jalan jalan, livinginjogja

Kunjungan ke mbahku di Parangtritis


Aku sebenarnya berdarah/keturunan Jogja juga, yaitu dari pihak Bapak, aku masih punya mbah di Pedukuhan Grogol, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul sana. Dua hari yang lalu baru saja dari sana, biasalah kunjungan yang tak rutin, sesempatku saja, menjenguk mbah yang sudah semakin sepuh, 90 tahun, namun masih OK-lah fisiknya, walaupun sekarang untuk kerja berat sudah dilarang oleh anak-anaknya.

Mbah-ku itu sudah lama hidup sendiri di sebuah rumah kuno yang besar, sepi tapi sebenarnya damai :-). Entah mengapa mbah Putriku ini rada mirip kehidupannya dengan nenekku yang di Riau, dari pihak mamaku. Sama-sama, mereka hidup sendiri saja, mandiri dan bersahaja. Jauh dari hingar bingar udara kota.

Semoga mbah selalu sehat selalu dan mendapatkan mendapatkan kedamaian walaupun jauh dari anak-anak dan cucu-cucunya… aamiien yaa rabbal ‘alamiien…

Iklan

37 tanggapan untuk “Kunjungan ke mbahku di Parangtritis”

  1. iya, sendiri, huebat sebenarnya, sama aja dengan nenekku yang di sumatera, juga hidup sendiri, ga mau tinggal sama anak-anaknya. Tetangganya depan rumah aja yang juga mbah-mbah yang baru jadi janda karena ditinggal suaminya mati langsung diboyong sama anaknya, jadi sepi sekali…

  2. ora opo opo, sekalian nostalgia. wakul nasi seperti itu disini dibuat saringan pasta atau spaghetti 🙂 warnanya merah. Pengen beli, kok larang yo. Nunggu mudik aja belinya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s