram di brosurnya itu.
    Mestinya sih sama – itu susunan kimia dengan format internasional koq. Saya gak bisa baca dan gak ngerti kimia.

  25. Dulu, dokter-2 barat anggap remeh dan anggap sepi pengobatan herbal ala Tionghua. Padahal ilmu pengobatan tabib Tionghua sudah ribuan tahnun berkembangnya. Dan, konon kabarnya orang-2 barat, melalui penyebar agam Kristen, banyak mencuri buku-buku pengobatan dari perpustakaan kaisar, ketika mereka masuk ke istana menjadi pengajar anak-anak kaisar dan dalihn menyebarkan agama.

    Sekarang mereka ikut memasarkan ginseng, ada jenis ginseng yang disebut Yang-xen, ginseng Amrik. Akupuntur juga dulu ditertawakan, sekarang mereka mulai membuat akupuntur moderen – eketronik.

  26. OK, Pak Ophoeng, sip banget!

    Klo dari riwayat terapi dan pemeriksaan ga ada ke arah asma, cuma pernah riwayat bronkitis.

    Benar Pak, sebenarnya ada 2 kalimat latin yang bisa kebaca yaitu: Cefaclor Dispersible Tablet (ini antibiotik spektrum luas jenis Sefalosporin generasi kedua, silakan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Cefaclor) dan Toubaokeluo Fensan Pian (ini yang belum saya tahu, mungkin pengencer dahak dari ekstrak tumbuhan China. Saya nemu website yang memuat komposisi yang mirip (jangan-jangan juga pabrik pembuatnya). Ini Ophoeng: http://www.chinapharm.com.cn/html/database/drugmanual/40/DVN25243701092005NZJ.html

    Nah, untuk struktur kimia itu, miliknya Cefaclor, sepertinya, mirip dengan yang di wikipedia.

  27. eh, stelah saya terjemahkan via google translate: http://translate.google.co.id/translate?hl=id&sl=zh-CN&u=http://www.chinapharm.com.cn/html/database/drugmanual/40/DVN25243701092005NZJ.html&ei=K6X9TLqKCoHIvQPOuLTUBw&sa=X&oi=translate&ct=result&resnum=3&ved=0CCwQ7gEwAg&prev=/search%3Fq%3DToubaokeluo%2BFensan%2BPian%26hl%3Did%26biw%3D1024%26bih%3D423%26prmd%3Div

    ternyata Toubaokeluo Fensan Pian (Doubagelofensan), ini nama lain (Pinyin/Pronounciation) dari Cefaclor dalam bahasa Mandarinnya ya Ophoeng?

    Wah…wah…jadi tertarik bahasa mandarin nih.. ๐Ÿ™‚

  28. Nah mas Wid.
    Senang kalian udah kenalan.
    Pertama-tama kali Ophoeng invite saya, saya rada ogah nerima dia. Abis pake headshot foto orang gila.
    Untung dia mau ganti headshotnya.
    Lumayan kan punya kawan orang pinter kayak dia!

  29. udah saya add Ophoeng-nya Pak, thanks again!

  30. semua jadi diamrikkan gitu deh…

  31. Hehehe……. kalau di basa Jepang, tiruan bunyi ini disebutnya sebagai Katakana (atau Hiragana?), jadi mereka ndak mencari padanan katanya dalam basa asli, melainkan 'menerjemahkan' bunyinya saja, misal: milk – miruku (dalam basa asli, miruku tidak ada artinya), bedakan dengan tofu (pembunyian yang sama untuk pinyin: Doufu) yang artinya (harafiah) kacang – to/dou, busuk – fu.

    Dalam bahasa Tionghua, Huayu, sama juga, ada banyak kata serapan yang mengambil tiruan bunyinya ajah tanpa ada arti khusus – sing penting bunyinya sama (kayak nama obat itu), seperti Coca Cola – Ge-gou-ge-lou, Pepsi Cola – Baise Gelou, dan untuk nama orang: Sukarno – Su-cia-no, Suharto – Su Ha Duo, dan mereka pintar sekali mencari padanan katanya, kalau memang tidak ada kata yang tepat.

    Sukarno dan Suharto, pakai 3 huruf, nama depannya Su – sama dengan nama keluarga (sne) orang Tionghua, jadi saya pernah secara berkelakar bilang, ternyata BK adalah orang Tionghua, karena namanya SU CIA NO -dan Pak Harto – SU HA DUO dalam dialek Hokian menjadi Souw Ka No dan Souw Hap To – sekilas mereka bersne (marga) yang sama tuh! Nama beberapa wali songo yang dikabarkan masih keturunan Tionghua, saya koq jadi curiga itu cuma pembunyian secara Huayu saja.

    Kalau ada padanan yang pas, seperti televisi, telepon dan komputer, walau pada jaman kekaisaran dulu ketiga mesin itu belum ditemukan, mereka memakai huruf yang ada artinya yang – hebatnya, bisa pas: dian-si, dian-fa, dian-nao. Dian = elektronik, si – lihat, fa – bicara, nao – otak.

    Kalau mau belajar, sekarang banyak guru privat les di mana-mana tuh, jeh!

  32. Pinternya sih kagak-lah, Pak.
    Gilanya sih bener-bener teuteup, walau sudah ganti HS-nya juga tuh!

  33. Kan prinsip orang Amrik: Just do-it (sing penting duit). Ya apa ya?

    Info yang saya dapat dari milis ttg Budaya Tionghua nih:
    Waktu tentara Amrik ikut masuk ke Tiongkok jaman perang melawan Jepang tahun 1940-an dulu (PD-2 atau Perang Pasifik?), rupanya Jepang meneladani Jerman membuat laboratorium kimia di satu daerah di Tiongkok, dengan memakai tawanan dan penduduk Tiongkok sebagai 'kelinci percobaan'nya. Hasilnya, mereka sudah menemukan banyak formula untuk membunuh musuh secara massal menggunakan senjata kimia.

    Nah, si tentara Amrik yang merasa jadi hero, buru-buru 'menyelamatkan' hasil penelitian tentara Jepang di 'laboratorium' di Tiongkok itu, lalu literatur-nya dibawa diam-diam ke Amrik, kemudian mereka pakai senjata kimia tsb sebagai percobaan di Perang Vietnam dulu. Yang mereka gak nyangka: ada dampak terhadap tentaranya sendiri – dunia kenal dengan nama Agent Orange itu, kalau gak salah sih ya, jeh!

    Coba cek di sini: http://wikileaks.ch/ situs ttg bocoran rahasia Amrik katanya banyak di situ tuh!

  34. Eh, sorry.
    Kenapa gak mionta si pasien yang bisa basa Indonesia itu untuk menerjemahkan sendiri obat-nya ya?

  35. memang paling gampang itu bahasa Indonesia yah…hehe….

    nyesel saya dari kecil dulu ga belajar bahasa cina, 2 tahun sempat hidup dilingkungan Tionghoa, mudah2an ada kesempatan lagi ๐Ÿ™‚

  36. Nah itulah Phoeng, dia sendiri juga bingung ngarti'in komposisi obatnya, sudah saya minta artikan, ya dia cuma artikan itu obat batuk bisa untuk asma juga, dikiranya cuma ada di China sana, ternyata itu kan juga obat generik juga, hahaha….

  37. Kalau mau, belajar sih gak ada istilah telat – selalu ada kesempatan tuh, jeh!

  38. iya Phoeng, hehe….entar klo ada kesempatan yang tepat

  39. silakan, aku mau bobok, dah ngantuk… ๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s