WidodoWirawan.Com

Hebaaat…. seorang pasien mau minta operasi pake jamkesos, padahal dia juga punya jamkesmas…. ga kere (atau mengkerekan diri) ga pejabat sama aja, semua bisa jadi penjahat….

39 Komentar


Iklan

39 thoughts on “Hebaaat…. seorang pasien mau minta operasi pake jamkesos, padahal dia juga punya jamkesmas…. ga kere (atau mengkerekan diri) ga pejabat sama aja, semua bisa jadi penjahat….

  1. Emang beda ya, jamkesmas sama jamkesos…?

  2. sama-sama untuk masyarakat miskin, cuma diperbolehkan salah satunya, jamkesmas, jamkesos, atau jamkesda. Nanti RS tidak bisa meng-klaim bila ternyata terdapat double coverage. Istilahnya mereka yang punya double itu serakah, atau memang kesembronoan salah satu pihak, tidak melakukan verifikasi data apakah sudah tercover oleh salah satu asuransi, atau memang ada kongkalingkong/kolusi dengan pejabat setempat seperti RT, RW, Dukuh, dsb…

  3. jadi dia pura2 kere gitu yah Mas Wid?

  4. Jadi RS tidak mau ambil risiko, apalagi RS swasta, berabe kalo klaim ga turun, syukur akhirnya pasien bisa dideportasi ke RS Pemerintah…

  5. ya, belum tentu juga, bisa berbagai kemungkinan seperti yang saya sebutkan sebelumnya…bisa di pasiennya sendiri, bisa di pejabat setempat atau di lembaga yang mengelola asuransinya sendiri….

  6. disalahgunakan gt ya? Malah bnyk yg bnr2 butuh kadang ga ngerti pakenya. Heu

  7. itulah susah-nya….sistem disini masih amburadul…jadi nga terdata sebenar2nya…kasian yang bener2 membutuhkan tapi malah nga terdata/dapet asuransi-nya 😦

  8. heeeeemmmm… aya2 waeee euyyy demi kemudahan hiduuuppp. ckk ckkk….

  9. baru tau beda jamkesos dan jamkesmas……..^^

  10. iya, pendataan apa saja di negara kita ini masih amburadul

  11. eh, emang apa bedanya? kan belum diterangkan….

  12. kebetulan suami ndak mau pake begitu-begitu-an, jadi harus bener-bener jaga kesehatan deh, gak kuat bayaaaar…:p

  13. ada sesuatu hal yang tidak bisa kita duga bisa terjadi dengan diri kita, jadi tetap perlu penjaminan/asuranasi sebaik apa pun kita menjaga kesehatan kita. Contoh: penyakit kanker, perbesaran prostat, radang usus buntu, kecelakaan, salah satu bentuk yang tak terduga… bila tidak ada asuransi, bisa membuat miskin mendadak. SADIKIN=Sakit sedikit langsung miskin

  14. ada sesuatu hal yang tidak bisa kita duga bisa terjadi dengan diri kita, jadi tetap perlu penjaminan/asuranasi sebaik apa pun kita menjaga kesehatan kita. Contoh: penyakit kanker, perbesaran prostat, radang usus buntu, kecelakaan, salah satu bentuk yang tak terduga… bila tidak ada asuransi, bisa membuat miskin mendadak. SADIKIN=Sakit sedikit langsung miskin

  15. hehe, benar juga, intinya utamanya untuk orang miskin adalah jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat), nah sisanya akan dicover oleh jamkesos (jaminan kesehatan sosial) atau jamkesda (jaminan kesehatan daerah, yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah)

  16. waduuhhh… saya lebih mlarat lagi, gak punya keduanya

  17. btw, apa bedanya jamkesos sama jamkesmas? *maklum orang awam. 😀
    jadi, seseorang nggak boleh memiliki keduanya sekaligus ya?

  18. taunya cuma Jamsostek…:)

  19. orang kaya mendadak pura2 miskin kl ada bagi2 duit. harga diri udah diobrallll nggak laku lagi. hehe. smg kita2 mah nggak bs ditawar lg yah harga dirinya.

    tadinya g tau beda jamkesmas ma jamkesos hehe, tq sharing infonya.

    sekalian salam kenal ya mas wid. mau aktif ngempi lg nih.

    -mimin

  20. aku gak punya keduanya mas, pokoknya kalau sakit, pergi ke RS yg ditunjuk kantor suwami, ngisi form, gak bayar deh 😀
    atau kalau kepepet, berobat kemana aja, minta kwitansi, reimburst deh
    emang bedanya apa tho dari kedua asuransi tsb ? yg mbikinin siapa ?

  21. hehe…, jadi orang miskin itu enak ya…

  22. fungsinya sama, bedanya jamkesmas lebih ribet ngurus klaimnya dan biasanya klo ga pinter-pinter ngelola, RS bisa rugi…

  23. saya juga diikutkan Jamsostek mba 🙂

  24. hehe, iya, salam kenal juga mba Mimin…

  25. lebih baik itu mba, lebih bebas.

    Kedua atau Ketiganya (Jamkesmas, Jamkesos, Jamkesda) merupakan asuransi sosial dimana pesertanya tidak ditarik premi, biasanya untuk orang-orang tidak mampu. Selain itu juga bisa untuk korban bencana/pengungsi dan anjal, tergantung kebijakan tambahan dari pemerintah. Bedanya yang paling jelas, Jamkesmas diselenggarakan oleh Pusat melalui Depkes, Jamkesos oleh Propinsi melalui Dinsos dan Dinkes, Jamkesda oleh Kabupaten/Kota melalui Dinkes. Asal pembiayaannya juga sesuai dengan penyelenggaranya, yaitu APBN, APBD I dan II.

  26. Kemaruk ya, ga akan berkah kalau gitu mah..

  27. Wah, karena itu sih niat orangnya emang begitu ditambah dgn sintem pengadaan jamkes nya yg hampir semua lembaga mengeluarkan..?!?!?!?
    Aturan pengadaan nya yg ditertibkan..

  28. iya sebaiknya lebih tertib/teliti dalam pendataan dan yang terpenting jangan ada kolusi/nepotisme

  29. Kalau bisa satu lembaga aja yg berwenang mengeluarkan Jamkes..

  30. Ah, agak susah itu, kan biasa, bagi-bagi kue “rezeki”

  31. Tolong dok, penyakit ini obati dulu..obatnya apa ..apa perlu opname..

  32. wong jare, PNS aja bisa diterima di dua instansi yg berbeda dalam waktu yg sama dan sampe skr msh mengabdi, apalagi klo cuma “kesalahan” jamkes macam begitu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s