WidodoWirawan.Com

Seru!!! diskusi menghujat calon dokter di http://to.ly/62VU

11 Komentar


Iklan

11 thoughts on “Seru!!! diskusi menghujat calon dokter di http://to.ly/62VU

  1. kok pada menggeneralisir ya? kan gak semua koas begitu.. 😦

  2. Puanjang puanjang komene, eh ada mas eh dr Wid juga, hehehe…

  3. iya, itu karena penulis tidak tahu latar belakang pendidikan koasistensi, tapi kita ambil hikmahnya untuk memperbaiki diri, nanti kalau sudah terjun ke palayanan yang sesungguhnya akan lebih dahsyat lagi kritik yang akan datang…

  4. iya Pak, habisnya tulisan itu diforward kemana-mana ke milis dosen FK UGM, ke milis Dokter Indonesia, dan Fesbuk, yah bayangin aja, yang ga pernah tahu Kompasiana, tahu-tahu mendadak buat account untuk sekedar berkomentar…hehe… kasihan sebenarnya penulisnya kalau dia sampai diblacklist, ga bisa berobat kemana-mana lagi kalau sakit, hahaha… mudah2an tidak…

  5. hahahaaaa… lucu yang komenya:
    …tetangga kos juga banyak residen (calon dokter spesiali). Takut jadi bahan percobaan ahahaha soale ada mbak kosku (koas) menjahit bagian intim wanita yang baru melahirkan, eh ternyata dia jahitnya salah. Hah….disuruh bongkar lagi sama dokter senior. Toweweng, kesian amat pasiennya….

  6. ahh cape deh bacanya..
    saya sih terima aja tulisan macem begitu, karena saya sendiri suka ngedumel (dalam hati maupun terang2an) ngeliat berita karyawan pajak korup, rekening gendut polisi, sulitnya birokrasi & lambatnya administrasi pelayanan publik, politisi gak becus dan sok kuasa..
    jadi, kritikan terhadap dunia kedokteran ya tinggal tunggu giliran lah.. =) [sambil tersenyum-senyum sendiri]

  7. hahaha, iya, ini sebenarnya persepsi yang salah, justru aku pernah ketemu pasien yang muilih diperiksa olek koas, alasannya koas itu masih idealis, taat dengan ilmunya yang masih segar, kalau ga tau pasti nanya ke senior…

    hehehe, lucu dulu membayangkan ada seorang teman ketika aku tanya saat mau operasi minor pertama kali: Eh, kamu udah melakukan ini berapa kali?” dia jawab: “baru sekali ini…” pasiennya langsung pucat pasi, tapi untung kan diawasi oelh senior jadi ga apa-apa, sukses kok…

  8. Seruuu baca yg komen 😀 ada satu tuh yg sewot, jangan me-generalisir katanya.. Lha emang tidak men-generalisir jelas kok tempat dan jumlahnya 😀
    tidak menuduh tempat kerja bakti yg lain hmmm tetep aja sombong

  9. Iya, Wul… mbok ya kan sama aja dengan profesi lain ya… tapi kasihan profesi kita ini, udah risikonya paling besar, gaji ga manusiwi, jam kerja ga manusiawi, rentan sakit, penuh dengan was-was Tapi inilah pilihan hidup, profesi yang gampang cari pahala bila benar menjalankannya…

  10. sebenarnya tetap menggeneralisir di akhir tulisannya mba… 🙂

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s