WidodoWirawan.Com

hhhh….pembatasan pengendara motor merupakan perlambang kebodohan penyelenggaraan pelayanan publik yang jelek, akhirnya "orang kecil" yang akan selalu disingkirkan…

27 Komentar


Iklan

27 thoughts on “hhhh….pembatasan pengendara motor merupakan perlambang kebodohan penyelenggaraan pelayanan publik yang jelek, akhirnya "orang kecil" yang akan selalu disingkirkan…

  1. jangan sampai ngupil dibatasi yak… :-b

  2. baru mau diterapkan di jakarta, di jalur protokol/pusat kota…

    padahal orang justru pake motor kan biar luwes, bisa nyelip-nyelip, malah yang disuburkan mobil (walaupun ada ketentuan three in one), tetap aja klo mau buka mata, volume keseluruhan mobil akan lebih menghabiskan volume badan jalan dibandingkan motor… coba aja lihat di lampu merah klo pas lagi macet-macetnya, mobil kan yang membuat lama dan macet?

    kebijakan sebelumnya juga sama-sekali tidak realistis, motor di suruh jalan di lajur kiri (tapi ga pernah dibuatin lajur khusus (di jogja ada beberapa lajur khusus buat motor seperti di jalan lingkar/ring road, jadi lebih teratur), sedang mobil klo seenaknya main di arah kiri dan menghalangi para motor, engga diperhatikan sama sekali, padahal kita tahu kan klo mau mendahului itu peraturannya harus dari kanan, masa motor harus ngekor terus di belakang mobil?

  3. fiuhhhhh lagi2 pemerintah bikin wacana nyebelin

  4. saya juga ngantornya pake motor biar cepet…

  5. hukum rimba makin menggila juga,

    *siap-siap dadi pelanggan tetap panti grhasia…! 🙂

  6. Emangnya ada penyelenggara publik yang pandai?

  7. ya, gitu deh, andalan klo udah kepepet, ga dipikir (udah kali ya) atau ga pada akar permasalahan solusinya. Padahal aku yakin klo presiden, seluruh menteri, dan seluruh anggota dewan naik bis atau motor atau sepeda, konsisten aja selama 1 bulan, aku kira akan ada perubahan yang drastis…aku pikir perlu dibuat keputusan presiden untuk itu, hehe, itu klo memang belum kuat buat menambah badan jalan dan mengadakan transportasi massal yang handal…lah ini berlomba-lomba membeli mobil dan mempermudah fasilitas kredit, bahkan 1 keluarga bisa banyak ternak mobilnya, ya sudah harusnya fear dong, ini sudah konsekuensi keegoisan berjama'ah…

  8. iya, di kantor saya juga begitu Pak, sebagian besar mengalah pake motor, kecuali kondisi hujan, lah stres macet padahal ditunggu pasien…

  9. hukum rimba sih hukum alam, ga pa-pa..lah ini hukum ga jelas je… seolah-olah tidak ada penyelenggara negara, artinya ada tidak ada negara, atau gonta-ganti presiden, ya ada pengaruhnya…serahkan pada alam (atau pasar..?), hehe…

  10. beberapa ada yang pandai pak, atasanya yang goblok biasanya, hehe….

  11. saya pasif saja deh soal begini , karena :
    A. Bagi yang punya motor dan tidak punya mobil maka muncul kekecewaan terhadap tingkah mobil, tetapi
    B. Bagi yang punya mobil dan tidak punya motor maka mereka ini beranggapan bahwa motor suka salip-selip, kadang saking sempit masih di paksa, bisa bikin body mobil penyok/tergores.
    C. Bagi yang punya motor dan mobil, terserah pemerintah aja mana yg baik.
    D. Bagi yang tidak punya motor atau mobil, ya….memang beginilah hidup.

  12. motor kan penyebab kemacetan. *kata penyelenggara negara yang sehari-hari ngantor pake mobil.

  13. hukum pasaran berdasarkan keinginan merebut pasar.

  14. ya benar juga, tapi yang penting hukum itu kan harus adil, lah ini…?

  15. nah ini dia Pak, hukum yang tidak adil itu sangat sarat kepentingan segelintir orang…

  16. embuh Mas, makin mumet…hehe…ra ngerti ekonomi…

  17. o, iya, jadi ingat curhatan supir taksi saat di Jakarta. Seorang penumpangnya ngomong yang membuat macet itu banyaknya taksi dan angkutan kota lainnya. Pak Supir lalu balas: apa ibu ga lihat, coba lihat sekeliling, bukannya mobil pribadi yang lebih banyak…

  18. dan sebelum terlambat, jogja tu harus diperbaiki transportasi publiknya. biar manis ngono.. masa mau nunggu macet2an dulu ya, baru dipikirin mo digimanain..

  19. alangkah baiknya kalo pelarangan itu diikuti dengan kebijakan berikutnya: “berhubung motornya saya minta, mbesok saya ganti mobil baru yaaa…!” 😀

  20. iya, sekarang aja pada jam tertentu udah mulai terasa kesemwarutan lalu lintasnya….

  21. hehe…itu juga yang aku pikir, monggolah motor dilarang, nanti saya beli mobil aja, huahaha… tapi sekali lagi ya sama aja, semakin kita berpikir begitu ya kita secara bersama-sama ikut menyumbang kemacetan karena keegoisan kita yang dilakukan juga secara bersama-sama, pengen enak dan adem naik mobil pribadi, eh, malah jadi tambah stres karena yang lain juga pada beli mobil, lah apa ga tambah macet-cet-cet…

    maka aku juga menghimbau, fungsional sajalah, sesuai kebutuhan, buka buat gaya-gayaan (yang terkesan bodoh), mobil di simpan di rumah bila tidak urgen, dipakai bila ada acara keluarga saja, atau dalam kondisi hujan lebat, atau memang bepergian jauh ke luar kota, hitung-hitung juga menghemat bahan bakar…

  22. Setuju, apalagi kalo gada fasilitas parkir, trus mobil parkir di badan jalan. Tambah macet deh.. Setuju pake motor!!
    Uhuy..

  23. Kapitalis ikut ambil bagian dalam kebijakan ya…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s