curhat, kontemplasi, livinginjogja

Dicurhatin istri jenderal…


Seorang istri jenderal, tetanggaku, yang masih sangat cantik, ternyata dapat membuat diri ini senantiasa bersyukur kalau sebenarnya manusia diberikan berbagai bentuk kelebihan dan kelemahan. Ibu dua anak tersebut sekilas kelihatan sangat bahagia dengan berbagai kondisi kelebihan yang diberikan kepadanya. Sebagai istri mantan pejabat teras di Jogja dan dengan berbagai simbol kemewahan yang terpampang di tempat tinggalnya mungkin saja akan membuat iri masyarakat sekitar.

Aku sebenarnya merasa ga enak hati, sudah beberapa kali beliau mencoba main ke rumahku bareng suaminya. Malah aku ga ada di rumah. Nah, pasca lebaran kemarin aku kira beliau mudik ke kampung atau sedang ke tempat suaminya di Jakarta sana (punya rumah juga di Jakarta). Ternyata beliau memang ke Jakarta dan sempat berobat lama karena penyakit lamanya kambuh. Dan minggu terakhir ini beliau sudah kembali ke Jogja. Dan aku mengetahui kalau beliau sedang sakit dari tetangga lain dan asistennya. Nah, malam Rabu kemarin saat aku pulang kerja, aku dihampiri ibu tetanggaku yang suaminya juga sedang sakit, memberitahu kalau ibu jenderal tersebut sedang sakit keras dan mau ketemu sama aku. Kebetulan Kamis-nya aku libur seharian penuh bertepatan dengan hajatan pernikahan anak tetangga depan rumah, jadi memang harus libur dong…, jadi aku bilang besok aku akan ketempat beliau.

Kamis pagi, ditemani suami ibu yang memberitahu aku mengenai sakitnya ibu jenderal tersebut, aku main ke rumahnya.

Tanpa terasa, kami ngobrol selama lebih kurang 3 jam di sela-sela acara pesta tetangga yang punya hajat. Awalnya beliau bercerita tentang sakitnya dan meminta saran apa yang harus dilakukan. Kebetulan beliau mau berobat di Jogja saja, dan minta rekomendasi dokter siapa yang sebaiknya ditemui. Ya, akhirnya aku telpon dan sms ke sana kemari menghubungi dokter spesialis yang aku kenal dan meminta saran juga…

Selanjutnya kami ngobrol ngalor-ngidul sambil beliau nawarin kue-kue lebaran dan mengambilkan minuman. Dan keluarlah curhatan beliau, tentang anaknya yang suka sakit, tentang anaknya yang gagal masuk fakultas kedokteran, tentang dirinya yang tidak bekerja. Hehe…tentang dirinya yang hanya sebagai ibu rumah tangga ini cukup seru juga, kelihatan sekali beliau menyesal tidak bekerja, alias cuma menjadi ibu rumah tangga. Beliau bernostalgia, bagaimana ortunya yang sudah bersusah payah menyekolahkan beliau, bagaimana irinya beliau melihat teman-temannya yang bekerja. Dan beliau bilang juga sering merasa sedih kalau lagi ga punya uang padahal dirinya ga bekerja. Ah, aneh juga, orang kaya begini masih juga merasa miskin ya…

Mau tahu ga aku beri saran apa? ya salah satunya ga usah banyak terlalu memikirkan penyakitnya, nanti malah jadi stres sendiri. Dia kelihatan senang. Karena merasa memang benar. Sekali waktu dia lebih menyadari inside dirinya alias mencoba bersikap tenang dan rileks. Contoh, saat dia merasa sesak napas, dia mencoba bernapas dengan tenang, menghadirkan pikiran-pikiran positif dan mencoba tersenyum, akhirnya rasa sesak itu terasa sangat berkurang. Beliau malah ikut menasihati bapak tetangga yang menemani aku, yang sedari tadi diam saja mendengarkan. Bapak yang tentara aktif ini juga sedang sakit jantung dan mengalami stres tingkat tinggi, badannya jadi kurus dan roman mukanya banyak tidak cerianya. Sebenarnya di mata aku, beban hidup bapak tentara ini lebih berat daripada ibu jenderal tersebut. Beliau (bapak tentara itu) sudah habis uang 200 juta untuk menyekolahkan anaknya menjadi Brimob, yang sebelumnya sudah 3 kali gagal masuk jadi TNI. Belum lagi menurut tetangga banyak tagihan utang dari para dealer (ga tahu dealer apa). Belum lagi sebelumnya berobat penyakitnya ke Jakarta. Untung saja beliau ditanggung oleh asuransi tentara.

Yah, kesimpulannya aku masih sangat bersyukurlah, mesti tidak lepas dari permasalahan hidup, masih lebih mending masih bisa bernapas dengan lega, menikmati hidup yang ada, bahkan jauh lebih mawas diri. Bukankah ini salah satu resep awet muda? πŸ™‚

Pic dari sini

Iklan

47 tanggapan untuk “Dicurhatin istri jenderal…”

  1. meskipun gak bekerja bukan berarti gak punya duit dong bu istri πŸ™‚
    duit yg dikasih suami kan bisa dikelola sedemian rupa spy istri juga punya tabungan sendiri, buat keperluan sendiri.
    bekerja jg gak jaminan selalu punya duit sendiri πŸ˜€

  2. waduh betul banget.. harus senantiasa bersyukur dlm kndisi apapun.. eh itu jd inget aku pas beli tanah.. paskutanya uangnya buat apa, ktnya untuk masukin anaknya jadi PNs sampe 70jt-an gituh… ckckck..

  3. Mungkin ada sebagian wanita,yg merasa 'kaya' dg uang yg dicarinya lewat bekerja..dg upayanya tanpa tergantung suami..ibu jendral, kalau banyak uang bisa jd investor dong ya, kalau berhasil di bisnisnya, beliau tinggal menerima dividen..

  4. Ibu jendral buka minimarket aja,kayak ibu kapolda tetanggaku.walopun si ibu sombongnya naudzubillah tapi paling gak dia berbuat baik dg nyediain minimarket murmer berharga lbh miring dr toko2 lain daerah sini.

  5. artinya kan sederhana: penyakit yang mendasari, artinya memang aslinya ada penyakit organik/fisikal-nya

    maklumlah klo sesama dokter ya pake bahasa kedokteranlah, hehe…

    underground cables kan instalasi perkabelan bawah tanah?

  6. Makasih juga kunjungannya Mas Luigi. Seru deh petualangannya. Aku udah baca yang SAIT Training di Irak. Seru habis. Trus udah baca juga pertemuan romantis dengan istrimu di NY sana, hehe… kangen terus ya kayaknya…

  7. gyahahaha.. kadang saya suka kurang ajar gitu, kalo ama residen yang reseh ampe ke ubun2 *bukan rese ke saya sih, tapi ke semua orang, termasuk ke pasien*.. saya manggil bukan dok, tapi dog.. haha *plakk*
    Lagian, makanya hargai manusia lain..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s