tak terkategorisasi

"Dok, obatnya jangan yang generik ya, mual perut saya jadinya…"


Iklan

18 tanggapan untuk “"Dok, obatnya jangan yang generik ya, mual perut saya jadinya…"”

  1. bagi yang terbiasa mengonsumsi obat “branded”, memang rasanya kurang afdol.
    kami cukup mengonsumsi obat “serbu” (serba seribu) –obat generik yang disubsidi pemerintah. ๐Ÿ˜€

  2. yang penting, pasien nyaman dan mendapatkan cukup informasi tentang pengobatan yg dia dapatkan, termasuk harganya. Dalam beberapa hal memang generik dan merk ada bedanya, sih. *padahal dokternya sendiri pakai geberik ^__^ *

  3. iya, saya juga sering ngomong begitu, merek obat sama saja, tapi klo sudah menyangkut sugesti, ya kadang harus menyerah walaupun sudah dibilang mahal…

    lebih gampang meyakinkan partner kerja sendiri seperti perawat dan staf karena mereka lihat sendiri dokternya pake generik ๐Ÿ™‚

  4. pasiennya pikir, yang nyembuhin itu obatnya bukan dokternya jadi ya lebih baik beli obat yang mahal daripada bayar jasa dokter yang lebih mahal, bahkan lebih efektif mengobati sendiri tanpa perlu repot2 ke dokter hehehe..

  5. hehe, padahal yg nyembuhkan kan Allah… berobat dengan dokter aja sering salah apalagi berobat sendiri pasti banyak ngawurnya… klo pasien itu bisa mengobati diri sendiri kenapa harus ke dokter, hehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.