WidodoWirawan.Com

"Dok, obatnya jangan yang generik ya, mual perut saya jadinya…"

18 Komentar


Iklan

18 thoughts on “"Dok, obatnya jangan yang generik ya, mual perut saya jadinya…"

  1. bagi yang terbiasa mengonsumsi obat “branded”, memang rasanya kurang afdol.
    kami cukup mengonsumsi obat “serbu” (serba seribu) –obat generik yang disubsidi pemerintah. 😀

  2. yang penting, pasien nyaman dan mendapatkan cukup informasi tentang pengobatan yg dia dapatkan, termasuk harganya. Dalam beberapa hal memang generik dan merk ada bedanya, sih. *padahal dokternya sendiri pakai geberik ^__^ *

  3. iya OT, sudah terpatri dalam pikirannya.

    klo dipaksain walaupun dengan nasihat sugestinya malah jadi negatif…

  4. orang kaya tapi mau dibodohi sih…

  5. iya, saya juga sering ngomong begitu, merek obat sama saja, tapi klo sudah menyangkut sugesti, ya kadang harus menyerah walaupun sudah dibilang mahal…

    lebih gampang meyakinkan partner kerja sendiri seperti perawat dan staf karena mereka lihat sendiri dokternya pake generik 🙂

  6. iya Pak, ada ada yang mahal dari obat bermerek?

  7. kasih aja panadol tp di plastiki, bilang obat mahal dari timbuktu harga perbiji 100.000 😀

  8. memang kayaknya ada pasien yang merasa kurang afdol kalo gak ngeluarin duit banyak buat beli obat. Uhuhu

  9. memang aneh, mending buat dokternya aja yang dibayar mahal ya…hehe…

  10. Iya masuk akal mas! Mending kayak gitu aja. saya setujuu!! 😀

  11. klo persentase jasa dokter lebih besar dari harga obat, sudah sewajarnya, klo masih kayak gini terus, layanan kesehatan semakin tidak terjangkau….

  12. pasiennya pikir, yang nyembuhin itu obatnya bukan dokternya jadi ya lebih baik beli obat yang mahal daripada bayar jasa dokter yang lebih mahal, bahkan lebih efektif mengobati sendiri tanpa perlu repot2 ke dokter hehehe..

  13. hehe, padahal yg nyembuhkan kan Allah… berobat dengan dokter aja sering salah apalagi berobat sendiri pasti banyak ngawurnya… klo pasien itu bisa mengobati diri sendiri kenapa harus ke dokter, hehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s