WidodoWirawan.Com

Bagaimana pendapat anda bila ada pasien pria berusia 60 tahun melakukan pelecehan seksual kepada perawat wanita?

60 Komentar


Iklan

60 thoughts on “Bagaimana pendapat anda bila ada pasien pria berusia 60 tahun melakukan pelecehan seksual kepada perawat wanita?

  1. tua-tua keladi. bentuk pelecehannya seperti apa?

  2. kterlaluan tuuu….
    bner yak, tuatua keladi

  3. Jebak utk melakukan yg kedua kali tp utk diambil bukti-nya. Krn kalo tdk akan tjd debat kusir. Si lelaki cabul itu pasti tdk akan mengaku klo tdk diambil bukti lwt rekaman video via hp or rek suara.

  4. iket aja tu tangan dan kakinya di ranjang 😦

  5. itu pasien kelas 1, klo dimandikan, minta cuma 1 perawat wanita, semua keluarganya di suruh keluar, nah, perawat yang pernah memandikan dia, dimintanya untuk membersihkan daerah sensitifnya alias mengelus-ngelus dengan lebih lama, dan sebelum itu pasien sudah ereksi, tapi perawat pada ga paham, maklum masih pada jomblo, hehe…. selain itu malam-malam sering banget mengeluh pengen pipis dan minta dibantu buat pipis di pispot sama perawatnya, dan lampu diminta dimatikan…gila kan??

  6. Mau 60 tahun, mau 16 tahun.. kalau melakukan pelecehan ya kaplok aja Do.. 😀 maksudku seandainya dokter melihat ya harus ikut menegur si pasien dengan tegas. Mm.. sepertinya profesi perawat itu rawan pelecehan ya..?

  7. Ohhh klo gitu sih gampang :D. Yg bersedia suka rela mandiin tuh kakek, sebarin aja semut di daerah “cabulnya” dijamin bakalan ereksi seumur hidup alias bengkak dimakan semut! Ben kapok!!!!!!!!

  8. kalo kejadiannya begitu… apa tidak ada perawat laki-laki? seperti di rs islam jakarta dan jakarta timur (pd kopi), pasien laki-laki oleh perawat laki-laki (untuk urusan memandikan). kalau dia tidak mau, ya sudah, mandi sendiri.

  9. kakek2 maniak..kasi perawat cowok aja, mau apa dia?protes?..

  10. tapi kalau dikenakan klausul pelecehan seksual agak susah juga. Mendingan dibikin kapok sekalian, semisal pas dia ereksi lantas di sentil
    sambil bilang simbah nakaaalllll

  11. wah, kasihan… disetrum wae… 🙂

  12. disuruh megang-megang penisnya…

  13. sudah diselesaikan dengan penegasan kembali untuk mematuhi SOP/Protap Keperawatan, bukan menuruti kemauan pasien. Si pasien dipersilakan kontrol penyakitnya di tempat lain…

  14. Huaa haaa haaa.
    Asal jangan sambil nyanyi OiNANI keke saja ya?

  15. wah, jangan kejaam itu…di potong penis ajah :-b

  16. wah, percuma klo itunya masih bisa berereksi-ria 🙂

  17. mmm…dia “orang terhormat” mba, bekas anggota dewan, seorang ustadz pimpinanan ponpes anak-anak…ngeri aku mbayanginnya, jangan2 santrinya dibegituin juga…

    iya, perawan rentan pelecehan, dokter ya sama aja…hehe….

  18. Yang ngejagalnanti kena pasal pak…. Kalau eutanasia kan ga ketahuan, hehehehe (pembunuh berdarah dingin)

  19. Sampe salah ngetik, padahal antara tombol N dan T jauhhhhhh hahahaha

  20. Masya ALlah…

    gak berani poligami malah ngerusak anak orang…

  21. hyaaaa… ganti perawat cowok aja… :))

  22. beuuhh… lebih gawat kalo pasiennya yang punya label “orang terhormat”…..

  23. kalo aku emoh dok da pasien kayak gitu *kaburrr ambil petidin 100 mg

  24. ada Pak, tapi cuma ada di UGD, sampai saat ini RS kami belum ada perawat laki-laki, karena memang langka sekali, baik dari lulusannya, saat rekrutmen dan kualitasnya sendiri, sangat langka….. Iya, tapi ini untuk masalah alasan sering pipis, kalau ada pasien yang begitu lagi, harus kembali ke protap, harus pasang selang pipis/kateter… 🙂

  25. belum ada perawat cowok yang bertugas di bangsal perawatan mba…

  26. hehehe, iya, bnayk usulan-usulan seperti itu, contoh: lain kali dilumuri balsem geliga aja, huahaha…..

  27. wah Pak itu udah kejadian, dan sepertinya kalau dari laporan perawat, bahkan kemungkinan sampai orgasme, karena mengejang-ngejang gitu :-b

  28. ya, sama aja, tetap pembunuh, hehe….

  29. eh, salah ya, suweeeer, ga sengaja, yang benar: perawat (yang masih perawan/jomblo, hahaha…), karena yang sudah ga jomblo, berhasil menghindar dari “rayuan” bapak tersebut….

  30. ho'oh, brarti mending poligami yak, hohoho….

  31. klo ada sih, udah dari kemarin-kemarin, Mas…hehe…

  32. iya, kami serba salah, akhirnya meminta “orang-orang” tua untuk memfasilitasi dan menasihati bapak itu….

  33. apanya yang mau disunat lagi… :-b bukan sunat, tapi diamputasi aja…

  34. hahaha, masa' belum pernah? *jangan lupa di-skin test dulu, langsung di itunya, biar langsung loyo, hahaha…

  35. udah bisa tau gelagat pasien pasien genit dan kemungkinan celamitan,banyak bal bel bol ( alias nge bell manggil perawat). Mukanya muka mesum, tangannya gratakan liar, minta yang aneh2 padahal bisa dikerjain sendiri kalo ada pasien kayak gini perawat jangan pasang muka manis dan ga tegas harus dengan muka jutek,tetep jalani tugas sesuai SOP,kerjaan kita adalah memandirikan pasien bukan manjain!!,tegas! kalo perlu ditegur,biasanya pada nurut,kecuali yang opa2 dah uzur lagi tapi masiih aja kegatelan, udah susah jalan,pendengaran dah kurang,daya ingat menurun tapi ganjenn nah kalo kayak gini musti dipegang tangannya kalo nggak bisa gratakan,pengalaman sendiri belum pernah jadi korban karna ma pembimbing terus dulu di Bangsal,kalo di UGD sekarang ga pernah karena situasinya selalu ramai,mungkin kalo ada kakek2 genit masuk UGD dah apnu( henti nafas) ato dah jantungan,kalo sempet macem2 tinggal diiket tangannya ke bed,beres!

  36. Banyk sektor yang sebenarnya perlu dan bisa dikerjakan oleh lelaki, tapi gak ada lelaki yang masuk.

    Di Depok, yang tau dunia per-TK-an atau per-PAUD-an, pasti tau,guru PAUD/TK yang cowok itu hnya 2 orang. tadinya 1, setelah temenku banting setir memenuhi panggilan jiwanya jadi guru TK< jadi 2. Mh, padahal guru TK itu idealnya malah cowok lho. Karena anak-anak TK itu energinya masih luber, perlu tenaga besar untuk menghandle mereka. lagipula sentuhan cowok dalam pengajaran anak TK misal dalam bercerita, itu khas dan lebih efektif. secara umum cowok gak jam kalau cerita, ngelucu atau membuat mimik/suara yang “memalukan” beda dengan buguru,, seceria-cerianya bu guru, jarang banget yang bisa “putus total urat malu” dalam menghadapi anak2….. Intinya, daripada itu para cowok berkeliaran jadi preman dan pengamen gajebo dijalan-jalan…. ngaggur-nganggur jadi parasit ortu dirumahnya…..
    Kan mending dipermudah untuk jadi perawat/guru (kalau alasan mereka karena faktor biaya–gak bisa nerusin sekolah, dll)
    Dikasih bea siswa, dilebihkan gajinya
    dll intinya dipermudah…..

  37. hehe, tapi tetap bermuka manis kan? walau hati sepet…hehe….

  38. Masalah pada pria adalah kemampuan untuk telaten dalam bekerja, ini yang sulit. Selain itu pria biasanya menuntut gaji yang lebih tinggi karena mereka butuh buat menafkahi, nah sektor-sektor kerja pelayanan, sebagian besar “belum” menghargai mereka…

  39. cuma alasan aja…. kerja apapun kalau gak telaten ya susah…

    Coba,jadi mekanik kalau gak telaten,segitu banyak mur, baut, kabel… apa gak kacau? kan butuh ketelatenan juga….
    jadi programmer? wlah,malah cuma ada angka 1 dan nol, betapa sangat perlu ketelatenan????

    jadi, bisa laaaaaaa

    kalau digaji lebih, itu saya setuju2 aja, biar mereka bisa menafkahi keluarganya….

  40. muka manis plus taring dok,ma cakar kalo perlu

  41. telaten dalam artian kerja-kerja pelayanan gitulah, ah..susah juga mendefinisikannya, hehe, wanita mungkin lebih sabar kali ye… 🙂

  42. hehe, disembunyi'in dulu taring dan cakarnya…..

  43. naaaaa kerja2 yg saya contohkan juga perlu kesabaan kalo ga sabar dibanting mobil/komputenya

    naaaaa terus yang anehnya lagi, kenapa malah DSoG banyak cowok? apalagi jawabannya????

  44. DSOG itu pekerjaan yang amat berat, butuh power, beda dengan dokter bedah biasa, ya mirip dengan dokter bedah tulang/orotopedi. Bidang kerja mereka seperti montir yang butuh tenaga ekstra, seperti untuk pekerjaaan vakum ketika menarik kepala bayi, kekuatan emosional lebih stabil alias sedikit lebih tega, makanya sebenarnya lebih cocok pria, atau kalau wanita ya wanita yang punya tenaga ekstra…wanita yang jadi dokter obsgin, suaminya harus benar-benar pengertian, karena akan sering banget ditinggal mendadak, hehe…

    Nah, sekarang koki, kenapa koki itu banyak malah cowok, hehe *malah nyerang balik

  45. iya, padahal masak itu perlu kesabaran dan ketelatenan… kalau gak sabar masakan belum matang udah diangkat aja…
    Kalau ga telaten, mana sempet menghias2 makanan jadi cantk dan menarik?

    Intinya pria juga bisa sabr dan telaten.

    makanya ayo yang dokter (nyambung ga sie?) promotori agar lebih banyak teman2 pria muda bisa dapat pendidikan perawat, jadi nanti bisa bantu2 ngejaga pasien2 cowok….

    (Eh malah ketemu pasien homo, hahahhahahaha)

  46. ya, ga nyambung-lah, haha…

    orang masuk sekolah perawat orang yang punya mental benar-benar untuk mengabdi, meski kadang juga ada juga yang karena daripada engga sekolah atau merupakan pilihan terakhir…. klo bayaran perawat kayak di timur tengah atau jepang, minimal 10 juta per bulan, pasti akan banyak perawat laki-laki yang mau….

  47. hehehe.. tapi dokter lebih aman wong nggak kebagian mandiin yo..? lebih banyak godaan sih iyaa.. huahhaha..

  48. klo dokter wanita ya banyak digoda pasien juga loh….

  49. AArrrrrrgghhhh… bantaaaiii!!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s