WidodoWirawan.Com

Udah aku duga ESQ Ary Ginanjar Agustian sesat… http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1048-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan

41 Komentar


Iklan

41 thoughts on “Udah aku duga ESQ Ary Ginanjar Agustian sesat… http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1048-ajaran-esq-sesat-dan-menyesatkan

  1. btw, apakah Ary Ginanjar Agustian sdh pernah naik haji?

  2. saya pernah terlibat di majalah esq mas, yg saya liat terlalu ekslusif. kebanyakan yg ikut cuma orang2 banyak duit, mantan pejabat/pejabat yang berusaha menghilangkan rasa bersalah dari pendapatan2 haram mereka. Jadi bkn orang2 yg bener nyari kebenaran agama, tapi sekedar nyari kelegaan atas justifikasi cara2 haram mereka dalam mencari rizki. Ary ginanjar pinter baca peluang, kalo orang2 semacam itu butuh pelepasan spiritual dari himpitan perasaan mereka. Dan mereka orang2 yg mau membayar mahal untuk mendapatkan perasaan 'termaafkan' secara agamis.

  3. mbuh mas, emang klo naik haji sudah menjamin baik? hehe…

  4. ho'oh mas Rudi, kelihatannya begitu, saya selalu sinis klo lihat tempelan stiker alumni ESQ sekian-sekian di kendaraan bermotor, apa itu tiket ke surga apa? hehe…

    pokoknya aku ga suka aja dengan yang namanya orang-orang pemotivator dan sejenisnya termasuk Mario Teguh, hehe (awalnya sih sempat nyimak, tapi biasa aja aku pikir…)

  5. Mario teguh awalnya tulus. Belakangan mulai tumbuh arogansi. Sering muncul titah ketimbang motivasi. Seolah tak terbantahkan. Kalo orang udh terlalu banyak yg menyanjung ya bisa keselip, dan lupa daratan. Liat aja AA Gym. Sekarang jatuh dan susah bangkit.

  6. hmmm sepertinya…..iman dan logika…sulit bersahabat

  7. iya kayak sinetron Tersanjung ajah..huahaha…

  8. atau sinetron cinta fitri….gak ada abis2nya…

  9. menurutku sangat bisa bersahabat…, lihat saja proses pencarian tuhan oleh Ibrahim 'alahissalam

    beragama itu justru harus rasional…bukankah dalilnya banyak yang menantang orang-orang berakal untuk memikirkan dengan akalnya tentang penciptaan dan fenomena-fenomena dunia…

  10. kok istriku tumben suka nonton sinetron KCB ya? waduh….

  11. lengkap deh berita imbangannya..

  12. sbg yg pernah ikut esq, bagus sih yg diajarkan. cuma ada yg aku ga setuju, penterjemahan bismillah, menjadi “ata nama “Allah”.
    Penekana beberapa peserta untuk melakukan pengakuan salah/dosa di depan audien.
    Memerintahkan peserta buat bersujud beramai2.
    Pernah juga aku tulis di MP, dan di form usul/koment esq, beberapa tahun lalu.

  13. esq jadi kayak outbound ya…

  14. sekarang ada lagi boot camp…emang gk mengatasnamakan agama. Cuma training untuk memotivasi orang. Tapi kok orang2 itu udh pada kayak robot ya. Diginiin digituin nurut aja. Emang gk pada bisa cari solusi sendiri buat membuat diri menjadi pribadi yg lbh baik. Ngapain juga mempercyakan sebuah institusi atau pihak lain untuk membentuk jalan hidup dan keprribadian yg lbh baik didiri kita. Mahal pula. ck..ck..ck…pembodohan benar2 merajalela.

  15. seorang teman dari bandung, peserta ESQ, pernah ngomentar soal ini: “urang mah teu milu ceurik waktu dititah ceurik babarengan bari sujud, dan euweuh piceurikeun. sibuk ninggalian batur we.” [saya nggak ikutan nangis waktu diminta menangis bareng-bareng sambil bersujud, soalnya nggak ada yang perlu ditangisi. sibuk liatin orang lain aja.].

  16. tapi apa sdh ada yg menyatakan bahwa dia itu murtad ?

  17. tapi saya juga pernah secara gak sengaja berada disituasi semacam esq itu. ternyata isinya banyakan 'orang-orang' dia juga. mereka mengkondisikan peserta lain supaya yakin bahwa apa yg tengah berlangsung itu memang mesti dilakukan/dituruti. Jatohnya jadi kayak training MLM. Agama kok jadi MLM.

  18. gitu ya Om…ok lebih jelas deh…

  19. hehe…memang enaknya itu belajar memotivasi diri sendiri deh….

  20. huehehe…pasti malah keliatan aneh ya….

  21. malah kayak kelompok sales di mal-mal gitu, haha… *pengalaman kalo yg ini deh…

  22. Di postingan saya tentang ESQ, rame tuh mas, ada yg pro 🙂

  23. Dulu, waktu datang ke Paris, aku dan Romo Setyo memprotes keras pengadaan kegiatan ESQ di KBRI Paris. Karena menurut pengamatan kami, acara ini, lebih merupakan bentuk pengajaran infantilis ala evangilis.

    Sialnya, protes kami dulu dianggap angin lalu. Sialnya lagi, salah satu sahabat kami yang lain, justru pendukung dan bahkan salah satu aktivis yang mengorganisasikan kegiatan ini di Paris.

  24. Saya sempat ikut ESQ juga, langsung dibawah bimbingan Ary Gynanjar langsung. Untunglah setelah keluar kenal manhaj Salaf, jadi ga perlu lagi balik ke ESQ tower sebagai alumnus. 🙂

    Semodel ESQ di Indonesia ini memang banyak dalam berbagai format. Pendapat saya seharusnya mereka tidak mencampur adukkan dengan Islam. Mungkin mereka melakukannya untuk syiar, menarik umat non-Islam agar tertarik dengan Islam. Tapi yang jadi pertanyaan, Islam yang seperti apa? Apakah ini Islam yang sebenarnya??

    Ironis memang, banyak kaum muslimin yang 'kehilangan arah' kemudian datang ke tempat-tempat motivasi seperti ini. Padahal sudah ada Al Quran dan As Sunnah……….

  25. sudah meluncur ke sana pak…trims…

  26. wakakaka…. kupikir cuman aku doang yg merasa aneh dengan ESQ.
    Sebagai achievement motivation orang-orang yang gak pede okeylah hahahaha

  27. aku padahal tes psikologi waktu SMA disarankan: memerlukan motivasi kuat untuk sukses, tapi aku benci motivator kayak gitu, hehe, ya udah jadi motivator buat diri sendiri aja…

  28. sebetulnya itu salah satu bentuk cemoohan buat pengajaran agama yang “cengeng”, dimana orang “dipaksa” mengeluarkan aspek-aspek emosionalnya dalam peribadatan.
    macam orang yang suka heboh-heboh gitu kalau beribadah.

    beberapa sekte Kristen dan Karismatik Katolik melakukan hal seperti ini, kalau di Islam saya kurang tahu.

  29. aku kira banyak Mas, ya zikir-zikir sampai semaput gitu…

  30. ' masyaAllah.. mengapa mufty menyesatkaan seorang pen-dai (Ary ginannjar agustian) yg dgn suatu keiklasannya ingin menyampaikan kebenaran melalui buku yg ditulisnya? sya telah membaca buku ESQ karya ary ginanjar dan mungkin ada sedikit kesalahan yg dibuatnya namun sya melihat begitu banyak kbenaran. mengapa ulama ingin menyesatkan s'ornk pendai dari kalangan kita sendiri..? apakah kalian inngin memecah kaum muslimin? justru sya melihat fatwa yg menyesatkan ary ginanjar itu ssngguhnya tdak benar. klaw ada kslahan dlm buku ary ginanjar sekiranya d'buku itu trtulis saran atw komentar anda dbtuhkn untuk prbaikan yg lebih baik.bukan malah menyesatkan. sbnarnya bgitu banyak yg inign sya sampaikn namun sya tdk dpt mnulisnya dsni. sya mnghrpkan pnjelsan yg real dri fatwa ini. islam adlah agama kmerdekaan bukaan paksaan dan bukan untuk mmnjarakan ornnk lain. trimakasih

  31. mungkin mas-mas di sini perlu baca juga tulisan ini

    Ulama Malaysia : ESQ Ginanjar Sesat
    Jul 08, 2010
    by admin
    21 Comments

    Penyelewengan itu, menurut Mufti, karena ajaran Ary mengandung faham liberalisme, dimana ia menerjemahkan nas-nas Alquran secara bebas. Selain itu, ESQ juga mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan benar.

    Ada sejumlah alasan dijadikan dasar Mufti Malaysia untuk mencap ajaran ESQ melenceng dari ajaran agama Islam. Alasan itu, seperti dikutip dari situs http://www.muftiwp.gov.my, antara lain:

    l ESQ dinilai mendukung paham liberalisme karena menafsirkan Alquran dan As-Sunnah secara bebas. ESQ mengajarkan pada dasarnya ajaran seluruh agama adalah benar dan sama.

    l ESQ juga dinilai menganggap para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian. Ini bertentangan dengan akidah Islam soal Nabi dan Rasul.

    l ESQ dituduh telah mencampuradukkan ajaran kerohanian bukan Islam dengan ajaran Islam. Mufti juga melihat ESQ menekankan konsep suara hati sebagai rujukan utama dalam menentukan baik buruk suatu perbuatan.

    l ESQ juga dianggap salah karena telah menjadikan logika sebagai rujukan, bukannya Alquran dan Hadis. Mukjizat juga tidak dipandang di ESQ karena bertentangan dengan keadaan zaman sekarang yang serba logik.

    l ESQ dinilai salah karena menggunakan Kod 19 rekaan dari Rasyad Khalifah untuk menafsirkan Alquran. Rasyad Khalifah mengaku sebagai rasul dan membawa agama baru yang dinamakan submission. Teori ini bahkan dipandang lebih tinggi dibanding Alquran.

    l ESQ menyamakan bacaan Al-Fatihah sebanyak 17 kali oleh orang Islam dengan ajaran Bushido Jepang. ESQ dianggap telah menafsirkan makna kalimat syahadat dengan triple one. Menurut Mufti, itu adalah tafsiran bid`ah dan sesat.

    Hingga berita ini ditulis, Dr HC Ary Ginanjar Agustian selaku pendiri ESQ Leadership Center belum memberikan tanggapan. Dia masih berada di luar negeri. Sedangkan Dwitya Agustina, Head of President Director Office ESQ, mengatakan pelarangan ESQ di Malaysia hanya berlangsung di satu negara bagian, yaitu Wilayah Persekutuan yang terdiri Kuala Lumpur, Labuan dan Putra Jaya. Yang melarang cuma satu Mufti, yaitu Datuk Haji Wan Zahidi bin Wan Teh dari Wilayah Persekutuan, ujarnya, Rabu (7/7).

    Mufti adalah pemuka agama yang mewakili suatu negara bagian. Malaysia memiliki 13 negeri dan satu Wilayah Persekutuan. Tiga belas mufti lain tidak melarang, kata Dwitya.

    ESQ pimpinan Ary Ginanjar mulai menggurita di negeri jiran itu sejak 2006. Saat ini anggota ESQ di Malaysia mencapai 65.000 orang. Mufti yang larang itu belum pernah bertemu dan ikut pelatihan kami, ujarnya. Sementara sembilan dari 13 mufti lain pernah.

    ESQ, yang memiliki anggota sedikitnya 850.000 orang hingga di Belanda dan Amerika Serikat ini masih menunggu keputusan resmi dari Jabatan Kemajuan Islam atau Jakim, lembaga keagamaan tertinggi di Malaysia. Selama ini, Dwitya melanjutkan, setiap pelatihan ESQ selalu didampingi Panel Syariah yang terdiri atas tokoh-tokoh agama Malaysia.

    Dia mengakui para pendamping itu sempat keberatan dengan beberapa materi yang terpampang di slide pelatihan. Namun tidak mengetahui persis materinya, dan sudah direvisi sesuai permintaan Panel Syariah. Sampai pertemuan terakhir 16 Juni lalu, Jakim tidak melarang, katanya.

    Saat ini, Dwitya melanjutkan, ESQ masih menjalankan pelatihan di negeri jiran. Hari ini kami masih ada pelatihan di Perak, Pulau Pinay dan Sarawak, ujarnya.

    Dwitya mengakui, sejak munculnya fatwa itu, ratusan alumni ESQ menghubungi kantor pusat ESQ untuk mempertanyakan fatwa tersebut. Hampir ratusan alumni menanyakan soal itu lewat telepon dan email. Mereka justru ingin menjelaskan kalau training ESQ itu benar. Tidak ada aliran sesat. Mereka akan membantu meluruskan, kata Dwitya.

    Dwitya menambahkan, Ary Ginanjar kini masih di Australia dan terus memantau perkembangan masalah ini. Beliau terus memantau. Sepuluh hari lagi baru kembali ke tanah air, ungkapnya.

    Tak Perlu Dibesarkan

    Terkait fatwa sesat pelatihan ESQ ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan tak perlu mengkaji metodenya. Tidak perlu dikaji, untuk apa. Masalahnya tidak perlu dibesarkan, ini sudah metode dakwah yang luar biasa, sudah mendunia, kata Ketua Umum MUI Amidhan di kantornya, Jakarta, Rabu (7/7).

    Orang ESQ bilang itu hanya dari seorang Mufti yang memang dari dulu agak negatif pandangannya, ungkap Amidhan. Mufti-Mufti lain di Malaysia menyatakan sudah tidak ada masalah, karena buktinya pelatihan ESQ bukan kali pertama di Malaysia.

    Amidhan yang sudah menghubungi kantor pusat ESQ menyatakan justru Mufti lain di Malaysia akan menjelaskan kepada Datuk Hj Wan Zahidi. Nanti kita dengar saja, Mufti lain di Malaysia akan menyatakan bahwa larangan itu hanya dari dia (Datuk Hj Wan Zahidi), jelasnya.

    Pelatihan ini, lanjut Amidhan, sudah direkomendasikan oleh ketua Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) saat itu, KH Hasyim Muzadi, dan dari Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin yang menyatakan tidak ada masalah.

    Salah satu Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf menilai fatwa sesat yang dikeluarkan Mufti Persekutuan di Malaysia terhadap ESQ adalah berlebihan. Setahu saya Ary Ginanjar itu mendakwahkan masalah hati tidak dilepaskan dari ajaran Alquran. Jadi menurut saya berlebihan kalau itu diharamkan, kata Slamet di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (7/7).

    Sementara itu, fatwa training ESQ sesat, tidak akan berpengaruh banyak di Jatim. Branch Manager ESQ Leadership Center PT Arga Bangun Bangsa, Keppy Damayanti, bahkan menegaskan fatwa sesat itu merupakan isu lama. Saya tidak tahu kenapa baru sekarang mulai diblow up ramai-ramai. Itu (ESQ sesat) isu usang yang tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap misi mulia kami. Kami sampai saat ini tetap melakukan training seperti biasa, ucap Keppy kepada Surya, Rabu (7/7) malam.

    Menurut Keppy, setiap pekan di Jatim setidaknya ada empat acara. Mereka yang mengikuti traning beragam dari kalangan birokrat, politisi, pebisnis, sampai masyarakat biasa. Bahkan pada Agustus mendatang disiapkan acara besar di Hotel JW Marriott Surabaya dengan menghadirkan Ary Ginanjar Agustian. Di Jatim, jelas Keppy, jumlah alumninya mencapai 70.000-an.

    Untuk diketahui, ESQ (Emotional Spiritual Quotient) Leadership Center adalah lembaga yang didirikan Dr HC Ary Ginanjar Agustian, bergerak dalam bidang pelatihan sumber daya manusia (SDM) yang menyinergikan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosi (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).

    Berdiri sejak tahun 2002, kini ESQ telah memiliki cabang di seluruh Indonesia, bahkan di Singapura, Brunei, dan Malaysia. Total anggota dan alumninya hampir sejuta orang.

    Ary Ginanjar Agustian lahir di Bandung, 24 Maret 1965. Saat masih duduk di bangku sekolah, dia tak pernah puas dengan pelajaran agama yang diberikan guru-gurunya. Bahkan pada satu titik, Ary justru mempertanyakan ekistensi Sang Khalik. Dia menjadi gelisah.

    Di tengah kegelisahan itu, Ary bertemu seorang ulama di Bali, KH Habib Adnan. Saat itulah Ary merasa mendapat pencerahan. Sang ulama menjadi pembimbingnya untuk memahami Islam dengan menggunakan metode berpikir bebas (free thinker).

    Belakangan, Ary menuangkan seluruh pergulatan dan kegelisahannya itu dalam sebuah tulisan yang di kemudian hari disusun menjadi buku. Namun sayang, tak ada satu penerbit pun yang bersedia menerbitkan hasil karyanya.

    Kenyataan itu tidak membuat Ary patah arang. Dia memutuskan mendirikan perusahaan dan menerbitkan sendiri buku itu. Di luar dugaan, buku diberi judul ESQ: Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual itu ternyata laku keras.

    Sukses lewat buku perdananya, ide-ide Ary terus bermunculan. Di kemudian hari dia menyusun kurikulum pelatihan ESQ selama 3 hari. Pelatihan ini dirancang semenarik mungkin dengan menggunakan sound system dan fasilitas multimedia lainnya. Metode yang dia rancang ini dibuat standardisasi dan dipatenkan. Sehingga kata-kata dan intonasi para pelatih ESQ dimanapun memiliki standar yang sama. Target Ary, metode pelatihannya sudah mendunia pada 2050.nfai/tribunnews/ti

  32. Aneh masih ada aja yang mengatakan ESQ sesat.

    kalo sesat kenapa ngak di sebutkan ajaran sesat oleh MUI.

    jangan-jangan yang mengatakan sesat itulah yang tersesat, hati-hati dalam menyampaikan pendapat tanpa ilmu itu lebih berbahaya dibandingkan dengan diamnya para ulama.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s