WidodoWirawan.Com

ICW berhenti "menggonggong"

5 Komentar


Sebuah lembaga lain pemberantas korupsi, Indonesia Corruption Watch (ICW), yang mempunyai hak istimewa, akhirnya diamputasi

oleh para pembuat undang-undang. Amputasi secara sistematis ini berulang setelah sebelumnya terjadi pada lembaga Komisi

Pemeriksa Kekayaan Penyelenggara Negara (KPKPN). Menurut Laurens Tato (anggota dewan redaksi media grup) ICW hengkang dari

sistem karena “kontraknya sudah berakhir” dan tidak diperbarui oleh negara. ICW sendiri merupakan lembaga yang sangat concern

terhadap pembentukan UU pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor). Padahal “nyawa” KPK ialah pengadilan tipikor itu,

tanpanya, KPK sama saja seperti zombi yang impoten.ICW salah satu “watchdog” yang berada dalam sistem kenegaraan. Posisi ini

sebenarnya sangat strategis bagi ICW dibandingkan lembaga lain yang lebih bersifat sebagai oposan, alias “menggonggong” dari

luar pagar. Memang selama ini lembaga anti korupsi kita baru bisa “menggonggong”, belum bisa sampai “menggigit”, “merobek”,

atau “mengoyak-ngoyak” pelaku korupsi. Ironis memang…

Iklan

5 thoughts on “ICW berhenti "menggonggong"

  1. wah, kalo ngomongin korupsi gak ada habisnya boss…
    saya pernah 2 thn bekerja di salah satu instansi sebagai TKK (tenaga kerja kontrak) dan selama itu pula saya menyaksikan korupsi terjadi di depan mata saya.
    akhirnya karena gak kuat saya mundur dan kembali bekerja di swasta, padahal kalo saya bersabar 1 thn lagi aja bisa jadi PNS. saya pikir, ngapain jadi PNS kalo kemudian saya ikut terlibat dalam 'lingkaran setan' itu ?

  2. Para oknum itu sudah mengkorupsi undang-undang juga, sekarang korupsi tak hanya ngorupsi punya orang lain tapi juga ngorupsi yang dibadan sendiri. Padahal hartanya ga berkah tu, mengerikan.

  3. Ini yang belum ada solusinya sampai sekarang, Pak…tapi kan kita kasihan juga kepada PNS, apalagi yang cuma rendahan gitu….

  4. Orang satu departemen, mau nurunin dana harus nyogok pejabat departemen itu juga biar dananya cair. Waks, amit-amit deh orang-orang yang doyan uang haram gitu.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s