WidodoWirawan.Com

Adakah yang bisa membuat aku tertarik menjadi PNS???

45 Komentar


Akhir-akhir ini berhembus kencang pengumuman seputar lowongan kerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari berbagai instansi pemerintah. Aku dan istri termasuk yang paling getol mengikuti perkembangan kesempatan jadi abdi negara tersebut. Istriku memang tertarik jadi PNS, secara menurut dia jadi PNS bisa santai, apalagi sebagai perempuan, jadi ntar klo punya anak bisa lebih banyak waktunya. Selain itu jadi PNS juga bisa nyambi aktivitas lain untuk meningkatkan penghasilan. Jadi PNS juga hari tuanya lebih terjamin dengan tunjangan pensiun yang lumayan. Mhhhh….mengapa aku masih ga tertarik aja yah dengan yang namanya jadi PNS? Terus-terang, beberapa alasan, mengapa aku ga tertarik:

1. Jadi PNS penuh dengan rutinitas menjemukan, tidak inovatif, tidak eksploratif
2. Jadi PNS, menurutku pasti gajinya lebih kecil dari penghasilan serabutanku yang sekarang ini
3. Menurutku, arah penjajakan karirku yang masih banyak celah untuk menargetkan masa depan yang lebih baik akan sangat terhambat, ketika aku sudah masuk PNS. Apalagi aku masih pengen sekolah terus, masih pengen bereksplorasi penuh dengan potensiku.
4. Jadi PNS harus siap-siap terkena getah sistem yang korupsi dan penuh intrik
5. Jadi PNS ga bebas aspirasinya, buktinya ga bisa aktif di organisasi politik
6. Jadi PNS, menjadikan aku bermental nrimo, menghilangkan mental petualangku (weleh…weleh…) —>mirip-mirip poin 3 lah…
7. Jadi PNS harus taat selalu (padahal aku seringnya mbeling/pembangkang…hehehe)
8.Menurut teman-teman?? (khusus yang alergi masuk PNS)

Bagi teman-teman yang bisa memotivasi aku masuk PNS, silakan memberi argumen, agar aku bisa “berubah” :-b

Sebelumnya terimakasih atas petuah-petuah MPers tercinta sekalian…

Pic dari sini

Iklan

45 thoughts on “Adakah yang bisa membuat aku tertarik menjadi PNS???

  1. hmmm, gak ada komen, kebetulan nasib membawaku bukan jadi PNS ๐Ÿ™‚

  2. Kalau baca cara pandang Widodo tentang PNS, menurut saya sebaiknya jangan deh jadi PNS, termasuk isterinya. Soalnya yang seperti ini stoknya sudah banyak dan tidak perlu ditambah lagi. Apalagi kalau hanya untuk yang sekedar-sekedar saja….

    Yang perlu justru kalau semua karakter yang dinisbatkan Widodo kepada PNS itu dilawan dan dijadikan kebalikannya; barulah bernilai bagi bangsa. Itu menurut saya lho, sebagai seorang PNS, yang sejak awal masuk jadi PNS niatnya justru karena ingin melawan stereotip itu. InsyaAllah juga sudah semakin banyak yang demikian….. Maaf kalau tidak berkenan…salam…..

  3. bukan PNS……*alasan awalnya dulu sederhana aja…ogah pake batik KORPRI…:)*

  4. yang ijo royo2 itukan xixixixxixiix…. btw siapa sih perancang batik korprinya?? ๐Ÿ˜›

  5. jadi PNS ?
    kerja santai dgn gaji besar dll ??? enak amat, uang rakyat dipakai gaji orang2 yang hasil dari kerjanya tidak begitu menguntungkan masyarakat.

    trus klo masyarakat ada masalah ke birokrat di persulit kudu pake uang pelicin segala…

    semoga pemerintah pada sadar, cari calon PNS yang mau kreatif, kerja keras biar maju negaranya, bukan malahan cari kesempatan u/ memanfaatkan fasilitas yang ada…

    maap klo kurang berkenal

  6. loh sama dong. aku mendukung anda untuk selalu inovatif. :))

  7. Mas Wid nggak usah aja deh..

    PNS cuma kumpulan profesional yang menunggu kesempatan bukan menciptakan kesempatan.

    saya mah ogah jadi PNS

  8. aku sih tergantung nasib nanti.. hihihiih

    *kok nrimo banget yo.. kekeke*

  9. gini….enggak semua gambaran dodo tentang PNS betul…. ada juga PNS yang kreatif, inovatif dll dan bahkan, kalo niatnya mau sekolah dan sekolah…..jadi PNS itu peluangnya gede banget dapet beasiswa ke luar negeri, karena banyak scholarship yang ditawarkan G to G dan memprioritaskan PNS… tapi….kalo sejak awal sudah punya gambaran yang nggak pas dengan PNS sebaiknya jangan coba-coba, karena akan menambah daftar panjang PNS yang enggak profesional…

    *aku juga gak pernah tertarik jadi PNS do…*

  10. eh bener.. aku setuju dengan Mbak Ade nih!
    buktinya di Jepang sini, aku banyak nemu temen2 dari Indonesia yang ternyata kebanyakan PNS dari instansi2 pemerintah yg sedang tugas belajar.

    trus, suamiku sendiri juga PNS. tapi bisa juga tu sekolah S2 dan S3 ๐Ÿ˜€

  11. waduh apa yak….???
    aku sendiri nggak tertarik………. aku PS……pegawai swasta…^^

  12. kalo daya tarik PNS disisi bisa kerja penak-penakan ya… disukai yg ogah kerja keras. aku sendiri gak tertarik jd pns krn asal keluargaku yg pns… serba pas2an hehehe…

  13. aku setuju dengan mas Agus…jadi tantangan juga lho mas Wid….saya yakin…dengan PNS seperti mas Agus Cs kelak kondisi akan berubah….Insya Allah…dan selamat berjuang…

  14. wah kalo itu janga tanya sam saya, sama, saya juga enggak pegnen jadi pns.

  15. jadilah PNS yang berbeda dari yang slama ini dianggep masyarakat.. dan jadikan itu sebagai motivasi untuk merubah paradigma itu.

  16. iya betul untuk perempuan yang punya anak jadi punya waktu lebih banyak, tapi kalau santai…..? gimana negara ini maju kalau pegawai-nya santai-santai. Aku nggak setuju kalau PNS bisa santai, itu oknum aja, kita harus idealis menjalankan apa tugas kita sebaik-baiknya jangan contoh oknum PNS yang santai itu.

  17. 1. Bisa menjemukan, bisa inovatif dan eksploratif.. tergantung dari atasan dan kemauan juga..

    2. Tentu.. Tapi kalau punya pekerjaan sampingan, PNS bisa dijadikan pekerjaan tetap bukan?

    3. Lebih mudah sekolah sambil kerja PNS daripada di swasta.. Karena relatif lebih toleransi untuk mengenyam pendidikan dibanding swasta.

    4. Bener banget.. Tapi itu tergantung iman dan kemauan kita..

    5. Kebetulan emang aku ga begitu antusias dengan organisasi politik, jadi no problem.. Anyway kan sekarang udah berbeda.. Walau PNS bukan berarti harus memilih sesuai keinginan atasan atau kantor

    6. Engga juga, tergantung mau menjilat bos atau dijauhin bos.. :p aku sih netral aja… coz aku juga ga mau nerima hal-hal yang bertentangan dengan pemikiran aku selama ini.

    7. Engga tuh.. aku kan sering ngebangkang juga.. ๐Ÿ™‚

  18. ya kalo semua orang berpikiran seperti itu maka wajah indonesia tak akan pernah berubah. nah, mumpung punya kesempatan sahabat bisa bergabung dan mewarnai semuanya. hehheee.. maaf aku juga bukan PNS. hehe lagi

  19. kalau aku sih mengamati dr lingkungan kerjaku, mengamati saudara2 yg jd PNS, PNS dengan pekerjaan yg rutin & membosankan, PNS yang kerjanya bisa santai2 terus bisa ngobyek, itu bukan yang berpotensi. Sedangkan yang punya potensi untuk berkembang pasti akan ditempatkan di posisi2 yang dinamis, butuh banyak pemikiran. Jam kerja mereka pun akhirnya sering over time, ga bisa nyambi2 lg di luar, tp bisa dapat tambahan penghasilan dr kegiatan yg dikerjakan. Tiap kegiatan ada SK-nya dan tiap SK itu ada duit-nya :p

    Jadi, aku sih tetep setia nunggu diangkat jd CPNS niih ๐Ÿ˜€

  20. Waktu kecil saya ingin jadi tentara yg mengabdikan diri kepada bangsa ini, tapi setelah bergaul dan pikir2, kayaknya lebih asik yg non PNS, walau jadi PNS itu menarik juga lho.

    Misalnya jadi enterpreneur, mendirikan industri [yg sarat dgn iptek], yg dari pajaknya bisa menghidupkan penyelenggaraan pemerintahan, termasuk memberikan beasiswa kepada siapa pun. Padahal sang pemilik bahkan innovatornya itu cuma berlatar S1 [ bahkan drop out S1 PT terkenal macam Bill Gates ]. Yg penting itu jiwa dan ilmunya.
    Guenya bisa kaya, negara bisa kaya, pendidikan maju, iptek maju, banyak yg bisa nerusin sekolah [jgn kyk saya nih yg pts sklh], bangsa jadi maju

    Di dunia industri yang jadi patokan itu sertifikasi, beda ya dgn PNS yg patokannya itu strata pendidikan ?

    Apa pun pilihannya, yg penting adalah menjadi orang yg baik dan berkualitas.
    It is nice to be important, but it is more important to be nice.

    Insya Allah semua yg jelek2 disebutkan dalam poin2 di atas itu bisa hilang.

  21. aku juga ngga tertarik.. hehehe.. salah ya.. ini bukan motivasi ya? ๐Ÿ˜€

  22. Kalo santai yg negatif, nah ga boleh tuh.
    Kalo santai yg positif?
    Kalo pekerjaan bisa dikerjakan dgn baik & tepat waktu dalam keadaan santai, kenapa tidak?
    Kalo tidak mau santai, ya asal jangan stres ya, soalnya stres itu menular lho, hehehe.

  23. banyak alasan untuk tertarik dan tidak tertarik jadi PNS.

    saya sih pernah liat syarat2nya yang banyak dan mundur. maklum, males ngurus surat ini-itu…hehehe…

  24. terimakasih tanggapan teman-teman yang sangat berharga bagiku ๐Ÿ˜€

  25. ntar ya aku nanggapinya, mo buka duluw…. :-b

  26. AKU SETUJU SAMA SEMUA POINT NYA!!!

    pdhl ortu pengennya aku jadi PNS…. T_T

  27. aku sebenarnya sangat menganjurkan orang untuk masuk jadi PNS, terutama orang yang “kuat” dan punya potensi mengadakan perubahan, tidak ikut larut dengan sistem yang sudah ada… ๐Ÿ™‚

  28. butuh banyak ORANG KUAT disana pak…
    kalo cuma sendiri…..
    GA KUKUWWWW…

  29. PNS LAYANAN MASYARAKAT

    1. Kerjanya musiman (entah musim apa saja). Masuk pagi jam 08.00 (kalau hari Jumat senam pagi dan bersih-bersih) – absen – apel pagi (kalau ada) – ngopi – baca koran – mungkin kerja (kalau ada) setelah itu nggak tahu kemana – sampai jam 14.00/16.00 (apel sore) – pulang.

    2. Nunggu keluhan masyarakat/pada jam istirahat – main game di komputer (yang bisa) – main catur – domino/remi – ngramal nomor togel – jadi makelar – santai-santai – plesir – dsb

    3. Apapun adanya tetep dibayar, baik yang bolosan, kinerja buruk, nggak kreatif, kurang proaktif, dsb. (Terus berapa kerugian negara buat mbayar sampah-sampah negara itu?)

    4. Indonesia – Kaciaaaaan deh lu!!!!

  30. aku pikir kalo diadakan survey mungkin sebagian besar PNS seperti itu ๐Ÿ˜ฆ

  31. *PNS hadiir*
    Hmmm… saya termasuk yang 'kecemplung' jadi PNS alias sebetulnya nggak begitu niat tapi masuk juga karena 'telanjur' kuliah di perguruan tinggi kedinasan.

    Soal santai… Tergantung sih… Kami bisa saja beberapa bulan lembur tiap hari sampai jam 2 pagi tapi agak longgar di bulan-bulan berikutnya.

    Ya, soal korupsi memang nggak bisa dipungkiri. Tapi beberapa dari kami tetap berusaha tidak ikut arus yang buruk. Mungkin terlalu sombong atau menjurus ke riya' kalau kami bilang kami bisa mengubah keadaan, apalagi level kami masih di bawah banget (kembali ke pasal “sulit membantah atasan” itu). Tapi pelan-pelan semoga ada perubahan ke arah yang lebih baik. Percuma reformasi birokrasi dicanangkan kalau hasilnya sami mawon. Risiko (diturunkan pangkat, dimutasi, dikucilkan, difitnah) selalu ada, tapi kalau kita lebih yakin pada cinta Allah, insyaAllah selalu ada jalan. Kalau sempat silakan tengok blog salah satu rekan saya di http://chronov.multiply.com/journal/item/209

    Parpol? Bukan rahasia lagi kalau sebagain besar alumni almamater saya adalah simpatisan sebuah parpol :).

    Menjadi PNS atau bukan PNS adalah sebuah pilihan. Apa yang saya ungkapkan rasanya masih jauh dari memotivasi, namun setidaknya semoga memberikan sebuah gambaran lain. Salam kenal :).

  32. Hahahaha, sama banget denganku, AKU JUGA GAK MAU JADI PNS, Alhamdulillah sampai hari ini, belum tertarik sama sekali, hehehe ๐Ÿ˜€

  33. aku juga masih sih, dengar dokter yang jadi PNS (terutama di puskesmas) kasihan sekali mereka… tapi siapa tahu aku ntar bisa “berubah”. istriku malah baru saja jadi PNS, dia jadi saksi mata klo sebagian besar PNS memang payah….

  34. Menjadi PNS bukanlah pilihan bagi orang yg ingin kaya (secara halal)

  35. ya…saya nyasar. Krn saya tak tertarik meski msh kuliah dulu, so I have no advice…

  36. nyasar jadi PNS? atau nyesel ga jadi PNS? hahaha….

  37. Nyasar krn sdh menceklik journal ini. Alhamdulillah saya bukan PNS

  38. Mas Wid, baca tulisan ini saya agak gimana gituh.
    eniwei, plis sharingnya dong tentang prospek kerja dokter fresh graduate, maunya sih yang bisa nunjang buat sekolah lagi. BTK ๐Ÿ™‚

  39. agak gimana apanya Tuq?

    aku memang belum minat aja jadi PNS. Istriku udah PNS (bukan dokter), ternyata memang banyak hal tidak menyenangkannya, apalagi klo kita sebagai orang yang ideal dan masih punya nurani :-), mungkin nanti bisa aku buatkan jurnalnya.

    dokter jadi PNS jelas rugi karena penghasilannya dipukul rata dengan lulusan lain, padahal tau sendiri bagaimana lebih sulitnya tanggung jawab sebagai dokter kan… Di Jakarta saja masih kalah dengan gaji guru… sudah banyak kasus dokter spesialis yang keluar terutama di perifer, karena mereka tidak “dihargai”

    itu klo murni loh ya jadi PNS, tapi klo nyambi kerja lain misal praktik atau jadi dosen atau ngerjakan proyek sih akan lebih banyak penghasilannya.

    klo prospek mau cari beasiswa seperti PPDS BK ya untung2an juga, biasanya PNs lebih diprioritaskan tapi ya ga mesti juga klo ga PNS jadi sulit, banyak adik kelas saya yg sudah coba dan berhasil, yang penting ada wilayah yang mau menerima dan sudah teken kontrak

    klo Tutuq keahliannya ada yang lain, tidak harus murni praktik dokter, misalnya bisa melamar jadi dosen, sekarang juga ada beasiswa dari DikNas untuk dosen kedokteran supaya sekolah lagi jadi spesialis, klo yang sekolah akademisi ya banyak sekali beasiswanya.

    Klo mau PTT (tidak wajib) ya juga untung2an, harus cari daerah yg benar-benar berkomitmen memberikan insentif yang sesuai, atau melihat ada ga peluang praktik sampingan. Seperti pengalaman beberapa dokter di MP ini, gaji PTT-nya amat kecil, tapi praktik tambahan sangat besar. Jadi bisa nabung buat sekolah secara mandiri. Cari lain supaya dapat tabungan banyak ya kerja rodi di klinik 24 jam di daerah basah seperti Jakarta dan Jawa Barat :-b (tapi ini ga sesuai dengan idealismeku)

    Itu dulu, silakan klo ada pendapat atau pertanyaan lain.. ๐Ÿ˜‰

  40. PPDS BK apaan tuh? sama tak dengan beasiswa depkes?

    maunya sih gak usah pake PTT lagi *sebenarnya mupeng ke daerah ST (sukur-sukur dapet wakatobi), tapi karena sesuatu hal kayaknya opsi PTT dimundurkan*, selama menjalankan profesi atau berdasarkan pengalaman teman yang lain dalam mencari kerja, ada tak yang terbentur gara-gara tidak PTT?

    kalo dokter perusahaan kira-kira gimana ya? aku baca-baca di beberapa blog malah kebanyakan laki-laki yang dibutuhkan :((

  41. iya, sama.

    ga ada pengaruh PTT dalam mencari kerja untuk waktu sekarang.

    dokter perusahaan menarik juga, tapi lebih butuh banyak sertifikasi seperti Hiperkes, ACLS, dll. Engga juga kok banyak teman saya dokter perempuan yang diperusahaan…

  42. Siip.. Wish me luck, amiin

    Ada tips atau saran kalo tertarik ke dokter perusahaan? *dengan background aku sbg perempuan* hehe

    Eniwei, makasih mas Wid

  43. ga ada, secara saya sendiri belum pernah ada pengalaman di perusahaan…dan saya juga bukan perempuan, hehe…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s