tak terkategorisasi

Jadi dokter itu kadang seperti bo’ong-bo’angan: pipi pasien yang sakit, ya waktu diperiksa dipegang pipinya, hehe…, perutnya yang sakit dipegang perutnya, pasien kayaknya ga puas klo dokternya ga menyentuhnya…apa begitu?


Iklan

62 tanggapan untuk “Jadi dokter itu kadang seperti bo’ong-bo’angan: pipi pasien yang sakit, ya waktu diperiksa dipegang pipinya, hehe…, perutnya yang sakit dipegang perutnya, pasien kayaknya ga puas klo dokternya ga menyentuhnya…apa begitu?”

  1. ibuku (bidan), dulu sering kedatangan pasien dari kampung yang mengeluhkan sakit ini-itu. lalu dikasih macam-macam vitamin. begitu ketemu lagi, itu pasien berkomentar puas, “obat yang ibu beri waktu itu manjur.” ;))

  2. ada baiknya dokter belajar ilmu kebathinan dan tenaga dalam deh.
    jadi bila periksa pasien cukup dengan mata merem aja sdh tahu tanpa perlu pegang pegang…ha.ha.h.a…

    Note:
    Dokter itu boleh pegang tapi nggak boleh belai. ๐Ÿ˜€

  3. hahaha, semakin lama praktik lama-lama memang begitu Pak. Sekarang aja saya sudah terbiasa nebak pasien sakit (punya keluhan) apa saat baru masuk pintu ๐Ÿ™‚

    Tapi yaitu tadi, pasien tertentu sangat merasa aneh klo ga dipegang, seolah-olah periksa itu harus dipegang, padahal periksa itu bisa dilihat dan ditanya-tanya…

    ya udah, sering kadang dokter harus “menipu” pasiennya…dengan pura-pura diperiksa…hahaha… jadi ingat dosen saya ada yang bilang memang pasien itu tersugesti dengan sentuhan dokter :-b

  4. klo settingan UGD ga ada masalah Pak, yang di poli biasanya jadi masalah, pasien jadi uring-uringan klo kita pake sarung tangan, dikira najis dan penyakitan gitu, hehehe…. jadi ingat dulu ada mahasiswi koas cewek berjilbab karena takut menyentuh kulit pasien pria, akhirnya dia membuka baju pasien dengan ballpoint, terang aja konsulen marah dan pasien merasa gimana gitu….

  5. huahahahaha lucu ngebayanginnya..

    emangnya pasiennya udah sakaw atau tak bisa bergerak?

    kalau masih bisa buka sendiri mending suruh buka sendiri daripda “menghina” begitu.

    kalau ga mau pegang-pegang non muhrim, jangan jadi dokter kali ya….

    atau jadi dokter anak atau dokter obgyn aja….

  6. apalagi kalau pulangnya gak dikasih obat …hihihi
    itu bapakku banget mas, kalau ke dokter gak dipegang dan gak dikasih obat malah heran, kurang manteb, jadinya sugesti untuk sembuh juga kurang ๐Ÿ™‚

  7. Dokter punya kuasa atas pemakaian obat bius… diperiksa di ruangan seperti endoscopy bisa tidak boleh ditemani keluarga / teman… bilang 10 menit tetapi bisa setengah jam lebih… ini kan bisa jadi ajang curi kesempatan apabila pasiennya wanita dan pakai baju rumah sakit alias mudah dibuka dan langsung dalaman. Tidak ada cctv satupun di setiap ruang praktek… apa jaminan dokter tidak kurang ajar / melecehkan pasien?

    1. hak pasien untuk ditemani atau tidak ditemani oleh keluarganya atau perawat pendamping, kedua posisi (dokter atau pasien) sama risikonya, dokter kadang juga sering mendapat ancaman dari pasien dan keluarganya bahkan berita beberapa kali kita simak dokter mengalami kekerasan dari pasien atau keluarganya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s